Istri Yang Terabaikan

Istri Yang Terabaikan
S3 EPISODE 91 - SIAPA?


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa kunjungi karya author yang lain dengan judul "Cinta Ku Mafia Ku" dan "Pertemuan". Terimakasih....


......*......


...*...


...*...


"Uaaggghhhhhh!!!" Teriakan yang sangat keras sontak membuat bibir Ben dan Nissa yang saling bertaut otomatis menjauh.


Ben dan Nissa melihat ke arah teriakan itu. Seorang wanita paruh baya yang memakai seragam kebersihan. Mereka bisa tahu bahwa wanita tua itu adalah seorang petugas kebersihan.


"Maaf Tuan! Maaf Nyonya! Saya bertugas mengambil sampah yang ada di sana" Ucap wanita itu.


"Oh silahkan!" Ben berusaha terlihat tenang dan memunggungi arah wanita itu mengambil sampah.


Wajah Nissa memerah dengan cepat dan terus menutup wajah nya. Ben terus menggosok - gosok kepala nya dengan canggung.


"Silahkan lanjutkan!" Ucap wanita tua itu sambil menutup pintu yang ada di depan tangga darurat. "Enak nya, hidup dengan penuh gairah" Ucap wanita itu lagi.


Ben dan Nissa hanya merasakan malu yang memuncak dan sama - sama tertawa dengan canggung. Mereka tak menyangka akan ada petugas kebersihan yang mengambil sampah di tong sampah dekat tangga darurat, apalagi di tengah - tengah malam.


"Memalukan" Ucap Ben sambil terus tertawa dengan canggung.


"Iya, memalukan....hehehe, kamu....kamu juga terlihat memalukan" Nissa tertawa dengan keras.


"Aku? Kenapa?"


Nissa langsung menunjuk ke arah bibi Ben dan area di sekitar bibirnya. "Lipstik ku menempel di sana"


Wajah Ben terlihat semakin panik dan Nissa tahu bahwa Ben merasa malu dan lebih malu lagi ketika wanita tua tadi melihat wajah nya yang seperti ini.


"Sini, biar Aku bersihkan" Nissa mengeluarkan tisu dari saku celana nya dan mulai perlahan mengelap bibir Ben dengan jari - jari nya kemudian menekan nya dengan tisu untuk membersihkan lipstik yang menempel.


"Cukup!!" Tangan Ben segera menghentikan Nissa.


Mata Ben terlihat menyala dan menggoda dengan pesona yang ia miliki, Nissa tercekat, kehabisan nafas dan menggelora pada setiap tatapan yang Ben pancarkan kepadanya. Setiap tetes tubuhnya merinding oleh tatapan penuh mangsa dari Ben.


Ben mengecup jari - jari Nissa dan sedikit menyentuh jari - jari indah itu dengan lidah nya yang terus menyusuri sepanjang garis jari - jari Nissa.


"Karena sudah terlanjur begini, lebih baik lanjutkan saja, Aku tidak tahan untuk menunggu hingga sampai di rumah" Ben langsung melahap bibir Nissa.


"Ben... bagaimana jika ada yang datang lagi?" Nissa berbicara dengan kesulitan karena bibir Ben yang berusaha masuk.


"Aku tidak perduli !! Sekarang aku menginginkan bibir ini"


Ben terus membasahi bibir Nissa yang bagai mawar itu, manis dan lembut dan terlihat menawan. Lipstik Nissa yang merah semakin menggoda Ben dengan mencekam. Tak tertahankan oleh godaan yang berangsur-angsur mendalam.

__ADS_1


Tubuh keduanya mengejang dengan panas karena ciuman. Kelembaban yang ada semakin membuat keduanya panas dan terus bergelora. Setiap sentuhan Ben membuat tubuh Nissa mengejang dengan erangan yang panas.


"Aku ingin memasukkan mu ke kamar saat ini juga"


"Tidak bisa...."


"Aku tahu, karena itu.....biarkan aku menikmati mu lebih lama lagi"


.


.


.


Esok nya.....


"Selamat!! Tuan muda Collin sudah turun dari demam nya!!" Ucap Dokter Eric.


"Terimakasih dokter, ini karena bantuan dokter juga Collin bisa sembuh lebih cepat" Ucap Nissa dengan tulus.


