Istri Yang Terabaikan

Istri Yang Terabaikan
S3 EPISODE 111 - PROMISE


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga kunjungi novel author yang lain dengan judul "Cinta Ku Mafia Ku" dan "Pertemuan". Terimakasih....


...*...


...*...


...*...


Sore hari nya.....


Keberadaan Ben tak Nissa lihat sejak ia membuka matanya. Matahari siang sudah mulai terik ketika ia bangun dari tidur nya. Keberadaan sang suami lah yang ia rindukan saat itu, namun Ben tak terlihat sedikitpun hingga sekarang.


Bentley mulai khawatir ketika melihat wajah kusut nyonya nya yang terus memandangi keluar jendela.


"Mungkin saja tuan sedang sibuk di perusahaan, jadi sulit di hubungi" Ujar Bentley dengan nada menghibur.


"Ben nggak pernah pergi tanpa kabar, apalagi sampai mematikan handphone nya begini".


Ben selalu sedia dan ada di sisinya jika Nissa sedang sakit atau terkena demam musim dingin, tapi kenapa saat ia masih di rawat di rumah sakit seperti ini, Ben tidak ada di samping nya sama sekali. Nissa yang dulu sekali lagi menghantui dirinya. Wanita lemah yang selalu diabaikan sang suami. Pikirannya berkecamuk dengan dalam.


"Nyonya, saya tahu apa yang anda pikirkan, tapi tuan bukan lah orang yang seperti itu. Semua orang bisa melihat nya betapa tuan mencintai nyonya dengan dalam dan tulus. Apalagi anda adalah wanita yang telah memberikan banyak penerus di keluarga ini, berbanggalah sedikit nyonya"


Perkataan Bentley menyadarkan Nissa, mungkin selama nya ia akan selalu mengecap dirinya sendiri sebagai wanita yang lemah dan penuh banyak kekurangan, tapi dengan bantuan orang terdekat dan orang kepercayaan nya, kepercayaan diri yang ia punya akan bisa lebih sedikit bertambah.


"Terimakasih Bentley, Tolong bawa kemari Collin, Sudah lama rasanya tidak menggendong putraku ini"


Bentley pun membawakan Collin ke Nissa dan membiarkan Nissa memeluk Collin dengan lembut. Collin tertawa bahagia dalam pelukan sang mama.


"Dimana si kembar?" Tanya Nissa.


"Mereka sedang tidur, Tuan Simon dan Nyonya Celine yang merawat mereka sejak semalam"


"Benarkah? Kapan mereka kembali ke Paris? Lalu di mana Si kembar tidur? Bukankah Silver House sedang di bangun kembali?"


"Mereka datang sejak kemarin, sekarang semua pelayan dan pengurus rumah silver bersama Tuan Simon dan Nyonya Celine menggunakan villa musim panas, kemungkinan berapa bulan kedepannya villa itu akan di jadikan rumah untuk kita tinggali"


Nissa tahu betapa parahnya rumah silver itu hancur. Bahkan banyak barang - barang antik keluarga yang tak bisa terselamatkan karena ledakan itu. Banyak yang menyangkan benda bersejarah harus hancur dalam sekejap mata.


"Papa kamu ke mana ya sayang? Rasanya mama semakin merindukan papa kamu saat tidak melihatnya" Nissa berbicara dengan collin yang terus memandangi Nissa karena lama tidak melihat mama nya itu.


"Pa? na?"


"Benar! Anak mama pandai sekali berbicara ya"


.

__ADS_1


.


.


Beberapa jam kemudian........


Ben pun datang dan memasuki ruangan Nissa dengan pelan. Dilihatnya Nissa sedang tertidur lelap bersama Collin disampingnya.


"Apa istriku curiga?" Tanya Ben kepada Bentley.


"Curiga sih tidak tuan, tapi tau sendiri kan nyonya selalu berfikir berlebihan terhadap dirinya"


"Baiklah kau boleh pergi, aku akan mengurus sisa nya"


Bentley pun pergi memberikan banyak waktu untuk keluarga itu. Saat Ben hendak duduk di sofa, Nissa langsung bangun dari tidur nya dan berdiri di hadapan Ben.


