
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi karya Author yang lain dengan judul "PERTEMUAN", "TAKDIR", dan "CINTA KU MAFIA KU"....
.......
.......
.......
Aku Mencintaimu.....
Kata itu seperti mantra yang menghipnotis dengan kuat nya. Sulit untuk tidak tertarik dan terbuai oleh kata itu. Satu hal yang pasti kata itu terus terngiang di kepala Nissa dan ikut kedalam buaian mimpi nya.
Drrt....drrrt....drrrt...
Tanpa sadar, Alarm mereka berbunyi. Untuk sampai di rumah pagi nya, Otomatis mereka perlu pergi pukul dua malam. Karena perjalan kembali cukup jauh.
Nissa merentangkan tangan nya dengan bebas dan tanpa sadar sepasang mata terus menatap nya sejak tadi. Nissa segera menarik selimut nya dan menutup sampai ke wajah nya.
"Kamu cukup liar semalam" Ucap Ben.
Dengan maksud hanya menggoda istri nya, tanpa disadari ia malah ikut merasa bergairah kembali dengan ucapan itu. Mengingat kembali adegan tadi malam membuat akal sehat Ben hilang begitu saja.
"Apa kamu tidak tidur?" Tanya Nissa malu - malu.
"Apa aku perlu tidur? Siapa yang meremehkan staminaku semalam?"
"Ayo kita siap - siap, kalau tidak kita bisa telat...."
Ben menarik tangan Nissa dan mendekap nya dengan cepat.
"Bagaimana jika satu ronde lagi? meskipun Aku masih kuat jika lebih dari beberapa ronde"
"Tapi tadi kan sudah lebih dari tiga...."
"Itu masih kurang, istri ku"
Manis dan menggoda, suara Ben yang berbisik di telinga Nissa. Nissa kira hanya kaum wanita yang bisa membuat suara manis dan menggoda tapi ternyata suami nya juga termasuk ke dalam lelaki yang bisa menggoda hanya dengan suara nya.
"Tidak!! Aku tidak mampu lagi untuk bangun"
Bahkan untuk membuat nya bangun dari tempat tidur saja sudah tak mampu. Rasanya pinggang dan tubuh nya telah mati rasa.
"Meski aku memohon seperti ini?"
Ben mendekat kan wajah nya ke arah Nissa dan tersenyum nakal bahkan Ben juga mendekat ke arah Nissa sambil menatap tajam dengan tatapan yang membara. Hawa panas seolah mengelilingi mereka dan yang ada hanya lah desah nafas mereka.
"Pokok nya tidak!!"
Sebelum Nissa tidak akan bisa bangun untuk besok nya, Nissa harus mempunyai kesadaran akan berhenti. Jika tidak Ben tak akan pernah melepaskan nya dengan sebentar.
"Meski pun sekali tidak boleh?" Lagi - lagi Ben menggoda Nissa dengan belaian aneh di sekujur tubuh Nissa itu.
"Bennnnnnn"
"Meski aku bilang aku mencintaimu?"
Lagi - lagi Kalimat itu, ucapan yang seperti mantra itu menyihir Nissa dengan cepat dan membuka hatinya. Sulit untuk tidak jatuh pada pesona milik suami nya ini. Wajah tampan nya yang mengatakan cinta dengan membara dan menggoda membuat Nissa meleleh bahkan sebelum mereka mulai bergerak.
__ADS_1
"Kalau begitu sebentar saja ya"
"Tentu saja"
Ben dengan cepat berada di atas Nissa dan Nissa terus mengerang dengan rintihan yang semakin membuat Ben membara dan jatuh dalam jurang penuh hasrat. Bagian tubuh bawah mereka bersatu dan terus menyatu dalam ritme yang menggoda.
"Cukup...kata nya cuma sekali"
"Karena kamu mengeluarkan suara yang menggoda aku tidak bisa berhenti sama sekali"
"Ben sudah....."
"Sedikit lagi ya"
Cukup lama bagi mereka menyelesaikan nya.
.
.
.
Ben keluar dari kamar dengan wajah berseri sedangkan Nissa terlihat sangat capek dan terkulai dalam gendongan Ben. Nissa bahkan tak mampu untuk bangun dan duduk tanpa bantuan Ben. Meski begitu Ben terlihat sangat puas sekali.
