Jangan Sentuh Aku

Jangan Sentuh Aku
Keinginan Yang Sama


__ADS_3

Bayu yang baru saja tiba di rumah, kini terlihat begitu sangat gembira. Ia berjalan menuju ke kamarnya sambil bersiul dan bernyanyi, aku yang melihat itupun bertanya-tanya tentang apa yang membuat Bayu tampak sangat gembira. Karena tidak seperti biasanya Ia terlihat seperti itu, kecuali di saat Ia sedang jatuh cinta.


"Apa jangan-jangan Bayu sedang jatuh cinta..? Tapi dengan siapa..?" tanya ku dalam hati, tapi yaa sudahlah aku tidak ingin peduli. Karena saat ini yang terpenting bagiku adalah mencari cara, bagaimana untuk secepatnya mengakhiri hubungan pernikahan dengan Bayu.


"Makan sendirian aja, gak ngajak-ngajak..!" seru Bayu saat melihatku menikmati makanan di meja makan se'orang diri.


"Kamu kan udah gede, gak di ajak juga kalau laper pasti nanti makan sendiri.."


"Galak banget sih kamu sekarang Ris, udah kaya Mamaa aja tau gak.." sahut Bayu sambil mengambil nasi beserta lauk pauk yang ada di atas meja.


"Aku bilang ke Mamaa baru tau rasa, se'enaknya aja ngatain orang galak.."


"Memang nyatanya seperti itu, kamu sejak kita pindah ke rumah ini jadi aneh tau gak. Apa jangan-jangan kamu kerasukan sama penunggu rumah ini kali yaa,hahaa.." ujar Bayu dengan asal.


Plakk..


Sebuah pukulan pun mendarat di bahu Bayu, membuat tawanya langsung menghilang seketika. Namun tiba-tiba saja, Bayu memegang keningku seolah-olah ingin memastikan sesuatu.


"Apaan sih, Bay..? Main pegang-pegang aja..!" ucapku sambil menepis tangan Bayu dari keningku.


"Aku cuma mau memastikan kalau kamu lagi gak sakit, soalnya sekarang kamu semakin galak dan aneh,hehee.." sahut Bayu sembari menikmati makanannya dengan lahap.


"Udah makan aja dulu, jangan ngomongin aku terus. Nanti jatuh cinta lagi,hahaa.."


"Uhukkk,, uhukkk.. Itu gak akan pernah terjadi, Ris.." ucap Bayu sambil meneguk air minum, lalu melanjutkan makan malamnya. Sedangkan aku yang lebih dulu selesai makan, kini memilih untuk menonton televisi di ruang keluarga sambil mengirim pesan pada Cindy.


🐝


"Seharian ini kamu ngapain aja, Ris..?" tanya Bayu padaku tiba-tiba, sambil ikut duduk di sofa tidak jauh dariku.

__ADS_1


"Cuma keluar jalan-jalan aja, ke toko buku terus habis itu pulang ke rumah dan ngetik. Memang kenapa, Bay..? Tumben kamu nanya kaya gitu.." tanyaku menyelidik, karena tidak biasanya Bayu bertanya tentang apa saja yang aku lakukan.


"Gak kenapa-kenapa, aku cuma pengen tau kegiatan apa aja yang kamu lakukan selama aku bekerja. Aku takut kalau kamu ngerasa bosan.." ujar Bayu yang membuatku merasa aneh dan mencurigakan.


"Memang kalau aku bosan, apa yang akan kamu lakukan, Bay..? Menyuruhku untuk pulang ke rumah Mamaa dan Papaa..?" tanyaku pada Bayu, karena Ia tahu bahwa selama Bunda dan Ayah meninggal, aku hanya mengobrol bersama Mamaa atau Ayu saat masih berada di rumah mereka.


"Yaa gak apa-apa juga, karena biasanya kan kamu sering ngobrol sama Mamaa dan Ayu.. Atau kamu bisa mengajak ngobrol Mbak yang bekerja di rumah kita.." ujar Bayu yang entah apa sebenarnya alasan Ia mengatakan itu semua padaku.


"Jangan menatapku seperti itu Ris, aku hanya gak mau kamu merasa bosan di rumah. Terus lama-lama stress dan akhirnya depresi,hahaa.." ucap Bayu dengan tawanya yang khas, hingga memenuhi ruangan ini.


"Dasar nih orang, kalau ngomong sembarangan aja..!" aku langsung memukul lengan Bayu dengan keras. " Kalau aku sampai stress dan depresi, itu pasti karena menikah dengan kamu, Bay..!" ucapku sambil menarik nafas kesal.


