
Seketika itu, suasana di ruangan itupun menjadi hening. Terlihat raut wajah Cindy yang tampak cemas, sembari memainkan ujung jari-jemarinya. Ibu Rumi yang menyadari hal itupun hanya tersenyum dan menggenggam tangan Cindy..
"Cindy,, kalau kamu belum siap untuk cerita sama Ibu tidak apa-apa, Ibu tidak akan memaksa. Cuma satu hal yang harus kamu tau, apapun yang sudah terjadi dan apapun yang akan kamu ceritakan pada Ibu nanti. Ibu pasti akan menerimanya, dan selalu mendukung kamu.." ujar Ibu Rumi pada Cindy yang masih terdiam kelu.
"Sekarang lebih baik kamu istirahat, Ibu mau pamit pulang dulu yaa, Cindy.."
"Tunggu, Bu..!" seru Cindy seraya menahan Ibu Rumi agar tetap duduk di sampingnya.
"Iyaa Cindy, ada apa..?" tanya Ibu Rumi menatap wajah Cindy yang kini terlihat sudah lebih tenang dari sebelumnya.
"Ibu jangan pergi dulu, aku akan menceritakan semuanya sama Ibu.." ucap Cindy yang kini menarik nafasnya dengan dalam.
"Apa kamu yakin, Cindy..?"
"Yakin tidak yakin, Bu.. Tapi aku harus jujur, tentang sesuatu hal yang memang seharusnya Ibu berhak tau.." jawab Cindy sambil terus meyakinkan dirinya, bahwa memang sebaiknya dia berkata jujur dari pada harus terus menutupinya.
"Sebenarnya, saat ini aku memang sedang hamil, Bu.." ucap Cindy seraya kembali menghela nafasnya dengan berat. "Dan anak yang ada dalam kandungan aku ini, adalah anak dari Andre.."
Degg..
Ibu Rumi yang mendengar itupun langsung merasa terkejut. "Apa lagi yang sudah di lakukan oleh Andre..?" gumam Ibu Rumi dalam hati dengan perasaan sedih dan bertanya-tanya, kenapa wanita yang di hadapannya itu bisa sampai hamil.
"Tapi itu semua terjadi tanpa di sengaja, Bu.." ucap Cindy dengan tatapan mata yang berkaca-kaca, menahan rasa sedih dan air matanya. Karena mengingat kembali kejadian itu, membuatnya lagi-lagi merasa bersalah terhadap Risha..
__ADS_1
"Maksud kamu bagaimana, Cindy..?" tanya Ibu dengan raut wajah yang bingung, karena Ia tidak mengerti dengan maksud perkataan Cindy itu.
Perlahan, Cindy pun mulai menceritakan dari saat bagaimana mereka berdua bertemu dan berkenalan, hingga saat malam dimana dirinya kehilangan kesuciannya itupun terjadi. Ibu Rumi yang mendengar semua itu kini kembali merasakan kecewa. Bagaimana mungkin putra yang selama ini selalu Ia ajarkan untuk menghargai dan menghormati wanita, ternyata justru menodainya hingga hamil.
"Ibu benar-benar minta maaf atas perbuatan yang di lakukan oleh Andre sama kamu, Cindy.." ucap Ibu sembari menangis.
"Ibu tidak perlu minta maaf, ini semua juga kesalahan aku, Bu.. Karena tidak bisa menjaga diri sendiri, hingga akhirnya tergoda dan terbawa suasana.." ujar Cindy sambil memeluk erat tubuh Ibu Rumi, Ia merasa tidak tega melihat wanita yang sudah Ia anggap seperti Ibunya sendiri itu menangis atas perbuatan anaknya.
"Ibu akan pastikan, bahwa Andre akan bertanggung jawab atas kehamilan kamu. Walaupun saat ini, dia sedang ada di penjara.." ucap Ibu Rumi sembari membayangkan, bagaimana nasib Cindy dan calon cucunya nanti. Sedangkan Andre saat ini berada di dalam penjara.
"Tidak Bu, aku akan mengurus anak ini sendiri. Aku tidak mau membebankannya pada Andre, lagi pula semua ini terjadi bukan karena adanya perasaan cinta. Tapi terjadi karena tanpa di sengaja.."
Degg..
Mendengar ucapan dari Cindy itupun, membuat hati Ibu Rumi langsung merasa sedih dan hancur. Ia merasa dan berpikir, bahwa Cindy tidak mau menjadi bagian dari keluarganya dan Andre. Karena bagaimanapun, anak yang di kandung oleh Cindy adalah cucunya.
