Istri Yang Terabaikan

Istri Yang Terabaikan
S3 EPISODE 126 - PRIA MENAWAN


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi karya Author yang lain dengan judul "PERTEMUAN", "TAKDIR", dan "CINTA KU MAFIA KU"....


...*...


...*...


...*...


Hari ini adalah hari ulang tahun perusahaan M, sejak sebulan yang lalu Ben sudah sangat sibuk menyiapkan acara ulang tahun tersebut. Bukan hanya ada acara perlombaan antar karyawan saja, tapi juga pesta besar dengan kapal pesiar yang akan diadakan esok malam nya.


Khusus hari ini Ben dan para karyawan lain akan menggunakan pakaian olahraga untuk berlomba. Ben bersikeras agar Nissa ikut pergi menonton dirinya bertanding, jujur saja selama mereka menikah, Nissa jarang sekali menyaksikan momen seperti ini.


"Sayang ayolah kita berangkat bersama saja" Ujar Ben.


Ben yang harus pergi pagi - pagi meminta Nissa menemani nya, namun Nissa ingin memberikan kejutan untuk suami nya. Jika mereka pergi bersama kejutan yang ia buat pasti akan kacau.


"Kamu duluan aja ya? Aku masih harus mengurus anak - anak dulu" Alasan Nissa.


"Tapi kamu pasti datang kan? Aku akan lebih semangat jika kamu datang"


"Iya, Aku pasti datang, pergilah"


Ben mengecup bibir Nissa dengan pelan, meski mereka sudah sering saling berkecukupan seperti ini pun, hati Nissa masih berdebar dengan keras ketika Ben yang melakukan nya.


"Aku pergi dulu" Ucap Ben dan segera masuk ke mobil nya.


Setelah Ben pergi, dengan panik Nissa segera meminta kepala koki mengeluarkan kue buatan nya yang berhasil ia buat sejak subuh.


"Gawat....hampir saja Ben tahu, bagaimana sih hidung nya bisa mencium bau manis begini?"


"Tenang saja nyonya, tuan tidak tahu bahwa kue ini buatan nyonya, kue ini tinggal dihias saja"


Nissa pun segera menghias kue buatan nya itu dan menghias dengan tulisan tulus untuk suami nya tercinta.


"Oh iya! Bunga? Apa Bunga yang ku pinta sudah siap?" Tanya Nissa pada pelayan.


"Sudah nyonya, apa anda yakin ingin merangkai nya sendiri?"


"Tentu saja, ini hadiah ku untuk suami ku tentu saja harus buatan ku sendiri"


Nissa takut tidak keburu, sehingga mata nya terus melirik arah jam yang sejak tadi terus bergerak detik demi detik nya. Setelah semua beres, Nissa membawa anak - anak nya pergi menemui Ben.


.


.

__ADS_1


.


Perlombaan hari ini dibagi menjadi dua tim, antara tim putih dan tim biru. Tim putih diketuai oleh Ben, sedangkan tim Biru diketuai oleh Anthony. Sedangkan untuk anggota tim dibagi berdasarkan undian yang jujur.


"Lihat!! Boss kita memang tampan sekali, sayang dia sudah beristri"


"Lelaki yang sudah punya anak tiga ku kira bakal botak dan gendut, bagaimana bisa wajah dan badan nya masih sempurna?"


"Tuhan, aku juga mau dong pria seperti itu~"


"Tapi ku dengar boss sangat cinta dengan istri nya, bahkan boss juga memajang foto istri dan anak istri nya di ruangan nya"


"Iya!! Foto pernikahan mereka yang besar serta foto keluarga mereka ada di ruang boss"


.


.


.



.


.


.


"Pria menawan memang HOT"


Bisikan dan perbincangan dari karyawan wanita yang membicarakan Ben sama sekali tak masuk ke telinga pria itu. Sekarang yang ada dibenak nya adalah menunggu sang istri datang ke perusahaan nya.


"Apa istri ku sudah datang?" Tanya Ben kepada Anthony.


