
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi karya Author yang lain dengan judul "PERTEMUAN", "TAKDIR", dan "CINTA KU MAFIA KU"....
...*...
...*...
...*...
"Lyra Aku kembali !!"
Suara dan genggaman tangan dari pria yang ia cintai membuat air mata Lyra menetes dengan deras nya.
"Lyra sungguh mencintai Ed, ku harap mereka bisa bersama" Ucap Nissa kepada Ben.
Ben langsung berada di samping Nissa sejak ia datang bersama dengan Edison.
"Aku juga harap begitu, sejak dulu mereka selalu saling mencintai tapi keduanya selalu gengsi untuk mengatakan perasaan mereka"
"Bukankah gampang? Sekarang mereka hanya harus saling mengatakan perasaan nya kan?"
"Tidak semudah itu sayang, ini menyangkut banyak keluarga besar, banyak silsilah keluarga hancur karena pernikahan yang tak direstui"
Padahal ini sudah jaman modern kenapa sulit sekali untuk saling mencintai dan bersama orang yang dicintai?
Edison meraih wajah Lyra dan menyeka air mata Lyra dengan penuh kehangatan.
"Padahal aku ingin jadi pria yang selalu memberikan mu kebahagiaan, tapi kali ini aku membuat mu bersedih lagi"
"Dari mana saja kau?!! Dasar!!"
"Maafkan keterlambatan ku Lyr"
Edison pun maju dan hendak menuju ke arah Ayah Lyra dan orang tua calon tunangannya itu.
"Jangan!! Aku tidak mau kau terlibat!! Ku mohon kau tidak bisa mengatasi ini" Lyra memohon dan menarik lengan Edison dengan kuat.
"Percayalah padaku"
Edison menggandeng tangan Lyra dan duduk di hadapan Ayah Lyra, mengambil kursi kosong milik Charles.
"Tuan, kali ini saya membawa surat persetujuan pernikahan bersama putri anda, surat ini sudah dicap dan ditandatangani oleh kepala keluarga saya" Ucap Edison.
Semua tamu yang mendengar itu, seketika heboh. Jika surat persetujuan sudah ditandatangani itu bersifat mutlak secara hukum dan pertunangan pun tidak akan berarti dihadapan surat itu.
Edison menyerahkan surat itu kehadapan Ayah Lyra. Dengan Emosi Ayah Lyra mengambil surat itu dan membaca nya dengan seksama.
__ADS_1
Dibandingkan surat itu Lyra lebih khawatir dengan keadaan Ed, Lyra bisa melihat bahwa Ed terlihat sangat kurus dan sedikit memar di tangan dan pergelangan pria nya itu.
"Surat persetujuan pernikahan ini berarti harus menggabungkan kedua keluarga besar, dan dalam aliansi kita, keluarga ku, kau dan keluarga silver harus menandatangani hal itu, ku lihat Ben sebagai kepala keluarga silver tidak memberikan tanda tangan"
Ed dengan wajah tenang memandang ke Ayah Lyra yang melihat nya dengan tatapan aneh.
.
.
.
.
.
.
"Anda tidak perlu khawatir, karena Benedict disini, kapanpun dia akan menandatangani surat itu" Ucap Edison.
Lyra memandang Ayah nya dengan perasaan tulus dan sedih yang ia rasakan.
"Ayah, Bisakah aku memiliki Ed dalam hidup ku? Aku tahu betapa keras nya dan perhatian nya dirimu padaku, tapi setidaknya dalam cinta, biarkan aku memilih sendiri pria yang kucintai"
Ketika mendengar Ayah Lyra mengatakan hal itu, Ben tahu bahwa akan ada negosiasi besar yang ayah Lyra pinta dari Edison.
"Ayah! Aku tidak mencintai Charles, dan sekarang Orang tua Edison menyetujui pernikahan ini, bisakah Ayah juga menyetujui saja pernikahan ku?"
"Tuan, Saya akan memberikan hal yang saya punya kepada anda"
"Meski aku meminta nyawa mu?"
"Ayah!!" Teriak Lyra.
Suasana semakin memanas, Keluarga Charles mulai muak karena dipermalukan seperti ini.
