
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa untuk memberikan dukungan lainnya ke karya author yang lain nya dengan judul "Cinta Ku Mafia Ku" dan "Pertemuan". Terimakasih....
...*...
...*...
...*...
...*...
Ben dan kelompok nya telah melewati jalur Timur, selama melewati perbatasan dan jalur yang ada, tak ada tanda - tanda mencurigakan apapun yang tampak. Bahkan mesin pendeteksi bom yang terpasang di mobil pun tak menemukan adanya bom yang diduga akan di pasang di sepanjang jalan.
"Bagaimana laporan dari tim pertama?" Tanya Ben kepada anak buahnya?.
"Semua masih dalam rencana Boss, kita hanya perlu menyerbu dari arah timur pulau, kapal yang akan kita gunakan juga sudah siap, lengkap dengan persenjataan nya, agen rahasia kita sudah menunggu disana"
"Baik, katakan pada mereka untuk tetap waspada, ditengah hujan lebat begini, akan sulit menemukan pergerakan lawan"
"Baik Boss!"
Hari seolah tak berpihak pada mereka, ramalan cuaca yang telah mereka lihat malah berbanding terbalik. Hujan lebat mengguyur mereka. Bahkan untuk melihat kejauhan cukup sulit karena hujan yang sangat deras. Mobil yang mereka kendarai tak bisa melaju dengan kecepatan tinggi karena jika hujan turun daerah - daerah setempat rawan dengan longsor atupun binatang liar yang menyebrangi jalan.
"Boss, tim kedua sudah sampai tujuan, mereka masih menunggu keberadaan kita" Lapor anak buah Ben.
"Katakan pada mereka kita akan sampai dalam sepuluh menit lagi"
"Baik Boss!"
Namun di tengah perjalanan sebuah mobil terletak menghadangi perjalanan mereka. Mobil itu cukup parah dan terlihat sangat mengerikan.
"Mobil siapa ini? Kenapa bisa diletakkan begini?!"
Ben turun dan mengecek isi mobil tersebut,Ben takut akan ada bahaya sehingga Ben memperkuat pengamanan di belakangnya. Mesin pendeteksi bom dan radar pun segera beroperasi.
"Bagaimana? Apa ini berbahaya?" Tanya yang lain nya.
Ben maju dan melihat kondisi ke dalam mobil.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
"Ini mobil Ed, sudah di laporkan hilang bersamaan dengan hilangnya kabar Ed" Ucap Ben.
"Bukankah tuan Edison melewati jalur utama? Jalur yang dilewati tim pertama? Kenapa mobil nya bisa berada disini? Bahkan bisa hancur begini?" Tanya yang lain nya kepada Ben.
"Lihat apa ada yang bisa dijadikan bukti dan petunjuk dalam mobil, setelah itu kita lanjutkan perjalanan, dugaan ku ini hanya pengecoh untuk kita atau ada yang luput dari perhatian kita"
Setelah mencari di mobil itu, tak ada ditemukan apapun mengenai petunjuk lainnya, Ben segera menghubungi tim forensik miliknya untuk memeriksa apa ada sampel berupa noda darah, jejak kaki ataupun rambut yang tertinggal disana.
Setelah itu tim Ben pun melanjutkan perjalanan menuju ke perbatasan pulau.
.
.
.
.
"Lapor! Tim Ketiga sudah sampai!"
"Bagus kita tinggal menunggu tim dari Benedict" Jawab Lyra.
Dulu, saat ia melakukan tanpa rasional nya, ia hampir menghancurkan seluruh keluarga Ben dengan bekerjasama dengan Boston. Kali ini ia tidak bisa begitu, demi keselamatan Edison, dan kali ini ia harus bisa berhasil demi kedua sahabat nya itu.
"Jangan lengah kan perhatian kalian, kita akan memasuki markas musuh, kesadaran dan insting kalian akan diuji disini, jangan sampai kelengahan kalian akan menjadi beban dalam tim kalian, mengerti?" Lyra mengatakan nya dengan cukup serius.
