
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi karya Author yang lain dengan judul "PERTEMUAN", "TAKDIR", dan "CINTA KU MAFIA KU"....
.......
.......
.......
Dari foto ibu nya Ben kemudian beralih ke foto sang Ayah. Meski sulit ia lupakan, sikap sang ayah yang keras dan kejam terhadap nya namun ia jadi tahu alasan nya terlebih Ben sudah mulai berdamai terhadap hal itu. Ia mulai bisa memaafkan semua hal yang telah lewat itu.
"Ayah... Ternyata menjadi seorang Ayah itu sangat sulit kan?" Ben berbicara sambil memperhatikan foto Ayah nya.
Nissa pun kembali setelah membawa sebuah kotak obat, ketika ia melihat suami nya berbicara pada ayah nya seperti itu, Nissa pun memilih berdiri di balik pintu luar dan terus mendengarkan saja. Nissa memberikan Ben ruang untuk sendiri.
"Menjaga anak, merawat nya, menyayangi nya hal itu terkadang sangat berat, Aku masih memiliki istri ku tapi...Aku tidak bisa bayangkan Ayah yang harus melewati semua nya tanpa kehadiran Ibu, Merawat Simon dan Aku, Melindungi kami"
Meski tak banyak kenangan nya bersama sang Ayah tapi banyak hal yang bisa ia ingat. Salah satu nya yang ia ingat ialah ketika sang ayah tersenyum bangga melihat keberhasilan anak nya. Kadang senyum itu terasa singkat namun Ben bisa melihat nya.
"Aku hampir saja kehilangan Collin saat berburu tadi, Ketika Collin jatuh dan hampir terluka rasanya jantung ku akan copot, Aku seperti merasakan setengah nyawa ku hilang dan tubuh ku terasa seperti refleks bergerak sendiri"
Nissa akhirnya sadar bahwa Ben juga pasti sama terkejutnya ketika melihat Collin dalam bahaya terlebih Ben melihat sendiri kejadian hal itu. Ben telah mengeluarkan banyak upaya agar bisa menyelamatkan Collin yang hampir terluka dan malah dirinya sendiri lah yang terluka.
Ben.... Terimakasih....
Aku tahu sekali bahwa menjadi orang tua bukan lah hal yang mudah....bukan hanya kamu, tapi aku sendiri juga punya banyak kekurangan sebagai seorang Ibu dan Istri.
"Banyak Hal yang ingin kulakukan untuk anak - anak, Aku tidak ingin anak ku merasakan hal yang sama seperti yang ku lalui, Aku ingin mendampingi mereka, menyayangi mereka dan menjadikan mereka anak - anak yang kuat dan membanggakan tapi karena bahaya hari ini kadang aku ragu apakah aku adalah orang tua yang buruk"
Ben kadang gelisah tentang bagaimana orang tua harus mendidik anak nya. Ini pertama kali nya ia menjadi seorang Ayah, seorang Suami. Ia yang tumbuh tanpa kasih sayang dari orang tua kadang ragu apakah cara yang ia lakukan benar. Berbeda dari Istri nya, yang tumbuh dari cinta dan kasih sayang orang tua nya. Ben hidup dalam ketidak percayaan terhadap orang lain dan dipaksa tumbuh untuk kuat.
Ben kamu sudah menjadi orang tua yang baik bagi anak - anak kita.....Kamu harus percaya bahwa hal itu benar adanya...Kamu sudah menyayangi kami dengan benar....jangan terlalu menyalahkan diri sendiri karena kecelakaan adalah takdir untuk merubah seseorang menjadi dewasa.
Tok...tok...tok....
"Ben boleh Aku masuk sayang?"
__ADS_1
Ben segera membereskan foto itu dengan pelan dan dengan segera menjawab Ya.
Nissa bisa melihat wajah suami nya yang sendu dan mata nya yang sembab. Dengan pelan Nissa pun meletakkan tangan nya di pipi Ben.
