Istri Yang Terabaikan

Istri Yang Terabaikan
S3 EPISODE 143 - MENGINGAT KEMBALI


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi karya Author yang lain dengan judul "PERTEMUAN", "TAKDIR", dan "CINTA KU MAFIA KU"....


.......


.......


.......


Pertemuan pertama....


Semua orang berdebar mengingat pertemuan pertama. Ada pertemuan pertama itu yang menyenangkan ada juga yang sebaliknya. Namun semua pertemuan pertama itu ternyata sangat mendebarkan. Itulah yang Nissa dan Ben rasakan. Nissa hanya mengingat pertemuan pertama nya dengan Ben saat berada di rumah sakit sedangkan selalu mengingat jauh sebelum itu.


"Bukan kah kita pertama kali bertemu di rumah sakit? Kamu tiba - tiba mencium tangan ku, Aku kira kamu Playboy" Ucap Nissa dengan lugas.


Nissa sungguh masih mengingat pertemuan itu dan rasanya masih baru kemarin ia bertemu dengan Ben. Sedangkan pertemuan nya pada saat Ben terluka itu, jujur saja Nissa hanya sedikit mengingat nya, yang ia ingat pria yang telah ia tolong malah kabur tanpa jejak.


"Jauh sebelum itu sayang" Ben pun semakin memeluk Nissa dengan erat dalam dekapan nya.


"Oh ya?"


"Bisa - bisa nya hanya aku yang ingat pertemuan itu!"


"Hahaha maaf aku ingat kok, tapi hanya sedikit saja dan sungguh aku juga mengingat nya dengan baik, kamu yang saat itu perlu bantuan"


"Hentikan! Aku ingin kamu mengingat nya dengan cara yang romantis bukan dengan cara seperti ini"


Kadang Nissa yang merasa aneh kenapa pria ini bisa seromantis itu ketimbang dirinya yang wanita. Nissa sering dengar dari teman nya bahkan beberapa karyawan nya bahwa setiap event mereka ataupun momen yang mereka habiskan bersama selalu hanya wanita yang romantis. Bahkan tak jarang pria sangat tidak peka dan tidak ekspresif dalam menunjukkan kasih sayang mereka.


"Ben kenapa kamu semanis ini? Belajar dari mana sih?!"

__ADS_1


"Aku tidak romantis, Aku hanya belajar untuk menyayangi apa yang ku sayangi dan belajar untuk tidak menjadi seperti keluarga ku"


Ben yang penuh dengan banyak luka di tubuh maupun hati nya selalu berjanji bila kelak ia memiliki keluarga ia akan mengakhiri semua takdir buruk dalam keluarga nya. Ben selalu ingin memiliki keluarga namun ia tak ingin menjadi bagian tradisi tak etis dari keluarga nya dengan menjadi kejam terhadap istri dan anak nya.


"Aku tahu...dan akhirnya kamu berhasil lepas dari hati mu itu kan? Kamu bisa merasakan kan bahwa mendidik anak itu bukan lah hal yang mudah, saat itu mungkin hal itu juga lah yang ayah mu rasakan ketika merawat mu dan Simon"


"Kamu benar Nissa"


"Terimakasih sudah datang di hidup ku Ben, terimakasih sudah mencari ku tanpa pernah putus asa maupun berhenti"


"Aku yang berterima kasih karena kamu tiba - tiba datang padaku, bahkan masih mau bersama ku dengan semua masa lalu ku dan kehidupan yang berat ini"


"Aku tidak masalah dengan masa lalu, tapi kenapa kehidupan ku berat?"


Nissa tak mengerti kenapa Ben harus mengatakan kehidupan nya berat.


