Istri Yang Terabaikan

Istri Yang Terabaikan
S3 EPISODE 89 - MEMBUAT MU MENYADARI


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi novel Author yang baru dengan judul "CINTA KU MAFIA KU"...


...*...


...*...


...*...


...*...


Tak ada jawaban atau reaksi dari Ben. Sepanjang perjalanan nya, Nissa hanya merasa Kedinginan, Ben yang terus diam dan tak menoleh ke arah nya. Rasa nya sekujur tubuhnya membeku dan kedinginan, belum lagi hati nya yang terasa sakit dan nyeri.


Akhirnya mereka tiba di rumah sakit, Nissa sangat panik karena mereka telah berada di rumah sakit.


"Apa anak - anak sakit? Sakit apa? Apa parah?" Tanya Nissa khawatir.


Ben memilih mengabaikan nya karena kepala Ben terasa pusing, itulah yang sering di dapatkan oleh orang yang kurang istirahat. Nissa sungguh tak ingin melakukan hal ini, tapi Ben sungguh tak memiliki toleransi lagi kepada nya.


"Ben!! Apa yang harus ku lakukan untuk membuat mu berhenti marah? Mau semarah apa lagi kamu, agar bisa memberitahu kan apa yang terjadi pada anak ku?" Nissa berbicara dengan pelan dan penuh kesedihan.


Ben pun berbalik dan menatap Nissa yang sungguh - sungguh menyesal atas perbuatannya.


"Apa dengan ini kau tahu kesalahan mu? Apa kau bisa menyadari apa yang penting untuk mu?"


"Iya!! Aku salah dan aku sadar hanya kamu dan anak - anak yang penting bagiku, tapi ku mohon biarkan aku tahu apa yang terjadi pada anak - anak!!"


"Apa kamu akan melakukan hal yang sama lagi kedepannya?" Tanya Ben dengan serius.


"Tidak akan!! Aku bersumpah!! Aku ibu mereka Ben, aku berhak tahu atas apa yang terjadi pada mereka!! Atau kamu pukul saja aku!! Tampar aku sampai kamu puas!! Ikat aku sampai aku tidak bisa keluar ke mana - mana, tapi jangan jauhkan anak - anak dariku"


Hanya itulah yang Nissa bisa berikan kepada Ben, karena Nissa tak punya apapun untuk dijanjikan kepada Ben selain memberikan dirinya sebagai pelampiasan amarah Ben. Anehnya wajah Ben malah tak sesuai dengan apa yang Nissa harapkan. Ben terlihat marah dan sangat - sangat murka.


"Kau kira aku lelaki seperti apa?! mana bisa aku melayangkan tangan ku kepada wanita yang kucintai !! Semarah - marah nya aku, mana bisa aku memukul wanita ku!!!" Bentak Ben.


Semua pasien yang ada di rumah sakit mulai memperhatikan mereka berdua. Menjadi pusat perhatian di dalam rumah sakit nya sendiri, membuat Ben cukup benci dengan situasi ini.


"Kalau begitu maaf, Kamu salah besar jika memikirkan aku begitu mementingkan hal lain, meski aku salah tapi bagiku hanya kamu dan anak - anak yang terpenting, hanya kamu yang kucintai"


Nissa perlahan mendekat ke arah Ben, dengan lembut Nissa melingkar kan pelukan nya ke pinggang Ben dan merapatkan tubuhnya.


"Suami ku, maafkan lah aku, Aku salah, Aku janji tidak akan melakukan nya lagi, Aku sangat mencintai mu karena itu jangan marah padaku lebih dari ini, Aku tidak akan bisa menanggung nya, jika lebih dari ini"


Dengan perasaan berat dan terharu, Ben membalas pelukan itu dengan pelan namun tak ingin menunjukkan ekspresi nya lebih jauh, karena Ben harus tetap menjaga harga dirinya.


"Jangan kira dengan ini aku memaafkan mu ya!! Kamu harus terus membujuk ku!! Aku bukan orang yang mudah dibujuk" Ucap Ben.

__ADS_1


"Baik, biarkan aku terus meminta maaf padamu seumur hidup ku ini"


Setelah lama berpelukan, Nissa terus menarik baju Ben dari belakang, Nissa masih takut Ben akan meninggalkan nya lagi.


"Lepaskan lah, tidak nyaman berjalan sambil begini" Ucap Ben kepada Nissa.


