
Risha yang saat ini berada di dalam kamar, tengah berdiri sambil menatap ke arah luar jendela. Tatapannya terlihat kosong, hanya tersirat kesedihan yang ada di sana. Sejak mengetahui tentang kehamilan Cindy bersama teman prianya, Risha seolah kehilangan semangat dan tujuan hidupnya. Apa yang selama ini telah Ia rencanakan, kini harus sirna begitu saja.
Dengan perlahan, Risha menghapus air matanya yang telah menetes sejak tadi. Entah sudah berapa banyak air mata yang sudah Ia jatuhkan untuk Cindy, namun semua itu tetap tidak bisa merubah apa yang sudah terjadi. Sangat sulit untuk menerima semua kenyataan yang ada, tapi Risha juga tidak punya pilihan lain selain dari mencoba mengikhlaskannya.
"Maafin Risha Bunda, Ayah.. Karena udah buat Bunda sama Ayah kecewa dengan memilih untuk berpisah dari Bayu, mungkin ini semua balasan yang harus Risha terima.." ucap Risha sembari menatap lekat pada foto kedua orang tuanya yang saat ini sedang Ia pegang.
Tangis Risha kini kembali pecah, Ia peluk erat foto kenangan bersama kedua orang tuanya yang selama ini Ia simpan. Rasa rindu pun memenuhi ruang di hatinya, membuat Ia merasakan sesak di dada. Risha pun kembali hanyut dalam kesedihan dan kerinduan, untuk sesaat dunia terasa berhenti berputar. Hanya tetes air mata yang menemaninya saat ini, terjatuh dengan bebas dari pelupuk mata dan membasahi pipi.
Tokk,, tokk,, tokkk..
Terdengar suara ketukan pintu kamar, yang membuat kesedihan Risha seketika itu menjadi buyar. Ia pun segera menyeka air matanya, lalu kembali memajang potret kedua orang tuanya di atas meja.
"Siapa yang ngetuk pintu yaa..? Bukannya Bayu dan Maya sekarang masih ada di kantor.." tanya Risha dalam hati dengan hati yang was-was, namun dengan perlahan Risha tetap membuka pintu kamarnya. Tapi setelah itu Ia sembunyi di balik pintu, karena cemas jika yang mengetuk pintu kamarnya adalah se'orang pencuri.
"Baaaa...!!" teriak se'orang perempuan yang terdengar tidak asing bagi Risha. "Kok Risha gak ada sih..?! Kemana perginya..?"
"Aku di sini..!" seru Risha yang muncul tiba-tiba dari balik pintu kamarnya.
"Ehh,, copot copot..! Yaa ampun Ris, kamu ngapain di situ..? Sengaja yaa mau ngerjain aku..?" tanya wanita itu yang tidak lain adalah Ayu yang datang untuk menemui Risha dan sengaja ingin membuat Risha kaget dengan kedatangannya.
"Kamu yang mau ngerjain aku, pakai acara mau ngagetin aku segala. Aku pikir tadi maling tau, untung gak aku pukul.." ujar Risha yang kini merasa lega, karena yang mengetuk pintu kamarnya ternyata adalah Ayu..
"Aku kan cuma mau kasih kamu sedikit kejutan,hehee.." sahut Ayu sambil merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.
"Tapi kamu sendiri yang kaget kan,mmmh.. Ohh iyaa Yu, kok kamu bisa masuk ke rumah sih..? Yang punya kunci rumah ini kan cuma aku, Bayu dan Maya.." tanya Risha yang baru menyadari bagaimana cara Ayu bisa masuk ke rumahnya.
__ADS_1
"Kak Bayu yang ngasi kunci rumah ini tadi pagi.." jawab Ayu..
"Bayu..? Kok bisa, memang kenapa, Yu..?" tanya Risha dengan rasa penasaran.
"Karena Kak Bayu minta aku buat temenin kamu di rumah, karena malam ini Kak Bayu dan Maya akan menginap di rumah Ayah Rama.. Terus ada lagi Ris, Kak Bayu juga nyuruh aku buat cari tau alasan kenapa kamu akhir-akhir ini sering mengurung diri di kamar.." ujar Ayu..
