Jangan Sentuh Aku

Jangan Sentuh Aku
Menyesal


__ADS_3

Risha yang sudah berada di kamar bersama Ayu, kini sedang mengirim pesan untuk Bayu tentang ajakan makan malam bersama di rumah orang tuanya. Perlahan namun pasti, masalah yang timbul pun telah menemukan jalannya. Hanya menunggu waktu untuk bisa menyelesaikan semua, dan keadaan akan kembali baik-baik saja.


"Udah bilang ke Kak Bayu belum, Ris..?" tanya Ayu sembari memeluk bantal guling yang biasa Ia gunakan setiap tidurnya.


"Iyaa udah Yu, akhirnya semua bisa berjalan dengan lancar sesuai seperti yang kita harapkan.." sahut Risha yang langsung merebahkan tubuhnya di sebelah Ayu..


"Jangan senang dulu Ris, kita kan gak tau gimana besok kalau Mamaa sama Papaa ketemu sama Maya lagi.."


"Udah, kamu tenang aja. Semua pasti akan baik-baik aja, tadi Bayu juga bilang kalau besok mereka akan mengajak Ayah Rama untuk ikut bersama datang ke rumah.." ujar Risha sembari tersenyum, Ia tidak sabar menunggu hari esok untuk melihat semua orang berkumpul bersama.


"Apa Ris, Om Rama juga ikut..? Memang gak apa-apa..? Kalau nanti Mamaa sama Papaa gak menerima atau bersikap kurang baik ke Om Rama gimana..?" tanya Ayu yang langsung merasa cemas mengingat kembali bagaimana sikap Ibunya terhadap Maya..


"Kamu pikir Mamaa preman apa, masa iyaa ada tamu datang terus di ajak berantem gitu,mmmh.. Kamu ini ada-ada aja Yu, jangan mikir yang aneh-aneh deh.." sahut Risha..


"Yaa kan kita gak tau Ris nanti gimana, sama Maya aja Mamaa bersikap seperti itu. Apa lagi sama Om Rama nanti.."


"Mereka sama-sama udah dewasa dan orang tua, masa iyaa mau berantem. Yaa udah Yu, lebih baik sekarang kamu tidur aja. Dari pada mikir yang bukan-bukan, malah buat aku jadi pusing.." ucap Risha sambil mematikan lampu kamar, lalu menyalakan lampu tidur.


"Kamu nyuruh aku tidur, memang kamu udah ngantuk, Ris..?" tanya Ayu sambil menatap wajah Risha yang terlihat memejamkan matanya.


"Aku udah ngantuk, tapi pikiran aku masih terjaga. Aku ingat sama Cindy, gimana yaa keadaan dia sekarang, Yu..?" tanya Risha seraya mengingat kembali saat terakhir Ia menemui Cindy waktu itu.

__ADS_1


"Udahlah Ris, gak usah di ingat-ingat lagi. Belum tentu juga dia ingat sama kamu.." sahut Ayu yang mulai merasa kesal, karena Risha masih saja mengingat Cindy orang yang sudah membuatnya kecewa berulang kali.


"Gimana gak ingat Yu, aku kan masih hidup,mmmh.."


"Yaa udah iyaa, kamu ingat aja Cindy. Tapi awas jangan sampai nangis.." ledek Ayu yang langsung menutup tubuhnya dengan selimut hingga ke wajahnya.


"Lagi gak pengen nangis Yu, lebih baik sekarang tidur aja. Aku sebenarnya cemas memikirkan hari esok, entah hal apa lagi yang akan terjadi.." ucap Risha sambil memejamkan matanya.


"Iyaa Ris, apa lagi aku. Kita lihat aja besok yaa.." sahut Ayu, dan tidak lama setelah itu keduanya pun kini terlelap dalam tidurnya.


🐝


"Maafin aku Risha, aku benar-benar minta maaf. Karena udah ngecewain dan menyia-nyiakan kamu.." ucap Cindy seraya memeluk erat pakaian yang Ia pegang, hadiah pemberian Risha untuknya.


