Jangan Sentuh Aku

Jangan Sentuh Aku
Yang Di Harapkan Terjadi


__ADS_3

Ayu kini sedang duduk di sebuah kursi yang terletak di samping Risha yang tengah terbaring lemah dengan banyak alat bantu di sekitarnya, sembari menggenggam erat tangan sahabat dan mantan Kakak iparnya itu. Ia menceritakan tentang kabar bahagia, soal Maya dan Cindy yang sudah melahirkan anak pertama mereka. Bahkan usianya kini sudah menginjak tiga bulan.


"Terus kamu kapan sadarnya Ris, apa kamu gak mau lihat ponakan kamu dan juga anak dari Cindy..? Semua orang nungguin kamu sadar, Ris.. Kak Bayu dan Kak Maya juga menunda resepsi pernikahan mereka, karena mau nunggu kamu sadar dulu.." ucap Ayu dengan panjang lebar, lalu menatap intens ke wajah Risha..


Ayu yang terus saja mengajak Risha berbicara, tiba-tiba merasakan ada sebuah gerakan kecil yang Ia rasakan dari jemari Risha yang Ia pegang.


"Mamaa..!" teriak Ayu sambil menoleh ke arah belakang, di ruangan lain tempat Ibunya berada.


"Iyaa Ayu, ada apa..?" tanya Mamaa yang langsung menghampiri Ayu di tempat Risha terbaring.


"Barusan aku ngerasa Risha gerakin jari-jarinya, apa Risha mau sadar yaa, Maa..?"


Mendengar hal itupun, Mamaa langsung memanggil dokter yang menangani Risha dengan alat khusus yang tersedia di ruangan rawat itu. Tidak lama kemudian, dokter segera datang dan memeriksa keadaan Risha saat ini.


Setelah cukup lama memeriksa, dokter pun mengajak Mamaa untuk ke ruangannya dan membahas tentang keadaan Risha saat ini. Sedangkan Ayu di minta untuk menemani Risha, seraya memperhatikan jika ada pergerakan lagi dari jari-jemarinya.


"Semoga ada kabar baik setelah ini.." gumam Ayu dalam hati, sembari menatap jari-jari tangan Risha yang Ia pegang.


"Ayo Risha, sadarlah. Apa kamu gak bosen cuma diam dan tiduran seperti ini terus,mmmh.. Apa kamu gak kasian sama aku dan Mamaa, yang setiap hari harus ngajak kamu bicara dan bacain buku cerita..? Apa kamu gak kangen, kita jalan-jalan bareng dan belanja--"


"Ayu.." tiba-tiba terdengar sebuah suara yang sangat lirih memanggil nama Ayu, yang membuatnya merasa terkejut saat itu juga.


"Risha,, apa itu kamu yang barusan manggil nama aku..?!" tanya Ayu sembari menatap wajah Risha yang masih terlihat terpejam.


"Apa jangan-jangan di ruangan ini ada penunggunya..?" kini Ayu menatap ke sekeliling ruangan itu dengan perasaan yang tidak enak.


"Kamu cepat bangun, Ris..! Mau berapa lama kamu di sini.."

__ADS_1


"Kamu berisik banget, Ayu.." ucap Risha dengan lirih, lalu perlahan membuka matanya.


"Risha..! Kamu udah sadar..?!" tanya Ayu dengan raut wajah yang tidak percaya, lalu Ayu pun segera berlari keluar ruangan sembari memanggil dokter dan juga Ibunya. Melihat hal itu, Risha hanya terdiam dengan menahan rasa pusing di kepalanya.


Kabar tentang Risha yang sudah sadar dari komanya, langsung terdengar ke telinga Bayu, Maya dan juga Rama. Mereka merasa sangat bahagia dan berniat untuk segera menjenguk Risha di sana. Setelah hampir sebelas bulan Risha terbaring koma, kini apa yang di harapkan oleh semua orang yang menyayanginya telah menjadi kenyataan.


🐝


Di sebuah ruangan yang cukup luas, terlihat beberapa orang sedang berkumpul dengan raut wajah bahagia dan sambil berbincang-bincang. Satu persatu dari mereka memeluk Risha, seraya mengucapkan rasa syukur dan bahagia atas sadarnya Risha dari koma. Termasuk Maya yang kini sedang berada di samping Risha, sembari menggendong buah hatinya.


"Tante Risha cepat sembuh yaa, biar bisa main bareng Riansha.." ucap Maya dengan menirukan suara seperti anak kecil, membuat Risha tersenyum mendengarnya. Maya dan Bayu memang sengaja memberi nama putra mereka dengan nama Riansha, yang di ambil dari nama Risha. Sebagai bentuk rasa terimakasih kepada Risha, karena telah menyelamatkan Maya pada saat kecelakaan itu.


