Istri Yang Terabaikan

Istri Yang Terabaikan
S3 EPISODE 136 - MENDEKAT LAH LAGI


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi karya Author yang lain dengan judul "PERTEMUAN", "TAKDIR", dan "CINTA KU MAFIA KU"....


.......


.......


.......


"Mendekat lah"


Perkataan itu seperti mantra bagi Nissa karena otomatis tubuh nya bergerak mendekat secara perlahan ke arah Ben. Dengan cepat keduanya pun bersentuhan. Baru sebentar Nissa merasakan tubuh Ben, Nissa pun menyadari bahwa Ben sudah tak mengenakan apapun di bawah sana.


"Sudah lama kita tidak mandi berdua" Ben berbisik di telinga Nissa.


"Apa kamu ingin mandi bersama ku? Bukan kah sesekali saja cukup?"


"Aku sudah menahan diri demi kamu, seperti nya kamu tidak belajar tata krama sebagai Nyonya dari keluarga silver"


"Aku belajar kok!"


"Kalau begitu harus nya kamu tahu, jika tidur kita harus nya menanggalkan pakaian kita, lalu mandi harus bersama, kamar anak dan orang tua harus terpisah, masih banyak lagi yang tidak ku lakukan tradisi itu demi kamu"


Nissa sebenarnya pernah mendengar tradisi itu, tapi Nissa selalu malu jika harus mandi bersama apalagi tidur dengan menanggalkan pakaian. Di rumah nya banyak sekali pelayan, belum lagi pelayan yang akan masuk untuk membangun kan nya atau anak - anak nya. Untuk kamar anak, Nissa tak tega berpisah dari mereka meski hanya tidur malam saja.


"Tapi kan kamu dapat cinta dan kasih sayang ku, apa itu tidak cukup?" Tanya Nissa dengan menggoda.


"Kalau cukup, Aku tidak akan jadi seperti pria yang menyedihkan seperti ini"


"Ben!! Kamu sekarang terlalu berterus terang ya? Kamu yang dulu tidak begitu"


"Salah siapa yang selalu tidak peka jika aku bicara secara halus? Untuk membuat mu sadar aku belajar bahwa aku harus sangat berterus terang bahkan untuk hal seperti ini"


Ben menangkup tubuh depan bagian Nissa dan Nissa mendesah dengan keras.


"Jangan di sini! Di kasur saja, Aku kedinginan disini"


"Di kasur untuk ronde ke 2 saja"


Ciuman Ben menghilangkan akal sehat Nissa dan Nissa terbuai dengan cepat nya. Ben seolah diburu - buru oleh sesuatu, Nissa merasakan bahwa Ben begitu cepat dan terus menekan tubuh nya dengan cepat dan kuat.


"Be...Ben...jangan terlalu cepat hah....hah....hah"


"Ini karena aku menahan nya cukup lama, Hari ini aku sangat lapar terhadap mu, saat ini aku belum puas sama sekali"


wanita ini selalu memabukkan, mata nya yang menatap ku seperti rembulan yang menyinari malam gelap....Dia selalu bisa menyihir ku dengan tatapan nya....bahkan saat ia berada dekat dengan ku aku selalu lapar terhadap nya....


"Bennnnnnn"


.


.


.


Setelah dari kamar mandi Nissa dan Ben sudah selesai berganti pakaian. Nissa mengeringkan rambut nya dengan hairdryer.


"Aku akan membantu mu" Ucap Ben.


Nissa menikmati perlakuan spesial itu dengan senang. Ben pun menyentuh leher Nissa yang penuh dengan tanda dari milik nya.

__ADS_1


"Kamu semakin menggoda dengan tanda ini" Ucap Ben.


"Tanda apa?" Nissa pun melihat ke kaca dan memandangi arah tangan Ben menunjuk.


"Tidak!! Kenapa banyak sekali?"


"Kamu baru sadar sekarang?"


"Mana aku sadar, kamu nya...." Wajah Nissa memerah.


"Bilang saja bahwa itu sangat nikmat"


Ben kemudian melihat ada tanda merah di pergelangan tangan Nissa.


"Ada apa dengan ini?"


"Oh, Aku lupa melepaskan gelang waktu mandi tadi, jadinya berbekas saat kita bergerak" Wajah Nissa memerah lagi.


