
...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa untuk memberikan dukungan ke karya author yang lain dengan judul "Cinta Ku Mafia Ku" dan "Pertemuan"....
...*...
...*...
...*...
...*...
Ben telah sampai di rumah sakit, Nissa sedang menjalani pemeriksaan di ruang pemeriksaan nya. Saat itulah Lyra datang ke hadapan Ben.
"Ben dimana wanita itu?" Tanya Lyra.
"Siapa? Dewina?"
"Ya"
"Dia sedang berada di kastil keluarga Canvendish, Alex yang membawanya, Mr Frank juga disana"
"Kau membiarkan nya?"
"Tidak, Untuk mengeksekusi mereka, itu wewenang keluarga Canvendish karena mereka telah membuat Edison mengalami luka berat, aku sedang menunggu surat persetujuan dari pihak keluarga kerajaan dan Dubes negara mereka"
"Jika sampai mereka tidak dieksekusi, Aku yang akan membunuh mereka dengan tangan ku"
"Mustahil mereka bisa lolos, setelah menghancurkan rumah keluarga Silver serta menculik anak keluarga Canvendish, jika diampuni pun mereka pasti akan dijadikan budak dan seluruh kekayaan nya akan diambil negara"
"Dia sudah membuat Edison sekarat !! Aku tak mungkin membiarkan nya jika mereka diampuni"
Mata yang terus menyala - nyala karena amarah, Ben bisa melihat kesungguhan hati Lyra dan mengetahui perasaan Lyra dengan baik.
"Kau masih mencintai nya" Ucap Ben.
Lyra terkaget dengan ucapan Ben dan memandang Ben dengan penuh rasa malu, Lyra mungkin telah lama menyembunyikan perasaan nya dan tak ingin berpegang pada perasaan itu, namun Ben kembali menyadarkan nya akan hal itu.
"Tidak ada gunanya menutupi semua nya darimu, kuharap Edison segera sadar" Lyra hanya bisa menghela nafas dalam - dalam.
"Apa Edison masih belum bisa sadar? berapa lama?"
"Entahlah, dokter bilang kerusakan tubuhnya sangat parah, dia disiksa berbulan - bulan bahkan sampai kekurangan gizi, Lalu... bagaimana dengan Nissa mu? Apa dia baik - baik saja?"
"Istriku sedang diperiksa, tapi dia juga sempat kritis, tubuhnya kejang - kejang ketika di bawa dengan ambulans"
__ADS_1
Ben masih ingat ketika melihat Nissa yang kejang - kejang karena kehilangan nafas saat di ambulans, seperti nya tubuhnya mengalami syok karena terkena ledakan itu.
"Anak - anak mu? mereka baik - baik saja?"
"Tentu saja, mereka akan segera kemari"
"Apa kau melihat keberadaan Bianca?" Tanya Lyra dengan serius.
"Bianca?"
"Prajurit wanita, anak buah Mr. Frank, dia kaki tangan Mr. Frank, sejak tadi aku mencari keberadaan nya, dia jugalah yang menyiksa Edison di dalam tahanan, Aku menanyakan hal itu dari para tahanan yang selamat"
Keberadaan Bianca masih belum diketahui siapapun, dan Lyra masih merasakan bahwa masalah ini belum selesai, jika Bianca belum mereka temukan.
"Di rumah ku, tidak ada siapapun dari pihak Mr. Frank, semua sudah di tangkap" Jawab Ben.
"Baiklah, Aku yang akan mengurus Bianca, Kamu urus saja keluarga mu, semoga Nissa cepat sembuh"
"Terimakasih Lyra"
Lyra pun segera pergi dan kali ini tujuan nya adalah kastil keluarga Canvendish.
.
.
.
"Lyra, bukan kah kau menjaga Ed di rumah sakit?" Tanya Alex yang melihat kedatangan Lyra dari halaman rumah.
"Aku hanya mampir sebentar, Ed sedang dijaga oleh John disana, Aku ingin menemui wanita itu dan Mr. Frank, Lalu apa kau menemukan keberadaan Bianca?"
