
...Sebelum membaca novel ini, jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mendukung karya author yang lain nya dengan judul "Cinta Ku Mafia Ku" dan "Pertemuan". Terimakasih....
...*...
...*...
...*...
Lyra sudah siap dalam posisi nya, ia menitikkan target nya dengan fokus yang luar biasa. Alex menjaga keamanan disekitar Lyra dan berusaha melindungi Lyra jikalau ada yang melihat mereka.
"Lyra, apa kau sudah siap?"
"Belum, belum saat nya" Jawab Lyra dengan singkat, ia masih fokus dengan target nya.
Senapan milik nya adalah senapan khusus yang tidak akan mengeluarkan bunyi yang besar dan pastinya dapat menjangkau target dengan cepat.
"Hey! Bukan kah target mu terlalu tinggi? Itu tidak akan mencapai Bianca"
"......."
Lyra memilih untuk tidak menjawab karena saat ini, yang ia butuhkan adalah fokus dan menahan dirinya untuk tidak banyak berbicara. Sekali lagi, Lyra menitikkan ke arah target dan..
Dhuaarrrr.......Tembakan berhasil meluncur dengan mulus.
Bruukkkk.......
Kyaaaaaa......Suara teriakan dan jeritan histeris dari para tamu terdengar dengan keras hingga ke lantai dua.
"Ayo, kita harus segera pergi dari sini" Ucap Lyra.
.
.
.
Di Aula acara....
"Mengerikan" Ucap para tamu.
Tubuh Bianca tergeletak tak bernyawa dengan darah yang mengalir deras dari tubuhnya, tancapan lampu gantung di tubuhnya membuat ia kehilangan banyak darah dari tubuhnya dan tak bisa lagi diselamatkan.
Lyra sengaja menargetkan lampu gantung di atas Bianca, dan sejak tadi yang Lyra targetkan adalah saat dimana Bianca tepat berada di bawah lampu gantung itu. Dengan menembak ke arah lampu gantung, semua akan mengira bahwa itu adalah kecelakaan biasa.
Ujung dari lampu gantung yang berbentuk kristal tajam dan terbuat dari kaca murni, akan membuat siapapun yang terkena itu pasti akan terluka.
Lyra dan Alex datang untuk melihat keadaan dan berpura - pura sebagai orang idiot yang tak tahu apa saja yang telah terjadi.
"Permisi, ada apa ini? Oh ya ampun! Kenapa bisa seperti ini?" Tanya Lyra kepada para tamu yang lain.
"Entahlah, sepertinya lampu disini tidak terpasang dengan baik, kami saja cukup terkejut karena tiba - tiba lampu itu jatuh ke arah nona Bianca"
Lyra memainkan peran nya dengan baik, ia berhasil menyusup sebagai tamu tak berdosa di acara itu. Alex mendekati ke arah Lyra dan berbisik.
("Apa sih yang kau rencanakan? Kalau kita ketahuan gimana?!")
__ADS_1
("Diam Alex! disini ramai, jangan berbicara seperti itu, kita perlu saksi agar orang tidak mencurigai kita")
"Hey!! Bukankah kalian cukup mencurigakan? Siapa kalian?" Tanya salah satu tamu yang hadir di acara itu.
("Lihat ulahmu! Makanya jangan suka membuat gerakan aneh!!")
"Ah maaf lupa memperkenalkan diri, saya Batrice dan ini teman saya Marvollo, kami diundang oleh nona Bianca sebagai penghibur acara" Ucap Lyra dengan santai.
Pihak keamanan pun mencurigai kotak alat musik yang dibawa oleh Lyra. Mereka meminta izin dengan paksa untuk memeriksa nya.
("Lyra!! bagaimana ini?") Tanya Alex dengan panik.
Bhukkkkk....Lyra menyikut Alex dengan kuat dan menyuruhnya diam dengan mata nya.
"Berikan kotak biola itu!!" Pihak keamanan langsung merampas kotak biola dari tangan Lyra.
Alex ketakutan setengah mati, karena didalam nya ada senapan Lyra yang besar itu, jika mereka melihatnya, pastilah mereka akan ketahuan. Tapi anehnya, mengapa Lyra begitu tenang - tenang saja?
