
Lyra berdiri di depan rumah sakit sambil terus memegang tali tas nya. Sejak keluar dari mobil, ia terus memegang nya dengan erat, tas itu sudah penuh dengan jejak cengkeraman Lyra di atas nya.
Apa aku bisa? Seharusnya aku minta teman kan Nissa saja ke sini....
Di saat seperti ini Lyra baru sadar bahwa dirinya tidak punya teman selain Ben dan Ed. Bahkan Johnny adalah teman yang tak sengaja ia dapatkan dari perjalanan nya.
"Aku memang menyedihkan! kenapa aku tidak punya teman sih?! Satu pun yang bisa ku ajak ke tempat seperti ini"
Banyak hal yang Lyra khawatirkan dari mulai kesehatan bayi nya dan respon dari perawat atau pun hal lain yang bahkan Lyra tau itu bukan hal penting.
Lyra melangkahkan kaki nya dengan banyak kekuatan. Sambil berkata "Aku pasti bisa!! " berulang kali dalam hati nya. Wajah damai nya mencoba berdamai di dalam hati meski di dalam nya terasa kacau.
"Permisi, saya ingin melakukan pemeriksaan"
Lyra berbicara kepada petugas yang sedang berjaga. Petugas itu masih sibuk memeriksa berkas namun tangan nya segera mengambil sebuah kertas dan memberikan nya kepada Lyra dengan cepat.
"Tolong isi dulu formulir nya, anda akan periksa ke bagian apa? "
"Saya sudah reservasi jam pemeriksaan kepada dokter Johnny"
Petugas itu berhenti seketika dan melihat ke arah Lyra.
"Dokter Johnny? "
"Ya"
"Anda Nyonya Lyra?"
"Ya benar itu saya"
"Maaf, kalau begitu langsung ikut saya"
Lyra mengikuti petugas itu tanpa bertanya apapun. Petugas itu membawa Lyra menaiki Elevator.
"Apa dokter Johnny sudah menunggu dari tadi? " Tanya Lyra hanya sekedar ingin memecah keheningan.
"Ya, dia terus menelfon kami apa ada pasien bernama Lyra, kami terus mengatakan tidak ada sejak tadi"
" Maaf seharusnya saya datang lebih awal"
"Oh tak perlu khawatir, apa ini pemeriksaan pertama anda? "
Seperti nya petugas itu sudah tahu bahwa kini Lyra mengandung.
"Benar, saya khawatir bahwa anak saya akan kenapa - napa"
"Santai saja, setiap ibu yang pertama kali menjalani pemeriksaan selalu merasakan hal yang sama"
Sesampainya mereka di depan ruangan Dokter Johnny, petugas itu menyerahkan bimbingan Lyra kepada perawat yang ada di depan ruang dokter Johnny.
"Saya kembali dulu nyonya"
__ADS_1
"Terimakasih"
Lyra melakukan pemeriksaan dengan berbagai rasa yang ada di dada nya.
"Lyra, santai saja" ujar Johnny.
Namun lagi - lagi Lyra kembali tegang dan Johnny terus berkali - kali menghibur Lyra.
.
.
.
"Geser lagi ke kanan! Kanan Ben! Bukan! Ke kanan lagi!! "
Ed berteriak kepada Ben dari lantai dasar kepada Ben yang berada di lantai dua untuk memasang Banner.
Lamaran untuk wanita ku!
Banner yang besar dengan tulisan itu membuat tangan Ben pegal memasang nya.
"Sekali lagi kau memerintah ku begitu, akan ku lepas kan banner ini" Ancam Ben.
"Aku hanya mau semua nya perfect Ben"
"Tapi ku rasa kau memang harus ke kanan lagi" Protes Ed.
Ben hanya menghela nafas dan membiarkan Ed memerintah nya. Nissa juga sibuk menata kelopak mawar dengan bentuk love yang besar.
"Bisa saja tapi apa tidak terlalu menutupi jalan? "
"Rasanya kalau tidak sebesar itu, cinta ku terasa kecil"
"Ed kau sudah keterlaluan memerintah istri ku" tegur Ben.