"Tidak, Yang pasti terkahir kali dia ditemukan dialah pelaku yang mengebom rumah sakit, tempat rehabilitasi Dewina, Anthony sibuk mengurus semua kerugian itu, bahkan berani mengebom rumah Grand Duke, mereka itu gila!!"
"Tolong bawakan aku ke hadapan Dewina, Aku ingin bicara dengan nya"
Alex pun membawa Lyra ke hadapan Dewina. Dari balik jeruji besi, Lyra melihat seorang wanita yang dibalut perban seperti mumi, seperti nya Dewina sudah diberikan pengobatan, bahkan Mr. Frank ada disana dengan rantai di tubuhnya.
"Bagaimana rasanya dirantai seperti itu? Bahkan kalian juga diberi pengobatan, ini tak sebanding dengan apa yang kalian lakukan pada Ed!!" Ucap Lyra dengan tenang.
"Hah! si Canvendish itu telah jadi budak kami, tubuhnya sudah tercap lambang budak keluarga kami, lalu apa perduli mu, hey wanita?" Dewina masih saja terlihat sombong.
"Tidak, lambang itu akan hilang, meski harus melakukan operasi plastik, aku akan menghapus luka itu, tapi apa kau tahu bahwa ia Sekarat?! Aku berjanji tak akan membiarkan kalian lolos! Meski kalian lolos pun aku akan membunuh kalian dengan tangan ku!!"
__ADS_1
"Dia Sekarat? Hahahaha! Rasakan! Itu balasan bagi seorang pengkhianat, dia sendiri yang menjual dirinya pada kami, demi menjadi mata - mata dia sendiri yang membuat dirinya ketahuan oleh kami"
Krangggg.....Bunyi rantai saling beradu terdengar sangat nyaring....
"Tolong ampuni anak saya, saya gelap mata karena memanjakan nya, tapi hukum saja saya, jangan bunuh anak saya" Mr. Frank berlutut dengan kaki nya yang terantai.
"Sejak awal, Ed tidak berpihak pada kalian, dan dosa ini harus kalian bayar berdua tanpa boleh ada yang lolos seorang pun, Termasuk Bianca, jangan harap dia akan lolos dariku, Aku bukan Ben, yang akan menunggu surat dari keluarga kerajaan, Aku akan membunuh mangsa ku jika mereka ada di hadapan ku, Semoga kalian merenungkan dosa kalian sampai tiba eksekusi dilakukan"
Lyra sudah cukup mengatakan apa yang ingin ia katakan, Tapi melihat keadaan Edison, rasanya sangat membuang - buang waktu karena mereka bahkan tak sadar dengan kesalahan mereka.
Lyra masih mengingat bagaimana tubuh Edison terbaring kaku, ketika ia temukan.
.
.
.
.
.
.
Tubuhnya kurus, pucat, dan sangat dingin, syukurlah Lyra masih menemukan Edison bernafas, meski sangat pelan dan tipis untuk dirasakan.
Srukkk.....Tubuh Lyra terjatuh lemas ketika keluar dari ruang bawah tanah itu, rasanya memuakkan berbicara pada orang seperti mereka.
"Lyra, kau baik - baik saja?" Tanya Alex khawatir.
"Aku takut sekali, ku kira aku sudah terlambat....Tapi syukurlah, Syukurlah....Ed selamat, ku harap Ed bisa bertahan dan membuka mata nya segera"
Alex tak menyangka bahwa wanita yang tadi berjuang dengan hebat dan keren saat misi penyelamatan tadi bisa serapuh dan selemah ini. Wanita yang kuat dengan senjata ditangan nya dan berenang menuju pulau dengan nafas nya, bisa menunjukkan kelemahan nya. Mungkin karena perasaan nya itulah yang menjadikan nya ia kuat dan berjuang demi Edison.
"Tentu saja, Ed harus bangun, dia sudah lama merindukan mu, dia selalu melihat foto kalian dan terus mencari keberadaan mu, Lyr, kurasa tidak ada salah nya kalian memulai kembali, apa yang harus dimulai kembali"
"Tunggu...Apa maksudnya foto?"
-bersambung-
..."Wanita bisa menjadi kuat lebih dari yang pria bayangkan ketika perasaan nya mendorong nya untuk melindungi orang yang paling berharga baginya"...
__ADS_1