
...Terimakasih kepada para pembaca yang masih setia untuk menunggu novel ini update. Alhamdulillah hari ini, Author bisa menulis dengan baik meski keadaan batin author masih sedikit perlu ditata dengan baik. Seperti biasanya, sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga kunjungi karya author yang lain dengan judul "Cinta Ku Mafia Ku" dan "Pertemuan". Terimakasih....
...*...
...*...
...*...
...*...
Matahari bersinar dengan terang, sinar terik nya berhasil menyinari hingga ke dalam kamar Ben dan Nissa. Keduanya masih tertidur dengan lelap setelah semalaman mereka bercengkrama dan menceritakan banyak hal tentang masa depan yang ingin mereka lihat kedepannya.
Ben masih memeluk Nissa dengan erat dalam tidur nya, Nissa juga memeluk Collin nya dalam kelembutan seorang ibu yang terus memeluk erat keberadaan sang buah hati nya. Mereka bahkan tak sadar bahwa matahari sudah mulai naik dengan tinggi sejak tadi.
Suasana di rumah semakin sepi sejak kembali nya Adel ke Asrama. Adel sedikit merajuk karena tahu bahwa papa nya tak bisa mengantar kepergian nya ke asrama. Namun sepanjang perjalanan ke asrama, Ben dengan sabar nya mendengar kan semua isi hati Adel melalui video call.
Meski jarak memisahkan, selalu saja ada cara agar mereka bisa berkomunikasi, dan Ben selalu menyempatkan diri untuk menghubungi anak - anak dan istri nya. Bahkan sebelum rapat yang akan ia hadiri, Ben memberitahu kan kabar nya meskipun melalui SMS singkat.
Setelah hampir dini hari, Ben baru pulang dari Milan, Bahkan ketika pulang pun rasa lelahnya menjadi sirna ketika sang istri menyambut nya dengan penuh senyum di wajah nya.
Tadi malam, pukul 02:00 pagi.....
"Hoaaaammmm" Ben menguap dengan keras.
Tubuhnya Benar - benar lelah setelah seharian melakukan perjalanan bolak - balik dari Paris ke Milan hanya demi rapat yang hanya berlangsung selama beberapa jam saja.
Ben menapaki kaki nya di sepanjang lorong rumah. Rumah yang seperti kastil besar itu, terlalu sepi untuk ia lalui. Sepanjang jalan menuju ke kamar nya, hanya suara langkah kaki nya sendiri yang ia dengar. Ben berfikir semua orang pasti sedang tertidur pulas.
Ben pun membuka pintu kamar dengan pelan. Ia tahu jika Collin dan Nissa pasti sudah tidur ketika jam segini, namun ia dibuat terkejut lantaran ketika membuka pintu, sosok istrinya dengan gaun tidur tersenyum lebar ke arah nya.
"Selamat datang, sayang" Ucap Nissa dengan pelan, Nissa menahan suaranya karena takut Collin bangun.
"Nissa!!" Ben terkejut.
"Kalau pulang harus bilang apa?"
"Aku pulang, Nissa" Ben mengecup pipi Nissa dengan lembut.
Ben bisa tenang setiap mencium aroma sabun yang tercium di tubuh Nissa. Kebiasaan Nissa adalah selalu mandi sebelum tidur, Nissa tak bisa jika tidak mandi sebelum tidur, makanya Nissa selalu beraroma sabun setiap akan tidur.
"Mandi dulu ya, Aku sudah siapin air panas sejak tadi, kalau mau aku bantu pijit kamu, kalau sudah selesai mandi"
"Makasih, aku mandi dulu"
Nissa bisa merasakan kelelahan yang Ben rasakan, sebab itu Nissa berusaha untuk tetap bangun meski malam sudah sangat larut. Setidaknya, inilah yang bisa ia lakukan sebagai istri, menyambut kepulangan suami nya tercinta.
Ben pun keluar dari kamar mandi dan masih mengenakan jubah mandi nya....
"Mau dipijit? Kemarilah" Ucap Nissa sambil menepuk pelan sisi tempat tidur mereka.
__ADS_1
"Nggak usah, kamu temani aku ngobrol saja sampai aku ngantuk" Ucap Ben.