"Oh baik lah! tolong sedikit lebih besar ya Nissa"
Nissa hanya mengiyakan saja permintaan Ed dan membuat love yang lebih besar di bantu dengan para pelayan nya.
Dengan jas licin yang sempurna, wajah yang bersih serta tampan. Rambut disisir ke belakang dengan parfum yang tebal Ed sudah siap untuk melamar nya.
"Cincin!! Ben Cincin nya di mana?!! "
Ben panik dan segera mencari ke saku jas dan celana nya. Nissa kemudian mengarahkan jari nya ke arah tangan kanan Ed.
"Ed kamu lupa yang kamu pegang ini bukan nya cincin? "
"Ah! Benar! karena gugup aku sampai lupa"
Tangan kanan siap dengan kotak cincin dan tangan kiri dengan tulip merah.
__ADS_1
"Dia akan suka kan? " Tanya Ed kepada Ben.
"Tentu saja, bahkan semua dekorasi yang aku dan Nissa siapkan Lyra pasti akan suka"
Ben yakin karena ia cukup mengenal pilihan Lyra termasuk pilihan lelaki yang dicintai oleh Lyra sendiri.
Ed mengetuk - ngetuk kaki nya ke lantai menunggu kehadiran sang pujaaan hati. Semua event yang ia siapkan tepat di hadapan Eskalator, sehingga jika Lyra akan keluar ke pintu masuk Lyra harus turun dulu melalui Eskalator tersebut. Ini adalah ide yang sangat sempurna.
Saat Lyra turun nanti disana lah Ed akan berlutut dan meminta wanita nya itu menikah dan mengambil janji suci milik nya.
"Nona Lyra sudah keluar dari ruangan"
Anak buah Ben segera melaporkan ketika Lyra keluar dari ruangan dokter Johnny.
"Ed siap - siap! jangan gugup dan katakan semua yang ingin kamu katakan lalu lamar dia" ucap Ben sambil memberikan semangat untuk teman nya.
"Terimakasih Ben, untuk mu juga Nissa, aku tidak akan bisa menyiapkan ini semua tanpa kalian"
Namun sudah sepuluh menit sejak Lyra keluar dari ruang dokter Johnny kehadiran wanita itu tak kunjung tiba di Eskalator tersebut.
"Apa Lyra mampir ke suatu tempat? " Tanya Ed.
"Tidak, kita tunggu saja"
Namun tiba - tiba tim sukses Ben yang terdiri dari anak buah Ben melaporkan bahwa dalam beberapa detik Lyra akan sampai melalui Elevator yang ada di samping mereka.
Melihat Elevator yang hampir twebuka, Ed dengan sigap berlari ke arah sana dan seketika pintu Elevator terbuka Ed pun bertekuk lutut dan menyerahkan sebuket tulip merah ke hadapan wanita yang berada di Elevator.
Namun di Elevator tersebut banyak sekali wanita dan ibu hamil yang tertawa melihat lelaki tampan di depan mereka.
"Hmm Lyra? " panggil Ed.
Lyra yang berada di belakang wanita - wanita itu keluar dan melihat Ed bertekuk lutut seperti itu.
"Apa yang kamu lakukan? "
"Lyra ku mohon menikah lagi dengan ku!!! " Teriak Ed.
Ketika Ed berteriak dengan keras nya, segerombolan anak - anak yang ada di rumah sakit tanpa sengaja menghancurkan kelopak mawar berbentuk love itu dan berebutan mengambil balon - balon yang menghiasi pintu masuk.
"Oh ya Ampun" Ucap Lyra ketika melihat pemandangan itu.
"Tidak!!! Rencana ku!!! Usaha ku!!! "
"Kamu menyiapkan ini semua? " Tanya Lyra.
Ed hanya tertunduk lesu dan masih berharap tidak akan terjadi apapun terhadap banner nya, namun lagi - lagi seperti mendapatkan peringatan banner nya di tarik - tarik oleh anak - anak dilantai atas karena mereka penasaran dengan bentuk banner nya yang unik dan lucu.
.
.
__ADS_1
.
#bersambung