Cindy pun kembali menangis dengan tersedu-sedu, Ia merasa sangat menyesal dengan apa yang sudah Ia lakukan selama ini terhadap Risha. Perempuan yang begitu sangat mencintai dirinya, namun telah Ia sia-siakan begitu saja. Hanya penyesalan yang kini Ia rasakan, untuk berharap kembali juga tidak mungkin. Terlebih saat ini dengan kondisinya yang tengah hamil, membuat Ia tidak bisa berharap apapun pada Risha..


"Kenapa semuanya jadi seperti ini, aakkhh..!" teriak Cindy merutuki dirinya sendiri yang merasa begitu bodohnya, karena telah membuat Risha pada akhirnya pergi meninggalkannya.


"Ini semua gara-gara Andre, seandainya malam itu dia tidak menyentuhku mungkin saat ini aku masih bersama Risha.." ucap Cindy dengan penuh amarah di hatinya.


Tokk,, tokk,, tokkk..

__ADS_1


Terdengar suara ketukan pintu dari luar, membuat Cindy langsung menoleh ke arah dimana suara itu berasal. Ia pun segera menyeka air matanya, lalu berjalan dengan perlahan menuju jendela untuk melihat siapa yang datang malam-malam begini. Cindy yang telah mengetahui siapa orang yang datang menemuinya, segera membukakan pintu.


"Mau apa lagi kamu datang ke sini..? Apa kamu masih belum puas udah buat hidup aku jadi hancur, hahh..?!!" teriak Cindy yang melampiaskan amarahnya pada laki-laki yang tidak lain adalah Andre..


"Ak-aku cuma mau tau keadaan kamu, Cindy.. Maaf kalau kedatangan aku udah mengganggu.." jawab Andre yang semakin merasa bersalah, saat melihat keadaan Cindy yang terlihat tidak baik-baik saja.


"Maaf kamu bilang..?! Sebanyak apapun kamu bilang maaf, gak akan pernah bisa merubah apapun. Sekarang kamu pergi, pergi..! Aku gak mau lihat muka kamu lagi..!" seru Cindy sembari mendorong tubuh Andre hingga membuatnya hampir saja terjatuh, karena dorongan Cindy pada tubuhnya yang begitu keras.


"Aku tau, aku udah salah sama kamu. Karena itu aku ke sini, aku mau bertanggung jawab atas anak yang ada di dalam kandungan kamu itu, Cindy.." ucap Andre yang berharap Cindy mau menerima pertanggungjawaban darinya.


"Apa kamu pikir, setelah kamu bicara seperti itu aku akan senang dan menerimanya..? Gak, aku gak mau. Bahkan untuk bertanggung jawab atas diri kamu sendiri aja kamu gak bisa, terus gimana kamu mau bertanggung jawab dengan anak ini..?" ujar Cindy sembari memegang bagian perutnya yang masih terlihat rata.


Mendengar perkataan dari Cindy, Andre pun hanya terdiam dan tidak tau harus menjawab apa. Karena Ia sadar, bahwa apa yang di katakan oleh Cindy tentang dirinya itu adalah benar. Bahkan dari awal, Ia memang sengaja mendekati dan memanfaatkan Cindy hanya untuk bisa mendapatkan uang yang Ia gunakan bagi pengobatan Ibunya.


"Kenapa kamu diam..? Semua yang aku omongin itu benar kan..? Sekarang cepat kamu pergi..!" usir Cindy, lalu Ia pun bergegas masuk ke dalam kost-an sembari menutup pintu dengan begitu keras. Cindy menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur, sembari menangis meratapi nasibnya yang malang karena perbuatannya sendiri. Jika waktu bisa di putar kembali, Ia tidak ingin untuk mengenal Andre..


"Maafin aku, Cindy.. Semua ini memang salahku.." gumam Andre dalam hati, lalu berlalu pergi dengan hati penuh penyesalan dan rasa bersalah. Belum lagi jika Ibunya tahu, bahwa Ia telah menghamili Cindy. Pasti itu akan membuat hati Ibunya sangat kecewa dan hancur. Sama seperti yang di rasakan oleh Cindy karena dirinya...


Bersambung...


🙏😊 A59⭐

__ADS_1


__ADS_2