
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi karya Author yang lain dengan judul "PERTEMUAN", "TAKDIR", dan "CINTA KU MAFIA KU"....
.......
.......
.......
Pagi Hari.....
"Hmmm"
Nissa bergerak dengan gelisah, sudah jadi kebiasaan Nissa ketika sinar matahari mulai masuk ke kamar nya. Ben melihat Nissa dengan tertawa, anehnya bagi Ben Nissa yang seperti itu begitu manis dan sangat lucu.
Ben kemudian membuka handphone nya dan melihat jadwal nya untuk hari ini, dengan pelan ia membuka email nya dan membaca beberapa pesan yang masuk ke email nya. Beberapa yang masuk adalah tugas dan email dari kolega nya, namun email yang paling membuat Ben kegirangan adalah sebuah email dari Anthony.
Dengan pesan yang panjang....
Untuk : Boss Benedict
Jangan pingsan ya ketika melihat foto ini, saya dengan susah payah mengambil posisi yang bagus agar foto ini jadi mahakarya. Saya harap anda membuka hati dengan lapang dan menikmati pemandangan ini dengan santai. Jangan lupa bonus nya jika anda suka foto ini, saya masih punya banyak momen lain nya.
Di bawah email itu, Anthony melampirkan Beberapa foto acara kemarin. Yang paling membuat mata Ben silau itu adalah foto dirinya bersama Nissa. Terlebih ketika ia menggendong Collin, Anthony menambahkan kalimat bahwa itu adalah pemandangan dari keluarga bahagia.
Ughhh Keluarga Bahagia....Aku ingin segera memajang foto ini dan mencetaknya dengan ukuran besar....
Karena terlalu senang, tanpa sadar Ben hampir tertawa dengan keras. Ia segera menutup mulut karena takut istrinya akan bangun.
Huhhf hampir saja Nissa Bagun...
Ben tak tega membiarkan Nissa bangun setelah malam panas yang mereka lakukan. Butuh beberapa jam lamanya mereka selesai dari semua aktivitas itu. Nissa hampir pingsan karena kelelahan, itulah yang menghentikan aktivitas mereka semalam.
Ben yang masih merasa bersalah terus menjaga suara nya agar Nissa bisa tidur nyenyak. Semenjak punya si kembar, Ben merasa bahwa aktivitas suami istri mereka semakin berkurang, sebab itulah ketika datang kesempatan seperti semalam, Ben mengeluarkan semua rasa nya yang telah lama ia pendam.
"Err...erghhh" Nissa mulai bangun dari tidur nya.
"Sayang? Kamu sudah bangun?" Tanya Ben dengan bahagia.
"Hmm...mana anak - anak?" Tanya Nissa dengan suara serak.
"Kenapa suara kamu?"
"Kamu serius bertanya? Gara - gara siapa suara ku jadi begini?"
Ben hanya tertawa dan memeluk Nissa dengan pelan. "Maaf, tapi kamu juga bahagia kan?"
__ADS_1
"Tentu saja! Jadi anak - anak mana?"
"Belum bangun"
Inilah percakapan pagi mereka, semenjak melahirkan Collin dan si kembar yang selalu jadi prioritas Nissa hanya lah anak - anak. Dulu saat mereka baru menikah Nissa selalu menanyakan banyak hal kepada Ben, seperti...
*Kamu sudah bangun?
Tidur kamu nyenyak?
Pagi suami ku
Pagi sayang
Mau tidur lagi*?
Ben merasa bahwa dirinya sekarang bukan lah prioritas lagi untuk Nissa. Tapi setidaknya Ben berada di posisi di bawah anak - anak, itu lebih baik meski Ben ingin sekali - kali Nissa memprioritaskan dirinya seperti saat ini. Ben tidak merasa benci akan hal itu, hanya saja rasanya aneh dan sesekali dominan nya atas Nissa ingin lebih besar.
"Ben?" Nissa bertanya kepada Ben yang terlihat melamun.
"Mau tidur lagi? Hari ini jadwal pagi ku tidak ada jadi lebih santai, aku akan menemani kamu tidur jika kamu mau tidur lagi"
Nissa memandangi Ben dengan tersenyum dan tatapan itu sungguh selalu membuat hati seorang Benedict berdebar dengan keras. Bukan karena senyuman itu tapi karena yang tersenyum itu adalah Nissa makanya hati nya berdebar kencang.
