
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya, agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Terimakasih....
...*...
...*...
...*...
...*...
Setelah perpisahan yang penuh drama dari Lyra dan Edison, tak terasa sudah seminggu terlewati. Nissa semakin sering mual - mual. Dan jadwal mediasi dari pihak pengadilan telah di tetapkan. Nissa dan Ben sudah berbicara dengan pengacara mereka dan telah mempersiapkan diri untuk saat mediasi nanti.
Nissa bahkan menanyai Adel apakah keinginan nya adalah untuk ikut dengan Andhika atau tidak.
"Adel....Mengenai apa yang Daddy kamu katakan.....Apa kamu ingin pergi bersama Daddy?" Tanya Nissa.
Nissa sempat khawatir berlebihan, takut nya Adel akan terbujuk dan ikut dengan Andhika. Karena jujur saja, Adel selalu punya pikiran nya sendiri dan bersikap layaknya orang dewasa yang sudah tau kemana arah jalan hidup nya.
"Adel masih tetap ingin bersama mama, papa dan Collin, tapi kalau mama ingin Adel dengan Daddy....yah....Adel"
Nissa segera memeluk Adel dengan erat.
"Itu tidak mungkin!! Mama senang kamu ada disini, mama juga senang kalau kamu setiap hari ada di sisi mama tanpa harus masuk sekolah asrama" Ucap Nissa sungguh - sungguh.
Ben sementara ini tak memulangkan Adel ke Asrama sebab, Andhika takut jika Andhika bisa menculik Adel atau menemui Adel secara diam - diam. Tidak ada yang tahu apa yang akan Andhika lakukan seterus nya.
Karena Ben sekarang sibuk dengan masalah penggelapan dan data palsu perusahaan, ben selalu bekerjasama dengan Edison di perusahaan. Bahkan kadang mereka berdua bekerja menggunakan kode rahasia, karena hampir setiap harinya ada saja mata - mata yang dikirim Dewina untuk Ben.
Kringg....kring......bunyi dering telpon rumah.
"Mama angkat telfon dulu ya, kamu temani Collin, ya sayang" Ucap Nissa.
"Hallo?"
"Nissa!!! Kenapa handphone mu susah sekali di hubungi?!! Please tolong aku!!"
"Min Young? Memangnya kapan kamu menelfon ku?"
__ADS_1
"Jangan bilang Ben, benar - benar memblokir nomor kami di handphone mu?"
"Memblok Nomor kalian? Tapi kenapa?"
"Beberapa hari yang lalu, kalian sudah pulang liburan kan? Rey menelfon Ben untuk meminta bantuan, tapi Ben tidak mau"
"Kalian minta bantuan seperti apa, sampai Ben nggak mau? Ben itu nggak pelit orang nya"
"Nggak pelit tapi sadis!!" Jawab Min Young.
Min Young menceritakan bahwa sejak pesta yang mereka datangi di rumah Ben dan Nissa. Mereka menetap di Paris sementara untuk liburan musim panas. Siapa sangka liburan mereka menjadi kacau karena kedatangan si kembar yang tiba - tiba.
"Apa?! Andhika dan Sherly hampir pisah?" Nissa terkejut dan tak percaya.
"Iya Sherly di tengah malam datang ke Penginapan kami, Rey sampai menyesal memberikan alamat nya pada Sherly, dia benar - benar mengganggu waktu kami"
"Ya ampun, lalu kenapa kalian meminta bantuan Ben?"
Sherly berkata yang lebih tepatnya membuat liburan mereka berantakan adalah Andhika. Setiap hari Andhika datang dan mendobrak rumah penginapan mereka, dengan alasan mau bertemu putri nya tapi malah bertengkar dengan Sherly. Sehingga Rey sekeluarga jadi kurang istirahat dan kurang liburan.
"Kalian meminta Ben mencarikan penginapan untuk Sherly?" Tanya Nissa.
Nissa tertawa dengan keras mendengar penjelasan Min Young. Ben seperti nya tidak mau ikut campur apapun mengenai Andhika dan keluarga nya.
