Istri Yang Terabaikan

Istri Yang Terabaikan
S3 EPISODE 103 - BERADUNYA PISAU


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk memberikan dukungan lain nya kepada novel author dengan judul "Pertemuan" dan "Cinta Ku Mafia Ku"....


...*...


...*...


...*...


...*...


Lyra menekan kan pisaunya ke arah leher si narapidana dengan mengancam nya. Samar - samar di tengah kesadaran nya yang hilang, Edison mendengar suara....suara dari wanita yang ia rindukan.


"Lyr...? Kau kah itu?" Tanya Edison dengan suara lemah.


Suara lemah Edison, hampir membuat Lyra meneteskan air mata nya. Ternyata ia masih saja mencintai lelaki ini, meski begitu, ia tak bisa membiarkan dirinya, lengah sedikit pun. Demi Edison yang tak berdaya di hadapan nya, ia harus mengakhiri ini dengan cepat.


"Brengsek! Siapa kau?!!" Hardik si narapidana dengan kasar.


Dengan satu kaki nya, si narapidana menghantam kaki Lyra dengan kuat, Lyra berhasil menghindar, namun si narapidana berhasil mengambil senjata milik tentara lain nya berupa pisau belati.


Dengan keberanian yang bertambah si narapidana menyerang Lyra dengan pisau yang ia dapatkan.


Ting...tang.....Ting.....tang......Suara pisau yang saling beradu terdengar bagai melodi kematian. Edison berusaha membuka mata nya, namun ia terlalu lelah dan terkapar begitu saja.


"Nissa Husband, segera berikan bantuan ke dalam sini, Edison dalam keadaan gawat, aku harus melawan satu musuh disini" Ucap Lyra kepada Ben melalui smartwatch nya.


Si narapidana cukup terampil dan lihai memainkan pedang nya. Lyra tak bisa menggunakan pisau beracun nya, karena pisau itu ia siapkan khusus demi si tentara wanita itu. Dia adalah musuh terbesar nya sekaligus pimpinan dari kelompok militer ini.


Ed bertahanlah sedikit lagi, Ben akan menyelamatkan mu.


"Siapa kau brengsek?!! Berani nya kau menghalangi ku!! Pria itu pantas diperlakukan seperti itu, bahkan semua tentara memperlakukan nya sebagai orang yang lebih rendah dari pada pembunuh dan pemerkosa disini"


"Tutup mulut mu!!"


Kesadaran rasional yang Lyra miliki telah hilang, mengingat betapa tersiksanya Edison disini ia tak bisa memaafkan nya. Lyra mencari kesempatan untuk meraih jarum suntik yang berisi racun di saku tas kecil nya.


"Kenapa? Sudah mulai lelah? Sekarang hanya menggunakan tangan satu saja?"


Ketika kesempatan datang kepadanya, Lyra dengan cepat melempar suntikan itu layaknya anak panah dart yang terlempar ke papan dart.


"Arghhhhh!!" Jarum itu dengan tepat mengenai leher si narapidana.


Racun mematikan yang efeknya sama dengan hewan berbisa, yang bahkan bisa mematikan tubuh dalam hitungan detik. Seketika si narapidana langsung terjatuh dan tak bisa bergerak, mungkin saja ia juga kehilangan nyawa nya.


Lyra segera mengecek keadaan Edison. Ia memanggil - manggil nama Edison dengan keras.

__ADS_1


"Ed!! Ed!! Ini aku, Edison ini aku Lyra! kamu bisa mendengar ku?"


Tak ada jawaban dari Edison, tapi Lyra merasakan nya, bahwa nafas Edison masih ada meskipun sangat lemah. Lyra menyuntikkan serum anti racun ke tubuh Edison.


Ketika membuka baju Edison untuk menyuntikkan serum, Lyra langsung menangis dengan keras.


Tubuh Edison yang kurus, lemah dan banyak sekali pukulan serta lebam tertempel di kulit nya. Bahkan yang membuat Lyra miris adalah, adanya luka akibat besi panas yang tertancap di tubuh Edison dengan sebuah lambang.