Cup....Ben mencium pergelangan tangan Nissa yang merah itu dan mengelus nya dengan pelan.


"Aku Benci melihat mu terluka"


"Ini hanya lecet saja, besok pasti sudah nggak merah lagi"


"Aku tidak mau tubuh mu punya bekas atau tanda - tanda lain nya, cukup aku yang boleh meninggalkan bekas di tubuh mu, seperti ini" Ben mengecup dengan pelan leher Nissa.


"Ben!! Sudah"


"Aku bilang kita akan lanjut ronde ke 2 kan?"


*Bukan nya, tidak suka....tapi aku takut ketagihan, Ben yang seperti ini pesona nya sangat meningkat dari pada biasanya.... Bagaimana jika aku akan terus jadi wanita mesum yang ketagihan karena kamu?!!! Aaahhhh aku sangat malu.....


Ben membaringkan Nissa ke kasur dan dengan cepat Ben menyusul ke atas Nissa.


.


.


.



.


.


.


"Di mulai dari bibir ini" Kecup Ben.


Ben sangat pandai mencium Nissa, seolah bibir itu memang milik Ben, bibir Nissa terus terbuka ketika Ben datang. Lembut...pelan dan perlahan ...ciuman itu datang dan melahap semua rasa.


"Lalu disini"


Bibir Ben kemudian turun ke arah rahang Nissa dan leher putih nya. Nissa terus mendesah ketika ciuman itu datang. Ben semakin bersemangat saat suara Nissa seperti menghapus akal sehat nya.


"Be....Ben...."


Seorang Benedict Silver kehilangan akal sehat nya ketika mendengar ******* panas dari istri nya.

__ADS_1


"Apa nikmat?" Tanya Ben.


Nissa tidak menjawab, bukan berarti Nissa tak mau menjawab tapi ia begitu menikmati nya apalagi tangan Ben sudah mengacak - acak bawah nya dengan intens.


"Nissa, Apa itu nikmat?" Tanya Ben lagi.


......


"Jika kamu tidak menjawab aku akan berhenti"


Ben menarik tangan nya namun tangan Nissa segera menahan nya begitu juga dengan kaki nissa.


"No....jangan berhenti.... lanjutkan"


"Jadi apa itu nikmat?" Ben kali ini berbisik ke telinga Nissa.


"Em, nikmat"


"Siapa yang membuat mu nikmat?"


Nissa menoleh dengan wajah merah nya dan melihat bahwa Ben begitu menikmati nya.


"Apa harus aku menjawab nya?"


"Ya, jika kamu masih mau melanjutkan nya, Ayolah tangan ku terus menunggu di bawah sini"


"Kamu...kamu yang membuat ku nikmat" Ucap Nissa dengan malu - malu.


"Good!! 100 poin untuk kamu" Ben melanjutkan pergerakan nya dengan cepat dan Nissa begitu menyukai nya.


"Ben jangan tangan kamu terus...Aku mau kamu"


Seolah hilang semua rasionalitas nya, Ben pun bergerak dengan cepat dan masuk ke dalam Nissa. Butuh waktu yang cepat untuk masuk karena Nissa sudah sangat licin. Mereka terus bergerak dengan berbagai posisi dan waktu yang cukup lama.


"Di dalam kamu sangat panas Nissa, Aku tidak tahan lagi"


"Jangan di tahan Ben, Aku mau kamu! Aku mau nya kamu!!"


"Sedikit lagi..."


"Ben Aku juga"


1...


2.....


3......


"Aggggghhhhhhhh" Teriak mereka bersamaan.


Hanya suara desah nafas saja yang ada di antara mereka. Nissa terbaring lemas dan Ben memeluk nya dengan erat. Sudah lama mereka tidak merasakan rasa seperti ini, dan Nissa bisa merasakan bahwa Ben sudah cukup lama menahan dirinya.


"Nissa, Aku lupa mengatakan nya....Aku mencintaimu"


"Aku juga mencintaimu Ben, sangat mencintai mu"


-bersambung-


..."Kadang mengalah itu bukan berarti kalah, namun mengalah itu adalah langkah menuju ketentraman dan kebahagiaan"...

__ADS_1


__ADS_2