"Tapi Sherly kan banyak uang kenapa dia tidak mau menyewa Penginapan sendiri?"
Nissa mengingat jelas bahwa Sherly bukan wanita yang tak memiliki harta.
"Iya kami juga udah bilang begitu!! Tapi Sherly nggak mau tinggal sendirian dan mengurus putri nya sendiri, karena akan repot, Aku suruh dia untuk menyewa Nany atau penjaga bayi, dia juga tidak mau, karena ia hanya sementara disini, Aaaghhhh aku mau gila rasa nya menahan emosi, aku hanya tidak mau Rey merasa tidak enak kepada teman nya, Karena beberapa hari ini aku semakin sering mengabaikan Rey karena kesal"
"Seperti nya kau menelfon orang yang salah untuk menyelesaikan masalah ini, harusnya kau menelfon Andhika"
Benar....Kunci masalah ini adalah Andhika. Jujur saja jika Andhika berlutut dan. mengunci mulut nya maka semua akan selesai.
"Aku tidak mau menelfon si brengsek itu, sejak Rey memberitahu keberadaan Sherly dia semakin tak tahu malu dan keluar masuk penginapan kami seenak nya!!"
Lalu terdengar lah makian panjang dengan bahasa Korea. Mulut Min Young sangat fasih jika mengumpat. Nissa tak bisa berbuat banyak, lagian Ben pasti punya alasan kenapa tidak mau membantu. Nissa juga merasa bahwa bantuan nya untuk mencari penginapan akan sia - sia. Rey saja kesulitan apalagi dengan dirinya.
__ADS_1
*
*
*
*
Setelah telfon dari Min Young itu, Nissa segera pergi ke perusahaan Ben. Nissa juga akan bertemu dengan pengacara nya untuk berkonsultasi dan mempersiapkan bahan - bahan dan data yang akan mereka serahkan saat mediasi nanti.
Ben selalu ingin sesi - sesi bertemu pengacara Nissa itu berada di ruangan perusahaan nya, sebab Ben selalu ingin mendampingi Nissa.
Saat sampai di depan gedung perusahaan Ben, semua orang menyambut nya di depan pintu masuk. Nissa selalu ketakutan kalau melewati pintu masuk perusahaan. Para pekerja yang menyambut Nissa sebenarnya adalah mafia kelas kakap yang bekerja di bawah perintah Ben.
Dari kejauhan Nissa bertatapan dengan wanita yang sangat cantik dan familiar baginya. Dengan rambut hitam dan mata biru serta kulit nya yang sangat putih dan memegang sepuntung rokok di tangan nya.
"Lama tak berjumpa" Sapa wanita itu.
"Suara ini.....? Dewina?!!!" Nissa tersadar setelah mendengar suara wanita itu.
Kenapa dia bisa ada disini? Apa karena Edison?
"Heh!! Anak kedua ya....Berdoa lah semoga nasib mu tidak seperti ibu nya Ben, Dengan satu tetes racun atau sesendok racun sangat pas untuk kematian mu" Bisik Dewina pada Nissa.
Nissa berdiri dengan tenang dan membalas ucapan Dewina itu.
"Jika aku mati pun kau tak akan pernah masuk ke hati Ben sama sekali !! Nasib mu akan sama seperti Dam Bi !! Ben itu masih belum memperlihatkan kemarahan nya!! Kau tidak akan pernah bisa selamat jika terjadi apa - apa dengan mu"
Dewina ingin memukul Nissa namun segera di tangkap oleh penjaga yang ada di pintu perusahaan.
"Lepas!! Biar aku hajar si jalang ini !!"
"Kau harusnya mengobati dulu kepedean dan delusi mu!! Cinta itu tidak bisa di paksakan, dan jika kau cinta pada Ben, gak seharusnya kau menyakiti Ben dengan melakukan hal yang sama dengan yang orang jahat itu lakukan pada ibu nya!!!"
-bersambung-
__ADS_1
..."Memilih untuk tak terlibat dan tak perduli adalah dua hal yang berbeda"...