
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi karya Author yang lain dengan judul "PERTEMUAN", "TAKDIR", dan "CINTA KU MAFIA KU"....
.......
.......
.......
"Maukah kamu berkencan dengan ku?" Tanya Ben dengan suara yang manis.
Suara itu begitu meleleh di telinga Nissa dan memanaskan hati nya dengan bara yang begitu besar.
"Kencan? Kita? Bukankah kita seharusnya kita sudah lewat masa itu?" Goda Nissa dengan manis.
"Hanya sekedar pergi berdua menikmati kota, bagaimana? Besok malam aku akan menjemputmu Nyonya Silver, Karena itu bersiaplah"
.
.
.
Esok nya.....
Sejak bangun dari tidur nya, Nissa tidak melihat Ben di manapun. Daripada kehadiran Ben, yang ia temukan adalah memo kecil yang Ben tempelkan di meja samping tempat tidur. Nissa tak ingin mengakui nya tapi tulisan Ben memang sangat rapi dan bagus. Bahasa Prancis yang ditulis Ben begitu jelas sehingga Nissa mudah membaca nya.
..."Jemputan akan sampai jam 7 malam, bersiaplah istri ku yang cantik dan nantikan kejutan dariku, aku akan membalas kejutan mu tadi malam"...
Nissa tak bisa berhenti tersenyum melihat tulisan itu. Rasanya ia kembali jadi wanita muda yang sedang kasmaran dengan kekasih nya.
"Mama? Kenapa?" Tanya Collin kecil.
"Tidak apa - apa, mama hanya bahagia, karena papa kamu orang yang luar biasa romantis nya"
"Apa itu romantis?"
"Romantis itu adalah hal yang biasa dilakukan orang dewasa, kalau kamu nanti besar, mama ingin kamu jadi Lelaki yang romantis dan menyayangi satu wanita saja, oke?"
"Kalau begitu, Collin akan romantis dengan mama, karena mama yang paling Collin sayangi" Collin memeluk Nissa dengan erat.
"Hahaha, ada - ada aja kamu nak, kamu mana paham romantis itu apa"
.
.
.
Siang nya......
Nissa membantu koki menyiapkan makan siang untuk anak - anak nya. Sambil memanggang dessert kesukaan Collin, Nissa bersenandung ringan dengan bahagia.
Hmm hmmm hmmmm
Semua yang ada di dapur tahu bahwa nyonya mereka sedang bahagia dan berusaha menantikan malam dengan cepat.
"Anda terlihat senang sekali nyonya?" Tanya Mark si Koki.
__ADS_1
"Oh ya? Biasa saja"
"Anda terus bersenandung sejak tadi, pasti ada hal yang menyenangkan"
"Itu karena tuan pasti nya" Jawab pelayan yang lain.
"Nyonya kan sangat dicintai tuan, pasti nya nyonya bahagia iya kan?"
"Tentu saja" Jawab Nissa dengan malu - malu.
Semua orang di rumah sangat tahu bahwa ben begitu menyayangi dan memanjakan Nissa. bahkan pagi ini Ben berpesan agar semua orang menjaga emosi Nissa dan jangan ada yang berbuat ulah.
Sore nya.....
Nissa sudah mengerjakan semua hal yang ia harap bisa membuat nya melupakan kencan mereka. sungguh sejak pagi, Nissa tak bisa berhenti bersemangat karena menunggu bagaimana kencan mereka akan berjalan.
"Nyonya, apa anda ingin minum teh?" Tanya Bentley.
"Tidak, Aku tidak boleh kekenyangan oleh segelas teh"
"Segelas teh tidak akan membuat anda kenyang nyonya"
"Tapi nanti aku bisa bertambah gendut"
Akhirnya Bentley menghormati keputusan Nissa yang tak ingin makan atau minum apapun. Hingga tak terasa waktu sudah mulai malam dan saat itulah mobil jemputan datang ke rumah.
"Nyonya, mobil tuan sudah datang" Ucap para pelayan.
Nissa berusaha turun dengan anggun dan tidak terburu - buru untuk menemui suami nya, dan saat Nissa membuka pintu mobil....
"Tuan sudah menunggu di restoran, beliau menyuruh saya menjemput anda" Jawab supir itu.
