Istri Yang Terabaikan

Istri Yang Terabaikan
S3 EPISODE 138 - WAKTU BERHARGA


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi karya Author yang lain dengan judul "PERTEMUAN", "TAKDIR", dan "CINTA KU MAFIA KU"....


.......


.......


.......


"Kenapa?"


"Karena aku juga ingin jadi orang berharga yang menghabiskan waktu bersama dirimu"


"Maafkan kurang peka nya diriku, Aku akan berusaha yang terbaik untuk bersama diriku, Aku janji"


"Aku juga akan berusaha semaksimal mungkin mengerti keputusan mu"


"Kalau begitu, Besok mau ke Danau? Kita piknik bersama, Ini pertama kali nya si kembar piknik di danau"


"Boleh saja....Lalu Adel?"


"Adel sepertinya tidak akan bisa datang"


Setahu Nissa bulan - bulan ini adalah bulan tersibuk Adel yang akan segera naik kelas. Adel butuh banyak belajar untuk bisa mempertahankan peringkat nya.


"Baiklah, kita piknik disana, sekalian aku ingin membawa Collin naik kuda"


.


.


.


Esoknya.....


Cuaca cerah begitu menyambut sore mereka. Butuh waktu lama untuk Ben membereskan dokumen penting nya agar bisa selesai sore ini. Dengan membawa kuda kesayangan Ben, Ben dan sekeluarga akan piknik ke danau. Kebetulan Danau tersebut milik keluarga Ben yang letak nya berada di luar kawasan rumah Ben. Namun butuh waktu cukup lama juga untuk sampai dengan berjalan kaki ke area danau itu.


"Rasanya aku sudah tua deh, baru sepuluh menit berjalan aku sudah kehilangan tenaga"


"Benar, ku rasa kamu semakin tua" Jawab Ben dengan bercanda.


"Ben!! Memangnya gara - gara siapa aku begini? semalam saja aku sampai tidak bisa mandi dan makan sendiri"


"Tapi kamu senang kan aku memandikan mu, bahkan aku menyuapi kamu dan menidurkan kamu, Berapa nilai yang akan kamu berikan untuk kerja keras ku itu?"


"Sempurna!" Jawab Nissa dengan wajah yang gembira.


"Ini baru benar" Ben semakin bangga dengan pujian dari Nissa.


Ben membawa kuda dan menggendong Collin dengan gendongan anak yang melekat pada tubuh depan nya. Sedangkan perlengkapan piknik sudah beres di atas kuda. Nissa membawa si kembar dengan kereta dorong. Serta beberapa pelayan dan pengawal yang berada tak jauh dari mereka.

__ADS_1


"Collin, kamu saat ini akan melihat danau, Waktu kecil papa dan paman mu Simon sering sekali berenang di danau ini"


"Danau? Apa itu Danau?"


"Danau itu tempat yang indah untuk kamu nikmati, tapi kita akan berenang setelah kamu dan papa naik kuda di sekitaran danau, Apa kamu mau?"


"Tentu saja!" Jawab Collin senang meski Collin mungkin tak mengerti apa itu Danau.


Dengan cepat pelayan dan pengawal Ben pun membantu Nissa dan Ben yang merapikan tempat untuk mereka bersantai. Sore ini ada beberapa orang yang juga menikmati pemandangan danau. Danau di sore hari memang begitu indah bewarna Oren cerah.


Nissa membaringkan si kembar di atas tanah yang sudah dilapisi tikar untuk mereka bermain. Nissa mengeluarkan alat minum mereka berupa cangkir teh dan piring kecil. Menikmati Greet Tea cake bersama teh susu sangat pas sekali untuk sore yang cerah ini.


"Sayang hati - hati" Ucap Nissa kepada Ben.


"Baik"


Nissa memperhatikan suami nya yang gagah itu. Tubuh kekar suami nya masih bisa dilihat meski sudah tertutup baju sekalipun. Ben menahan Collin yang naik ke atas kuda dibantu oleh para pengawal.


"Papa takut" Ucap Collin.


"Jangan takut, kuda ini teman papa, Namanya Alaska, Kuda ini sudah sering menemani papa sejak lama, Kamu juga pasti akan jadi teman baik Alaska, coba pegang kepala nya dengan pelan"


Ben membantu Collin untuk mengelus Alaska dengan pelan. Jari kecil Collin bergetar ketika kuda itu meringkih saat Collin sentuh.