"Iyaa May, terimakasih yaa.. Anak kamu ganteng, jadi gemes pengen nyubit.." sahut Risha yang langsung mencubit pipi Rian dengan gemasnya.


"Yaa pasti ganteng donk, siapa dulu Papaa-nya.." ucap Bayu dengan tiba-tiba sambil tersenyum dan membusungkan dada.


Semua orang yang melihat tingkah Maya dan Bayu itupun langsung tertawa. "Lihatlah mereka berdua itu, seperti anak kecil.." ucap Rama pada kedua besannya sembari menggelengkan kepala.


"Kalian berdua kalau masih mau berdebat, lebih baik di luar saja. Kasian Risha jadi terganggu dan tidak bisa istirahat dengan tenang. Sini May, Rian biar Mamaa saja yang gendong.."


Mendengar itupun, Maya dan Bayu langsung terdiam. Keduanya jadi merasa malu, terlebih pada Risha dan Ayu yang sejak tadi hanya tertawa melihat tingkah mereka yang kekanak-kanakan.


"Kamu istirahat aja yaa Ris, aku mau gabung dulu sama Mamaa dan yang lainnya. Ayo Mas, kita ke sana.." ucap Maya pada Risha yang hanya menganggukkan kepalanya, meninggalkan Risha berdua bersama Ayu..


"Gimana keadaannya, Ayu..?" tanya Risha..


"Keadaan aku baik-baik aja Ris, seperti yang kamu lihat sekarang.." jawab Ayu yang tengah asyik dengan ponselnya.

__ADS_1


"Bukan kamu, Ayu..! Tapi Cindy.."


"Ohh, Cindy.. Makanya kalau nanya itu yang jelas,mmmh.. Dia baik-baik aja kok, bahkan jauh lebih baik dari sebelumnya. Pokoknya kamu tenang aja, mendingan sekarang kamu pikirkan kesembuhan diri kamu sendiri.." ujar Ayu yang mulai merasa kesal, karena bisa-bisanya Risha memikirkan Cindy di saat Ia belum lama sadar.


"Syukurlah kalau gitu, aku jadi tenang.." balas Risha sembari menarik nafasnya dengan dalam, ada rasa lega saat Ia mendengar jawaban dari Ayu tentang keadaan Cindy saat ini. Namun di sisi yang lain, Ia juga merasakan sedih karena mengingat kenyataan bahwa hubungannya dengan Cindy sudah lama berakhir.


"Dia juga udah melahirkan Ris, anaknya perempuan dan di beri nama sama seperti kamu, Risha.."


"Hahh..? Kamu serius, Yu..?" tanya Risha dengan rasa tidak percaya.


"Iyaa serius, apa perlu aku telepon Cindy buat tanyain nama anaknya..? Biar kamu bisa percaya.." sahut Ayu yang sudah bersiap-siap untuk menekan nama Cindy di kontak yang Ia simpan di ponselnya.


"Gak perlu, aku percaya kok.." balas Risha dengan raut wajah yang kini terlihat muram.


"Kenapa Ris, kamu ngerasa sedih lagi..? Baru juga sadar dari koma, malah mau nangis gitu.." ledek Ayu yang langsung mendapat tatapan tajam dari Risha..


"Aku cuma bercanda, Ris.. Jangan marah,hehee.."


"Aku mau secepatnya pulang ke rumah kita, rasanya udah gak betah di sini, Ayu.." ucap Risha yang tidak menyangka, bahwa Ia telah begitu lama berada di rumah sakit luar negeri dalam keadaannya yang koma.


"Tapi kamu kan baru sadar Ris, dokter masih nyuruh kamu untuk menjalani beberapa perawatan lagi. Buat mastiin kalau otak kamu itu udah berfungsi dengan baik lagi atau belum.." ujar Ayu yang juga mengetahui penjelasan dari dokter saat Risha telah sadar dari komanya beberapa hari yang lalu.


"Aku udah baik-baik aja kok, nanti kamu bantuin aku ngomong sama Mamaa yaa, Ayu.. Biar Mamaa ngizinin aku pulang.." ucap Risha pada Ayu yang hanya bisa menghela nafasnya dengan dalam, karena lagi-lagi Ia harus terlibat dengan sikap keras kepala dari mantan Kakak iparnya itu...


Bersambung...


🙏😊 A59⭐

__ADS_1


__ADS_2