"Belum Boss, mungkin nyonya sedang di jalan"


"Untuk hari ini aku tidak akan kalah, aku harus tampil keren di depan istri dan anak - anak ku"


"Saya juga tak akan mengalah pada anda"


Masih dengan ekspresi datar nya, Ben susah membedakan apakah Anthony serius atau tidak. Namun Ben bertekad akan memenangkan semua lomba di depan istri nya.


"Tapi aku yakin akan menang, Karena di tim ku ada singa betina yang sedang lapar" Ucap Ben sambil bergurau.


"Siapa singa betina?"

__ADS_1


"Wanita mu lah! Seluruh karyawan menyebut nya singa betina yang sedang lapar, kau tahu kan betapa antusiasnya Kate dengan acara ini, kulihat dia tidak akan mengalah padamu"


Cukup lama menunggu kedatangan Nissa yang masih juga datang, akhirnya perlombaan dimulai. Lomba pertama adalah Tarik tambang, dimana semua tim akan saling menarik tali yang ada, kemudian orang terakhir dari masing - masing tim yang berhasil membunyikan bel di belakang mereka, mereka lah pemenang nya.


Ben berada di posisi depan dan Kate berada di posisi belakang. Kate beranggapan bahwa tubuhnya yang fleksibel bisa menjangkau bel dengan mudah. Lomba pun dimulai, Ben menarik dengan sekuat tenaga dan menyemangati tim nya dengan semangat membara. Sedangkan suara teriakan keras terdengar dari belakang tim Ben.


"Boss!! Tarik lagi !! Tarikkk!!" Teriak Kate dengan keras.


Semua bahkan bisa mendengar umpatan keras dari Kate yang berambisi untuk menang. Dalam langkah nya yang berat, Kate menarik kuat tali tim nya sambil berusaha menyentuh Ben dengan sebelah tangan nya namun gagal.


Usaha lain dicoba lagi oleh Kate, ia memanjangkan tangan kanan nya dan mencoba menjangkau bel sekali lagi.


"Teng!! Teng!! Teng!!"


Bel berbunyi dengan nyaring, Tim putih pun menang telak. Acara dilanjutkan dengan perlombaan kedua. Dimana lomba kali ini adalah lomba yang dilakukan oleh setiap orang, dengan mengambil ikat kepala yang terikat di kepala lawan dan menjatuhkan lawan sebanyak - banyak nya dialah pemenangnya.


"Ini tidak adil !! Boss dan Anthony pasti lebih unggul"


Teriak karyawan lain, namun setiap game pastilah ada ketidakadilan. Benar dengan apa yang diperkirakan Ben dan Anthony lebih unggul karena mereka sangat tinggi dan bugar.


"Huaaa!!"


"Kyaaaa!!"


Suara teriakan dari karyawan wanita terdengar keras karena Kate merampas ikat kepala mereka dengan sadis. Kate juga salah satu kandidat kuat yang akan memperoleh kemenangan.


"Kate! Kami mohon pelan - pelan saja ambil nya" Ucap karyawan wanita yang lain.


"Kalian mau menyerahkan ikat kepala itu sendiri atau kurampas dari kepala kalian?"


Mendengar ucapan keras dari Kate, setengah dari seluruh karyawan wanita pun segera menyerahkan ikat kepala mereka dengan sukarela.


"Kate itu cara yang kotor!!" Ucap Anthony.


"Tidak ada aturan yang melarang ku melakukan ini kan? Lagian mereka sendiri yang sukarela memberikan nya padaku" Jawab Kate.


"Tentu saja kami memberikan nya!! Kalau tidak Kate akan menarik rambut kami juga!!" Ucap karyawati lain nya.


"Ayolah Kate, ini hanya Game!!" Ucap Ben masih sibuk dengan lawan yang ia punya.


"Game itu tentu saja harus dimenangkan"


Anthony, Kate dan Ben masih semangat menumbangkan lawan mereka.


-bersambung-

__ADS_1


..." Milik orang lain memang terlihat menggiurkan, tetapi jika pikiran itu sempat terbesit dalam akal maka kita bukan lah orang yang penuh atas rasa syukur dengan apa yang kita miliki"...


__ADS_2