Jangan Sentuh Aku

Jangan Sentuh Aku
Permintaan Terakhir Bunda


__ADS_3

Aku masih menggenggam erat tangan Bunda, seraya mencium punggung tangannya. Air mataku pun terus mengalir, saat aku melihat keadaan Bunda yang semakin tidak berdaya. Terlihat jelas guratan-guratan di kulitnya, menambah pilu siapapun yang melihat itu.


"Menikahlah dengan Bayu, Nak.. Hanya itu permintaan terakhir dari, Bunda.." ucap Bunda lirih seolah memohon padaku untuk terakhir kalinya.


Perkataan Ibu masih saja terngiang di telinga, meski kini aku telah memenuhi permintaan terakhirnya. Iyaa benar, aku kini telah menyandang status sebagai se'orang istri dari Bayu Aji. Dia adalah anak dari sahabat almarhum Ayah, sekaligus rekan kerjanya. Ternyata perjodohan aku dan Bayu sudah di rencanakan oleh kedua orang tua kami, bahkan sejak aku masih ada di dalam kandungan Ibu.


Sejak kecil, aku dan Bayu memang sangat dekat. Terutama dengan adik perempuan Bayu yang bernama Ayu Aji, kami bahkan seperti anak kembar karena sering kali terlihat bersama saat bepergian.


"Kamu lagi melamun, Ris..?" tanya Ibu mertuaku tiba-tiba yang dari dulu sudah aku anggap seperti Ibuku sendiri.


"Gak kok Maa, Risha cuma kangen sama Ayah dan Bunda.." sahutku sembari tersenyum.


"Nanti kalau Papaa dan Bayu libur, kita pergi ziarah ke makam Ayah dan Bunda kamu yaa.. Sekarang jangan sedih lagi, sekarang kan ada Mamaa dan Papaa terus ada Bayu serta Ayu yang sangat menyayangi kamu, Risha.." ujar Mamaa yang berusaha untuk menghiburku, sama halnya seperti yang Ia lakukan sebelumnya untukku.


"Terimakasih yaa Maa, aku bersyukur banget karena ada Mamaa dan Papaa yang sangat sayang sama aku.." ucapku sambil memeluk erat tubuh Mamaa yang selama ini memperlakukan aku seperti anaknya sendiri.


"Iyaa Sayang, sama-sama. Sekarang Mamaa mau ke dapur dulu yaa, Mamaa mau siapin makan malam buat kita semua.." ucap Mamaa.


"Risha bantuin yaa, Maa.."


"Tidak usah Sayang, kamu lanjutkan saja mengetiknya yaa.." sahut Mamaa yang selama ini selalu melarang aku untuk membantunya mengerjakan pekerjaan rumah, dengan alasan karena tidak ingin membuatku merasa lelah. Dan juga karena Mamaa tahu akan kesibukanku sebagai se'orang penulis buku.


Aku pun memilih untuk masuk ke dalam kamar, melanjutkan kembali menulis buku yang saat ini sedang aku kerjakan. Setelah cukup lama, aku merebahkan tubuh yang terasa sangat lelah di atas tempat tidur. Namun tiba-tiba pintu kamar terbuka, dan mataku menangkap sosok yang selama satu bulan ini membuatku sangat kesal.


"Bisa gak sih kalau masuk kamar itu ketuk pintu dulu..?! Jangan main nyelonong aja kaya maling.." ucap ku kesal.

__ADS_1


"Hey,, kamu gak sadar atau lupa ingatan..?! Ini tuh kamar aku, jadi suka-suka aku donk mau masuk ketuk pintu dulu atau gak.." sahut Bayu yang saat itu baru saja pulang dari kantor.


"Percuma ngomong sama kamu, gak akan pernah ngerti juga. Pokoknya aku mau pindah dari rumah ini, biar aku bebas dan gak perlu lagi tidur sekamar sama kamu.." karena selama satu bulan ini kami memang tidak pernah tidur satu ranjang, aku memilih untuk tidur di atas sofa atau di bawah dengan kasur lipat.


"Kamu pikir aku mau sekamar sama kamu, hahh..?! Kalau bukan karena permintaan orang tua kita, aku juga gak akan mau menikah sama kamu.." ucap Bayu yang juga tidak pernah menginginkan perjodohan ini, namun Ia berusaha untuk menjadi anak yang berbakti dengan menuruti kemauan orang tuanya.