"Iyaa iyaa maaf, aku cuma bercanda, Ris.. Kenapa kamu memukul aku dengan keras seperti itu..? Ini bisa di sebut dengan kekerasan dalam rumah tangga tau, nanti aku laporin kamu ke polisi lho.." ujar Bayu yang menakuti-nakuti aku.


"Terserah kamu mau laporin aku ke polisi atau kemana aja, aku gak peduli. Sampai kapan sih kita harus menjalani hubungan pernikahan yang terpaksa ini, Bay..?" tanyaku pada Bayu yang membuat dia terdiam sejenak, lalu menatapku dengan tatapan penuh tanya.


"Entahlah Ris, aku juga gak tau. Apa kamu mau mengakhiri hubungan pernikahan kita ini secepatnya, Ris..?" sahut Bayu yang kini balik bertanya padaku.


"Kita bilang aja ke Mamaa dan Papaa kalau kita gak bisa saling cinta, selesaikan..?!" seru Bayu.


"Gak bisa semudah itu Bay, kita butuh alasan yang lebih kuat lagi. Yaa udah kalau gitu, aku mau ke kamar dulu. Nanti kita bicarakan lagi.." aku pun segera melangkah pergi menuju ke kamar, untuk menerima panggilan telepon dari Cindy..


Sedangkan Bayu masih tetap duduk di sofa, Ia merasa sedikit lega. Karena ternyata Risha juga memiliki keinginan yang sama dengannya, yaitu menginginkan pernikahan mereka segera berakhir. Hanya tinggal mencari caranya saja untuk bisa mengakhiri.


🐝


🐝


Keesokan paginya,

__ADS_1


Bayu yang baru saja menyelesaikan sarapannya, kini bergegas pergi menuju ke kantor. Tidak lupa Ia berpamitan pada Risha, meski bukan sebagai se'orang suami pada istrinya. Tapi lebih tepatnya, seperti sikap se'orang Kakak pada adiknya. Namun hal ini tidak ingin mereka perlihatkan, pada ketiga asisten rumah tangga yang sedang bekerja.


"Apa yang sedang kalian berdua bicarakan..?" tanyaku pada kedua asisten yang terlihat berbicara dengan berbisik-bisik.


"Tidak ada Non, kami berdua cuma ngomong soal pekerjaan aja.." jawab dari salah satunya.


"Yaa udah, di lanjut lagi kerjanya. Nanti kalau udah selesai langsung istirahat, terus makan siang.."


"Baik Non.." sahut mereka bersamaan, lalu kembali melanjutkan pekerjaannya masing-masing.


Meski mereka hanya asisten rumah tangga, tapi aku sangat menghargai kerja keras mereka dan memperlakukan mereka dengan baik. Karena bagiku mereka juga sama sepertiku, ingin di hargai apapun status sosial mereka. Dan nyatanya memang aku dan mereka saling membutuhkan dan melengkapi satu sama lainnya.


Tokk,, tokk,, tokkk..


Aku segera berjalan menuju pintu, saat mendengar suara sese'orang mengetuk pintu dan memanggilku. "Ada apa yaa, Mbak..?"


"Maaf Non kalau Mbak mengganggu, tapi di luar ada tamu. Namanya Ayu, katanya adiknya Pak Bayu.." ujar Mbak Rahmi, salah satu asisten yang bekerja di rumahku.


"Ohh,, iyaa itu memang benar, suruh aja dia masuk yaa, Mbak.. Sebentar lagi saya akan keluar untuk menemuinya.."


"Baik Non.." balas Mbak Rahmi yang langsung berlalu pergi.


"Tumben tuh anak pagi-pagi datang, pasti ada sesuatu yang penting.." gumam ku dalam hati, sembari merapikan diri dan keluar dari kamar untuk menemui Ayu..


"Ada apakah gerangan, sampai adik ipar ku yang paling cantik ini datang menemui aku pagi-pagi begini..? Hehee.." ucapku sembari memeluk Ayu.


"Udah deh Ris, gak usah sok puitis gitu. Aku gak bakalan klepek-klepek kok sama kamu, lagian siapa juga yang anggap kamu sebagai Kakak ipar aku,hahahaa.." seru Ayu yang langsung membalas pelukan dariku.


"Dasar adik ipar durhaka..! Aku kutuk engkau menjadi rendang, terus aku makan,hehehee.." ucapku yang membuat aku dan Ayu pun langsung tertawa terkekeh-kekeh...

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59⭐


__ADS_2