
Risha yang merasa sangat bahagia dengan kabar baik yang di berikan oleh Aabid, kini sedang bergegas menuju ke kost-an Cindy menggunakan mobilnya. Ia ingin memberitahukan kabar baik itu pada Cindy, kabar baik yang selama ini Risha tunggu-tunggu. Namun, baru saja Risha menghentikan mobilnya karena telah tiba di tempat parkiran yang di sediakan oleh pemilik kost-an, Ia melihat Cindy keluar dari kost-annya dan berjalan dengan tergesa-gesa.
"Cindy mau kemana yaa..? Jalannya cepat banget gitu.." ucap Risha yang memutuskan untuk mengikuti kemana Cindy pergi. Tidak lama kemudian, Ia melihat Cindy masuk ke dalam sebuah taksi yang terlihat seperti sudah di pesan sebelumnya. Tanpa ragu, Risha pun langsung mengikuti kemana taksi itu akan membawa Cindy pergi.
Taksi itu pun kini telah berhenti di sebuah taman, taman yang waktu itu pernah Risha datangi untuk bertemu dengan Maya dan Bayu. Melihat Cindy yang sudah turun dari taksi, Risha juga langsung mengikutinya secara diam-diam. Beberapa menit mengikuti, Risha melihat Cindy sedang menemui se'orang laki-laki yang sepertinya sudah tidak asing lagi baginya.
"Laki-laki itu, bukannya dia teman Cindy yang waktu itu aku lihat..?!" gumam Risha sembari memperhatikan dengan seksama dari balik pohon, apa yang sedang kedua orang itu lakukan dan bicarakan.
"Akhirnya kamu datang juga, memang ada hal penting apa yang mau kamu omongin..?" tanya pria itu yang terlihat sudah tidak sabaran ingin mengetahui, apa alasan Cindy mengajaknya untuk bertemu.
"Kamu baca ini..!" seru Cindy sambil memberikan sebuah amplop putih pada laki-laki di depannya.
"Maksudnya apa ini..?!"
"Aku sekarang sedang hamil, dan itu semua gara-gara kamu. Jangan bilang kalau kamu udah lupa, dengan apa yang udah kamu lakukan ke aku malam itu.."
Degg..
Risha yang mendengar jelas apa yang baru saja di katakan oleh Cindy, merasa sangat terkejut hingga tercengang karena merasa tidak percaya. "Ini gak mungkin, aku pasti salah dengar.." gumam Risha dalam hati sembari mengepalkan tangannya dengan erat.
"Tapi kita hanya melakukan satu kali Cindy, gak mungkin itu langsung buat kamu hamil. Pasti itu anak dari laki-laki lain, bukan anak aku..!" jawabnya dengan emosi.
"Apa kamu pikir aku ini perempuan murahan, hahh..?!! Aku hanya melakukannya sama kamu, cuma sama kamu gak ada yang lain..!!" teriak Cindy yang tidak kalah emosi, karena tidak terima dengan tuduhan yang membuat dirinya seakan seperti wanita murahan.
"Terus mau kamu apa sekarang..?!"
__ADS_1
"Aku mau kamu tanggung jawab, atau sekalipun kamu gak mau menikahi aku. Setidaknya setelah bayi ini nanti lahir, kamu yang harus mengurusnya.." pinta Cindy tanpa pikir panjang.
"Aku gak mau..! Aku gak mau menikahi kamu, apa lagi mengurus bayi itu yang belum tentu anak aku.."
"Kamu memang benar-benar brengxxx..!! Laki-laki egois dan gak bertanggung jawab..!" teriak Cindy sambil memukuli dada pria yang ada di hadapannya itu.
"Cukup, Cindy..! Lebih baik kamu pulang, dan jangan melibatkan aku dalam masalah kamu.." ucap pria itu yang langsung melangkah pergi meninggalkan Cindy yang saat ini tengah menangis tersedu-sedu.
Risha yang melihat semua itu dari balik pohon, hanya bisa terdiam dan terpaku dengan perasaan yang begitu hancur. Bagaimana tidak, wanita yang selama ini sangat Ia cintai kini tengah hamil, dan tidak mungkin baginya untuk melanjutkan hubungan mereka. Setelah apa yang Risha usahakan untuk bisa bersama Cindy, tapi semua harus kandas begitu saja.
