Istri Yang Terabaikan

Istri Yang Terabaikan
S3 EPISODE 104 - RUMAH SILVER


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah, dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa untuk memberikan dukungan lainnya ke karya author yang lain dengan judul "Cinta Ku Mafia Ku" dan "Pertemuan". Terimakasih....


...*...


...*...


...*...


...*...


Silver House.....


Nissa begitu panik ketika mendengar bunyi tembakan dari arah luar rumah nya. Semua jendela ditutup rapat dan para pelayan sibuk bersembunyi serta membawa Nissa ke tempat yang aman.


Bahkan Kate juga sampai ke rumah nya untuk membantu melindungi Nissa. Kate menggendong Collin dalam pelukan nya, dan Nissa membawa si kembar dalam gendongan nya. Mereka mulai mengevakuasi diri menghindari daerah yang memiliki kaca.


"Nyonya, bersembunyi lah ke ruang bawah tanah, kami akan mengamankan jalan untuk anda" Ucap Robert.


Meski Robert dulu pernah berbuat salah kepada keluarga ini, Nissa tak bisa mengungkiri bahwa ialah yang paling kompeten diantara pelayan lainnya. Dia jugalah yang banyak tahu tentang sejarah serta tempat - tempat tersembunyi di rumah besar ini.


"Tunjuk kan jalan nya" Jawab Nissa.


Kate dan Nissa pun segera mengikuti arah langkah Robert. Pengawal Nissa yang lain terus mengelilingi mereka demi melindungi Nissa dan anak - anak nya. Sepanjang perjalan mereka tak pernah menurunkan waspada nya sedikit pun.


Doorr......Dorrrrr.....


Dua buah tembakan mengenai sudut dinding, jika saja Kate tidak menarik Nissa, tembakan itu bisa mengenai nya.


"Keberuntungan lagi - lagi memihak mu ya, Nissa"


"Kau?!"


"Aku akan merebut posisi nyonya rumah ini dari mu, berikan saja anak - anak Ben ini padaku, karena aku akan menjadi ibu nya"


Dewina telah datang di hadapan Nissa dengan membawa omongan gila nya. Nissa memeluk si kembar lebih erat, bagaimana bisa Dewina masuk ke rumah ini dengan mudah. Nissa yakin bahwa tembakan dari luar itu juga ulah Dewina dan anak buah nya.


"Pergi dari sini, sebelum aku mulai marah!!" Ucap Nissa.

__ADS_1


"Kau kira aku akan takut? Setelah membuat ku viral di media dan aku kehilangan jati diriku, berani sekali kau mencoba melawan ku!!"


Anak buah Dewina pun bertambah banyak menghadang mereka. Nissa semakin panik, apalagi Dewina juga menginginkan anak nya dan menargetkan anak nya. Hal ini bisa membahayakan.


"Nyonya, pergilah, biar kami yang mengurus hal ini" Ucap Robert.


"Benar, Nyonya pergi saja, dan bawa tuan muda pergi jauh - jauh, kami akan menghalangi mereka semampu kami" Ucap Kate.


Meski Kate tidak memiliki kemampuan bela diri, tapi ia percaya dengan tangan kosong pun ia bisa menghajar wanita itu.


"Tidak! Kalian lah yang harus pergi dan bawa anak - anak ku, Lindungi dia dengan segenap jiwa kalian sampai Ben datang, Aku yakin Ben sedang dalam perjalanan ke sini"


Nissa tahu bahwa Terget Dewina adalah dirinya, sehingga tak mungkin Dewina melepaskan dirinya begitu saja, jika Nissa melawan Dewina di sini, maka anak - anak nya bisa selamat sambil menunggu kedatangan papa nya.


Yang bisa Nissa lakukan saat ini adalah membuat penghalangan agar anak - anak nya bisa pergi dengan selamat.


"Tapi Nyonya....."


