
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote,...
...hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel...
...ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi karya Author yang lain dengan...
...judul ...
..."PERTEMUAN",...
... "TAKDIR",...
..."CINTA KU MAFIA KU", ...
..."AKHIRNYA ISTRI KU PERGI", ...
..." TANGISAN RANIA"...
...Tolong hargai penulis dengan menunjukan dukungan kalian....
.............
.......
.......
.... ...
Pintu kamar yang tertutup itu, hanya dipandangi oleh Nissa dan Ben tanpa ada keinginan untuk membuka nya sama sekali.
"Deg - degan ya" ucap Nissa.
"Serasa seperti Honeymoon lagi kan? "
Mereka saling bertatapan dan kemudian tertawa dengan bahagia.
"Ayo masuk!!" Ben kemudian menggenggam tangan Nissa dan membuka pintu kamar mereka.
"Woww!!! "
Nissa sangat terkejut melihat pemandangan di luar yang sangat indah. Kata indah saja tidak bisa mengungkapkan view dari luar kamar. Hotel yang langsung menghadap ke sungai Seine itu menampakan view malam yang luar biasa.
Mata nissa begitu terpana dengan keindahan yang ia lihat itu.
"Nyonya! Anda tidak lupa tujuan kita ke sini kan? Saya harap kita tidak kehilangan tujuan karena view malam itu"
Nissa meletakkan tangan nya ke pipi Ben dan tersenyum dengan sangat manis.
"Ini luar biasa suami ku!! Aku sangat bahagia!! " Ujar nissa.
Ben hanya bisa tersenyum sambil tersipu.
__ADS_1
Kini Ben yang mulai mengambil alih peranan milik nya. Ben mendekat kan tubuh bawah nya dengan nissa. Mendekati dengan intim dan panas. Panas yang sering nissa rasakan namun tak pernah ada rasa bosan. Selalu dan selalu nissa merindukan Ben meski Ben selalu ada di dekat nya. Tak pernah ada rasa bosan bersama pria di hadapan nya ini.
"Bagaimana? " Tanya Ben dengan jahil.
"Apa nya? "
"Aku ingin melanjutkan tahapan nya jika kamu menginginkan nya"
"Bukan kah kamu juga menginginkan nya? "
"Ya! tapi kali ini aku ingin kamu yang memulai nya"
Nissa menarik Ben mendekat dan mengecup bibir suami nya dengan kecupan ringan seperti bulu. Ben bergidik oleh keringan seperti bulu itu. Seolah tersambar petir di tepi sungai Siene Ben merasakan diri nya tak mampu memusatkan kesabaran nya.
"Haah... Nissa" Ucapan itu semakin menggebu nissa.
Ben mulai mengikuti alur dan ******* bibir istri nya. Seolah semua nya sudah sesuai dengan skenario mereka melakukan nya dengan cepat dan teratur. Ben semakin dalam membuat ciuman yang penuh dengan nafas dan uap panas.
"Beennn"
Nissa jatuh ke lantai, tubuh nya mulai lemas saat Ben semakin mendesak ciuman itu lebih dalam.
"Kamu kenapa nissa?"
"Kaki ku lemas... "
Seluruh tubuh nissa merasakan lemas dan uap panas keluar dari tubuh nya bersama detak jantung nya yang kian meningkat terus menerus.
"Ya" Jawab nissa dengan nafas yang tersengal - sengal.
"Tidak masalah, aku masih bisa berdiri untuk dirimu"
Ben mengangkat nissa dalam pelukan nya dan menggendong nissa ke arah depan tubuh nya. Nissa bisa melihat wajah Ben dari dekat. Jika Ben menggendong nya seperti ini, Nissa bisa melihat Ben ke arah bawah wajah nya. Selama ini yang bisa nissa lihat hanya lah tubuh tinggi Ben, sehingga nissa hanya bisa mengangkat kepala nya untuk melihat wajah suami nya.
"Aku melihat kamu dengan pandangan yang berbeda sekarang" Ucap nissa sambil membelai rambut Ben.
