
Setelah menerima sejumlah uang yang cukup besar dari Rama, Andre bergegas untuk menemui dan membawa Ibunya ke rumah sakit agar bisa melakukan operasi pengangkatan ginjal yang sudah tidak bisa berfungsi dengan baik. Semua proses administrasi telah selesai Andre lakukan, tinggal menunggu jadwal operasi yang sudah di tentukan oleh dokter yang menanganinya.
"Andre,, sebenarnya dari mana kamu mendapatkan uang sebanyak itu untuk operasi Ibu..? Kamu tidak melakukan hal-hal yang buruk kan, Nak..?" tanya wanita paruh baya itu dengan tatapan sendu, sembari membelai wajah putranya.
"Ibu tenang yaa, jangan mikir yang bukan-bukan. Uang itu Andre dapatkan dari sese'orang yang baik hati dan tulus ingin membantu Ibu, nanti kalau Ibu udah sembuh dan sehat kembali akan Andre pertemukan dengan orang itu.." ujar Andre menggenggam erat tangan Ibunya yang saat itu terlihat semakin lemah.
"Sekarang Ibu istirahat yaa, Andre mau keluar dulu sebentar. Nanti Andre ke sini lagi temenin Ibu.." ucap Andre sambil tersenyum, lalu melangkah pergi meninggalkan Ibunya.
Andre yang kini sudah berada di luar rumah sakit, berniat untuk pergi menemui Cindy. Meski waktu itu Ia sempat di usir, namun tidak membuat keinginannya hilang begitu saja untuk tetap ingin bertanggung jawab terhadap wanita yang telah Ia buat hamil itu. Andre pun memilih untuk mendatangi kost-an Cindy terlebih dulu, untuk memastikan bahwa wanita itu sedang ada di kost-an atau tidak.
"Sepertinya Cindy tidak ada di dalam kost-an, apa mungkin dia ada di tempat kerjanya..?" tanya Andre dalam hati sembari melihat di sekeliling tempat itu dan ingin pergi, namun langkahnya terhenti saat melihat se'orang wanita yang baru turun dari sebuah mobil.
"Mau ngapain lagi kamu ke sini..?!" tanya Cindy dengan ketus, sembari berjalan menuju kost-annya. Di ikuti oleh Andre yang mengikutinya dari belakang.
"Tunggu, Cindy..! Aku mau ngomong sama kamu.." teriak Andre sembari menarik tangan Cindy agar tidak menghindar darinya.
"Lepasin, Andre..! Tanganku sakit.." seru Cindy yang mencoba menepis tangan Andre yang memegang erat tangannya, namun usahanya itu sia-sia karena laki-laki itu mencengkeram tangannya dengan erat.
"Aku gak akan lepasin, sebelum kita bicara baik-baik.." sahut Andre yang sebenarnya tidak tega untuk bersikap kasar seperti itu pada Cindy, namun hal itu harus Ia lakukan agar bisa berbicara dengan wanita yang selalu menghindar dari dirinya itu.
__ADS_1
"Yaa udah, lepasin dulu tanganku. Kita ngomong di dalam aja.." balas Cindy saat mulai menyadari bahwa orang-orang yang melintas di sana memperhatikan mereka berdua. Andre pun segera melepaskan cengkeramannya pada tangan Cindy, lalu keduanya masuk ke dalam kost-an.
"Sekarang juga cepat kamu ngomong, apa yang mau kamu omongin. Habis itu kamu pergi.." ucap Cindy tanpa basa-basi, apa lagi harus menutupi rasa kesal dan tidak sukanya pada Andre..
"Seperti yang sebelumnya udah aku bilang sama kamu, aku ingin bertanggung jawab atas anak yang sedang kamu kandung. Aku janji, akan berubah dan berusaha keras untuk bisa memenuhi semua kebutuhan kamu dan calon anak kita nanti.." jelas Andre dengan tulus, karena Ia tidak ingin di cap sebagai laki-laki pengecut dan tidak bertanggung jawab. Meski hati dan perasaannya masih milik Maya, wanita yang selama ini sangat Ia cintai.