"Aku yakin, Bu.." jawab Cindy yang sebenarnya Ia pun merasa ragu dan bimbang, dengan keputusan yang baru saja Ia buat. Namun begitu, Ia memang tidak memiliki niat atau keinginan untuk bersama Andre. Karena hingga saat ini, hati dan perasaannya masih pada Risha yang entah bagaimana keadaannya.
🐝
Sejak mengetahui tentang kehamilan Cindy yang ternyata mengandung darah daging putranya, Ibu Rumi kerap kali datang mengunjungi Cindy di kost-annya. Tidak lupa, Ia juga selalu membawanya makanan atau buah-buahan.
"Ibu kenapa repot-repot terus, pakai bawain aku makanan segala. Aku kan bisa beli sendiri, Bu.." ucap Cindy pada Ibu Rumi yang memperlakukannya dengan sangat baik.
__ADS_1
"Ibu sama sekali tidak repot, ini juga kan buat cucu Ibu.." sahut Ibu Rumi sambil mengusap perut Cindy yang kini sudah terlihat mulai membesar.
"Terimakasih yaa, Bu.." ucap Cindy yang merasa beruntung, karena dalam kondisinya yang saat ini terpuruk. Masih ada sese'orang yang peduli padanya.
"Kamu tidak perlu mengucapkan terimakasih, Cindy.. Memang sudah seharusnya Ibu peduli dan memperhatikan kamu, karena kamu juga sudah baik sama Ibu dan Andre.." ujar Ibu Rumi seraya menahan air matanya agar tidak terjatuh.
"Oh iyaa Bu, apa boleh aku membantu Ibu membuat kue-kue yang Ibu jual..?" tanya Cindy yang kini sudah berhenti dari pekerjaannya, karena rasa mual dan pusing yang seringkali datang tiba-tiba. Hingga tidak jarang hal itu mengganggu pekerjaannya.
"Tentu saja boleh, kalau kamu mau kamu juga bisa tinggal bersama Ibu di rumah. Hanya saja, kamu sudah tau sendiri bukan bagaimana keadaan rumah Ibu. Ibu takut nanti kamu merasa tidak betah dan tidak nyaman.."
"Aku tidak masalah bagaimanapun keadaan rumah Ibu, cuma aku tidak terbiasa tinggal di tempat yang sepi Bu,hee.."
Ujar Cindy yang sebenarnya memiliki alasan lain, kenapa Ia menolak tawaran Ibu Rumi untuk tinggal bersamanya. Karena Ia tahu, bahwa orang-orang yang tinggal di daerah Ibu Rumi seringkali membicarakan tentang Andre yang masuk penjara. Apa lagi dengan kehadiran dirinya di sana, pasti akan menimbulkan pikiran-pikiran lain yang lebih buruk nantinya.
"Iyaa Cindy tidak apa-apa, Ibu bisa mengerti. Kalau kamu merasa bosan, kesepian atau butuh teman untuk mengobrol. Kamu bisa langsung kasi tau Ibu, Ibu bisa datang ke sini atau kamu yang datang ke rumah.." sahut Ibu Rumi sembari tersenyum, meski dalam hati Ia berharap Cindy bersedia untuk tinggal bersamanya.
"Coba saja keadaanku tidak sesulit ini, aku yakin Cindy pasti mau ikut dan tinggal bersamaku.." gumam Ibu Rumi dalam hati yang seketika itu mengingat kembali, bagaimana kehidupannya dulu saat suaminya masih hidup.
"Iyaa Bu, aku pasti akan sering-sering datang ke rumah.." balas Cindy seraya menatap intens wajah Ibu Rumi yang tiba-tiba terlihat sedih.
"Apa Ibu merasa sedih..? Apa ada ucapan ku yang menyinggung atau menyakiti perasaan Ibu..?" tanya Cindy lagi.
"Tidak Cindy, Ibu tidak sedih. Ibu hanya teringat dengan Ayahnya Andre yang sudah lama tiada.." jawab Ibu Rumi. "Sekarang sudah sore, Ibu pulang dulu yaa, Cindy.. Kamu jaga diri baik-baik dan banyak istirahat.." ucap Ibu Rumi sembari bangkit dari tempat duduknya, lalu pergi meninggalkan Cindy dengan banyak pikiran dan pertanyaan di dalam hatinya...
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59⭐