Namun di sisi lain, Risha yang melihat kondisi Cindy yang sedang sedih dan menangis itu. Seolah ingin menghampiri dan menenangkannya, tapi bagaimana mungkin Ia bisa melakukan itu. Sedangkan saat ini, hatinya juga sangat terluka dan kecewa. Kenyataan pahit terjadi begitu saja, saat Risha berpikir hari bahagianya bersama Cindy telah tiba. Tapi yang terjadi, justru di luar dugaannya.
"Maaf Cindy, aku harus pergi.." gumam Risha dalam hati, lalu pergi dari tempat itu dengan air mata yang sejak tadi berusaha untuk Ia tahan sekuat tenaga.
🐝
"Risha..! Kamu kenapa nangis..??" tanya Ayu yang terlihat terkejut dengan kedatangan Risha ke butiknya secara tiba-tiba. Terlebih lagi saat melihat saat ini Risha tengah menangis sambil memeluknya, membuat Ayu yang tadinya terkejut menjadi merasa sangat bingung.
"Ayo sini Ris, kamu duduk dulu yaa.. Aku ambil air minum buat kamu.." ucap Ayu..
"Aku gak mau minum..! Hiks,,hiks,, hiikks..." sahut Risha yang masih menangis sembari memegang tisu.
"Yaa udah kalau kamu gak mau, sekarang kamu cerita sama aku. Ada apa sebenarnya..? Apa yang buat kamu sampai nangis seperti ini..?" tanya Ayu yang merasa sangat penasaran dengan penyebab Risha menangis.
"Tapi aku mau nangis dulu, Ayu..!" sahut Risha yang menangis sampai sesenggukan.
__ADS_1
"Ohh,, iyaa iyaa Ris, kamu nangis aja dulu yaa sampai puas. Kalau gitu aku mau tutup butik dulu sebentar, biar kamu bisa nangis dengan tenang, aman, damai dan sentosa,hee.." ledek Ayu sambil tertawa kecil.
"Ayuuu...!" teriak Risha di iringi dengan suara tangisannya yang semakin kencang.
"Iyaa Ris iyaa, aku cuma bercanda.." sahut Ayu yang sengaja meledek Risha yang justru terlihat lucu saat menangis.
"Ayu,, aku haus mau minum.." ucap Risha pada Ayu yang sejak tadi hanya diam menunggu Risha selesai menangis, bahkan sampai membuatnya hampir saja tertidur.
"Ehh,, iyaa Ris sebentar aku ambilin dulu.." sahut Ayu yang langsung berjalan ke belakang menuju dapur, karena butik yang di miliki oleh Ayu selain cukup besar juga di lengkapi dengan kamar pribadi, ruang tamu dan juga dapur. Hanya saja Ayu belum berkeinginan untuk memiliki karyawan, Ia lebih memilih bekerja se'orang diri.
"Ini Ris air minumnya, kamu minum dulu yaa biar sedikit tenang.." ucap Ayu seraya menyerahkan segelas air putih pada Risha..
"Iyaa Yu, terimakasih yaa.." balas Risha yang langsung meneguk minumannya.
"Kamu udah selesaikan nangisnya, Ris..? Sekarang kamu cerita yaa, aku penasaran banget nih.."
"Belum Yu, aku masih pengen nangis lagi.." sahut Risha..
"Risha...!! Ihh,, kamu mau buat aku mati penasaran yaa..?! Ayo buruan cerita, Ris.. Jangan siksa aku seperti ini, lama-lama aku bisa mati,hehee.." ujar Ayu yang bercanda untuk mencairkan suasana.
"Yaa udah aku cerita, tapi aku mau ke kamar mandi dulu. Udah kebelet banget,hee.." balas Risha yang langsung berlari kecil menuju ke kamar mandi.
"Rishaa...!! Memang ngeselin banget ini anak yaa..!" teriak Ayu sambil menggelengkan kepalanya melihat tingkah Risha yang kadang-kadang menyebalkan itu...
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59⭐