"Nissa!!"


"Sudah pulang?"


"Ya, baru saja"


"Kamu kemana saja? Sejak pagi aku tidak melihat kamu sama sekali? Tumben banget ke kantor nggak ada kabarin atau minimal memo gitu...."


Nissa tersadar dan langsung menutup mulut nya dengan cepat.


Ben mendekatkan diri ke arah Nissa dan memandangi nya dengan lembut. Ada rasa lega dan bahagia dari tatapan mata Ben kepada Nissa. Senyuman Ben yang semanis madu itu melelahkan hati Nissa dan membuat nya lumer seolah telah dipanaskan.


.


.


.



.


.


.


Tangan Ben meraih tangan Nissa, masih dengan wajah yang bahagia Ben terus menatap Nissa dengan dalam. Nissa tak bisa menyembunyikan wajah keheranan nya di hadapan Ben.


"Ada apa?"Tanya Nissa.

__ADS_1


"Aku punya kabar baik dan buruk, mana dulu yang mau kamu dengar?"


"Aku mau dengar yang buruk dulu?" Jawab Nissa ragu - ragu.


Ben tersenyum puas dan membiarkan wajah tampan nya menyihir istrinya lebih dalam.


"Kita selama berapa bulan kedepan akan tinggal berpindah - pindah, demi keamanan kita hanya bisa tinggal di villa. Karena musim akan berganti dengan cepat, maka kita akan sering berpindah"


"Tapi bukannya villa musim panas masih bagus? kenapa nggak menetap di sana saja?"


"Villa musim panas kan nggak ada cerobong asap, kalau musim dingin nanti kita bisa mati beku karena nggak ada pemanas di villa itu, lagian villa musim panas emang di desain untuk liburan musim panas, jadi nggak bisa ditinggali kalau bukan musim panas"


Nissa mengangguk mengerti, tapi ia merasa seperti dibohongi karena Ben belum menjawab pertanyaan nya sama sekali.


"Kamu habis dari mana sih Ben? Kamu sadar belum menjawab pertanyaan ku sama sekali?"


Ben lagi - lagi tersenyum, sangat jarang melihat senyum Ben yang seperti malaikat dan terus ia lakukan dalam beberapa kali berturut - turut.


"Ini baru mau ku jawab, aku habis tempat pertemuan keluarga kerajaan dan berita baiknya adalah....."


"Katanya aku diundang? Kenapa kamu pergi tanpa bilang apapun padaku?"


Sejujurnya alasan Ben untuk tidak membawa Nissa karena melihat kondisi Nissa yang saat ini belum terlalu baik dan juga keluarga kerajaan bukan lah tempat yang aman apalagi orang yang lemah dan lembut seperti Nissa akan sulit untuk bertahan lama disana.


"Aku khawatir membawa kamu yang sedang terluka ini, maafkan aku....nggak seharusnya aku meninggalkan kamu begini"


"Sudahlah! Jadi berita baik nya apa?"


"Dewina dan Mr. Frank akan dihukum mati atas perbuatan mereka, Mungkin kamu akan sedikit merasa bersalah tapi...."


"Tidak!" Jawab Nissa tegas.


"Apa?"


"Aku tidak merasa bersalah atas mereka, mereka pantas diberi hukuman, aku sadar ketika melawan Dewina saat itu, Jika dia tidak membunuh ku, maka aku yang harus membunuhnya terlebih dahulu, Mereka pantas mendapatkan nya karena berani menyakiti anak - anak ku"


Ben tersenyum dengan bangga kepada Nissa.


"Nissa, meski kedepannya mungkin akan terjadi hal seperti ini di hidup mu, Aku berjanji tidak akan pernah meninggalkan mu dalam hidupku" Ucap Ben dan Nissa dengan lembut pun membalas ucapan itu dengan berkata....


"Aku juga, meski kedepannya aku akan terluka atau terjadi sesuatu, tolong jangan pergi meninggalkan ku, Karena aku butuh kamu untuk selalu menggenggam erat tangan ku"


-bersambung-


"Matamu memberitahu dunia bahwa cinta benarlah ada di lubuk hatimu yang terdalam"

__ADS_1


__ADS_2