"Kate, tolong! Target nya hanya aku, dia hanya menargetkan ku, jika dia memang ingin menargetkan anak ku, seharusnya ia juga menargetkan Adel, tapi buktinya tidak"


"Wah pintar juga kau, ku kira kau hanya wanita bodoh yang selalu memanfaatkan kebaikan Benedict, dan lihat si pewaris ini, wajah nya begitu mirip Benedict, aku semakin menginginkan untuk jadi ibu nya"


"Jangan sentuh anak ku!!" Nissa mengancam Dewina dengan kasar.


Naluri seorang ibu yang ingin melindungi sang anak lebih kental dan memiliki tekad besar yang tak terkalahkan.


Dari arah belakang Nissa, Bentley datang dan membawa selimut anti peluru. Nissa pun menyuruh Bentley dan Robert mengamankan anak - anak nya ke ruang bawah tanah. Nissa juga menyuruh Kate untuk ikut namun Kate bersikeras untuk menemani Nissa.


"Tidak ada gunanya kau melarikan anak mu, karena aku yang akan jadi ibu mereka, wanita seperti mu itu sangat kotor dan tidak akan pernah bisa menjadi ibu mereka!" Ucap Dewina dengan sombong nya.


"Hei, ucapan mu keterlaluan, memangnya kau sendiri sesuci apa sampai begitu sombong nya...."


.


.


.

__ADS_1



.


.


.


"Kate biarkan saja dia bicara seenaknya, dia tidak akan bisa menggantikan posisi ku, karena aku lah ibu mereka, dan aku yang melahirkan mereka, Kau tidak mencintai anak - anak ku maupun Ben, sehingga tidak mungkin anak - anak dan suami ku akan menerima dirimu"


"Apa?! Tapi akulah wanita yang suci !! ibu yang suci seperti ku lebih pantas jadi ibu mereka ketimbang dirimu!!" jawab Dewina dengan kesal.


"Cih!!! Ngaku nya aja suci, tapi kok ketergantungan narkoba, Kalau suci, nggak seharusnya tuh narkoba dikonsumsi, apalagi sampai kecanduan, emang nggak waras banget nih orang" Ucap Kate.


Kate selalu berbicara dengan berani dan frontal, itu juga lah yang membuat Nissa merasa aman di dekat wanita seperti Kate. Kate memberikan keberanian untuk nya bertahan.


"Siapa kau? Kenapa kau ikut campur? Kau tidak lihat berapa banyak pasukan yang ku bawa? kau pasti akan mati saat ini juga"


"Oh benarkah? Semoga saja itu membuat ku takut"


"Hah! Aku tahu! Kau juga mengincar Benedict ku? Serta anak - anak Benedict kan? tapi sayang nya kau dan Nissa juga akan mati saat ini juga karena aku akan jadi nyonya rumah di keluarga ini"


Plakkkk.......


"Aku tidak perduli soal rumah ini, tapi jika sekali lagi kau berbicara mengenai anak - anak dan suami ku, Aku sungguh akan melawan mu"


Nissa menampar Dewina cukup keras, disini tidak ada Ben yang akan membela nya, sebagai nyonya rumah, ia juga harus belajar untuk tegar dan berani membuat keputusan untuk menunjukkan eksistensi nya sebagai istri Ben.


"Berani sekali wanita kotor seperti mu, menampar ku"


Prokkk...prookk.....prokkk.... Kate bertepuk tangan dengan keras. Baru kali ini Kate melihat Nissa begitu berani, biasanya Nissa selalu saja berada dalam perlindungan Ben sehingga tak bisa dilihat keberanian dari wanita itu.


"Bagus Nyonya, tampar saja dia" Ucap Kate dengan senang.


"Kurang ajar!!!"


Dewina dan anak buahnya menodongkan pistol ke arah Nissa dan Kate. Begitu juga dengan Nissa, yang memegang pistol dan mengarahkan nya ke arah Dewina. Ben sudah memberikan pistol itu kepada Nissa untuk pertahanan diri, dengan lambang keluar silver di pistol itu, Nissa siap melawan Dewina.

__ADS_1


-bersambung-


..." Menunjukkan keberanian ku disaat membela mu, adalah hal penting bagiku"...


__ADS_2