"Bagaimana?"


"Tentu saja, ku lucu sekali sih nak"


Dari jauh Nissa memotret Ben dan Collin dengan kamera digital milik Ben. Seperti nya akhir - akhir ini hobi memotret Ben diturunkan kepada Nissa.


"Padahal ekspresi nya bagus begitu, tapi kenapa dia tidak pernah memfoto dirinya sendiri?"


Selama ini Ben selalu memfoto Nissa dan anak - anak. Bahkan Adel juga sering Ben foto. Koleksi Ben begitu lengkap, dari foto Nissa, Adel, Collin bahkan si kembar memiliki album foto dan kumpulan video tersendiri. Tapi sangat jarang melihat foto dan video Ben. Ben paling akan ada jika berfoto bersama.


"Sejak kecil tuan sangat yakin tidak akan mencintai seseorang apalagi tuan memiliki masa lalu seperti itu, makanya bagi tuan meninggalkan bekas hidup nya di dunia sama sekali tidak ada guna nya, itu lah yang tuan fikirkan. Tapi sekarang mungkin saja akan berbeda, hanya saja tuan tidak terbiasa" Jelas Robert kepada Nissa.


"Jika begitu aku hanya perlu sering memfoto Ben lebih banyak, terutama ketika menghabiskan waktu bersama kami, Aku paling suka senyum nya yang cerah, rasanya seolah duniaku menjadi cerah dan semua akan baik - baik saja jika aku bersama nya"


"Tuan juga merasakan yang sama terhadap anda Nyonya"


"Aku tahu, Ben sudah banyak melakukan sesuatu untuk ku dan anak - anak, aku juga ingin berguna dan melakukan hal yang sama terhadap Ben."


"Sayang!! Lihat kesini" Teriak Nissa.


Ketika Ben menoleh dengan tersenyum saat itulah Nissa memotret momen itu. Kali ini Nissa tidak kehilangan momen tersebut.


"Tampan! Suami ku sangat tampan" Teriak Nissa.


"Kamu juga sangat cantik sayang"

__ADS_1


Setelah berbicara begitu, Nissa hampir mengeluarkan bola mata nya ketika melihat betapa lajunya Ben menaiki kuda itu bersama Collin.


"Bukankah itu terlalu laju? Collin masih kecil"


"Tidak Nyonya, tapi kalau diukur untuk tuan muda seperti nya begitu"


"Tolong jaga si kembar" Ucap Nissa kepada para pelayan nya.


Nissa berlari dengan ranting pohon di tangan nya dan berlari ke arah Ben.


"Hentikan kuda nya!!"


Dengan cepat Ben segera menarik tali kekang kuda agar tidak menabrak Nissa yang ada di hadapan nya.


Nissa menancapkan ranting itu ketanah dan berdiri dengan tegas.


"Jangan laju - laju! Collin masih kecil !! Kamu mau bikin dia ketakutan?!!"


"Tapi Nissa.....ini bukan aku yang minta Collin yang mau"


"Jangan bohong! Mana mungkin Collin yang minta"


"Mama benar kok, Collin yang mau laju - laju, seru sekali" Jawab Collin dengan bangga.


"Tapi nak, kamu masih kecil"


"Tapi Collin suka"


Nissa memandang ke arah Ben untuk meminta bantuan agar Ben mendukung dirinya.


"Jangan khawatir, aku akan menjaga Collin, malah aku ingin membawa Collin juga untuk berburu saat musim panas"


"Hal gila apa lagi?!! Berburu?!! Ben....Collin masih.."


"Kecil" Ucap Ben dan Collin bersamaan.


Ben dan Collin pun tertawa dengan kencang.


"Mama kami naik kuda dulu ya"


"Jangan khawatir"


Ben dan Collin meninggalkan Nissa yang terpana dengan kekompakan anak dan papa nya itu.


"Haaaahhh" Ucap Nissa sebal.


-Bersambung-


..."Kekompakan seorang anak dan orang tua nya itu menandakan bahwa ada kedekatan di antara mereka"...

__ADS_1


__ADS_2