"Kamu pikir aku juga mau menikah sama kamu..?! Gak pernah sedikitpun, makanya kamu harus ngomong ke Mamaa dan Papaa kalau kita mau beli rumah sendiri, titik.."


Setelah mengatakan itu, aku pun langsung keluar dari kamar. Karena berbicara berlama-lama dengan pria itu membuatku semakin emosi, sebenarnya Bayu juga tidak salah. Hanya saja keadaan dan kenyataan yang terjadi, yang membuat hubungan kami kini semakin jauh dan sering kali di selimuti pertengkaran. Namun untung saja, Mama dan Papaa tidak pernah tahu tentang hal itu.


🐝


"Bay,, kamu harus kurangi kesibukan kamu di kantor, sesekali ajak Risha jalan-jalan kalau perlu kalian juga harus bulan madu. Biar Mamaa sama Papaa cepat mendapatkan cucu.." ujar Mamaa di saat makan malam.


"Iyaa Maa, Bayu juga lagi berusaha keras kok untuk bisa ngasih Mamaa dan Papaa cucu.." sahut Bayu dengan asal, membuatku yang mendengar itu hanya bisa menarik nafas panjang.


"Sudah siap, maksud Mamaa..?" tanyaku yang berpura-pura tidak mengerti dengan apa yang baru saja Mamaa katakan, karena jujur saja. Jika membahas masalah kehamilan dan memiliki anak, membuatku seolah ingin kabur saja saat itu juga.


"Maksud Mamaa, kamu sudah siap bukan memberikan Mamaa cucu dan menjadi se'orang Ibu..?" tanya Mamaa yang memperjelas pertanyaannya padaku.


"Iy-iyaa Maa, Risha siap kok. Cuma--"


"Cuma apa Risha..? Apa ada masalah..?" tanya Mamaa dengan raut wajah yang cemas, mungkin karena Ia berpikir bahwa ada masalah dengan diriku yang membuatku sulit untuk hamil.


"Gak ada masalah apa-apa kok Maa, cuma aku sama Mas Bayu pengen bisa hidup mandiri. Kami berencana pengen beli rumah, dan hidup berdua aja, Maa.." ucap ku seraya menarik nafas, karena aku merasa cemas dan takut jika saja Mamaa dan Papaa tidak setuju dengan keinginanku itu.

__ADS_1


"Iyaa Maa, Paa.. Biar aku dan Risha bisa fokus membuat cucu untuk Mamaa dan Papaa.." sahut Bayu yang ikut menimpali, namun ucapannya membuatku tercengang seketika. Karena tidak menyangka, bisa-bisanya dia menggunakan alasan itu untuk membuat Mamaa dan Papaa setuju.


"Iyaa Maa, Paa.. Biarin aja Kak Bayu dan Risha ehh Kak Risha tinggal berdua, biar mereka bebas mau ngapa-ngapain kapan aja dan dimana aja,hee.." ujar Ayu yang ikut mendukung rencanaku dan Bayu, karena memang sebelumnya aku sudah memintanya untuk membantu.


"Bagaimana menurut, Papaa..?! Apa kita izinkan saja Bayu dan Risha tinggal berdua..?" tanya Mamaa pada Papaa yang kini terlihat sedang memikirkan sesuatu.


"Mmmm,, yaa sudah tidak apa-apa, yang penting kita bisa secepatnya mendapatkan se'orang cucu.." ucap Papaa sambil tersenyum menatap aku dan Bayu.


"Akhirnya,, Mamaa dan Papaa setuju juga.." gumamku dalam hati.


"Terimakasih yaa Maa, Paa.."


"Iyaa Risha, sekarang kita lanjutkan makan malamnya yaa.." sahut Mamaa pada semuanya.


🐝


🐝


"Kenapa pernikahan ini harus terjadi sih Ris,mmmh.. Ini seperti mimpi buruk buat aku.." ucap Bayu dengan lirih, namun aku tetap bisa mendengarnya.


"Sangat buruk malah..! Tapi ini semua demi orang tua kita, demi Ayah dan Bunda.. Aku kangen banget sama mereka.." ucapku sembari mengusap air mata yang tiba-tiba terjatuh.


"Yaa udahlah, ayo kita tidur. Sekarang kamu tidur aja di atas, biar aku yang gantian tidur di sofa.." seru Bayu sambil menarik selimut yang aku gunakan, lalu aku pun segera pindah ke atas tempat tidur. Mungkin Ia mulai merasa kasihan padaku, yang satu bulan ini tidak bisa tidur dengan nyenyak saat di malam hari...


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59⭐


__ADS_2