
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk memberikan dukungan lain nya ke karya author yang lain nya dengan judul "Cinta Ku Mafia Ku" dan "Pertemuan". Terimakasih....
...*...
...*...
...*...
...*...
Nissa dan Dewina saling mengarahkan tembakan mereka, Nissa meraih saku celana nya dan menyemprotkan sebuah cairan ke mata anak buah Dewina lalu bersembunyi ke arah yang jauh demi menghindari pertempuran jarak dekat.
Ben pernah mengatakan kepada Nissa bahwa Nissa tidak cocok bertempur dalam jarak dekat, sehingga Ben menyarankan jika ada terjadi situasi seperti ini, Nissa haruslah pergi menjauh dari area itu dan mencari tempat untuk membidik dengan nyaman.
Cairan yang Nissa semprotkan tadi cukup efektif. Ben selalu membekalkan Nissa dengan cairan dari bubuk merica. Karena terkadang kejahatan ada di mana - mana dan Ben tidak mungkin selalu stay bersama Nissa, ia memberikan cairan itu untuk melindungi Nissa.
"Ternyata cairan merica ini sangat efektif sekali, sekarang tinggal membidik sasaran, tenang Nissa kamu pasti bisa" Nissa menenangkan diri nya sendiri.
Tangan Nissa bergetar hebat, ini pertama kali baginya turun sendiri dengan menembak seseorang dan berada dalam situasi ini tanpa Ben disisi nya.
"Satu, dua, tiga, Now!!"
Doorrrr.....
Tembakan pertama berhasil mengenai anak buah Dewina dan mengenai kaki nya dengan akurat. Dewina mencari - cari keberadaan Nissa , namun Nissa berhasil sembunyi dengan baik dan terus mengendap dengan tiarap ke daerah lain untuk mengubah posisi bersembunyi nya.
Dorrrrr.....Dorrrr....
Nissa berhasil menumbangkan lima lawan sekaligus. Dan sekarang hanya tinggal Dewina. Dewina berhasil menemukan arah Nissa bersembunyi dan menembak Nissa dengan bengis, namun Nissa berhasil menghindar meski peluru sempat menggoreng beberapa area kulit nya.
Nissa pun lari dengan seluruh darah di tubuh nya karena goresan dari peluru, hingga sampai di sebuah kaca besar yang ada di rumah, dan sebuah bom mengarah tepat di antara Dewina dan Nissa. Nissa dengan cepat menerobos kaca dan menghancurkan kaca itu untuk lari dari Bom itu.
Dalam beberapa detik, Bom itu meledak dengan hebat dan membuat Nissa terpental karena ledakan itu, Dewina terkena ledakan dengan parah karena mengenai seluruh tubuh depan nya dan membuat ia terluka dengan sangat parah.
"Uwaahhh wajah ku, Tidak!!!!!" Dewina menangis dengan meraung - Raung merintih dengan kesakitan.
Nissa tak bisa bangun untuk berdiri karena tubuhnya terasa sakit semua. Sehingga ia menyandar ke arah dinding sambil menunggu pertolongan datang. Nissa mengira bahwa bom barusan itu berasal dari pihak Dewina. Kini tinggal Mr. Frank yang tersisa dan Nissa masih harus melawan nya.
Nissa hampir tak bisa lagi membuka mata nya karena sekujur tubuhnya sakit dan ia tak bisa lagi menjaga kesadaran nya lebih lama. Ditengah sisa kesadaran dan kekuatan tekad yang ia punya, seseorang berlari ke arah nya. Seseorang yang sejak tadi ia harapkan datang.
__ADS_1
"Sayang!! Kamu tidak apa - apa? Ya Tuhan! Bagaimana ini.....Nissa!!"
.
.
.
.
.
.
"Ben...kamu kah itu?" Nissa membuka mata nya perlahan.
Ben langsung memeluk Nissa, hatinya sakit melihat sekujur tubuh Nissa yang penuh luka itu, Ben ketakutan ketika melihat Nissa yang terpejam seolah tak bernyawa itu. Ia berharap bahwa Nissa sedang berada dalam persembunyian ketika sampai ke rumah, namun ketika melihat Nissa yang penuh luka di hadapan nya seketika pandangan mata nya memutih dan ia diliputi oleh ketakutan yang besar.