"Kuharap selesaikan dulu urusan ini sebelum meminta anak ku bertunangan dengan putri mu!!" Ucap Ayah Charles dengan kesal.
Charles pun yang kehilangan muka segera mengikuti Ayah nya pergi dari hadapan mereka.
"Jika untuk memberikan Nyawa, saya tidak bisa menjamin nya, tapi jika memberikan nyawa saya kepada Lyra dan menjaga nya dengan segenap nyawa yang saya punya, saya bisa menjanjikan itu"
Ayah Lyra melihat betapa cerdas dan berbobot nya Edison, meski dari yang ia dengar bahwa Edison adalah pria yang sangat ceroboh dan sangat tidak cocok dengan putrinya. Ayah Lyra masih sangat berat menyutujui pernikahan itu.
__ADS_1
"Bagaimana kau membujuk orang tua mu?"
"Saya berduel dengan Ayah saya dan mengalahkan ibu saya dalam permainan catur dan baduk"
"Apa?!" Lyra dan Ayah nya serempak kaget.
Edison bercerita bahwa Ayahnya awal nya sempat tidak setuju namun dengan cerdik nya Edison menantang Ayah nya dan Ibu nya berduel. Dalam duel itu Edison menghabiskan banyak waktu terus menantang Ayah dan Ibu nya hingga akhirnya ia menang.
"Sebab itulah tangan mu memar seperti ini? Wajah mu jadi kurus begini?" Tanya Lyra dengan khawatir.
"Tidak masalah, kedepannya ku pastikan orang tua ku tidak akan berani menghina mu, permintaan maaf dari mereka akan segera kamu terima"
Ayah Lyra mengharapkan permintaan maaf dari Orang Tua Edison. Dengan satu ucapan maaf saja sudah bisa mencairkan hati yang keras.
"Baiklah, kita lihat dulu perkembangan nya, Aku akan menguji mu dulu, jika kau pantas untuk anak ku, maka aku akan segera menyetujui hal ini"
Ayah Lyra pergi sambil membawa surat perjanjian itu.
"Tunggu dulu! Apa anda menyetujui atau tidak?!!" Tanya Edison.
Ayah Lyra tak menjawab pertanyaan Edison dan terus berjalan pergi. Lyra tertunduk diam tanpa bicara. Ben yang senang pun segera menghampiri Edison dan Lyra.
"Selamat!!" Ucap Ben dengan perasaan bangga.
"Apa nya yang selamat?!! dia setuju atau tidak?!! Aku tidak paham!!" Jawab Ed.
"Dia setuju Ed" Jawab Lyra dengan lirih.
"Jika Ayah Lyra sudah berkata begitu, berarti dia sudah menerima mu, cuman kau harus siap saja ditempa jadi menantu nya"
Nissa pun tersenyum bahagia kepada Lyra.
"Selamat ya Lyra" Peluk Nissa.
"Terimakasih, terimakasih Nissa, terimakasih banyak"
Rasanya seperti mimpi, Lyra tak bisa berhenti mengatakan terimakasih kepada Nissa dan Ben. Wajah lega nya terlihat manis dan lucu dihadapan Nissa. Begitulah rasanya kebahagiaan. Saat ini Lyra sangat bahagia dengan penantian panjang nya.
Ed memunggungi Ben dan Lyra. Tapi Ben bisa melihat bahwa Ed terisak menahan tangis bahagia nya.
"Kau harus menjaga Lyra dengan baik kali ini, jangan buat dia sedih dan jaga dia dengan sepenuh hati mu" Ben berbisik kepada Edison.
"Terimakasih Ben, kau sahabat ku yang paling baik, tanpa mu aku tidak akan bisa sampai tepat waktu"
Demi memenangkan pertandingan baduk dengan sang ibu Ed dipacu dengan cepat oleh Ben. Ketika Ben berteriak bahwa Lyra sudah bertunangan dengan Charles saat itulah otak Edison semakin cepat bekerja dan berhasil memenangkan baduk dari ibu nya.
__ADS_1
-bersambung-
..."Sahabat akan jadi sejati jika dia tahu kapan saat dia dibutuhkan tanpa pamrih"...