Matilah aku, bagaimana ini?! Lyra lakukan sesuatu!
Saat pihak keamanan membuka kotak biola itu, ternyata.....
"Lihat! Sungguh biola kan didalam nya!"
Alex bingung dan memandangi kotak itu dengan lebih jelas, didalam nya ada biola! Bagaimana bisa?
"Aku akan menunjukkan kemampuan ku bermain biola, ini adalah hadiah ku juga sekalian untuk mengenang kepergian nona Bianca"
Lyra mengambil biola nya dan mulai memainkan biola nya dengan alunan lembut dan sedih.
Waah dia memainkan biola nya, tapi bagaimana bisa ada biola di dalam nya?
Bianca, dosamu karena sudah menyiksa lelaki yang kucintai, Biarkan ini menjadi rahasia besar diantara beberapa orang, meskipun ini sangat tidak adil bagimu.
Ketika permainan biola yang Lyra mainkan berhenti, semua terpaku dan langsung bertepuk tangan dengan heboh.
"Terimakasih!! Terimakasih!!"
Prokkk.....prookkkkk...
"Bravo!! Lady!! Bravo!!!" Ucap semua orang.
Setelah berpamitan dengan para tamu, Lyra dan Alex pun pergi untuk menuju ke luar dari aula. Lyra masih memasang wajah santai sedangkan Alex masih begitu panik.
"Lyra, sebenarnya bagaimana bisa...."
"Alex! Apa Ed tidak pernah mengatakan kepadamu bahwa pengendalian dirimu sangat rendah?"
"Apa?!!"
"Sadarlah! disini tempat yang ramai, dimana pun ada mata dan telinga yang akan menangkap semua gerak dan gerik yang kau lakukan, kecuali jika kau ingin kelakuan mu terbongkar... lanjut kan saja sikap mu ini"
Lyra berjalan cepat ke luar dari Aula,saat itu mereka melihat pihak pengelola gedung datang berbondong-bondong ingin melihat cctv yang ada. Alex mulai panik namun melihat Lyra yang sudah masuk ke mobil, Alex pun mengikuti nya.
"Lyra, Anthony masih disana? Apa tidak apa jika kita pergi dulu?"
__ADS_1
"Kita jangan menunggu di depan sana lah!! Kita ke restoran fast food saja! Aku sangat lapar sekali"
"Tapi lyr, Anthony masih disana!"
"Kita tunggu di restoran karena bisa ketahuan dia komplotan kita! Dasar Bodoh!!" Teriak Lyra dengan kesal.
Rasanya Lyra ingin menenggelamkan dirinya, kalau saja Alex tidak berbuat hal mencurigakan dan menunjukkan gesture tubuh bahwa dialah pelaku nya, mungkin Lyra bisa lebih rileks menjalankan misi nya.
Lyra pun melepaskan Wig nya dan mencabut tempelan di area mata nya. Hal itu Lyra lakukan agar membuat wajah nya terlihat tampak sipit dan tidak menunjukkan wajah aslinya.
"Jalan!!" Perintah Lyra ke Alex agar segera menjalankan mobil nya.
.
.
.
Di ruang kontrol CCTV gedung.....
Para pengurus gedung berteriak dan saling bertengkar, menyalahkan satu sama lainnya. Mereka tidak ada yang mau mengalah dan saling berdebat.
"Mari kita cek CCTV nya! Kita lihat siapa yang lalai dengan tugas nya!!"
"Yang pasti semua akan terungkap kali ini"
Saat membuka pintu dari ruang kontrol, pintu itu terkunci dan terdengar suara musik yang terdengar jelas.
"Hei!! Ada orang di dalam!! Siapa Disana?!!"
Para pengurus gedung menggedor pintu itu berkali - kali namun tak ada jawaban sama sekali.
"Siapa di dalam?!!" Teriak nya.
"Carikan kunci cadangan!!"
"Permisi..." Suara berat dan asing terdengar di anatar mereka.
"Ini dia kunci cadangan nya"
.
.
.
.
.
.
"Gila siapa sih yang berani mengunci ruang kontrol ini !!!"
__ADS_1
-bersambung-
......"Keadilan itu relatif, tergantung dari mana nya manusia itu melihat suatu keadilan"......