
"Bagaimana operasinya, Dok..? Bagaimana keadaan anak saya sekarang..?" tanya Mamaa saat melihat dokter yang menangani Risha baru saja keluar dari ruang operasi.
"Operasinya berjalan dengan lancar, hanya saja--"
"Hanya saja apa, Dok..?" tanya Papaa dan Mamaa bersamaan dengan raut wajah yang semakin cemas dan tegang.
"Hanya saja sekarang ini Risha masih dalam keadaan koma, akibat pendarahan pada otaknya membuat fungsi dan aktivitas di dalam otak mengalami penurunan.." jelas dokter yang menangani Risha..
"Berapa lama itu akan terjadi, Dok..?" tanya Mamaa yang terlihat sangat sedih mendengar apa yang di ucapkan oleh dokter tentang keadaan Risha saat ini.
"Untuk berapa lamanya saya tidak bisa memastikan, namun di beberapa kasus yang pernah terjadi pada pasien yang mengalami koma, itu bisa terjadi selama beberapa minggu, bulan bahkan beberapa tahun. Tapi itu semua juga tergantung dengan kekuatan dan keinginan pasien untuk bisa secepatnya sadar dari koma.." ujar dokter memberi penjelasan, mendengar itu pun seketika tubuh Mamaa menjadi hilang keseimbangan dengan kepala yang tiba-tiba pusing.
"Mamaa tidak apa-apa..?" tanya Papaa sembari menahan tubuh istrinya agar tidak terjatuh.
"Mamaa tidak apa-apa.." jawab Mamaa.. "Apa kami sudah boleh melihat keadaan Risha, Dok..?"
"Tentu saja boleh Bu, Pak.. Tapi hanya sebentar, karena Risha baru saja selesai menjalani operasi dan butuh banyak istirahat.." jawab dokter yang tidak lama setelah itu berpamitan pada keduanya.
Di sebuah ruang perawatan khusus VVIP Risha terlihat terbaring di sana, dengan wajah yang tampak pucat dan tidak berdaya. Membuat siapapun yang melihatnya akan merasa sedih dan tidak tega, begitu juga yang di rasakan oleh Mamaa dan Papaa yang kini telah berada di sampingnya.
"Risha Sayang,, kamu cepat sadar yaa, Nak.. Jangan buat Mamaa sama Papaa khawatir, Mamaa mau melihat kamu tersenyum, tertawa dan mengobrol lagi sama Mamaa.. Kamu harus segera sadar, Sayang.." ucap Mamaa dengan lirih sembari menggenggam tangan Risha yang saat itu terasa dingin tidak seperti biasanya.
"Kenapa semua ini terjadi sama Risha, Paa..? Selama ini kita begitu menjaganya, dan berusaha memberikan yang terbaik untuk bisa membuatnya bahagia. Tapi lihatlah sekarang, Risha kita terbaring dengan lemah.."
"Kita harus sabar dan kuat yaa Maa, semua ini ujian dari Tuhan untuk kita.." sahut Papaa sembari memeluk erat tubuh Mamaa yang kini kembali menangis dengan terisak.
__ADS_1
"Papaa harus mencari dan menangkap siapa orang yang sudah membuat Risha kita jadi seperti ini secepatnya.." pinta Mamaa pada Papaa, karena Ia tidak terima jika pelaku penabrak Risha masih berkeliaran di luar sana.
"Papaa sudah meminta bantuan pada teman-teman Papaa yang ada di kepolisian, tidak lama lagi mereka pasti bisa menangkapnya. Jadi Mamaa tidak perlu khawatir soal itu.." sahut Papaa yang percaya, bahwa polisi bisa segera menangkap pelaku yang menabrak Risha saat itu.
🐝
Di tempat yang lain, Bayu dan Maya masih terlihat berbincang-bincang. Keduanya belum juga bisa tidur, padahal waktu sudah menunjukkan hampir jam dua belas malam. Bayu memeluk erat tubuh Maya, sembari mengusap perutnya yang terlihat masih datar.
"Mas, apa boleh aku tanya sesuatu..?"
"Iyaa tentu, memang kamu mau tanya apa, Sayang..?" sahut Bayu tanpa menghentikan gerakan tangannya di atas perut Maya..
"Apa kamu sangat menyayangi Risha, Mas..?" tanya Maya seraya menatap wajah tampan Bayu..