Ben pun berbaring di sisi tempat tidur sambil memeluk Nissa dengan erat. Tubuh Nissa yang membelakangi nya terlihat lemah dan rapuh, tak jarang Ben sedikit takut untuk memeluk nya dengan erat. Wanita nya begitu rapuh....
"Nissa, Ed menghilang....."
"Apa?! Kok bisa?!!"
"Entahlah, kurasa ini ada hubungannya dengan Mr.Frank, dugaan ku saja sih, Aku masih mencari keberadaan Ed, Terakhir Ed ditemukan di Milan, makanya aku harus kesana untuk rapat"
"Kenapa rapat nya harus di Milan? apa hubungannya Ed sama Milan?"
"Kamu mungkin belum tahu hal ini, pusat militer grup ku memiliki kedudukan di Milan, para bodyguard terlatih dan penembak jitu dari Grup M, bermarkas di Milan, dan Ed kemarin butuh bantuan mereka untuk ide nya, tapi sekertaris nya bilang Ed sudah menghilang selama beberapa hari"
"Apa ini bukan ide dia aja? Pura - pura hilang?"
Pendapat Nissa tak salah juga sih, tapi ada alasan kenapa Ben yakin ini bukan pura - pura.
"Saat Ed baru sampai di Milan, dia mengirim kan ku pesan teks, dengan menggunakan kode sandi yang kami buat hanya untuk berdua. Kami selalu berkomunikasi dengan kode itu, ketika Ed meminta contekan saat ujian"
"Lalu apa yang akan kamu lakukan?"
"Aku harus mencari keberadaan Ed dulu, sebelum itu, aku harus menangkap Dewina dulu untuk memancing Mr.Frank"
"Yah apapun itu, kuharap saat aku melahirkan anak kita yang ini, semua urusan sudah selesai, nggak baik juga buat anak ku jika aku stress"
"Kemana?" Saat Nissa bertanya begitu, Ben sudah tertidur nyenyak.
.
.
.
.
"Ugghhhmmmm" Nissa sedikit menggerakkan badan nya untuk sedikit merelaksasi kan tubuh nya.
Matanya mengerjap pelan saat matahari sudah sangat terang di hadapan nya, Jendela kaca yang besar di kamar nya, membuat cahaya matahari masuk lebih banyak dari ruangan lain nya.
"Pagi! Ayo kita liburan, Kali ini aku ingin memperlihatkan tempat kenangan ku saat kecil padamu"
"Baiklah, kita bangunkan Collin dulu"
Saat berbalik, Nissa tak melihat Collin di sampingnya.
"Kemana Collin?!!" Nissa sangat panik.
"Collin sedang sarapan di bawah, tadi aku membawa nya ke Bentley untuk sarapan" Ucap Ben.
__ADS_1
Rupanya Ben sudah bangun lebih awal dari Nissa.
"Baiklah, kalau begitu, aku siap - siap duluan!!"
.
.
.
.
Tempat yang mereka kunjungi sebagai liburan mereka adalah Taman Bermain, yang sudah tua namun masih layak digunakan, namun pengunjung nya tak seramai taman bermain yang besar lainnya.
"Kamu mau kesini?" Tanya Nissa.
"Ya,tempat ini pertama kali nya aku punya kenangan lain selain di rumah, saat itu aku masih sekolah TK, tapi aku tidak bisa terlalu menikmati karena semua orang membawa orang tua mereka, hanya aku saja yang bersama Abang ku, tapi meski begitu aku bahagia"
"Oh Ben..."
"Makanya aku mau membawa Collin disini, aku ingin Collin bisa melihat tempat yang jadi kenangan bagiku, pertama - tama....kamu harus pakai ini"
Ben memasangkan sesuatu di kepala Nissa.
.
.
.
.
.
.
.
.
"Cantik" Ucap Ben.
Dari tatapan mata Ben yang lembut, Nissa merasa benar bahwa dirinya memang cantik. Ben membuat hatinya hangat dengan tatapan nya yang lembut dan penuh cinta kepada nya.
-bersambung-
..."Belajar dari pengalaman adalah pembelajaran paling efektif untuk menuntun mu menjadi manusia yang lebih baik"...
__ADS_1