
Maya menghampiri Bayu yang terlihat sedang duduk termenung di sebuah sofa yang berada tidak jauh dari tempat Rian bermain bersama pengasuhnya.
"Apa kamu masih marah, Mas..?" tanya Maya sembari menyentuh tangan Bayu yang langsung menoleh ke arahnya.
"Aku gak marah, aku cuma gak habis pikir dengan semua orang yang menyetujui Andre di bebaskan gitu aja. Apa semua orang lupa, dengan apa yang udah dia perbuat sama kamu dan juga Risha..?!" seru Bayu sambil menarik nafasnya dengan berat.
"Aku bisa ngerti perasaaan kamu, Mas.. Dan semua orang juga bukan lupa dengan apa yang udah Andre pernah lakukan, tapi ada hal lain yang lebih penting dari sekadar mengingat perbuatan buruknya.." ujar Maya..
"Hal lain apa maksud kamu, Sayang..?" tanya Bayu dengan rasa ingin tahu, karena entah hal apa lagi yang tidak Ia ketahui saat ini.
"Selain masih punya se'orang Ibu, ternyata Andre juga memiliki istri dan se'orang anak yang usianya gak jauh dari anak kita, Mas.." jelas Maya..
"Apa semua itu benar, May..? Kamu tau dari mana..?" tanya Bayu yang merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja Ia dengar, karena yang Ia tahu selama ini Andre mencintai Maya. Jadi mana mungkin, sekarang tiba-tiba dia memiliki istri dan se'orang anak.
"Aku juga awalnya gak bisa percaya gitu aja Mas, tapi setelah aku selidiki dan tanya langsung ke Ibu Rumi ternyata itu semua memang benar.." ujar Maya..
"Tapi aku masih gak bisa percaya May, bisa aja kan itu semua cuma karangan dan sandiwara mereka untuk mencari simpati semua orang. Dan akhirnya Andre bisa di bebaskan.." sahut Bayu yang tidak mau percaya begitu saja dengan apa yang di ceritakan oleh Maya..
"Mmmh,,yaa udah Mas, kalau memang kamu masih gak percaya juga nanti kamu datang langsung aja ke tempat tinggal mereka dan lihat langsung kalau anak itu memang anak Andre. Karena mirip sekali sama wajahnya.." ucap Maya sembari bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan menghampiri Rian yang tengah asyik bermain.
"Apa mungkin memang benar apa yang di katakan sama Maya..? Aku akan memastikannya sendiri.." gumam Bayu dalam hati yang merasa ragu mendengar cerita Maya tentang Andre..
🐝
Keesokan harinya,
Bayu yang ingin memastikan kebenaran tentang cerita Maya mengenai Andre, siang itu segera menuju ke toko yang sekaligus menjadi tempat tinggal Cindy bersama Ibu Rumi beserta putrinya. Namun sesampainya di sana, Bayu melihat keadaan toko yang begitu ramai pembeli. Ia pun memutuskan untuk menunggu di dalam mobil, sembari memperhatikan bagaimana Cindy dan Ibu Rumi berinteraksi dengan pembeli.
Sementara itu di tempat yang lain, Ayu bersama dengan Risha baru saja selesai menikmati makan siangnya. Selesai membereskan semua yang ada di atas meja, keduanya pun kembali duduk di sofa.
__ADS_1
"Menurut kamu, apa sekarang Bayu masih ada di tempatnya Cindy yaa, Yu..?" tanya Risha yang sejak tadi kepikiran dengan Bayu yang ingin menemui Cindy dan Ibu Rumi..
"Iyaa mungkin aja Ris, karena sekarang kan masih jam istirahat kerja. Kenapa, kamu pasti cemas yaa mikirin Cindy..? Atau jangan-jangan kamu cemburu lagi,hehehee.." goda Ayu sembari tertawa terkekeh-kekeh.
"Sembarangan aja kalau ngomong, ngapain juga aku cemburu. Aku cuma cemas aja Yu, gimana kalau seandainya Bayu masih gak percaya juga nanti.." sahut Risha..
"Kamu tenang aja Ris, Kak Bayu pasti percaya kok. Lagi pula semua kan udah kita atur dan rencanakan sebelumnya.." balas Ayu yang beberapa hari yang lalu telah menemui Cindy untuk mengajaknya ikut serta dalam rencana mereka untuk membebaskan Andre..
