
Kabar tentang kebebasan Andre pun telah sampai di telinga Bayu, hal itu tentu saja langsung membuatnya merasa sangat marah dan kesal. Bagaimana tidak, kedua orang tuanya bahkan tidak melibatkan dirinya dalam memutuskan pencabutan tuntutan terhadap Andre. Hingga Ia segera mendatangi kediaman orang tuanya dan meminta penjelasan.
"Udah Mas, jangan cemberut gitu terus. Jelek banget tau..!" goda Maya pada suaminya yang sejak tadi hanya diam saja, hanya fokus menyetir tanpa mau di ajak bicara.
"Tuh lihat Papaa, Rian.. Lagi ngambek, gak mau ngomong sama Mamaa.." ucap Maya pada putranya, seraya melirik ke arah Bayu yang langsung menatap tajam ke arahnya.
Tidak lama kemudian, mereka pun telah tiba di rumah kedua orang tuanya. Bayu langsung turun dari mobil, tanpa mempedulikan Maya dan Rian yang masih berada di belakangnya.
"Maa,, Paa..! Mamaa..!" teriak Bayu yang kini telah berada di dalam rumah, namun yang di panggil justru sama sekali tidak menampakkan dirinya.
"Kak Bayu ngapain sih teriak-teriak..? Mamaa sama Papaa gak ada di rumah.." ucap Ayu..
"Memang Mamaa sama Papaa kemana, Yu..? Tapi Risha ada di rumah kan..?" tanya Bayu..
"Mamaa dan Papaa lagi pergi keluar, katanya menghadiri undangan makan malam bersama teman kerja Papaa.. Kalau Risha ada di dalam kamarnya.." jawab Ayu pada Bayu yang langsung berjalan menuju ke lantai atas untuk menemui Risha..
"Kak Bayu kenapa, Kak..? Kok mukanya seperti orang marah gitu.." tanya Ayu pada Maya yang kini sedang duduk di sofa bersama Rian..
"Kakak kamu itu baru tau soal Andre yang udah di bebaskan, terus dia marah-marah deh. Karena Mamaa dan Papaa juga gak ada ngasih tau soal itu sebelumnya sama dia.." jawab Maya..
"Ohh, jadi gitu, berarti sekarang Kak Bayu--"
"Risha..?!" seru keduanya sambil bergegas menuju ke kamar Risha dengan menaiki anak tangga, mereka takut Bayu akan melampiaskan amarahnya pada Risha yang telah meminta kedua orang tua mereka untuk membebaskan Andre..
🐝
"Bayu..?!" ucap Risha yang merasa terkejut saat melihat Bayu yang tiba-tiba membuka pintu kamarnya, tanpa mengetuk atau memanggilnya terlebih dulu.
"Apa benar Andre sekarang udah di bebaskan..?" tanya Bayu tanpa basa-basi, sembari berusaha untuk menahan amarah di dalam hatinya.
__ADS_1
"Iy-iyaa benar, jadi kamu udah tau soal itu, Bay..?"
"Iyaa aku udah tau, lebih tepatnya aku baru aja tau. Karena aku yakin, kalian semua berusaha menutupi itu semua dari aku. Benarkan Risha..?! Apa kamu sekarang udah puas..?!" tanya Bayu dengan nada tinggi, membuat Risha langsung terdiam dan terpaku.
"Maksud kamu apa ngomong seperti itu, Bay..?"
"Kamu jangan pura-pura Ris, aku tau Andre itu bisa bebas karena kamu yang meminta Mamaa sama Papaa untuk mencabut tuntutannya.." ucap Bayu sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Iyaa aku akui, apa yang kamu bilang itu memang benar. Tapi aku juga punya alasan, kenapa aku meminta Mamaa dan Papaa untuk membebaskannya.." ujar Risha berusaha memberi penjelasan.
"Alasan apa, Ris..? Gak ada alasan untuk se'orang penjahat seperti Andre itu di bebaskan, kenapa kamu jadi berbuat se'enaknya seperti ini,hahh..?!"
Bentak Bayu pada Risha yang membuat Ia akhirnya hanya memilih untuk diam, karena Ia tahu bahwa saat ini Bayu sedang dalam keadaan marah dan di kuasai oleh emosinya. Membalas dan menanggapi ucapannya hanya akan membuat suasana hati Bayu akan semakin kacau.
"Kenapa kamu diam, Ris..? Apa kamu udah mulai sadar sama kesalahan kamu..? Jangan karena Mamaa dan Papaa sayang banget sama kamu, lantas kamu jadi--"
"Cukup, Kak Bayu..! Jangan marahin Risha lagi.." sentak Ayu yang segera masuk ke dalam kamar Risha bersama Maya yang sejak tadi berada di luar pintu.
