
Dua minggu setelah Risha dan Bayu pindah ke rumah baru mereka, Mamaa dan Papaa pun berencana untuk datang mengunjungi. Hal itu Risha dan Bayu ketahui dari Ayu, dengan tujuan agar mereka berdua bisa bersiap-siap untuk menghadapi Mamaa dan Papaa nantinya.
"Besok kalau Mamaa dan Papaa datang, pasti yang di bahas masalah pengen punya cucu dan cucu. Gimana nih, Bay..?"
"Gimana apanya..? Yaa tinggal di jawab aja, nanti juga punya kalau udah waktunya.." jawab Bayu dengan nada yang santai.
"Iyaa kalau Mamaa dan Papaa bisa ngerti, nah kalau desak kita terus gimana..? Aku pusing tau, kalau harus bahas masalah itu. Mereka belum tau aja, gimana sebenarnya kita menjalani pernikahan yang terpaksa ini.." ucapku seraya menghela nafas panjang.
"Nanti juga lama-lama mereka pasti bosan membahas tentang masalah itu terus, udahlah Ris gak usah terlalu kamu pikirkan. Yang penting kan sekarang kita udah tinggal terpisah dari Mamaa dan Papaa, jadi aman.." ujar Bayu dengan tersenyum.
"Gak mungkin selamanya akan aman kalau Mamaa dan Papaa belum mendapatkan se'orang cucu, Bay.. Yang ada mereka akan nyuruh kita untuk periksa, atau mengikuti program kehamilan.."
"Yaa terus mau kamu gimana, Ris..? Apa kamu ada rencana untuk menghadapi masalah ini..?" tanya Bayu sambil menatap ke arah ku.
"Ada sih, tapi mungkin ini bukan saat yang tepat untuk aku kasih tau kamu. Yaa udah kalau gitu, aku mau ke kamar.."
"Hey,, tunggu..! Ngomong dulu, apa rencana kamu.." teriak Bayu padaku, namun aku tetap berlalu sambil tersenyum menatapnya yang terlihat kesal dan penasaran.
"Kebiasaan tuh anak, sukanya ngomong setengah-setengah. Buat orang penasaran aja,mmmh.." gumam Bayu dalam hati.
"Lebih baik sekarang aku hubungi Maya aja.." ucap Bayu sambil tersenyum, lalu mengambil ponsel miliknya yang ada di atas meja dan berjalan masuk ke dalam kamarnya.
🐝
Keesokan harinya,,
Yang di tunggu pun tiba, Risha dan Bayu menyambut Mamaa dan Papaa dengan pelukan hangat. Bersama Ayu yang berjalan di belakang dengan membawa banyak barang, dengan raut wajah yang cemberut.
"Nih barang-barang kamu, Ris..!" seru Ayu sembari menyerahkan barang-barang yang Ia bawa padaku.
"Ayu..! Kamu harus sopan sama Kakak ipar kamu.. Bayu,, kamu bantuin Risha.." perintah Mamaa pada Bayu yang langsung membawa barang-barang masuk ke dalam rumah.
__ADS_1
"Memang ini semua apa sih, Maa..? Kok banyak banget gini.." tanya Bayu.
"Ini semua ada obat herbal, jamu dan vitamin untuk kalian berdua, biar Risha bisa cepat hamil,hee.." jawab Mamaa sembari masuk ke dalam rumah dan melihat ke sekeliling.
"Yaa ampun Maa, sebanyak ini buat apa..?! Tanpa itu semua juga Bayu udah sangat perkasa.." seru Bayu sambil memperlihatkan otot pada bahunya selayaknya binaragawan.
"Iyaa Mamaa percaya, tapi berusaha dengan cara yang lain juga kan tidak ada salahnya.." sahut Mamaa..
"Udah Bay, kamu ikuti saja apa maunya Mamaa.. Ini semua kan demi kebaikan kalian juga.." ucap Papaa yang ikut menimpali.
"Iyaa Maa, Paa.. Terimakasih yaa udah perhatian dan peduli banget sama kami berdua, sampai repot-repot beliin ini semua.."
"Iyaa Sayang, Mamaa tidak repot kok.." balas Mamaa..
"Risha mau ke dapur dulu mau buatin minuman buat Mamaa dan Papaa.."
"Memang asisten rumah tangga kalian kemana..? Dari tadi Mamaa tidak melihatnya.." tanya Mamaa yang merasa bingung.
"Iyaa Maa, memang benar apa yang di katakan sama Bayu, ehh Mas Bayu.."