"Udah aku duga, pasti Bayu dan Maya jadi kepikiran sama aku,mmmh.." sahut Risha. "Tapi kamu gak ada cerita apa-apa ke Bayu kan..?" tanya Risha yang tidak ingin masalahnya dengan Cindy di ketahui oleh siapapun.
"Beres Ris, kamu tenang aja yaa.. Kalau masalah itu aman kok.." balas Ayu sambil tersenyum.
"Syukurlah kalau gitu, terimakasih yaa, Ayu.. Jadi malam ini kamu nginap di sini..? Terus Mamaa dan Papaa gimana, apa gak curiga..?"
"Kebetulan Mamaa dan Papaa lagi ke luar kota, ada urusan katanya. Makanya Kak Bayu nyuruh aku nginap dan temenin kamu, Ris.." jelas Ayu yang sejak tadi memperhatikan Risha..
"Ternyata benar kata Kak Bayu, kamu kelihatan kurus banget sekarang. Ngapain sih pakai gak makan segala Ris, nyiksa diri tau gak..!" seru Ayu dengan nada kesal, namun juga merasa kasihan.
"Aku gak apa-apa kok Yu, memang lagi gak selera makan aja.." sahut Risha sambil tersenyum, Ia tidak ingin memperlihatkan kesedihan yang di rasakannya pada Ayu..
"Yaa udah kalau gitu, sekarang kamu siap-siap, Ris.." ucap Ayu dengan penuh semangat.
"Siap-siap, memang mau kemana, Yu..?" tanya Risha..
"Udah,, kamu jangan banyak tanya. Sekarang buruan siap-siap, habis itu kita pergi keluar. Dari pada kamu di kamar terus, lebih baik kita jalan-jalan.." Ayu pun segera menarik tangan Risha dan mendorongnya untuk bersiap-siap.
🐝
__ADS_1
Sementara itu di sisi yang lain, Bayu dan Maya baru saja tiba di rumah Rama. Mereka di sambut hangat oleh Rama yang saat itu tidak mengetahui, bahwa putri dan menantunya akan datang ke rumah.
"Kenapa kalian tidak bilang sama Ayah, kalau mau datang ke rumah..? Ayah kan bisa siapkan banyak makanan kesukaan kalian.." ucap Rama sambil memeluk Maya yang selalu di rindukannya.
"Kita sengaja gak ngomong dulu sama Ayah, karena mau kasi kejutan,hehee.." sahut Maya..
"Oh iyaa May, Risha mana..? Kenapa kalian datang cuma berdua saja..?" tanya Rama yang baru menyadari bahwa Risha tidak ikut bersama dengan mereka.
"Risha masih ada urusan Ayah, nanti juga kalau dia udah gak sibuk pasti datang temuin Ayah.." bohong Maya pada Rama, karena Ia tidak mungkin menceritakan hal sebenarnya tentang keadaan Risha yang dirinya dan Bayu bahkan tidak tahu apa-apa.
"Anak itu memang semangat sekali menulisnya, lalu bagaimana kabar kedua orang tua kamu, Bayu..? Mereka sehat semua kan..?" tanya Rama pada Bayu..
"Mamaa sama Papaa sehat kok, Yah.." jawab Bayu sambil tersenyum.
"Syukurlah kalau begitu, sekarang lebih baik bersihkan diri kalian dulu. Setelah itu, bantu Ayah menyiapkan makan malam untuk kita makan bersama yaa.." ujar Rama..
"Iyaa Ayah, aku dan Bayu juga mau ngomong sesuatu yang penting sama Ayah. Tapi nanti, setelah kita selesai makan malam,hee.." ucap Maya yang sengaja ingin membuat Ayahnya merasa penasaran.
"Kamu ini May, dari dulu masih tidak berubah. Suka sekali membuat Ayah penasaran,mmmh.." sahut Rama sambil menarik nafasnya.
"Gak apa-apa Ayah, semakin Ayah penasaran kan semakin seru,hee.. Yaa udah kalau gitu, aku dan Mas Bayu mau mandi dulu. Ayo Mas..!" ajak Maya sembari menggandeng tangan Bayu tanpa merasa malu di lihat oleh Rama yang hanya bisa tersenyum dan menggelengkan kepala...
Bersambung...
🙏😊 A59⭐
__ADS_1