Istri Yang Terabaikan

Istri Yang Terabaikan
S3 EPISODE 130 - BERSAMA MU


__ADS_3

...Sebelum membaca novel ini jangan lupa untuk memberikan like, vote, hadiah dan komentar nya agar author semakin semangat dalam menulis novel ini. Jangan lupa juga untuk mengunjungi karya Author yang lain dengan judul "PERTEMUAN", "TAKDIR", dan "CINTA KU MAFIA KU"....


.......


.......


.......


Karena waktu nya telah diganggu oleh Collin, Ben datang ke perusahaan dengan tekad kuat nya. Ben memikirkan bagaimana cara agar ia dan Nissa punya banyak waktu untuk berdua tanpa gangguan anak - anak. Jujur saja meski sudah memisahkan kamar mereka dari anak - anak, Si kembar bisa saja bangun di tengah malam atau pun Collin yang tiba - tiba masuk seperti pagi ini.


"Siang Boss" Ucap Anthony yang tanpa sengaja bertemu Ben di Elevator.


Ben masih asik dengan pikiran dan ide berlian milik nya. Ia memiliki ribuan cara dan ide yang ingin ia coba.


*Apa ku pasang saja kunci dengan gembok besar di kamar ku?


Atau menitipkan anak - anak selama beberapa malam?


Mungkin kencan di malam hari sampai besok*?


"Boss? Apa yang anda pikirkan sampai tidak menjawab ucapan saya?" Anthony mendekat kan wajah nya ke hadapan Ben dengan sangat aneh.


"Wooaaahhh!!!" Ben begitu terkejut ketika sadar wajah Anthony tepat berada di hadapan nya.


"Apa yang kau lakukan sih Anthony?!!"


"Apa ada masalah boss? Atau anda begini karena menginginkan koleksi lengkap dari foto yang saya kirim kan? Tenang saja saya masih punya banyak, Akan saya kirim jika anda menambahkan bonus saya"


"Bisakah kau diam?!! Aku sedang berfikir" Bentak Ben dengan serius.


"Baiklah, kalau begitu gratis deh, Akan saya kirim foto nya sekarang, Kenapa anda kaku begitu?"


Ben memasang wajah heran ketika mendengar ucapan itu keluar dari mulut seorang Anthony. Ternyata Kate memberikan banyak perubahan kepada Anthony.


Siapa yang kaku? Lihatlah wajah mu yang kaku itu !! Bercanda dengan wajah kaku mu itu sangat menyeramkan!! Dasar Anthony !!


Selagi keluar dari Elevator dan berjalan menuju ke ruangan nya, Ben dan Anthony melihat Kate yang sudah siap sedia di meja nya sambil membawa sebuah kotak besar.


"Hadiah dari siapa ini?" Tanya Ben.


"Yang pasti ini bukan untuk anda, karena anda sudah punya istri jadi jangan cemburu dengan hadiah seperti ini ya boss" Ucap Kate.


"Haaah"


Ben malas meladeni dua orang yang sedang dalam mabuk cinta itu, lalu ia pun segera masuk ke ruangan nya. Ben baru sadar bahwa dia dan Nissa belum pernah melakukan kencan dengan semestinya layak orang pacaran. Ketika melihat Anthony dan Kate, ada rasa keinginan untuk berdua dengan Nissa layaknya orang yang sedang berkencan dan di mabuk cinta.

__ADS_1


Ketika bertemu Nissa untuk yang pertama kali, Ben dan Nissa hampir tidak pernah bertemu karena Ben sering keluar negeri. Saat Adel lahir kebersamaan mereka cukup sedikit untuk dikatakan berdua. Bahkan saat menikah mereka banyak menghabiskan waktu bersama Adel.


Ketika Collin lahir lebih parah lagi, karena kemanapun mereka pergi bahkan tidur malam hari nya Nissa selalu memprioritaskan Collin dan si kembar.


"Haaah Orang lain pasti berfikir aku gila cemburu kepada anak sendiri" Ucap Ben dengan dirinya sendiri.