"Pasang sabuk pengaman mu, atau aku akan memasangkan nya dengan cara yang erotis"
"Ben cukup!!!"
Pemandangan Nissa yang digendong seperti seorang putri raja membuat ia malu. Seolah setiap orang yang melihat nya tahu apa yang telah mereka lakukan. Nissa hanya ingin segera tidur dan mengistirahatkan dirinya.
Melihat Nissa yang tertidur pulas di dalam mobil, Ben pun tersenyum dan berkata....
.
.
.
"Nyonya! Ada apa?! Apa anda terluka?"
"Nyonya terluka?"
"Bagaimana bisa?"
"Cepat siapkan obat! Tidak!! Panggilkan dokter!!"
Nissa hanya bisa tertunduk malu, ia dikira sebagai pasien yang terluka berat karena tak bisa berjalan sendiri setelah habis melalui malam panas nya bersama sang suami.
"Tidak perlu....Aku baik - baik saja" Jawab Nissa.
"Mana mungkin baik - baik saja jika harus digendong begitu"
"Mana pelayan yang lain?"
"Nyonya kita sedang sakit"
Seisi rumah sangat heboh dan terus berisik.
__ADS_1
"Semuanya...."
Nissa yang kehabisan energi sejak tadi tak bisa berbicara dengan kuat. Ben melihat itu hanya memandang dengan seru karena ia begitu menikmati ekspresi Nissa.
"Bentley...."
"Masakan makanan terbaik untuk kesembuhan nyonya"
"Apa yang dibutuhkan untuk wanita yang sakit?"
"Sakit apa nyonya?"
"Entahlah yang pasti nya nyonya tidak bisa berjalan"
"Bentley...."
Bentley dan pelayan lain sibuk berteriak sambil memanggil pelayan lain nya hingga suara dari Nissa tak terdengar sama sekali.
"Aku hanya ingin istirahat!!!!" Teriak Nissa akhirnya.
Namun lagi - lagi semua pelayan heboh karena Nissa yang sakit ingin istirahat. Mereka mengira Nissa masih sakit dan ingin segera istirahat.
"Cukup!!" Ucap Ben Akhirnya.
Pemandangan itu cukup seru untuk Ben Nikmati, namun jika berlanjut lebih lama bisa - bisa Nissa akan ngambek semalaman kepada dirinya.
"Biarkan istri ku istirahat, aku akan menjaga nya, bawakan saja air hangat dan handuk hangat serta sup ikan untuk menambah stamina istriku"
Wajah Nissa langsung merah padam,. Secara tidak langsung Ben mengatakan bahwa stamina Nissa sangat kurang sehingga bisa sakit seperti ini dalam hubungan suami istri mereka.
Ben segera membawa Nissa ke kamar mereka meskipun Nissa sudah hilang kesadaran nya karena malu. Nissa menutupkan wajah nya kedalam pelukan Ben. Sedangkan para pelayan yang melihat hal itu ternganga dengan lebar.
.
.
.
"Memalukan! Aku tidak bisa lagi menemui mereka" Ucap Nissa dengan kesal.
"Kenapa tidak bisa?"
"Semuanya karena kamu mengatakan nya dengan jelas begitu, tidak lihat semua ternganga seperti tadi"
"Biarkan saja, paling dalam beberapa hari mereka akan lupa"
"Ben kenapa kamu sekarang semakin jahil kepada ku? Apa menyenangkan melihat ku seperti tadi?!"
"Sangat menyenangkan" Goda Ben dengan manis.
"Ayo kita sering - sering pergi menghabiskan waktu berdua....tidak selalu berdua, Aku tahu dihatimu aku tidak lebih penting dari yang lain nya tapi...."
"Itu tidak benar, kamu sama pentingnya dengan hal lain, tapi karena anak - anak masih kecil aku ingin mencurahkan waktu bersama mereka lebih lama"
"Meski begitu....Jika ada 7 hari yang kamu punya, tolong berikan aku satu saja hari mu dari 7 hari yang ada, Aku juga ingin memiliki kamu sendiri"
"Kenapa?"
__ADS_1
-bersambung-