Dokter Eric kemudian memandangi Nissa dan Ben dengan seksama. Pelan - pelan dan dengan teliti.


"Apa kalian sama - sama kena gigit nyamuk?" Tanya Dokter Eric penuh arti.


"Nyamuk? Tidak kok, tidak ada nyamuk disini" Jawab Nissa.


"Itu!!" Dokter Eric menunjuk ke arah bibi nya dan menggerakkan alis nya ke arah Nissa dan Ben.


"Merah dan bengkak, seperti habis digigit nyamuk" Ucap Dokter Eric.


Nissa terlalu mudah di baca sehingga menampakkan wajah malu nya dengan mudah. Ben memasang wajah pede dan bangga nya sambil berkata....


"Oh ini, bukan nyamuk, tapi karena mawar, mawar yang menggoda" ucap Ben dengan penuh arti. "Makanya dokter, cari lah juga kesenangan, jangan hidup sendiri Mulu di rumah sakit"


Nasihat dari Ben hanya dianggukan saja oleh Dokter Eric, padahal di dalam hatinya dokter Eric ingin sekali mengatakan.....


Emangnya gara - gara siapa aku kerja di rumah sakit terus hah?!! Jam istirahat ku saja sudah di panggil lagi untuk mengurusi anak mu!!


.


.


.


Akhirnya Nissa dan Ben sampai di rumah, Adel sudah masuk ke dalam kamar nya dan Collin pun sudah Nissa baringkan di tempat tidur karena tertidur dengan pulas.


Nissa begitu terkejut ketika melihat kamar mereka yang sedikit berbeda, dari tatanan letak prabotan dan dekorasi.

__ADS_1


"Kayak nya ada yang berubah deh"


.


.


.



.


.


.


"Iya, aku menyuruh pelayan mengatur ini semua, karena Collin kedepannya akan mulai besar, dia akan sering tuh manjat - manjat, jadi sebaiknya diganti dengan prabotan yang kuat dan tidak terlalu tinggi"


Nissa menyukai kepekaan Ben terhadap anak - anak mereka.


"Bagus, kamu yang memilih nya begini?"


"Iya aku yang memilih dan menyuruh pelayan yang mengganti dekorasi dan prabotan lain nya"


"Cepat juga ya, dalam semalam langsung berubah".


"Ya iyalah Nissa, apa gunanya punya uang banyak dan banyak pelayan kalau nggak digunakan buat hal begini"


Terkadang Nissa masih tak biasa menggunakan semua kemewahan ini. Nissa selalu takut bahwa kemewahan ini akan pergi darinya jika ia menggunakan hak ini.


"Besok, Adel sudah mau kembali ke asrama, kamu bisa mengantar nya? Aku besok harus pergi ke Milan sebentar, pergi pagi dan pulang malam kalau nggak ada rencana lain, rencana nya sih hanya rapat tahunan, nggak tahu kalau ada hal mendesak" Ucap Ben.


"Baik, aku akan bawa Collin juga untuk mengantar Adel"


"Adel pasti kecewa kalau aku tidak mengantar nya, tapi mau bagaimana lagi, sebenarnya aku harus pergi hari ini, Kate dan Anthony sudah disana, tapi aku harus mengurus kalian dulu baru pergi, rasanya jadwal ku selalu membuat ku sesak"


"Tenang saja, Adel pasti mengerti kok, Kamu juga istirahat lah, sudah berapa hari ini kamu kurang istirahat kan? Aku akan menemani kamu dan Collin tidur jadi tidur yang nyenyak"


Nissa menarik Ben ke arah kasur dan membaringkan Ben agar ia bisa istirahat dengan nyenyak di samping Collin. Dengan cekatan Ben menarik Nissa juga dan memeluknya untuk tidur bersama nya.


"Jangan pergi kemanapun" Ucap Ben.


"Baik, yang penting tidur saja ya"


"Kalau sudah pulang dari Milan, aku mau jalan - jalan bersama kamu, dan anak - anak, kita satu keluarga, jalan - jalan...."


-bersambung-

__ADS_1


..."Ada hari - hari penuh gairah yang datang dalam hidup, saat itu adalah momen emas dalam hidup yang tak terlupakan"...


__ADS_2