"Aku gak mau, aku bisa mengurus hidupku sendiri. Dan soal anak ini, aku akan menjaga dan merawatnya tanpa bantuan apapun dari kamu.." sahut Cindy sambil memegangi perutnya yang masih rata.
"Tapi Cindy, aku benar-benar serius ingin bertanggung jawab dan menikahi kamu. Kenapa kamu harus keras kepala dan egois seperti ini..?!" tanya Andre yang merasa tidak terima dengan jawaban dari Cindy, yang menurutnya sama sekali tidak mau menghargai niat baiknya untuk bertanggung jawab.
"Bertanggung jawab gak harus dengan menikahi aku, Andre.. Kamu bisa tetap bertanggung jawab cukup sama anak ini, bukan sama aku juga.." ujar Cindy yang kini semakin merasa kesal, karena Andre masih saja memaksakan kehendaknya.
"Memang kenapa, Cindy..? Apa kamu mencintai orang lain..?" tanya Andre menyelidik, karena Ia juga ingin memastikan. Apakah selama ini Cindy hanya berhubungan dengan dirinya saja.
🐝
Siang itu,,
Terlihat Bayu dan Maya sedang menikmati makan siangnya di sebuah restoran yang berada tidak jauh dari tempat Maya bekerja. Keduanya tampak lebih bahagia menikmati kebersamaan mereka sebagai pasangan suami istri, berbeda dari sebelumnya saat mereka menjalani hubungan secara diam-diam.
__ADS_1
"Kapan kamu akan berhenti bekerja, Sayang..? Mamaa dan Papaa menyuruh aku untuk melarang kamu bekerja, karena kondisi kamu yang sekarang lagi hamil. Jadi mereka gak mau kamu kecapekan, apa lagi sampai calon anak kita kenapa-kenapa.." tanya Bayu di sela makan siangnya.
"Aku belum tau Mas, lagi pula aku masih kuat kok untuk bekerja. Karena kamu tau sendiri kan Mas, kalau kerjaan aku itu juga gak berat.." jawab Maya yang masih menikmati pekerjaannya, dan belum berniat untuk berhenti kerja.
"Tapi kamu juga udah tau kan, Mamaa dan Papaa itu seperti apa. Mereka kalau udah punya kemauan pasti akan mendesak terus, lagi pula gak ada salahnya kalau kamu berhenti kerja lebih awal. Kamu bisa menemani Ayah untuk mengisi waktu luang nantinya.." ujar Bayu..
"Benar juga apa yang kamu omongin itu Mas, yaa udah nanti aku pikirkan lagi.." sahut Maya yang baru saja menyelesaikan makan siangnya.
"Mas,, habis ini kita beli es krim yaa, aku pengen banget. Apa lagi panas-panas begini, pasti enak banget makan es krim.." pinta Maya..
"Iyaa Sayang, apapun yang kamu mau akan aku turuti karena itu pasti juga keinginan anak kita.." balas Bayu sembari memegang wajah Maya sambil tersenyum bahagia.
Di sisi lain dari tempat itu, tanpa Bayu dan Maya sadari. Sejak tadi ada sepasang mata yang sedang memperhatikan mereka, dan dia adalah Andre yang sebelumnya ingin membeli makan siang di restoran itu. Namun niatnya Ia urungkan dan hanya memesan segelas minuman, saat melihat Bayu dan Maya ada di sana tengah menikmati makan siang.
"Ternyata mereka berdua masih bersama dan terlihat begitu bahagia, aku gak akan membiarkan itu berlangsung lama.." gumam Andre sembari mengepalkan tangannya merasakan amarah di dalam dada.
Saat Bayu dan Maya terlihat akan pergi dari tempat itu, Andre pun lebih dulu keluar dengan tergesa-gesa. Karena Ia tidak ingin keberadaannya di ketahui oleh mereka berdua.
Andre hanya bisa menatap kepergian Bayu dan Maya tanpa bisa berbuat apa-apa. "Aku akan membuat kalian berdua terpisah untuk selamanya.." ucap Andre dalam hati dengan seringai liciknya...
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59⭐