Ini bukan kencan yang ku bayangkan, padahal aku berharap saat membuka pintu mobil akan ada Ben disana.
Setelah sampai di sebuah restoran megah, Nissa disambut oleh kepala pelayan dan segera mengantarkan Nissa ke meja khusus, disana Ben sudah menunggu Nissa. Meja mereka sangat dekat dengan panggung, sepertinya akan ada penampilan musik yang akan menemani makan malam mereka.
"Selamat datang, sayang" Ucap Ben yang segera datang memeluk Nissa dan mengecup Nissa dengan pelan.
"Kenapa kamu tidak menjemput ku?"
"Aku ada rapat, karena takut waktu nya mepet jadi aku langsung kesini, kebetulan tidak jauh dari perusahaan ku kan?"
"Ya sudah lah, Aku maafkan kali ini karena tempat nya bagus banget"
"Baiklah, Silahkan duduk Nyonya Silver" Ben menarik kursi agar Nissa bisa duduk.
Pelayan mulai sibuk menghias dan mengisi meja dengan berbagai hidangan.
"Banyak sekali?" Tanya Nissa ketika melihat hidangan yang terus disajikan di meja mereka.
"Aku yakin kamu belum makan sama sekali, mumpung disini makan lah sebanyak yang kamu mau"
Ketika baru ingin memakan makanan nya, tiba - tiba dari arah depan Nissa beberapa orang menghampiri dan menyapa Nissa.
"Nissa? Benar kan ini Anissa?" Tanya perempuan itu.
"Iya ini Nissa, duh lama banget nggak ketemu, kamu kenapa suka nggak datang pas reuni?"
__ADS_1
Semua orang yang sepertinya kenal dengan Nissa seketika heboh dan mengerumuni Nissa dan Ben.
"Maaf, Apa kabar kalian? Aku sekarang tinggal disini bersama suami jadi jarang tahu perkembangan reuni kelas" Jawab Nissa.
Ben yang masih sulit untuk menerjemahkan bahasa Nissa dan teman - teman nya terus memperhatikan Nissa berbicara.
"Teman - teman maaf, ini suami ku Benedict Silver" Nissa memperkenalkan Ben dengan bangga kepada teman - teman nya.
Ben yang tahu ia seperti diperkenalkan pun mulai memberi salam.
"Hallo, saya Benedict"
"Wahh ganteng banget suami Nissa ya"
"Gilaa ini mah bukan ganteng lagi, tapi Hot !!"
Nissa merasa malu dengan respon teman - teman nya itu.
"Ben, ini teman - teman kuliah ku" Ucap Nissa kepada Ben.
"Oh begitu"
Semuanya membicarakan betapa bagus nya Ben dan akhirnya mereka bergabung dengan Nissa dan Ben untuk makan malam.
"Wah kamu makin cantik aja ya nis, beda banget dari yang dulu" Ucap salah satu teman Nissa.
"Benarkah? Biasa aja... mungkin ini karena suami ku jadi nya aku awet muda gitu"
.
.
.
.
.
.
Nissa dengan bangga menggenggam tangan Ben dan memamerkan kebahagiaan nya. Senyuman malu - malu Nissa membuat semua orang tahu bahwa Nissa sangat bahagia.
"Kalian kenapa ada disini? ramai - ramai begini?"
"Oh, kami sedang ada penelitian proyek di Paris, kebetulan proyek ini bisa membantu kampus kita laah dalam pembangunan selanjutnya"
Seketika Nissa tersadar bahwa teman - teman nya yang berada di pojok sedang berbisik - bisik seolah sedang membicarakan Nissa.
"Ada apa?" Tanya Nissa dengan menoleh ke arah mereka yang berbisik itu.
"Anu....itu....kami tahu mungkin kurang sopan bertanya begini, kenapa suami kamu Benedict? Bukankah suami kamu Andhika Wijaya? Kami membaca berita itu di Koran, apalagi waktu kamu dicari - cari dulu"
-bersambung-
......"Bahagia itu indah sambil ditunggu dengan hati yang menunggu, namun jangan lah menunggu ketika orang itu tidak pantas kamu tunggu"......
__ADS_1