Istri Yang Terabaikan

Istri Yang Terabaikan
S3 EPISODE 99 - LEBIH


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa untuk memberikan dukungan kepada karya author yang lain dengan judul "Cinta Ku Mafia Ku" dan "Pertemuan". Terimakasih....


...*...


...*...


...*...


...*...


"Ya ampun!! Asi nya nggak mau keluar, gimana nih?!?" Nissa sangat panik.


Nissa sudah tidak menyusui Collin selama beberapa bulan terakhir, dan mengganti asupan makanan Collin dengan berbagai macam makanan sehat dan susu UHT. Nissa tak tahu malah akan jadi seperti ini.


"Nggak bisa keluar?" Tanya Ben.


"Iya, nggak ada keluar sama sekali" Ucap Nissa.


Nissa semakin panik, Edgar dan Edmund terus mengemut dan meminum tanpa Asi yang keluar. Ben pun segera memanggil suster untuk memeriksa keadaan Nissa.


Tak lama kemudian Ben kembali bersama suster kepala yang akan memeriksa Nissa.


"Ini biasa terjadi jika persalinan berjalan begitu lama, dan saat ini tubuh istri anda seperti nya sedang kelelahan dan stress" Suster kepala mengatakan hal itu setelah memeriksa keadaan Nissa.


"Lalu bagaimana? Anak kami harus menyusu supaya dapat asupan makanan" Ucap Ben.


"Jangan panik, jika si ibu panik, asi nya akan sulit untuk keluar, karena itu perbanyak minum air putih, suplemen juga dikonsumsi dan makan - makanan yang sehat"


Lalu suster kepala berbisik pelan ke pada Ben.


"Jangan lupa juga berikan stimulan rangsangan kepada payudara istri agar Asi nya bisa lebih cepat keluar, biasanya dengan rangsangan dari suami, asi bisa lebih cepat keluar" Ucap suster kepala.


"Apa?!" Ben terlihat panik dan sedikit malu mendengar hal itu.


"Lakukan sesering mungkin ya tuan, setiap beberapa jam sekali, sampai asi kembali normal, Putar buah nya dalam beberapa kali dan berikan remasan sedikit lalu lanjut ke arah puncak nya, mengerti?"


"Yah, tentu saja mengerti" Jawab Ben malu - malu.


Ben lah yang paling tahu bagaimana cara melakukan hal itu dengan baik. Nissa heran melihat ekspresi Ben yang memandangnya dengan tatapan aneh. Dengan segera ketika suster kepala keluar, Ben langsung mengunci pintu kamar inap Nissa.


"Kenapa di kunci lagi?" Tanya Nissa.


"Sudah sini, aku akan memberikan kamu pijatan" Ucap Ben sambil mengarahkan tangan nya ke arah Nissa.

__ADS_1


"Kamu bercanda ya? Kita harus menyusui si kembar!" Nissa memandangi si kembar dengan khawatir ketika melihat anak - anak nya berada dalam box dengan tenang tanpa meminum asi nya.


"Suster kepala yang menyuruh ku memijat mu supaya asi nya cepat keluar" jawab Ben tanpa malu, tangan Ben bergerak dengan cepat ke arah buah dada Nissa.


"Woow, kamu yang berisi di sini juga lebih berisi, aku suka size ini, melebihi ukuran genggam tangan ku" Ucap Ben sambil memijat buah itu dengan sangat baik.


"Ahh!!" Jawab Nissa.


"Seperti nya kamu suka? Mau lebih lagi?" Ben bertanya dengan rasa malu sedikit pun yang sebaliknya malah Nissa rasakan malu itu hingga ke ubun - ubun.


"Ehmmm" Nissa hanya bisa menjawab dengan sederhana.


"Apa lagi ya, kata suster, oh dipencet sedikit selama beberapa kali" Ben melakukan nya kepada kedua puncak gunung milik Nissa.


Air asi mulai keluar setetes saja, dan Ben merasa ini masih belum cukup untuk kedua anak nya.


"Seperti nya belum cukup" Ucap Ben.


"Ben sudah!"


