Jangan Sentuh Aku

Jangan Sentuh Aku
Mencari Tahu


__ADS_3

Setelah kejadian yang menyayat hati itu, kini Risha sering terlihat murung dan lebih memilih mengurung dirinya di dalam kamar. Ia hanya keluar untuk makan atau mengambil minuman, itu juga kadang-kadang. Hal ini pun di sadari oleh Bayu dan Maya, hingga membuat keduanya bertanya-tanya. Namun saat keduanya mencoba bertanya, Risha hanya menjawab bahwa dirinya tidak kenapa-kenapa.


"Mas,, apa gak sebaiknya kita tanya aja ke Ayu, soal perubahan Risha sekarang ini..? Aku yakin, kalau Ayu pasti tau sesuatu. Mungkin aja Risha punya masalah berat, tapi gak mau cerita sama kita.." ucap Maya pada Bayu di saat keduanya tengah menikmati sarapannya.


"Iyaa Sayang, nanti aku coba tanya ke Ayu. Dan kalau perlu, aku akan minta Ayu untuk temenin Risha di rumah.." sahut Bayu yang juga merasa khawatir dengan kondisi Risha saat ini, karena yang Ia ingat terakhir kali Risha bersikap dan berperilaku seperti itu adalah di saat Ayah dan Bunda-nya sakit serta pergi untuk selamanya.


"Iyaa Mas, kalau bisa kamu ngomong ke Ayu secepatnya yaa.." balas Maya yang baru saja menyelesaikan sarapannya, lalu bangkit dari tempat duduknya dan akan melangkah pergi.


"Kamu mau kemana, Sayang..?" tanya Bayu..


"Aku mau nganterin sarapan ke kamar Risha, Mas.." jawab Maya sambil memegang sebuah piring berisi roti bakar buatannya.


"Lebih baik gak usah Sayang, mungkin Risha masih tidur.." ucap Bayu yang tahu kebiasaan Risha selama ini, yang jika merasa sedih Ia pasti lebih banyak mengurung diri di kamar atau tidur lebih lama dari biasanya.


"Ohh,, iyaa Mas.. Tapi kalau Risha nanti gak keluar-keluar kamar gimana..? Tadi malam dia juga gak ada makan lho, Mas.."


"Sebenarnya kenapa anak itu..? Kalau ada masalah, pasti gak pernah mau cerita dan minta bantuan orang lain.." ujar Bayu sambil menarik nafasnya. "Yaa udah, ayo kita berangkat. Nanti telat lagi sampai kantornya.." ajak Bayu pada Maya..


Keduanya pun kini bergegas pergi ke kantor seperti biasanya, meninggalkan Risha yang sendirian di rumah. Bayu dan Maya sebenarnya ingin mempekerjakan asisten rumah tangga yang juga bisa tinggal di rumah, agar Risha ada yang menemani. Namun Risha menolak saran itu, karena baginya sendirian di rumah tidak menjadi masalah.


Tidak lama setelah kepergian Bayu dan Maya, Risha pun terlihat keluar dari kamarnya. Dengan langkah yang gontai dan raut wajah yang pucat, Risha berjalan ke arah meja makan lalu duduk di sana.


"Laper banget rasanya.." ucap Risha lirih sambil memegangi perutnya, Ia pun membuka penutup makanan atau tudung saji yang ada di atas meja. Untuk melihat, ada makanan apa yang telah di buat oleh Maya pagi ini.


"Kertas apa ini..?" tanya Risha dalam hati saat melihat sebuah kertas putih kecil yang berada di bawah sebuah piring berisi beberapa roti bakar, dengan rasa penasaran Ia pun mengambil dan membacanya.


"Buat adik kecilku tersayang,hee..

__ADS_1


Kalau kamu udah bangun, jangan lupa sarapan. Aku udah buatin roti bakar keju kesukaan kamu. Di habisin yaa Ris, awas kalau gak..!"


"Memang gak salah Bayu pilih istri, Maya orang yang sangat baik, perhatian dan juga pengertian.." ucap Risha tersenyum sembari mengambil roti bakar keju di hadapannya, lalu melahapnya dengan bersemangat.


🐝


Di tempat yang lain, Ayu yang telah tiba di butik miliknya. Kini tengah bersiap-siap untuk merapikan pakaian-pakaian yang terpajang di sana, sambil mendengar dan menyanyikan lagu yang Ia suka menambah semangat untuk memulai kegiatannya pagi itu. Namun tiba-tiba Ayu berhenti melakukan pekerjaannya, saat tiba-tiba Ia mendengar suara ketukan pintu dari luar. Karena Ayu memang sengaja belum membuka butiknya, sebelum Ia selesai membereskan semuanya.


"Siapa yang pagi-pagi begini udah mau belanja pakaian..?" gumam Ayu sembari meletakkan sapu yang Ia pegang ke tempatnya.


"Kak Bayu..! Ngapain pagi-pagi ke sini..? Pasti kangen sama aku yaa,mmmh.." ucap Ayu pada Bayu yang justru hanya berjalan melewatinya dan masuk ke dalam, lalu berdiri sembari melihat apa saja yang ada di butik milik adiknya itu.