"Tapi, aku cuma--"
"Kak Bayu keluar aja yaa, Kakak lihat sendiri kan apa yang udah Kakak lakukan sama Risha. Kasian Risha, biar dia istirahat dan tenangin diri.." ucap Ayu sembari memeluk Risha yang kini tengah menangis dengan tersedu-sedu.
Mendengar itu pun Bayu mengalah, Ia segera keluar dari kamar itu dengan perasaan bersalah namun juga dengan rasa marah.
"Kamu baik-baik ajakan, Ris..? Maafin Bayu yaa, dia masih belum bisa terima jika orang yang telah mencelakai kamu itu di bebaskan.." ucap Maya yang ikut merasa bersalah atas apa yang sudah suaminya lakukan.
"Aku gak apa-apa kok, May.. Lebih baik kamu temui Bayu, dia pasti butuh kamu saat ini.." sahut Risha sembari menyeka air matanya.
"Yaa udah kalau gitu, aku keluar dulu. Ayu,, kamu temenin Risha yaa.." pinta Maya pada Ayu yang langsung menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Setelah kepergian Maya, Ayu pun langsung menutup dan mengunci pintu kamar Risha. Agar tidak ada seorangpun yang bisa mendengar tentang pembicaraan mereka, lalu kembali duduk di samping Risha yang terlihat masih mengusap air matanya dengan sebuah tisu.
"Kamu beneran nangis yaa, Ris..? Pasti karena omongan Kak Bayu tadi, maafin Kak Bayu yaa Ris.. Dia seperti itu karena lagi emosi aja, tapi sebenarnya Kak Bayu sayang banget kok sama kamu. Dia cuma gak terima, kalau orang yang udah buat kamu terluka akhirnya di bebaskan gitu aja.." ujar Ayu sambil menarik nafasnya dengan dalam.
"Iyaa Ayu, aku tau kok. Tapi aku nangis bukan karena itu.." sahut Risha..
"Terus karena apa dong..?" tanya Ayu dengan rasa penasaran, karena tadinya Ia sudah sangat yakin bahwa Risha menangis karena mendengar ucapan Bayu yang marah padanya.
"Karena aku ingat sama Cindy, Yu.." jawab Risha yang membuat Ayu merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja Ia dengar, karena bisa-bisanya mantan Kakak iparnya itu mengingat mantan kekasihnya di saat menghadapi Bayu yang sedang emosi.
"Kok bisa Ris, lagian ngapain kamu masih ingat-ingat Cindy..? Udah jelas-jelas sekarang dia hidup bahagia, sama anak dan nenek dari anaknya. Terus sekarang Andre juga udah bebas, berarti mereka akan jadi keluarga kecil yang bahagia.." ujar Ayu yang tanpa sadar membuat Risha kembali menangis karena mendengar ucapannya itu.
"Justru karena itu Ayu, aku jadi sedih tapi di sisi lain aku juga bahagia. Tapi di satu sisi aku sedih, tapi aku juga bahagia. Tapi,, yaa pokoknya gitulah, Yu.." ucap Risha yang membuat Ayu merasa bingung sendiri mendengarnya.
"Sebenernya kamu itu sedih atau bahagia sih, Ris..? Aku jadi bingung tau.." tanya Ayu sambil menggaruk kepalanya yang tidak terasa gatal.
"Sebenarnya aku sedih Yu, tapi seharusnya aku bahagia.." jawab Risha..
"Yaa udah berarti kamu bahagia aja, gak usah sedih.." sahut Ayu..
"Iyaa memang seharusnya aku bahagia, tapi aku ngerasa sedih, Ayu.." balas Risha dengan tangisnya yang semakin kencang.
"Aduh,, ini sebenarnya gimana sih Ris, kamu maunya itu sedih atau bahagia..?"
"Aku gak tau Yu, aku juga bingung. Kamu juga, orang lagi nangis malah kamu tanya-tanya terus..!" seru Risha dengan sesenggukan.
"Iyaa iyaa maaf, yaa udah kamu nangis dulu aja yaa,hee.." sahut Ayu sambil memeluk Risha dan berusaha menenangkannya.
"Nih anak kadang nyenengin, kadang nyebelin, kadang aneh, tapi kadang kasian juga lihatnya. Mmmh,, kadang-kadang..." gumam Ayu dalam hati seraya menghela nafasnya dengan berat...
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59⭐