"Nissa....Nissa..." Ben seolah ingin memastikan bahwa Nissa memang masih bersama nya, ia memanggil nama istrinya berkali - kali.
"Tidak apa, pihak medis sedang dalam perjalanan, jika tubuh kamu masih bisa merasakan sakit, maka kamu masih bisa sembuh"
Melihat posisi kaki Nissa, Ben yakin bahwa kaki Nissa kemungkinan patah tulang atau tulang nya bergeser. Ketika mendengar bunyi ledakan saat sampai rumah, hatinya langsung bergetar hebat, Ben tak ingin lagi kehilangan orang yang ia cintai.
"Anak - anak di mana?" Tanya Ben, Ben baru sadar tak melihat anak - anak mereka.
"Anak - anak berada di ruang bawah tanah, bersama Robert, Bentley dan Kate."
"Ya Tuhan, rasanya kepala ku akan pecah ketika melihat mu penuh darah Nissa, Kenapa kamu tidak bersembunyi?"
"Dia mengincar ku!! Kalau aku ikut bersembunyi bersama anak - anak, anak - anak juga akan terluka, Lagian aku masih bisa menghalau nya, Aku juga ingin membalasnya karena dia berani menyentuh Collin!!"
"Apa?! Kurang ajar!!"
Ben langsung menemui Dewina yang berada tak jauh dari Nissa.
"Kau bisa tahu kan kesalahan mu?" Tanya Ben dengan nada yang dingin.
__ADS_1
"Tidak!! Jangan kemari!! Jangan lihat wajah ku!!"
Wajah Dewina hancur lebur karena ledakan, begitu pula dengan tubuh nya. Bahkan tulang - tulang nya terlihat dari lapisan kulit nya yang terbuka.
"Jatuhlah ke neraka!! Renungkan kesalahan mu!! dan jangan kembali lagi! Mr. Frank sudah kami tangkap!! Kejahatan mu dan Mr. Frank di wilayah kami serta menghancurkan kediaman Grand Duke adalah kesalahan fatal apalagi bagi warga yang bukan dari Prancis!! Siap - siap dengan hukuman mati yang akan kau terima"
"Tidak!! Benedict!! Jangan buang aku!!! Aku selalu mencintai mu!! Sejak dulu"
"Meski kau mencintai ku sejak dulu, bukan berarti aku harus mencintai mu juga, Aku sudah punya orang yang kucintai, Hatiku sudah ku berikan hanya untuk orang itu, sudah berkali - kali ku katakan padamu, maaf tapi aku tidak bisa menerima perasaan mu itu" Ben membungkuk ke arah Dewina.
Itu bentuk kesopanan terakhir yang ia berikan kepada Dewina karena menganggap bahwa Dewina adalah manusia juga. Ben meninggalkan Dewina dengan Isak tangis nya.
"Tim medis sudah datang!!" Teriak Anthony yang berlari menghampiri Nissa dan Ben.
Ben terlihat sedang bersandar merangkul Nissa dengan penuh kehangatan.
"Apa tim medis tidak diperlukan? Jika tidak saya akan memberikan nya pada yang membutuhkan"
"Kau gila? Lihat istriku, dia sangat membutuhkan pertolongan" Ucap Ben dengan kesal.
"Ya kalau begitu, bersiap, jangan bermesraan Mulu!! Pelayan anda juga banyak yang terluka parah karena ledakan dan tembakan"
Nissa pun dengan cepat digotong oleh Ben dan di bawa ke mobil ambulans.
"Bagaimana keadaan Edison?" Tanya Ben kepada Anthony.
"Tuan Ed, sedang dalam kondisi kritis, tubuhnya terdapat banyak kandungan obat beracun dan kandungan lainnya, dia dijadikan bahan percobaan manusia di dalam menara itu"
"Apa ia bisa selamat?"
"Kata dokter ia masih berusaha, Lalu tuan siap - siap saja ya besok"
"Kenapa?"
"Surat tilang dari pemerintahan, anda melanggar lebih dari delapan lampu merah"
-bersambung-
..."Takut kehilangan adalah bentuk dari cinta juga"...
__ADS_1