"Belum Nissa, ini masih satu menit lebih"


Ben terus berulang melakukan hal - hal yang suster kepala suruh kepada nya. Setiap tangan Ben yang menyentuh, membelai, memijat bahkan memencet Nissa dengan sentuhan kecil akan terjawab oleh Nissa dengan suara yang hebat. Ben malah merasakan ia yang lebih menikmati hal ini.


Tanpa basa - basi Ben langsung melahap buah itu dan menghisap nya dengan cepat, berkali - kali dan juga mengigiti nya. Nissa merespon dengan positif setiap hal yang Ben lakukan padanya.


"Ben!" Ucap Nissa.


Setiap respon yang Nissa berikan adalah nafas penuh makna dan suara nya yang memanggil Ben dengan penuh arti khusus.


"Ahhhh!!!"


"Keluar!! Asi nya keluar!! Syukurlah, tapi ini masih belum banyak, apa si kembar akan cukup ya dengan segini?" Tanya Nissa.


"Cukup, nanti setiap kamu mau menyusui mereka, aku akan memijat mu"


Nissa langsung malu mendengar pernyataan Ben yang terang - terangan itu. Setelah menyusui si kembar, meski asi tak banyak sepertinya anak - anak nya puas dengan hal itu. Ben pun menggantikan baju Nissa yang basah dan membaringkan Nissa yang kelelahan dengan benar.


"Kamu sudah bekerja keras, Aku akan melahap mu lagi nanti" Ucap Ben.


.


.

__ADS_1


.



.


.


.


Di Markas Perusahaan M.....


Berada sangat jauh dari Paris, markas khusus militer milik keluarga Silver dan tempat berkumpulnya para mafia yang mendukung keluarga silver, mereka berkumpul demi menghadiri tugas nya untuk menyelamatkan Edison.


"Selamat datang Nona Lyra!!!" Sambut mereka dengan keras.


"Apa sudah ada kabar dari mata - mata kita?" Tanya Lyra.


"Belum nona! Tapi kami akan usahakan besok, akan di dapatkan seluruh peta lokasi prison tersebut"


Tiba - tiba beberapa anak buah dari fraksi keluarga Canvendish maju untuk berbicara kepada Lyra.


"Nona, kita harus menyelamatkan tuan Edison, keadaan nya sudah sangat parah disana, kami tak sanggup lagi membiarkan hal ini lebih lama" Ucap mereka.


"Tidaka bisa!! Aku tidak akan turun tanpa Persiapan yang matang!!"


"Tapi jika begini, tuan Edison bisa...."


"Tidak akan!! Aku kenal Ed dengan baik!! Dia akan bertahan!! Dia harus tetap hidup demi dosa nya!! Aku tidak bisa turun tanpa persiapan, kalian semua bisa mati di tengah Misi ini jika gegabah!!"


Diantara banyak nya orang yang berada di markas itu, hanya Lyra lah yang paling tahu betapa pentingnya segera, tapi ia tak bisa melakukan sesuatu hal dengan gegabah. Kali ini penebusan dosa mereka kepada Ben dan keluarga nya, jika ia gegabah, pasukan yang Ben bangun selama ini, akan musnah begitu saja dengan memakan banyak korban.


Lyra lah orang yang sangat ingin Ed selamat, meski ia tak tahu seperti apakah perasaan nya kepada Edison tapi yang pasti Lyra akan turun dengan persiapan. Lyra berhasil memasang jebakan dan memasukkan mata - mata ke dalam prison itu. Demi keamanan mereka semua, Lyra meminta mata - mata nya untuk melaporkan keadaan disana.


Lyra akan turun saat persiapan selesai dan semua musuh dalam keadaan yang lengah.


"Kita akan berangkat, tapi dalam penyamaran dengan jarak yang jauh, tapi kali ini kita akan masuk setelah Edison berhasil dilarikan oleh mata - mata kita disana"


"Tapi bagaimana nona?"


-bersambung-


..."Perhatian sederhana kadang bisa membuat hati yang menerima nya menjadi hangat, tak perlu mewah dan elegan hanya dengan kesederhanaan itu dapat membahagiakan"...

__ADS_1


__ADS_2