"Aku baru sadar sejak kemarin bahwa kamu pria yang luar biasa" Ucap Nissa tiba - tiba.
"Entahlah Aku merasa bahwa aku telah menikahi seorang pria yang luar biasa hebat nya"
"Tiba - tiba? Kamu baru sadar sekarang, bukankah itu keterlaluan?"
"Aku tahu tapi kemarin membuat ku sadar bahwa kamu sangat hebat, mungkin karena aku selalu mendapat cinta darimu sehingga aku tidak pernah memperhatikan hal lain selain dari yang kamu berikan padaku"
Ben selalu memberikan banyak hal kepada Nissa. Harta nya, Cinta nya, Hidup nya semua Ben berikan kepada Nissa, tak pernah berkurang sedikitpun semenjak pertemuan mereka, bahkan semakin banyak dan berlimpah. Sangking banyaknya yang Nissa dapatkan dari Ben, Nissa kurang memperhatikan bahwa betapa beruntungnya ia dan betapa luar biasa suami nya itu.
Orang - orang selalu menganggap bahwa Ben itu menyeramkan dan lawan yang sangat tangguh terutama di dalam dunia bisnis. Tapi ketika di hadapan Nissa dan anak - anak nya, Ben begitu lain dan tidak terlihat seperti yang orang lain bicarakan.
"Aku memberikan semua yang kupunya kepadamu bukan untuk membuat mu harus menyadari seperti apa diriku, aku memberikan semua nya karena memang ingin memberikan segala nya kepada mu"
"Karena itu laah sampai kapanpun aku tidak akan pernah bisa membalas nya"
"Kamu tidak perlu membalas ku Nissa, kamu hanya perlu menjadi diri kamu apa adanya"
Tiba - tiba Ben bangun dan dalam sekejap berada di atas Nissa dan tersenyum dengan mempesona.
"Jadilah diri kamu sendiri, Jangan menyenangkan aku dengan merubah diri kamu, karena kamu yang apa adanya itulah yang membuat aku jatuh cinta kepada mu"
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
"Ben....ini masih pagi"
"Biar saja, bukan nya kita juga pernah melakukan nya pagi hari?"
"Ben...."
"Ayolah sayang, Aku janji kali ini akan berakhir cepat"
Nissa hanya bisa tergoda akan hal itu. Seharusnya Nissa menghentikan Ben jika ia ingin sarapan di ruang makan. Namun lagi - lagi pesona Ben membuat nya setuju dalam sekejap.
"Ben....pelan - pelan"
Dalam sekejap, pakaian tidur Nissa yang tak sedikitpun di lepas oleh Ben menjadi kusut karena hanya bagian bawah nya saja yang digulung ke atas oleh Ben.
Tangan Nissa menyentuh Ben dengan pelan, dan menikmati panas nya tubuh dan suhu mereka. Ben bergerak dengan cepat di atas Nissa dan Nissa bisa merasakan rasa buru - buru yang ingin Ben lepaskan kepada nya. Mungkin saja itu rasa damba atau rasa rindu yang bercampur hasrat, Nissa tak tahu hanya satu yang ia tahu bahwa mereka saling mengingkan satu sama lain nya.
Tok...tok...tok...
Crek.....Pintu kamar dibuka dengan pelan yang artinya itu adalah Collin karena Collin selalu kesulitan membuka pintu dengan tubuh nya itu.
"Papa...Mama...."
Nissa dan Ben yang panik segera memakai pakaian mereka dan duduk dalam posisi yang canggung.
"I'm Starving (Aku lapar)" Ucap Collin.
"Baiklah...Ayo kita sarapan" Ucap Nissa canggung.
"Iya...sudah pagi ya, ayo kita sarapan saja..ha...ha..haa.." Ben menjawab dengan canggung.
-bersambung-
__ADS_1
..."Untuk wanita....Jangan pernah merubah diri kamu demi pria yang kamu cintai, karena jika pria itu mencintai kamu, dia akan menerima kamu apa adanya, Be Yourself "...