
Beberapa hari setelah pertemuan itu, hubungan kedua keluarga pun kini menjadi hangat dan harmonis. Mamaa dan Papaa juga sering berkunjung ke rumah Bayu, untuk melihat keadaan Maya yang tengah mengandung cucu pertama mereka. Semua orang juga telah beraktivitas seperti biasanya, termasuk Rama yang pagi ini telah berada di kebun bunga miliknya bersama dengan dua orang pria yang Ia pekerjakan untuk membantunya di sana.
"Pak Rama,, tanaman ini mau di tanam langsung atau bagaimana..?" tanya se'orang pekerja.
"Langsung kamu tanam saja, setelah itu beri pupuk untuk tanaman yang kemarin sudah di tanam.." jawab Rama sembari menyirami tanaman yang ada di sekelilingnya.
"Baik, Pak.." sahut pria itu yang segera mengerjakan apa yang sudah di perintahkan oleh Rama padanya. Sedangkan Rama kembali melanjutkan kegiatannya, sambil sesekali mengawasi para pekerja. Namun, apa yang di kerjakan oleh Rama terhenti, saat Ia melihat sosok pria yang sangat di kenalnya sedang berjalan menghampirinya.
"Andre.." ucap Rama dengan raut wajah yang sedikit terkejut karena kehadiran Andre, hal ini di sebabkan oleh cerita Bayu dan Maya mengenai Andre saat itu. Membuat Rama kini menjadi lebih waspada, dan tidak serta merta percaya dengan pria itu begitu saja.
"Iyaa Om, maaf kalau aku buat Om kaget,hee.." sahut Andre sambil tersenyum.
"Tidak apa-apa Andre, ayo kita duduk di sana sambil ngobrol.." ajak Rama seraya menunjuk pada sebuah kursi yang berada tidak jauh dari tempat itu.
"Waktu itu aku sempat datang ke sini, tapi Om Rama gak ada. Kata orang yang kerja di sini, katanya Om sedang ada acara keluarga. Apa itu benar, Om..?" tanya Andre menyelidik, Rama yang menyadari hal itupun berusaha untuk tetap tenang sambil tersenyum.
"Acara keluarga biasa saja Andre, Om cuma ingin menghabiskan waktu bersama anak dan menantu.." jawab Rama seadanya, namun Andre yang merasa tidak puas dengan jawaban itu kembali bertanya pada Rama..
"Jadi gitu yaa Om, apa anak dan menantu Om baik-baik saja..?"
Mendengar pertanyaan Andre itu, membuat Rama merasa tidak senang. Seolah Andre berharap dan menginginkan keadaan putri dan menantunya tidak baik-baik saja, saat itu juga Rama pun langsung teringat dengan cerita dari Bayu tentang surat ancaman yang mereka pikir itu di lakukan oleh Andre..
"Mereka baik-baik saja Andre.. Ohh iyaa, Om punya sesuatu untuk kamu. Kamu tunggu sebentar di sini, Om ambil dulu di dalam.." ujar Rama sembari berjalan masuk ke sebuah rumah yang berukuran kecil, yang sengaja Ia bangun untuk tempat Ia beristirahat dan menyimpan barang-barang keperluan kebun miliknya.
__ADS_1
Tidak lama kemudian, Rama telah kembali dan menghampiri Andre seraya menyerahkan sebuah amplop berwarna putih pada Andre..
"Apa ini, Om..?" tanya Andre dengan raut wajah yang terlihat bingung, sembari menatap ke arah amplop yang ada di hadapannya.
"Kamu buka saja, Andre.." sahut Rama pada Andre yang langsung membuka dan melihat isi dari amplop itu.
"Uang..?! Ini buat aku, Om..?" tanya Andre seolah tak percaya dengan apa yang saat ini sedang di pegangnya.
"Lebih tepatnya untuk biaya pengobatan Ibu kamu, Andre.. Semoga bisa membantu yaa.." ucap Rama dengan tersenyum.
"Tapi ini banyak banget Om, gimana Andre mau mengembalikannya nanti..?" tanya Andre yang awalnya merasa sangat senang, karena kini biaya untuk operasi Ibunya sudah ada di tangan. Namun saat mengingat bahwa nanti Ia harus mengembalikan uang itu, perasaannya menjadi ragu untuk menerima uang tersebut.
