Jangan Sentuh Aku

Jangan Sentuh Aku
Ingin Mandiri


__ADS_3

Pagi itu,


Cindy bersiap-siap untuk pergi, seperti yang sebelumnya sudah Ia rencanakan bahwa Ia akan berusaha untuk mencari pekerjaan. Cindy tidak ingin terus-menerus bergantung pada Risha, meskipun sebenarnya Risha tidak mempermasalahkannya. Namun Cindy merasa tidak enak, karena sejak beberapa bulan yang lalu hingga sekarang segala kebutuhannya di penuhi oleh Risha. Sedangkan untuk tabungannya sendiri telah habis Ia gunakan, terutama untuk bersenang-senang dan membantu teman prianya itu.


"Aku harus bisa mendapatkan pekerjaan, aku gak mau ngerepotin Risha terus. Mungkin aja suatu saat, dia akan meninggalkan aku.." gumam Cindy dalam hati, sembari bertekad untuk terus mencari pekerjaan dengan usahanya sendiri.


Namun setelah beberapa jam mengelilingi dan memasuki tempat-tempat perkantoran, Cindy masih belum menemukan ada lowongan pekerjaan yang bisa Ia dapatkan. Bahkan Cindy juga tidak malu dan segan, memasuki pertokoan hanya untuk bertanya apakah ada lowongan pekerjaan di sana. Tapi semua hasilnya sama, Cindy masih belum bisa mendapatkan pekerjaan.


"Ternyata sulit banget yaa cari kerjaan,mmmh.." ucap Cindy sembari menarik nafasnya, lalu duduk untuk beristirahat sejenak di sebuah kursi yang ada di depan toko yang baru saja Ia datangi.


Sebelum Risha menikah, Cindy memang bekerja di sebuah perusahaan yang masih menjadi milik keluarga Risha. Namun Cindy yang merasa kesal dan kecewa dengan pernikahan Risha, memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan itu.


"Aku harus semangat, aku gak bisa mengharapkan uang dari Risha terus.." ucap Cindy yang menyemangati dirinya sendiri, mengingat selama ini Risha telah begitu banyak membantunya.


Setelah cukup beristirahat dan merasa lebih baik, Cindy pun kembali mencoba mencari pekerjaan di tempat yang lain. Meski tidak mudah dan terlebih Ia tidak memiliki banyak kenalan, Cindy tetap tidak ingin menyerah begitu saja. Namun baru beberapa langkah Ia berjalan, kepalanya terasa sangat pusing hingga membuatnya hampir terjatuh pingsan kalau saja sese'orang tidak memegangi tubuhnya.


"Mbak kenapa..? Ayo duduk dulu, Mbak.." ucap se'orang wanita pemilik toko yang tadi sempat Cindy datangi.


"Saya gak apa-apa kok, Mbak.. Cuma kepala saya tiba-tiba pusing banget.." sahut Cindy sambil memegangi kepalanya yang entah kenapa mendadak sangat pusing.


"Mungkin Mbak-nya kecapekan, apa mau saya bawa ke dokter..?" tanya wanita yang usianya tidak begitu jauh dengan Cindy..


"Gak usah Mbak, sekarang udah agak mendingan kok. Saya boleh duduk di sini dulu sebentar, Mbak..?" tanya Cindy..


"Boleh Mbak, istirahat aja dulu di sini. Saya mau masuk lagi ke dalam yaa, Mbak.." ucap wanita itu seraya kembali masuk ke dalam toko, meninggalkan Cindy yang sedang memijit keningnya.


"Mungkin aku kecapean, lebih baik aku pulang dulu aja ke kost-an.." ucap Cindy dalam hati sambil memesan taksi online untuk membawanya pulang.


Sesampainya di kost-an, Cindy langsung merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Ia yang merasa lelah dengan kepala yang masih terasa pusing, akhirnya membuat dirinya ketiduran. Tidak lama setelah itu, ponsel miliknya yang masih berada di dalam tas berdering, namun karena tengah tertidur dengan pulas suara ponsel itupun tidak terdengar sama sekali olehnya.


🐝

__ADS_1


"Cindy kemana yaa..? Aku telepon berulang kali kok gak di angkat juga..?" Karena sejak tadi Ia mencoba menghubungi Cindy, namun tidak juga ada jawaban. Risha pun akhirnya memilih untuk mendatangi kost-an Cindy, namun sebelum itu Ia menyiapkan makanan terlebih dulu untuk di berikan pada Cindy nantinya.


"Kamu lagi ngapain, Ris..?" tanya Maya saat melihat Risha yang memasukkan makanan ke dalam kotak makan.


"Aku lagi siapin makanan yang kamu masak untuk aku bawa ke teman, gak apa-apa kan, May..? Karena tadi aku lihat kamu masak lumayan banyak,hehee.." ucap Risha sambil tersenyum kecil.


"Iyaa gak apa-apa kok Ris, kamu bawain aja yang agak banyak. Aku malah seneng kalau yang aku masak bisa habis, oh iyaa itu beneran teman atau pacar kamu, Ris..? Kok kamu sampai perhatian banget gitu.." tanya Maya menyelidik, karena Ia masih tidak percaya kalau Risha sama sekali tidak memiliki kekasih.


"Iyaa beneran teman, teman perempuan kebetulan dia ngekost sendirian gitu. Kalau kamu gak percaya, yaa udah ayo ikut.." ucap Risha yang sebenarnya tidak sungguh-sungguh ingin mengajak Maya untuk ikut bersamanya, namun Ia terpaksa berkata seperti itu hanya untuk membuat Maya tidak merasa curiga dan bertanya-tanya.