Lambang berbentuk bulat dengan beberapa ukiran dan motif yang menandakan bahwa orang tersebut adalah seorang budak rendahan, kotor, hina dan sejenisnya. Lyra tak bisa membayangi bahwa Edison akan menerima semua perlakuan ini.


Edison selalu memiliki ***** makan yang luar biasa, jika ia sampai kurus seperti ini, berarti Edison tak mendapat makan dengan layak.


"Maaf.....hiks..maaf aku terlambat menyelamatkan mu, sayang maafkan aku" Isak Lyra dengan sedih.


Lyra menyuntikkan serum itu dengan segera dan memeluk tubuh Edison berharap Edison akan merasakan kehangatan tubuh nya.


.


.


.


Di luar menara.....


"Nissa Husband di tempat! Aku tidak bisa membantu mu Lyr, Aku sedang berada di luar karena sekelompok tidak dikenal menyerang kami, kemungkinan ini adalah kelompok tambahan dari pihak lawan" Ucap Ben.


Lima dari mereka berhasil dilumpuhkan seketika dan yang lain nya masih saja sudah untuk di lawan Karen mereka.cukuo kemudian, Ben sudah melumpuhkan tiga lawan dalam sekejap.


"Dua sudah di lumpuhkan!" Ucap John.


"Aku sudah melumpuhkan lima!" Ucap Alex.


"Masih tersisa lima lagi" Ucap Ben.


Lima orang ini sepertinya Ace dari kelompok mereka. Bahkan mereka bisa membaca setiap gerakan yang akan Ben keluar kan.


Dooor.......Doooorrrrr.....


.


.


.


__ADS_1


.


.


.


"Cihhh" ucap lawan nya.


Ben berhasil mengenai dada, dan lengan pihak lawan nya. Tembakan Ben cukup akurat untuk menghabisi lawan di hadapan nya. Sisa empat orang lagi, namun sudah berhasil di lumpuhkan oleh John dan Alex.


"Ini aneh kenapa mereka tidak seperti bayangan kita ya? seolah mereka sudah tahu kita akan datang dan meninggalkan orang yang lemah disini?" John berspekulasi bahwa ada yang luput dari perhatian mereka.


"Memang aneh, aku bahkan mengira akan ada bom atau orang hebat lain nya, tapi kenapa begini ya? Ini terlalu mulus" Ucap Ben.


"Pasti ada yang terlewati oleh kita" jawab Alex.


"Lapor! Dari jalur ke empat, ada telfon darurat yang masuk ke handphone anda boss"


Ben meninggalkan ponsel nya di dermaga kepada para anak buah nya. Ben tak ingin membasahi handphone nya meski handphone nya anti air.


"Ya, sambung kan" Jawab Ben.


"Boss? Ini Anthony!! Lapor Boss, Rumah Sakit yang menampung Dewina sebagai tempat rehabilitasi nya diledakkan, tidak ada korban jiwa tapi kita mengalami kerugian besar karena bangunan yang hancur itu, lalu lebih parah lagi adalah...."


"Anthony katakan! jangan membuang waktu!!"


"Rumah Anda, sedang diserbu oleh pihak lawan, Kate sedang berada disana bersama Nyonya, tapi menurut Kate, ia melihat Mr. Frank dan Dewina disana, Tolong kirim beberapa pasukan untuk membantu pertahan di rumah Boss"


"Baik, Aku akan mengirimkan pasukan ku, Anthony aku mohon selamat kan istri dan anak - anak ku"


Ben luput memperhatikan bahwa Mr. Frank ada disana untuk menyerang rumah nya dan mengambil Dewina kembali.


"Aku akan pulang!!" Ucap Ben.


"Aku juga!!" Lyra telah sampai dengan memapah tubuh Edison.


"Kau istirahat saja lyr, Ed perlu dirimu ketika membuka mata"


"Bagaimana aku bisa istirahat ketika melihat ini?!!" Lyra membuka baju Edison dan memperlihatkan nya kepada Ben.


Ben terkejut dan syok melihat hal itu...


"Itu..."


"Ya!! Aku akan membuat si ****** itu membayar nya!! Tunggu saja!!"

__ADS_1


-bersambung-


..."Kesalahan akan membuat hidup menjadi lebih baik jika kita berusaha memperbaiki nya, tak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri"...


__ADS_2