"Iyaa Sayang, aku sangat menyayangi Risha dan bukan cuma aku. Tapi Ayu, Mamaa dan Papaa juga sangat menyayanginya. Sejak dulu, Risha udah aku anggap seperti adikku sendiri.." ujar Bayu..
"Aku gak cemburu Mas, mana mungkin aku cemburu pada Risha. Karena dia juga adikku.." bohong Maya yang sebenarnya merasa cemburu, saat Ia melihat betapa khawatirnya Bayu terhadap Risha yang mengalami kecelakaan karena berusaha menyelamatkannya.
"Baguslah kalau begitu, aku gak mau kamu cemburu sama Risha. Karena kamu tau sendiri kan, selama ini Risha udah berusaha keras untuk membantu kita agar bisa bersama. Dan sekarang, Risha juga udah menyelamatkan kamu dan anak kita.." jelas Bayu yang membuat Maya akhirnya tersadar, bahwa tidak seharusnya Ia menyimpan rasa cemburu pada orang yang sudah banyak membantunya.
"Kamu benar Mas, maafin aku yaa.."
"Maaf untuk apa, Sayang..?" tanya Bayu yang mencoba menebak apa yang pada Maya..
"Karena aku sempat cemburu pada Risha, Mas.." jawab Maya yang kini merasa malu dan bersalah atas apa yang sudah di rasakannya, lalu memeluknya Bayu dengan erat.
__ADS_1
"Gak apa-apa Sayang, aku bisa ngerti kok. Tapi kamu harus tau satu hal, wanita yang sangat aku cintai itu cuma kamu. Aku sangat menyayangi Risha cuma sebagai adik, gak lebih dari itu. Jadi kamu gak perlu lagi merasa cemburu.." jelas Bayu sembari mengecup kening Maya dengan lembut.
"Iyaa, Mas Bayu.."
"Sekarang kita tidur yaa, kamu harus banyak istirahat. Apa lagi kamu juga terluka.." ucap Bayu yang merasa sedih saat melihat beberapa bagian tubuh Maya yang terluka, meski tidak begitu parah.
Keduanya pun kini segera memejamkan mata, Bayu memeluk tubuh Maya dari belakang seraya mengusap perutnya dengan perlahan. Rasa haru dan bahagia seketika menyelimuti hatinya, karena saat ini istri dan calon bayinya masih dalam keadaan baik-baik saja.
"Kamu menangis, Mas..?" tanya Maya tiba-tiba yang langsung membalikkan badannya menghadap ke arah Bayu..
"Gak Sayang, aku gak nangis.." sahut Bayu sembari menghapus air matanya, lalu tersenyum dan membelai wajah Maya..
"Jangan bohong Mas, aku tau kamu tadi nangis. Apa kamu cemas memikirkan keadaan Risha sekarang..?"
"Iyaa Sayang, Risha mengalami kecelakaan karena udah menyelamatkan kamu dan calon anak kita. Kita berhutang nyawa sama dia.." ujar Bayu yang tidak bisa lagi menahan air matanya untuk tidak terjatuh.
"Iyaa Mas, aku juga ngerasain hal yang sama. Besok pagi kita jenguk Risha yaa Mas, aku ingin melihat keadaannya. Aku takut Risha kenapa-kenapa, Mas.." sahut Maya yang langsung memeluk Bayu dan menangis dengan tersedu-sedu. Bayu yang melihat itu segera membalas pelukan Maya dengan erat, lalu menenangkannya sampai Ia tertidur pulas di pelukannya.
"Kasihan Maya, dia juga pasti merasa sangat sedih atas apa yang terjadi dengan Risha.. Semoga Risha baik-baik aja.." gumam Bayu dalam hati, lalu memejamkan matanya.
Sedangkan di sisi yang lain, terlihat se'orang wanita yang sejak tadi membolak-balikkan badannya dari kanan ke kiri. Ia berusaha untuk tidur, namun belum juga bisa. Entah kenapa pikirannya selalu teringat pada Risha, membuat Ia merasa bahwa sedang terjadi sesuatu pada wanita yang masih sangat Ia rindukan itu.
"Sebenarnya apa yang terjadi sama Risha, kenapa aku kepikiran dia terus,mmmh.." ucapnya dalam hati, sembari kembali memejamkan mata dan menarik selimutnya hingga menutupi wajahnya...
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59⭐