Akhirnya Ben menyerah akan ide - ide nya itu dan mencoba bersikap layaknya jadi seorang Ayah bukan sebagai suami. Tapi terkadang Ben begitu benci dengan rasa tidak peka yang Nissa punya dan itulah bakat menarik Nissa.


Malam nya.....


"Aku Pulang" Ucap Ben.


Nissa berlari menyambut Ben dan langsung memeluk Ben dengan erat.


"Selamat datang"


Nissa tiba - tiba berinisiatif mencium pipi Ben, Ben tahu ini Nissa lakukan karena merasa menyesal atas kejadian pagi tadi.


"Kamu mau makan atau mandi dulu?" Tanya Nissa.


"Aku mau mandi dulu, Anak - anak di mana?"


"Collin dan si kembar sedang ada di ruang bermain bersama para pengasuh"


"Baiklah kalau begitu aku mandi dulu"


"Kenapa Aku begitu menyedihkan? Apa semua pria juga seperti itu kepada istri nya?"


Selesai mandi Ben mencari keberadaan Nissa di kamar namun tak kunjung ia temukan. Ben menyusuri rumah dan menanyakan pelayan di mana istri nya berada. Salah satu pelayan mengatakan bahwa Istri nya sedang berada di tepi kolam renang sedang menyiapkan sesuatu.


Ketika menuju ke kolam renang, suasana di kolam begitu remang namun banyak lilin yang menyala serta ada makanan dan minuman di atas meja yang sedang Nissa siapkan.


"Ada apa ini?" Tanya Ben.


"Duduk lah" Nissa menunjuk ke salah satu kursi yang ada.


"Ada apa ini tiba - tiba?"


"Aku tahu kamu kecewa dengan tadi pagi, makanya aku ingin menebus pagi tadi dengan malam ini"


"Dinner? and Candle?" Tanya Ben.


"Yes And Me"


Ben hanya tersenyum bahagia dan memandangi Nissa dengan tatapan cinta ketika Nissa menyiapkan semua nya dengan serius.

__ADS_1


"Kamu suka? Malam ini aku akan menemani kamu, Anak - anak sudah kutitip ke pengasuh, dan seperti nya si kembar sudah tidur"


"Maaf jadi membuat mu susah begini"


"Nggak lah, Aku malah senang berdua dengan mu bersama mu melihat langit malam meski hanya di tepi kolam seperti ini"


Mereka makan dalam keheningan, meski mata mereka terus saling bertatapan dan tangan Ben tak ingin melepaskan jari Nissa yang ia genggam sejak tadi. Meski sulit untuk makan dengan satu tangan tapi Ben begitu bahagia.


Melihat cincin pernikahan mereka di tangan Nissa membuat Ben merasakan bahwa mereka memang suami dan istri. Mungkin Ben bukan Ayah yang baik karena cemburu dengan anak nya sendiri tapi meski begitu Ben selalu ingin memberikan yang terbaik bagi anak - anak nya sehingga Ben selalu banyak menahan dirinya bahkan ketika Nissa sedang hamil saat itu.


"Kapan kamu ada waktu libur?" Tanya Nissa tiba - tiba.


"Mungkin Beberapa bulan lagi, kenapa?"


"Ayo kita liburan"


"Boleh, mungkin Turkey atau Finlandia akan sangat disukai anak - anak, Aku akan melihat jadwal ku lagi"


"Bukan..."


"Bukan? Kamu tidak mau ke sana?"


"Bukan bersama anak - anak Ayo kita liburan berdua saja" Ucap Nissa.


Ben tidak tahu apa ini hal yang benar tapi ia senang meski itu adalah hal yang sulit karena si kembar terlalu kecil untuk mereka tinggal. Ben tahu Nissa sedang berusaha membuat nya merasa lebih baik, karena itu Ben pun bangun dan mendekat ke arah Nissa.


.


.


.



.


.


.


"Kalau begitu bagaimana dengan perjalanan yang dekat?"


"Perjalanan yang dekat?" Tanya Nissa.


"Iya, Nissa apa kamu mau berkencan dengan ku?"

__ADS_1


-bersambung-


..." Waktu kebersamaan mungkin akan sering berkurang setiap waktu yang ada tapi perasaan tidak akan semudah itu berkurang"...


__ADS_2