
Beberapa hari setelah kelahiran si kembar.....
"Pagi sayang" Ucap Ben.
Ben menghujani Nissa dengan banyak nya ciuman di pipi Nissa. Nissa yang tertidur dengan lelah setelah menidurkan si kembar semalaman tidak bisa merespon ciuman Ben dengan baik.
"Hmmmm" Jawab Nissa.
"Nissa aku harus pergi" Ucap Ben kemudian.
Nissa pun dengan terpaksa harus bangun dan membuka mata nya.
"Pergi? Ini masih jam 6 pagi"
"Aku punya misi penting, kamu harus menyelamatkan Edison, aku punya firasat buruk dengan keberadaan Edison disana"
"Persiapan kalian sudah matang?" Tanya Nissa dengan serius.
"Sudah, Lyra yang mempersiapkan semua nya, kami berencana memusnahkan markas itu, tapi sangat sulit melewati perbatasan pulau di Milan, jadinya kami harus memutar arah melewati perbatasan lain"
Nissa memandang Ben dengan tatapan serius di wajah nya.
Aku tahu, aku harus menerima semua ini, aku harusnya tahu hal ini sejak aku menikahi pria ini di hidup ku, tapi setiap ia pergi....aku selalu takut bahwa ia tak akan kembali lagi padaku.
"Nissa?"
"Apa kamu harus pergi?"
"Tentu saja, ini juga demi geng kami dan perusahaan kami, ini juga menyangkut nyawa Edison Nissa, dua hari yang lalu juga kami sudah dapat surat permintaan tebusan, mereka meminta dana perusahaan sebagai tebusan untuk nyawa Edison, kami tidak bisa lebih lama menunggu"
"Apa kamu yakin sudah siap akan semua nya? Kamu bisa janji untuk kembali dengan selamat? Aku...aku takut kamu akan pulang seperti kemarin, hatiku tidak kuat Ben"
Ben tahu betapa sedih nya Nissa, Ben pun memeluk Nissa dengan erat.
"Maaf membuat mu khawatir, tapi kali ini aku punya banyak dukungan lebih dari sebelumnya,aku yakin akan sukses dalam misi ini, Aku berjanji akan pulang dengan selamat"
__ADS_1
"Kamu harus kembali padaku, mengerti?! Demi aku dan anak - anak kita, kembalilah dengan selamat"
"Tolong doakan aku, sayang"
"Itu sudah pasti" Ucap Nissa.
"Satu lagi, Mr.Frank masih belum di ketahui keberadaan nya, melihat lokasi terakhir ia ditemukan, dia berada di benua lain tapi tidak ada salahnya kamu berhati - hati ketika keluar nanti, Aku sudah memperkuat pertahanan di rumah, kamu juga selalu bawalah senjata mu, dan jangan pergi sendirian, mengerti?"
"Baik, Ben hati - hati lah"
"Tentu saja"
Ben mendarat kan ciuman terakhir di bibir Nissa lalu menciumi putranya satu persatu. Mulai dari collin, Edgar hingga ke Edmund. Melihat Nissa yang masih khawatir hati Ben terasa sakit dan berat untuk meninggalkan nya.
"Jangan khawatir dan tunggu lah aku di rumah" Ben mencium Nissa sekali lagi dan berjanji ini yang terakhir sebelum ia pergi.
Ben kemudian keluar dan kamar dan pergi menaiki mobil nya. Nissa memandangi kepergian sang suami dari jendela kamar nya dengan rasa khawatir.
Dulu Celine pernah berkata bahwa memang menyakitkan melihat suami kita pergi dengan misi nya. Aku tahu itu, tapi aku tak bisa berhenti khawatir, namun kali ini aku yakin bahwa Ben akan berhasil karena Lyra adalah teman yang hebat dan dapat di andalkan, syukurlah kali ini musuh bukan orang seperti Bong Gu.
Lokasi pertemuan.....