"Iyaa sih Yu, semoga aja Bayu percaya dan juga bisa memaafkan Andre nantinya. Terus gimana dengan Andre sekarang..? Apa dia bisa mengerjakan pekerjaannya dengan baik..?" tanya Risha pada Ayu..
"Menurut yang aku dengar dari teman aku yang juga kerja di kantor itu, Andre melakukan pekerjaannya dengan baik dan juga bisa menyesuaikan diri di manapun dia di tempatkan.." jawab Ayu..
"Baguslah kalau gitu, dia memang harus bekerja dan belajar dari nol dulu. Tapi kamu harus tetap awasi yaa, aku pengen tau terus gimana perkembangannya.." ucap Risha yang memang sengaja memberikan pekerjaan pada Andre secara diam-diam, di salah satu anak cabang dari perusahaan orang tuanya.
"Kalau soal itu kamu tenang aja, semua udah aku atur. Terus kamu sendiri gimana, Ris..?"
"Memang aku gimana, Yu..? Yaa gak gimana-gimana.." sahut Risha yang tidak sepenuhnya mengerti dengan pertanyaan yang di ajukan oleh Ayu padanya.
"Nanti aja, nunggu kamu nikah dulu.." jawab Risha dengan asal.
"Kok gitu sih Ris, memang apa hubungannya coba..? Aneh banget nih orang.." gerutu Ayu..
"Yaa ada lah Yu, lagi pula aku masih mau fokus dulu menjadi penulis. Udah lama banget aku gak nulis, semenjak aku sadar dari koma.." sahut Risha..
"Lebih tepatnya, sejak kamu putus dari Cindy,hehee.."ledek Ayu seraya tertawa kecil.
"Kamu sengaja mau buat aku sedih dan nangis lagi yaa, Ayu..?" tanya Risha dengan raut wajah yang langsung berubah.
"Gak Ris gak, sekarang kita keluar yaa.. Aku traktir kamu jajan kue di tempat Cindy,hee.."
__ADS_1
"Ayuu..!!" teriak Risha yang langsung melemparkan sebuah tisu basah pada Ayu..
🐝
🐝
Malam harinya,
Bayu yang baru saja masuk ke dalam kamar, segera menghampiri Maya yang sedang berbaring di atas tempat tidur bersama Rian..
"Akhirnya, Rian tidur juga,mmmh.." ucap Maya sembari tersenyum, lalu menatap ke arah suaminya yang terlihat hanya diam saja.
"Kamu kenapa, Mas..? Kok di tekuk gitu mukanya..? Lagi mikirin apa..?" tanya Maya yang perlahan duduk di samping Bayu..
"Gak kenapa-kenapa Sayang, mungkin aku cuma ngerasa capek aja.." jawab Bayu sambil membelai lembut rambut istrinya itu.
"Ohh,, yaa udah kalau gitu, sekarang kamu istirahat aja, Mas.. Kalau memang udah ngantuk, kamu bawa tidur aja yaa.." ucap Maya..
"Aku udah ketemu sama Ibunya Andre, juga istri dan anaknya. Ternyata memang benar semua yang kamu omongin ke aku kemarin, maaf yaa Sayang karena gak percaya sama kamu.." ujar Bayu yang kini merasakan campur aduk di dalam hatinya.
"Iyaa Mas, gak apa-apa kok. Yang penting sekarang kamu udah tau, apa sebenarnya alasan Risha yang meminta Mamaa dan Papaa mencabut tuntutan pada Andre.."
"Iyaa Sayang, aku gak nyangka Risha bisa berpikir sebaik dan sejauh itu. Dalam keadaannya yang seperti itu, dia masih aja mikirin orang lain. Aku jadi nyesel, karena waktu itu udah marah dan bentak Risha.." ucap Bayu..
"Iyaa Mas, Risha memang anak yang baik. Kalau kamu ngerasa bersalah sama Risha, kamu minta maaf aja yaa, Mas.." sahut Maya sambil menggenggam tangan Bayu..
"Sekarang juga aku mau minta maaf sama Risha, aku ke kamar Risha dulu yaa, Sayang.." ucap Bayu dengan tersenyum lebar.
Melihat itupun, hati Maya merasa lega dan senang. Karena kini, suaminya itu tidak lagi menyimpan benci dan dendam pada orang yang sudah berniat mencelakai dirinya dan juga Risha...
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59⭐