"Yang kamu jual ini udah pada ketinggalan zaman, Ayu.. Pantes aja gak ada yang beli.." ejek Bayu sambil tersenyum sinis, lalu segera duduk di sofa.


"Kakak kalau datang ke sini cuma mau ngomong seperti itu, mending sekarang pergi dari butik aku.." sahut Ayu dengan kesal dan mendorong tubuh Bayu dari kursi.


"Iyaa iyaa maaf, Kakak kan cuma bercanda. Gitu aja marah, jelek tau..!" seru Bayu yang langsung mencubit hidung Ayu yang terlihat masih merasa kesal dengan ucapannya.


"Mana ada bercanda seperti itu, gak lucu tau, Kak..!" balas Ayu dengan wajah yang cemberut.


"Iyaa Kakak ngaku salah, Kakak minta maaf yaa.. Tumben kamu jadi sensitif banget seperti itu, biasa juga gak ngambek kalau Kakak bercandain.." ujar Bayu..


"Lagian Kakak pagi-pagi ngomong seperti itu, buat semangat kerja aku langsung hilang aja.." sahut Ayu..


"Terus gimana, biar kamu gak ngambek dan marah lagi sama Kakak..?" tanya Bayu pada Ayu yang kini terlihat tersenyum penuh arti, membuat Bayu pun langsung merasa tidak enak hati.


Mendengar pertanyaan dari Bayu, Ayu pun tersenyum dan mendekatkan wajahnya pada telinga Bayu. Untuk membisikkan sesuatu yang membuat perasaan tidak enak yang tadi sempat Ia rasakan, akhirnya terjawab sudah.

__ADS_1


"Gimana, Kak Bayu mau kan..?!" tanya Ayu dengan penuh penekanan, membuat Bayu hanya bisa menghela nafas dan menganggukkan kepala tanda setuju.


"Asyik..! Terimakasih yaa Kak Bayu,hee.." ucap Ayu yang terlihat begitu girang, karena Bayu menuruti permintaannya. "Ohh iyaa, terus Kakak datang ke sini sebenarnya ada apa..? Gak biasanya Kakak mau datang ke butik aku yang sangat sederhana ini.." tanya Ayu yang sengaja merendah diri untuk menyindir Kakaknya.


"Kamu ini Yu, gak usah nyindir gitu,mmmh.. Kakak ke sini karena ada yang mau di tanyain sama kamu, ini soal Risha.." sahut Bayu dengan nada serius, membuat Ayu langsung merasa tegang. Karena Ia berpikir, mungkin itu ada kaitannya dengan masalah Risha dan Cindy beberapa waktu yang lalu.


"Memang Kakak mau tanya apa soal Risha..?" tanya Ayu yang mencoba untuk bersikap seperti biasa, karena tidak ingin membuat Bayu curiga dan berpikir bahwa dirinya tahu sesuatu.


"Udah hampir seminggu ini Risha sering mengurung diri di kamar, makan juga kadang-kadang. Kelihatannya Risha lagi sedih atau ada masalah, apa kamu tau tentang itu..? Atau mungkin Risha ada cerita sesuatu sama kamu..?" tanya Bayu..


Degg..


"Tuh kan benar dugaan aku, Kak Bayu pasti tanya soal apa yang terjadi sama Risha sekarang ini.." gumam Ayu dalam hati, lalu Ia pun langsung berpikir untuk menjawab pertanyaan Bayu dengan sandiwaranya.


"Beneran Kak, Risha mengurung dirinya di kamar dan jarang makan..? Kenapa Kakak baru ngomong sekarang..?" ucap Ayu yang memilih untuk balik bertanya pada Bayu, itu sengaja Ia lakukan untuk membuat Bayu merasa bingung sendiri.


"Jadi kamu gak tau soal itu, Yu..? Bukannya selama ini kamu deket banget sama Risha, dan saling cerita kalau ada apa-apa..?" tanya Bayu lagi yang merasa aneh dengan jawaban Ayu yang justru tidak tahu apa-apa soal Risha..


"Aku gak tau Kak, terakhir waktu itu Risha bilang kalau dia lagi sibuk banget menyelesaikan tulisannya. Karena itu aku gak mau ganggu.." ujar Ayu yang terlihat begitu meyakinkan di mata Bayu..


"Kakak pikir kamu tau tentang penyebab perubahan yang terjadi sama Risha sekarang ini, kalau gitu kamu temui Risha yaa dan cari tau kenapa Risha sampai jadi seperti itu. Karena Kakak dan Maya udah coba tanya, tapi Risha tetap gak mau cerita apa-apa.." pinta Bayu yang langsung di iya kan oleh Ayu..


Kini keduanya pun terdiam, sambil sibuk dengan pikirannya masing-masing. Bayu merasa penasaran dengan apa yang terjadi pada Risha, sedangkan Ayu merasa semakin sedih dan kasihan saat mengetahui kondisi Risha yang semakin tidak baik saat ini...


Bersambung...


🙏😊 A59⭐

__ADS_1


__ADS_2