"Ada Apa?" Tanya nya dengan lembut.
"Aku hanya berbicara dengan foto orang tua ku, Tiba - tiba saja aku merindukan mereka"
Nissa pun mengambil kedua foto itu dan melihat nya dengan senyuman.
"Pantas saja kamu sangat tampan, Ayah dan Ibu mertua ku punya wajah seperti ini, sudah pasti anak nya setampan ini" Goda Nissa dengan menyentuh hidung Ben dengan nakal.
Ben hanya bisa tertawa dengan pelan.
"Apa kamu sangat merindukan orang tua mu?"
Ben hanya mengangguk pelan, dan Nissa pun menggenggam tangan Ben dengan halus.
"Meski Kamu sudah tidak bersama mereka, Kamu masih bisa menemui Orang tua ku, Mereka juga orang tua mu, Mereka akan sangat senang jika kamu banyak bermanja dengan mereka"
"Boleh kah?"
"Terimakasih"
Nissa hanya mengangguk dan tersenyum.
"Satu hal lagi Ben, kamu tidak perlu menyalahkan semua nya kepada mu jika kamu sudah melakukan banyak hal terbaik dengan usaha yang kamu miliki."
"Apa maksud...."
"Soal Collin, Maaf kan aku karena mendengar semua nya"
"Apa?! Kamu mendengar semua nya?!"
Ben menutup wajah nya karena malu dan Aneh nya Nissa merasa hal itu sangat imut.
__ADS_1
"Itu kecelakaan, Aku tahu kamu sudah melakukan sebisa yang kamu perlukan dan Aku juga salah dengan langsung menyalahkan kamu saat itu"
"Tidak itu...."
"Kamu sudah sangat berusaha, Aku sedih jika kamu harus menyalahkan diri sendiri, karena kedepan nya pasti akan ada banyak hal seperti ini karena itu arti nya anak kita akan terus tumbuh berkembang jadi dewasa"
Nissa kemudian memeluk Ben dengan lembut. Ben pun membalas pelukan itu dan membiarkan kehangatan tubuh mereka menjadi satu dan hati mereka terhubung.
"Sayang....Collin tidak akan pernah merasakan semua yang kamu rasakan saat kamu kecil dulu, Mungkin Aku kurang pantas mengatakan nya seperti ini tetapi.....Collin memiliki kita sebagai orang tua nya dan orang yang paling menyayangi nya adalah kita kan?"
"Aku hanya merasa tidak pantas menjadi orang tua"
"Benedict! Tegar lah! Hal seperti ini kedepan nya pasti akan terjadi lagi, Dan kemungkinan si kembar juga akan mengalami hal serupa, kamu harus mempersiapkan hati kamu dan jangan sering menyalahkan diri sendiri"
Ben pun langsung memasang wajah cemberut.
"Padahal kamu juga menyalahkan ku saat melihat Collin terluka"
"Makanya aku minta maaf kan?"
"Aku memaafkan mu karena kamu cantik ya bukan karena aku baik"
"Baiklah"
Nissa pun mengecup bibir Ben dengan lembut.
"Aku akan membalut luka mu kembali"
Nissa melepaskan perban yang penuh dengan darah itu. Nissa kembali mengoles obat dan salep agar luka nya cepat menutup dan kering. Lagi dengan lembut perban itu dibalut dengan rapi oleh Nissa. Ben hanya menatap Nissa dengan lembut. Kadang melihat Nissa yang seperti itu hati nya kembali berdebar seperti melihat kembali pertemuan pertama mereka.
"Hati ku berdebar lagi karena mu"
"Apa?!" Tanya Nissa heran.
"Ini seperti pertemuan pertama kita kan? Kamu mengobati ku saat itu, Haaah.... mengingat itu aku merasa muda kembali, Kalau di pikir - pikir banyak yang sudah kita lalui setelah pertemuan itu kan?"
__ADS_1
"Entah lah Aku tidak ingat"
-bersambung-