"Aku bisa melihat mu lebih jelas dengan posisi ini"
"Kamu sangat tampan suami ku"
"Kamu juga sangat menakjubkan Nissa"
Sebelum nissa mengomentari ucapan Ben, bibir Ben kembali ke arah nya dan merusak kesadaran nissa. Nissa suka ciuman Ben yang seperti madu dan beraroma layak nya coklat. Sudah bertahun - tahun berlalu hal itu tak pernah berubah sedikit pun.
Tangan Ben yang menopang bokong nissa semakin meremas nya dengan kuat lalu dilanjutkan tangan satu nya yang menggerakkan rambut nissa dan menyelip kan jari nya ke dalam rambut nissa.
"Tak ada yang kuingin kan selain kamu Nissa"
Bibir Ben berpindah ke leher nissa dan tengkuk nissa.
Rasa di hati kedua nya memekarkan ribuan bunga dan meletupkan banyak kembang api untuk satu sama lain. Nissa pasrah dituntun oleh Ben, ia pasrahkan semua nya agar Ben memimpin semua nya.
__ADS_1
Ben kemudian mebaringkan Nissa ke tempat tidur dan membiarkan tubuh nissa di bawah nya. Nissa terpana melihat wajah Ben yang tidak sabar itu. Nissa pun memperhatikan Ben yang melepaskan Jam tangan dari pergelangan nya. Lalu lanjut melepas pakaian nya.
Ben tidak melepaskan semua kancing di baju nya, beberapa kancing yang ia tanggalkan sudah sampai ke dada nya dan kini Ben melepaskan kemeja milik nya dari bawah dan melepaskan nya ke atas kepala milik nya.
Nissa bisa memastikan bahwa pemandangan itu sangat luar biasa, dengan visual dan vibes yang dimiliki suami nya itu, semua nya tak pernah berubah semakin bertambah umur pria itu.
"Jangan pandangi aku seperti itu Nissa! Aku ingin segera merobek gaun mu jika kamu memandang ku begitu" Ben berbicara seperti itu sambil menutup mata nissa dengan tangan nya.
Nissa tak perduli dan mulai mengambil ikat pinggang yang masih menempel di celana Ben.
"Nissa!! " Ben terkejut melihat Nissa mulai mendekati dirinya seperti itu.
"Kamu boleh merobek baju ku, tapi ingat untuk memesan kan yang baru" Jawab Nissa.
"Aku serius akan merobek nya!! "
"Kalau begitu aku akan terus mengecup mu" Jawab nissa dengan berani.
Nissa sudah tahu kebiasan suami nya itu, Ben pasti akan malu dengan keberanian nissa. Nissa ingin sekali menyimpan semua ekspresi Ben ini dalam memori nya. Memori abadi milik mereka.
Ben membiarkan nissa melepaskan celana nya,dan Ben terus meraih resleting gaun nissa yang berada di punggung Nissa. Tangan Ben bergerak dengan handal sehingga membuat gaun itu sedikit berantakan namun cukup memalukan untuk dipakai kembali.
Seolah ingin meneriakkan banyak hal, nissa bisa merasakan Ben melakukan sesuatu di bawah nya.
"Jangan tahan diri mu" Bisik Ben.
"Ben! "
"Ya lebih keras sayang"
"Ben!! "
"Jangan tahan dirimu, suara mu hanya aku yang akan mendengar nya"
"Ah! Bennn!!! "
Suara Nissa semakin besar dan besar ketika Ben bergerak di bawah nya.
"Aku merasa sangat Aneh" Ucap Nissa.
"Ini nama nya kenikmatan Nissa"
Ben melanjutkan kembali pergerakan nya dan membiarkan panas menjalar di tubuh Nissa. Dalam waktu singkat Nissa bisa merasakan dirinya merasa lepas dari dahaga.
"No! No! Sayang kita belum selesai"
Ben menarik tubuh Nissa, ketika Nissa ingin berbaring dengan bantal nya.
"Kini giliran kamu yang bergerak" Ben mengangkat Nissa ke atas tubuh nya. Nissa bisa merasakan kekokohan di bawah tubuh nya.
-bersambung-
__ADS_1