"Aku tahu tidak mudah orang Asia untuk hidup di Eropa yang hampir banyak sekali orang rasis terhadap orang Asia, bahkan dengan status mu yang janda dan memiliki anak, Aku tahu kamu selalu di tentang oleh banyak orang dan memulai perusahaan mu dengan susah payah tetapi kamu malah harus mengurus ku dan anak - anak seperti ini, Perempuan di luar sana selalu menginginkan hal yang lebih, tapi kenapa kamu tidak?!"


"Tapi Kamu kan tidak menutup mata" Ucap Nissa dengan yakin.


"Apa maksudnya?"


"Setiap aku sedih ataupun kecewa karena orang lain kamu tidak pernah menutup mata mu dan selalu mendukung ku dan menghibur ku, melindungi ku, Aku tidak butuh hal lain. Pekerjaan aku kadang masih sering juga ke kantor ku, meski tidak turun langsung lagi. Aku sudah memiliki suami yang sangat cinta padaku, anak - anak yang tampan dan baik buat apa aku menginginkan hal yang lebih?"


"Lalu mimpi, karir, uang? Kamu tidak ingin?"


Nissa menggeleng dengan cepat.


"Aku hanya butuh kamu dan anak - anak, kamu boleh memiliki semua nya Ben karena kamu memang pantas akan hal itu, tapi bagiku, yang ku butuh kan hanya Keluarga karena sejak dulu yang ku impikan adalah memiliki keluarga dan bahagia"

__ADS_1


sederhana...itulah yang menggambarkan Nissa. Saat ini Nissa sudah sering menggunakan pakaian dan aksesoris ternama dan terkenal. Ketika Nissa pertama kali datang ke Paris, Ben menyiapkan semua keperluan Nissa namun Nissa hanya mengambil beberapa helai pakaian sambil memeriksa harga nya. Karena tahu Nissa yang seperti itu, setelah mereka menikah Ben sering kali membeli baju untuk Nissa tanpa melampirkan label harga nya. Jika Nissa tahu Nissa akan marah dan mengatakan untuk berhemat.


"***Ben, bukan kah harga ini terlalu berlebihan? Lihat lah harga tas ini, baju ini, ini sama dengan pengeluaran kita selama lima bulan!!"


"Tapi ini sangat cantik untuk mu Nissa"


"Model begini banyak sekali di toko, kenapa harus yang mahal begini?!"


"Aku hanya ingin memberimu hadiah, apa kamu harus semarah itu***?"


Ketika Ben sudah berkata begitu, mau tidak mau Nissa pun menerima nya dan meminta maaf karena bereaksi berlebihan. Nissa menjelaskan maksudnya bahwa hal ini terlalu mahal dan berlebihan untuk nya dan berkata besok tidak perlu yang semahal ini.


Ben selalu mengangguk dan menjawab iya, namun setiap saat jika ia mengingat Nissa ketika melihat suatu barang maka Ben akan selalu membeli nya dengan menggesek kartu nya itu.


"Ben, kita kan belum pernah saling mengabulkan permohonan masing - masing secara resmi, bagaimana kalau kita membuat nya dalam daftar dan kita cari waktu untuk melakukan nya?"


"Boleh, tapi Aku mau daftar ku yang paling dikabulkan karena aku selalu bersabar untuk mu" Goda Ben dengan nakal.


"Baiklah, kita tulis apa yang kita mau lakukan di daftar ya"


Nissa pun segera bangkit dan mencari pulpen maupun kertas di ruangan itu. Mereka pun duduk berjauhan dan saling fokus dengan kertas milik mereka. Ben dengan cepat menulis semua yang ia mau sedang kan Nissa berfikir terlebih dahulu baru menulis kan nya dalam kertas.


"Nissa ambil kertas lagi" Pinta Ben.


"Apa?! Selembar kurang?!"


"Iya, sudah lama kita tidak merencanakan ini, aku jadi punya banyak keinginan"


Nissa bisa melihat ada senyuman berbahaya dari Ben dan wajah nya yang mengikat itu sangat menggoda untuk diabaikan.

__ADS_1


-bersambung-


__ADS_2