"Tidak mau!! Aku takut kamu akan pergi lagi dari ku!!"


"Tidak akan!! Jalan yang benar!!"


Nissa dengan berat pun akhirnya berjalan di samping Ben, sambil terus menatap ke arah Ben, takut - takut nya lengah sedikit saja, Ben akan meninggalkan nya.


"Lihat ke depan, nanti kamu tersandung jalan nya!!"


"Aku tidak akan mengalihkan pandangan ku!!" Jawab Nissa dengan penuh tekad.


Criitttt...."Awaassss!!!"


Sebuah kursi roda hampir menabrak Nissa, namun segera Ben hentikan dengan cepat.


"Makanya jalan lihat ke depan!!" Ben memarahi Nissa.


"Maaf"


"Masa sih? Mungkin karena lama berada di luar"


Nissa baru ingat jika dirinya belum mandi sama sekali sejak ia pergi dari rumah, bahkan setelah badai dan kembali pun, ia terus menunggu di luar rumah.


"Kamu memang benar - benar bodoh!! Aku benar - benar gila melihat mu terlalu bodoh begini!!"


Ben pun akhirnya melunak dan menggenggam tangan Nissa. Tak lama mereka pun sampai di ruangan Collin. Dengan berlari Nissa segera memeluk Collin, sambil menangis, memeluk dengan kuat serta mencium Collin yang terbaring lemah itu.


"Collin sudah bisa istirahat dengan baik, lebih baik biarkan dia istirahat" Ucap dokter Eric kepada Nissa.


"Collin kepada dok?"


"Hanya demam saja, Karena tidak bisa beradaptasi dengan perubahan cuaca dan gigi nya akan tumbuh saja"


"Oh Collin, my baby Collin"


"Dokter, tolong jaga Collin dan Adel sebentar ya, aku dan istriku akan pergi sebentar" Ucap Ben kepada dokter Eric.


"Baik, jangan lama - lama ya tuan"


"Tentu"

__ADS_1


Ben menarik Nissa untuk keluar, namun Nissa malah berusaha melepaskan diri dari Ben. Namun kekuatan Ben yang kuat tak mampu Nissa kalahkan, dan Ben pun berhasil menyeret Nissa keluar dari kamar.


"Aku tahu kamu mau membuat aku jauh dari Collin lagi kan? Please sayang hiks...hikss..Collin sedang demam, biarkan aku disini, aku mau sama Collin" Nissa membuat wajahnya berantakan dengan ingus nya.


"Ugghhh!! Diam bisa nggak?!! Kepala ku pusing tau!! Aku kurang tidur sejak kemarin!! Tolong jangan menyusahkan ku dengan rengekan mu lagi, Biarkan Collin istirahat!! Collin nggak akan bisa istirahat kalau kamu berisik"


Nissa akhirnya menutup mulut nya masih sambil terisak. Hingga akhirnya Nissa sadar bahwa mereka malah sampai di kafetaria rumah sakit.


"Ini kafetaria? Kenapa kesini?"


"Buat makan? Tapi aku nggak lapar"


"Siapa bilang buat kamu?! Aku yang lapar kok! Sekalian beliin makanan buat Adel dan Collin"


Gimana Nissa rasanya diperlakukan dengan tinggi dan kemudian dijatuhkan dengan harapan - harapan yang ada? Kamu harus mulai sadar betapa besarnya hatiku selama ini, aku nggak akan menjadi lelaki yang mudah seperti dulu lagi....


"Jadi mau makan atau nggak?!" Tanya Ben ke Nissa.


"Mau!!"


.


.


.


.



.


.


.


.


Ben...Aku tahu kamu berusaha keras untuk tidak menunjukkan perhatian mu padaku, Aku tahu kamu khawatir padaku karena belum makan dan kamu semakin khawatir merasakan tubuhku yang dingin, jika kedepannya kamu tidak akan bersikap baik padaku seperti dulu, Aku akan menerima nya..... setidaknya inilah hukuman untukku, Alih - alih memberikan pukulan padaku, kamu lebih memilih berpura - pura untuk tidak terlalu menunjukkan perasaan mu


"Ben Terimakasih"


-bersambung-


..."Aku terlalu buta untuk menyadari betapa beruntungnya aku memiliki berlian di hidup ku"...

__ADS_1


__ADS_2