"Ben!! Lama sekali sih!! Kami hampir dua jam menunggu mu!! Siapa yang suka bilang kalau waktu itu berharga?!!" Lyra mengomeli Ben yang datang dengan telat.
"Maaf, istriku, sangat khawatir, jadi dia tidak mau melepaskan ku pergi, aku harus membujuk nya" Jawab Ben dengan bangga.
"Cih! Pamer lagi, berapa kali sih kalian selalu memamerkan kemesraan kalian!!"
Ben hanya tertawa bahagia mendengar komentar Lyra.
"Jalur sudah kau periksa?" Tanya Ben sambil memakai atribut keamanan di sekujur tubuhnya.
"Sudah, aku sudah meletakkan mata -mata di setiap jalur perbatasan, semuanya beres dan tak ada tanda - tanda mencurigakan"
__ADS_1
"Baik, lalu bagaimana kita masuk? Di dalam penuh banyak tentara"
Lyra tersenyum dengan penuh arti ke arah Ben.
"Kau akan tahu, saat sampai disana" Ucap Lyra.
"Semuanya tak ada yang luput dari rencana mu ya" Ben baru paham arti dari senyuman Lyra barusan.
Lyra mengeluarkan sebuah peta besar yang sudah di tandai dan dengan beberapa kode rahasia sebagai jalur mereka. Lyra juga memastikan keberadaan Dewina masih aman di rumah sakit mereka dan pihak lain juga masih mencari keberadaan Mr.Frank, selebihnya semua sudah beres.
"Baik sekarang kita akan membagi tim kita dengan tiga tim, Empat Tim pertama akan melewati jalur Milan yang biasa dan menunggu di dermaga untuk ke pulau itu, dan tim pertama akan di pimpin oleh John Franois"
John sebagai perwakilan dari keluarga Geng Norma ikut serta dalam hal ini.
"Lalu tim kedua akan dipimpin oleh ku melewati jalur yang paling jauh di arah selatan, tim ketiga dipimpin oleh Alex dari keluarga Canvendish melewati arah Barat, dan tim keempat dipimpin oleh Boss kita Benedict melalui jalur Timur"
"Kenapa kita harus melewati jalur yang berbeda?" Tanya Ben.
"Menurut estimasi sampai nya, pihak pertama akan sampai terlebih dahulu, untuk memastikan keadaan yang tampak dari pulau, dan mata - mata kita juga akan mengirim kode melalui mercusuar di arah tepi pulau, lalu jalur lain untuk mengecoh mereka agar tidak mengetahui keberadaan kita bahwa kita sedang menyerbu mereka"
"Baik, lalu perlengkapan kita? Apa semua sudah siap?" Tanya Alex Canvendish, sepupu Edison.
"Peralatan dan perlengkapan semua siap, kali ini kita juga akan bermain trik kotor dengan menggunakan Bom asap"
Jika mengenai taktik dan perencanaan, lyra memanglah yang terhebat. Bahkan persiapan persenjataan juga Lyra lah yang paling tahu dengan baik.
"Jadi alat apa yang akan kau gunakan untuk misi ini?" Tanya Ben.
"Aku seperti biasa akan menggunakan Pisau ku, dan pistol"
Alex dan John menertawakan alat kecil yang Lyra bawa, bahkan terlihat seperti alat mainan.
"Jangan tertawa, itu setara dengan senapan jarak jauh kalian, Lyra itu tipe penyerang dari jarak dekat, pisaunya bisa menembus lima belas sentimeter ke dalam tubuh dengan lapisan racun di pisaunya. Pistolnya juga terbuat dengan sangat kuat dan paling cepat, peluru nya di lapisi racun yang mematikan" Jelas Ben kepada mereka.
Seketika mereka tak bisa berkata - kata karena tak menyangka alat sekecil itu bisa sangat mematikan. Bahkan racun itu setara dengan racun dari ular berbisa yang bisa membunuh dalam satu detik.
__ADS_1
-bersambung-