"Ohh, jadi ternyata teman perempuan, aku pikir teman laki-laki. Yaa udah kamu pergi sendiri aja yaa Ris, aku mau masuk ke kamar dulu.." sahut Maya yang berlalu pergi, membuat Risha kini merasa lega karena tidak ada lagi pertanyaan dari Maya..


🐝


🐝


Tokk,, tokk,, tokkk..


"Siapa sih siang-siang begini datang, hoaammm" ucap Cindy seraya menguap, terlihat dari raut wajahnya yang menunjukkan bahwa Ia masih mengantuk. Namun suara ketukan pintu yang sejak tadi, memaksa dirinya untuk segera bangkit dari tempat tidur.


"Rupanya kamu, Risha.. Ayo masuk, maaf yaa lama bukain pintunya. Tadi aku ketiduran, habis kepalaku pusing banget terus kecapekan juga.." ujar Cindy yang langsung menjelaskan pada Risha..


"Iyaa gak apa-apa, pantas aku telepon gak di angkat-angkat. Oh yaa, ini aku bawain makanan buat kamu. Kamu pasti belum makan siang kan.." ucap Risha yang langsung mengambil piring dan sendok serta air minum untuk Cindy..


"Ini kamu yang masak..? Bukannya selama ini kamu gak bisa masak yaa..?" tanya Cindy sambil mulai menikmati makanan yang telah Risha siapkan untuknya.


"Gak Sayang, bukan aku yang masak. Tapi si Mbak yang kerja di rumah yang masak,hehee.." ujar Risha seraya tersenyum penuh arti.


"Maaf yaa May, aku terpaksa ngarang cerita yang sama seperti waktu itu.." gumam Risha dalam hati sembari menarik nafasnya.


Saat Cindy tengah menikmati makan siangnya, Risha dengan diam-diam memperhatikan setiap sudut di dalam ruangan itu. Mungkin ada sesuatu yang bisa Ia lihat dan temukan seperti waktu itu, namun setelah melihat di sekeliling ruangan Ia tidak menemukan apapun yang mencurigakan.

__ADS_1


"Apa kamar mandinya udah di perbaiki..?" tanya Risha menyelidik.


"Ehh,, iyaa udah kok Sayang, udah bisa di pakai lagi. Kalau mau ke kamar mandi, yaa udah ke kamar mandi aja.." sahut Cindy sambil tersenyum, karena Ia sudah membuang barang-barang milik teman prianya yang tertinggal waktu itu.


Tidak berselang lama, Risha pun keluar dari kamar mandi. Ia menghampiri Cindy yang baru saja hampir selesai makan, lalu membereskan semuanya.


"Apa teman kamu itu masih ada datang ke kost-an..?" tanya Risha dengan berhati-hati.


"Gak ada Sayang, memang kenapa..? Kamu pasti cemburu yaa,hee.." ucap Cindy yang balik bertanya.


"Iyaa sedikit cemburu, tapi baguslah kalau dia gak datang lagi ke sini. Oh iyaa, tadi kamu bilang kecapean dan pusing. Memang kamu habis ngapain..?"


"Ohh itu, tadi pagi aku coba untuk cari kerjaan, terus pas udah keliling muter-muter tiba-tiba kepala rasanya pusing banget. Untung ada Mbak-mbak yang nolongin aku, kalau gak mungkin aku udah pingsan di jalan.." jelas Cindy..


"Ohh, jadi kaya gitu yaa, terus sekarang gimana..? Masih pusing dan kecapekan..? Apa mau cek ke dokter aja..?" tanya Risha sambil menatap ke arah Cindy, mencoba mencari tahu apakah ada kebohongan di balik perkataannya itu. Namun semua terlihat biasa saja, tidak ada sesuatu yang membuatnya curiga.


"Gak usah Sayang, aku udah enakan kok. Apa lagi udah makan juga,hee.." sahut Cindy yang tidak ingin kembali merepotkan Risha..


"Kenapa kamu gak ngomong aja ke aku kalau mau cari kerja..? Aku kan bisa bantuin kamu untuk masuk ke perusahaan almarhum orang tua aku.." ujar Risha..


"Aku gak mau ngerepotin kamu, Sayang.. Selama ini kamu udah banyak banget bantuin aku, jadi mulai dari sekarang aku harus bisa mandiri dan mengandalkan diri sendiri. Aku gak boleh bergantung sama kamu terus.." jelas Cindy seraya tersenyum.


"Tapi, Sayang--"


"Gak ada tapi-tapi, pokoknya kamu harus dukung keputusan aku ini.." ucap Cindy.."


"Hmmm,, yaa udah kalau memang itu mau kamu, aku akan dukung. Kalau gitu nanti biar aku yang nganterin kamu, buat cari kerjaan. Aku kan gak mau kalau kamu sampai pingsan di jalan, karena kecapekan cari kerjaan,hee.." ujar Risha..


"Ihh,, kok ngomongnya gitu sih, gak lucu tau..!" balas Cindy sambil mencubit lengan Risha, kini kehangatan sikap Cindy telah dapat Risha rasakan kembali. Membuat hatinya seketika itu merasa damai, karena sosok wanita yang Ia sayangi bisa kembali seperti dulu lagi...


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59⭐


__ADS_2