"Ohh, jadi begitu yaa, kamu ini baik sekali, Ris.. Yaa sudah kalau begitu, biar Ayu yang bantuin kamu buat minuman.." ucap Mamaa sambil menatap Ayu yang asyik memainkan ponselnya.
"Iyaa Maa, iyaa.." seru Ayu yang langsung bangkit dari tempat duduknya, karena mendapat tatapan tajam dari Mamaa dan berjalan menuju ke dapur.
"Ayu,, nanti bantuin donk, gimana biar Mamaa dan Papaa gak bahas masalah anak terus. Aku jadi pusing dengarnya, Yu.." pintaku pada Ayu yang masih asyik dengan ponselnya.
"Iyaa tenang aja, nanti aku pasti bantuin. Asal suntikan nya nanti lancar,hehehee.." ujar Ayu sambil tertawa kecil.
"Mmmh,,kamu ini perhitungan banget sekarang yaa.. Nih bawa minumannya ke depan..!" ucapku seraya berjalan menuju ke ruang tamu, meninggalkan Ayu yang menatap bingung ke arahku.
"Yaah,, ngambek deh tuh anak.." gumam Ayu sambil membawa nampan berisi beberapa minuman.
__ADS_1
🐝
Sementara itu di tempat yang lain, terlihat se'orang wanita yang sedang berjalan terburu-buru karena ingin menghindar dari se'orang laki-laki yang mengejarnya.
"Kamu kenapa sih selalu menghindar dari aku, May..?!" tanya laki-laki itu sembari menarik tangan wanita yang tidak lain adalah Maya..
"Aku gak menghindar, aku cuma ada urusan dan harus buru-buru pergi.." bohong Maya yang sengaja mencari alasan agar Ia bisa terbebas dari laki-laki yang selama ini terus saja mendekatinya.
"Kamu pasti bohong..! Aku cuma pengen ngobrol sebentar sama kamu, May.."
"Tapi aku gak pengen, lagi pula dari dulu kamu tau jelas kalau aku gak bisa membalas perasaan kamu. Jadi aku minta sama kamu, berhenti untuk menemui dan mengganggu aku.." seru Maya sambil berlalu pergi dengan tergesa-gesa.
"May,, tunggu..! Aku masih pengen ngomong. Si**..! Lihat aja May, aku pasti akan mendapatkan kamu.." ucap laki-laki itu dengan seringai liciknya, lalu memilih untuk tidak mengejar Maya yang sudah menjauh pergi.
Sedangkan Maya yang merasa lelah karena berjalan tergesa-gesa, kini berhenti sejenak sambil melihat ke arah belakang untuk memastikan. Apakah laki-laki yang membuntuti dan mengejarnya tadi sudah pergi, atau masih mengikutinya.
"Syukurlah dia udah gak ngejar aku lagi,huuhhh.. Aku harus secepatnya pulang ke rumah, jangan sampai ketemu sama dia lagi.." ucap Maya sembari mengatur nafasnya, lalu segera mencari taksi untuk mengantarkannya pulang.
Setelah tiga puluh menit berlalu, Maya pun telah tiba di sebuah rumah yang selama ini Ia tempati bersama Ayahnya. Sedangkan Ibunya telah lama meninggal dunia, beberapa saat setelah Ia di lahirkan. Sejak saat itu, Maya hanya di rawat boleh Ayahnya yang memutuskan untuk tidak akan menikah lagi dan hanya fokus merawat Maya dari bayi..
"Kamu sudah pulang, May..? Kenapa wajah kamu seperti itu..? Apa ada sesuatu yang terjadi..?" tanya Rama pada putri semata wayangnya itu.
"Gak kenapa-kenapa kok, Yah.. Tadi cuma lihat ada orang gila aja, jadi kaget gitu,hee.." jawab Maya sambil menarik nafasnya.
"Ohh, Ayah pikir kenapa, yaa sudah kamu istirahat dulu setelah itu kita makan. Tadi Ayah sudah masak makanan kesukaan kamu.." ucap Ayah sambil tersenyum dan membelai lembut rambut Maya..
Maya pun langsung masuk ke dalam kamar, lalu merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Maya mengingat kembali apa yang tadi Ia alami, bagaimana se'orang pria yang sejak dulu telah Ia tolak cintanya hingga kini masih saja mengejarnya. Namun hal ini tidak pernah Ia ceritakan pada Bayu, karena tidak ingin membuat Bayu merasa cemburu atau berpikir yang bukan-bukan padanya...
Bersambung...
🙏😊 A59⭐
__ADS_1