"Kamu tenang saja Andre, Om tidak meminjamkan uang itu sama kamu. Tapi Om ikhlas memberikannya untuk membantu, jadi kamu ambil uang itu dan gunakan untuk pengobatan Ibu kamu.." ujar Rama yang membuat Andre seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja Ia dengar.
"Om serius memberikan uang ini secara cuma-cuma..?" tanya Andre yang masih tidak percaya.
"Iyaa Om, terimakasih banyak. Aku gak akan pernah melupakan kebaikan hati, Om.." balas Andre yang langsung mencium tangan Rama, lalu berlalu pergi dari tempat itu dengan hati yang penuh bahagia dan haru.
"Aku harap, kamu tidak seperti yang Bayu dan Maya katakan, Andre.. Semoga mereka salah menilai kamu.." gumam Rama dalam hati, menatap kepergian Andre sambil menghela nafasnya dengan dalam. Berharap, apa yang Ia khawatirkan tidak terjadi.
🐝
Sementara itu di tempat yang lain, Risha kembali mengunjungi Ayu di butiknya setelah mendapatkan pesan dari sahabat baiknya itu. Setibanya di depan butik, Risha pun langsung masuk ke dalam. Kebetulan saat itu butik masih terlihat sepi, belum ada satupun pembeli yang datang.
__ADS_1
"Cepet banget kamu sampai Ris, pasti ngebut nih anak.." ucap Ayu saat melihat Risha sudah tiba di butik miliknya, padahal Ia belum lama mengirim pesan pada Risha untuk datang menemuinya.
"Aku kan gak suka buat kamu menunggu lama.."
"Gaya kamu Ris, bilang aja kalau kamu pasti penasaran kan dengan apa yang aku omongin di pesan tadi.." sahut Ayu yang langsung menyerahkan sebuah amplop coklat berisi informasi tentang Andre, seperti yang di minta oleh Risha pada Ayu sebelumnya.
"Itu semua informasi yang aku dapat tentang Andre dan keluarganya, ternyata kasihan juga dia. Karena memiliki jalan hidup yang menyedihkan, Ris.." ucap Ayu pada Risha yang terlihat fokus membaca data-data pribadi soal Andre..
"Jadi dia masih punya se'orang Ibu yang saat ini lagi sakit, pantas aja dia manfaatin Cindy untuk bisa mendapatkan uang. Karena waktu itu Cindy pernah bilang, kalau uangnya habis karena ada salah satu teman yang meminjamnya. Ternyata itu Andre,mmmh.." ujar Risha..
"Terus setelah tau semua ini, apa rencana kamu selanjutnya..?" tanya Ayu yang sudah bisa menebak, bahwa Risha pasti akan melakukan sesuatu.
"Aku mau kamu bantu pengobatan Ibunya sampai sembuh, dan habis itu cari pekerjaan untuk Andre. Aku mau kamu melakukan semua itu secara diam-diam, bisa kan Yu..?"
"Apa..?!! Kamu gila yaa Ris, ngapain bantuin orang yang udah jelas-jelas menjadi penyebab hubungan kamu sama Cindy jadi hancur. Aku benar-benar gak habis pikir sama kamu, Ris.." ucap Ayu yang merasa kesal dengan sikap Risha yang masih begitu peduli dengan orang lain.
"Iyaa Ayu, aku tau itu. Tapi gimanapun, Cindy pernah ada dalam hidup aku dan memberikan kebahagiaan. Aku cuma mau memastikan dia hidup dengan baik dan bahagia, bersama dengan orang yang bisa menjaga serta bertanggung atas hidupnya dan anak yang Ia kandung.."
"Aku mohon sama kamu, Ayu.. Tolong bantu aku, karena cuma kamu yang bisa melakukan itu semua.." pinta Risha dengan raut wajah yang sedih dan tatapan mata yang berkaca-kaca, membuat Ayu yang melihat itupun tidak mampu untuk menolak permintaan darinya.
"Yaa udah iyaa, aku bantuin kamu. Susah banget mau menolak setiap keinginan kamu, Ris.." ucap Ayu sembari menggelengkan kepalanya, karena memang dari dulu Risha selalu mendapatkan apa yang dia mau.
"Terimakasih yaa Ayu, kamu memang yang paling bisa di andalkan. Nanti aku akan transfer uang ke kamu, untuk kebutuhan semua yang kamu perlukan nanti.." sahut Risha dengan tersenyum senang, lalu memeluk Ayu yang selama ini telah begitu banyak membantunya dalam masalah yang berkaitan dengan Cindy..
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59⭐