"Mengerti"
Kurang dari lima menit lagi, Ben akan sampai, melihat dari GPS yang terpasang pada layar smartwatch mereka, keberadaan Ben tak jauh dari titik temu mereka, Lyra berharap tidak akan ada hal buruk yang menimpa nya karena hujan lebat ini.
Berkali - kali ia harus menghapus air hujan yang membasahi wajah nya. Jarak pandang mereka juga semakin berkurang meski dengan teropong sekalipun.
"Hadir! Tim keempat hadir dengan selamat!" Ucap Benedict.
"Baik, semua! Bersiap pada posisi dan perhatikan kode pesan yang akan dikirimkan oleh mercusuar, jangan ada yang bergerak tanpa aba - aba!"
"Siap!!"
Mereka saling berkomunikasi dengan smartwatch mereka. Lyra juga masih menunggu kode yang akan dikirimkan oleh Mercusuar.
Setelah cukup lama menunggu, mercusuar mulai berkelap - kelip dengan lampu besar nya dan mengirimkan pesan.
"Se-mu-a n-ya su-da-h s-i-a-p"
__ADS_1
Kode berhasil di baca oleh empat Titik pertemuan dengan jelas dan akurat.
"Semuanya! Bersiap meluncur dengan kapal yang ada, ingat untuk mengecek apa ada bom atau jebakan lainnya, penjinak bom juga bersiap, senjata jangan lupa untuk dibawa" Perintah Lyra.
"3! 2! 1! Serbu!!"
Dari empat penjuru arah mercusuar, kapal besar dan kapal militer menyerbu pulau yang berada di tengah - tengah itu. Mercusuar masih mengirimkan kode pesan dengan pesan yang sama. Dari arah pulau terdengar keributan dan kegaduhan yang luar biasa.
Terdengar suara panik dan riuh dari pulau tersebut, teriakan menjerit dan permintaan pertolongan yang terdengar dengan kuat dan menggema telinga.
"Sedikit lagi sampai di tempat target, perkuat kewaspadaan kalian, jangan lengah!! Ingat untuk mengenali rekan dan lawan! Jangan ada yang terkecoh dengan hal - hal kecil" Perintah Lyra.
"Siap!!"
Dari atas bangunan militer itu, para penjaga dengan berbagai senapan telah berjaga ketat dan menghalau kapal yang akan menuju ke pulau itu.
"Shoot! Nice! Dua orang sudah ku lumpuhkan" Ucap Alex.
"Jangan senang dulu, Boss kita sudah menumbangkan sepuluh dari mereka" Jawab Lyra melalui smartwatch nya.
Karena cukup kesal dengan kapal yang terhenti karena harus menembak musuh itu, Lyra memasang pelampung ke tubuh nya.
"Ketua!!"
"Aku akan berenang dan sampai disana dulu, Ed pasti akan segera di bawa pergi karena mereka sudah tau keberadaan kita, mata - mata kita juga masih belum bisa dipastikan keberadaan nya"
Lyra langsung melompat dari kapal dan berenang melewati arus air menuju pulau.
"Tapi pulau nya masih jauh kapten!!" Teriak mereka.
.
.
.
"Apa?! Lyra berenang ke sana sendirian?" Tanya Ben.
"Iya, John dan Alex juga ikut menyusul ke sana dengan berenang, ini akan memakan waktu Boss untuk menuntaskan mereka, jumlah mereka terus bertambah"
"Baik, aku juga akan masuk kesana, satu orang penjinak bom dan penembak jitu harus ikut aku ke pulau"
Ben membawa mereka untuk jaga - jaga, ia yakin tak ada seorang pun yang memikirkan akan ada bom atau penembak jitu di dalam pulau itu.
-bersambung-
..."Kesabaran dan usaha keras adalah kunci keberhasilan"...
__ADS_1