Jangan Sentuh Aku

Jangan Sentuh Aku
Menjenguk


__ADS_3

Karena tidak ingin melanggar amanat yang di berikan oleh Andre padanya, sepulang dari kantor polisi Cindy pun menyempatkan waktu untuk menjenguk Ibunya Andre yang masih di rawat di rumah sakit. Berbeda dari sebelumnya, kini di depan rumah sakit ataupun ruangan tempat Ibu Andre di rawat sudah tidak terlihat lagi adanya polisi. Hal ini di sebabkan karena pelaku yang menabrak Risha sudah pun tertangkap.


Perlahan Cindy mengetuk pintu dan membukanya, di sana terlihat se'orang wanita paruh baya sedang menikmati makan siangnya dengan tidak berselera.


"Maaf Bu, kalau kedatangan saya ke sini mengganggu.." ucap Cindy sembari menyalami tangan wanita itu, yang langsung meletakkan mangkuk berisi bubur yang Ia pegang ke atas meja.


"Iyaa tidak apa-apa, Nak.. Kamu ini siapa..?" tanya Ibu Rumi yang baru pertama kalinya melihat dan bertemu dengan Cindy..


"Mmm,, saya Cindy, Bu.. Temannya Andre.." jawab Cindy sambil tersenyum.


Mendengar nama putranya itu di sebut, membuat Ibu Rumi seketika itu langsung merasa sedih. Karena Ia tidak tahu, bagaimana keadaan Andre saat ini. Terlebih saat polisi memberitahunya, bahwa Andre terlibat dalam kasus kecelakaan yang menyebabkan se'orang wanita terluka parah dan saat ini masih dalam keadaan koma. Membuat hatinya semakin sedih dan kecewa.


"Ibu kenapa..?" tanya Cindy saat melihat wanita yang ada di depannya itu tiba-tiba terdiam, dan tampak sedang memikirkan sesuatu.


"Ibu hanya kepikiran dengan Andre, entah bagaimana kabar anak itu sekarang. Yang Ibu tau dari polisi, Andre sudah di tangkap dan di penjarakan.." ujar Ibu Rumi seraya menahan air matanya agar tidak menetes.


"Andre baik-baik saja Bu, tadi sebelum ke sini saya dari kantor polisi untuk melihat keadaan Andre. Dia meminta Ibu agar tidak terlalu memikirkannya, dan fokus untuk kesembuhan Ibu saja.." ucap Cindy yang berusaha menenangkan wanita di hadapannya itu.


"Syukurlah kalau Andre baik-baik saja, Ibu merasa sedikit lega sekarang. Apa kamu tau, apa yang sebenarnya Andre lakukan sampai dia bisa masuk penjara..?" tanya Ibu Rumi..


Cindy yang mendapatkan pertanyaan itupun langsung merasa bingung, Ia tidak tahu apakah harus berkata dengan jujur tentang apa yang sudah Andre lakukan atau harus berbohong untuk menutupinya.

__ADS_1


Melihat Cindy yang tidak langsung mau menjawab pertanyaan darinya, membuat Ibu Rumi semakin ingin tahu yang sebenarnya terjadi. "Kamu tidak perlu khawatir atau merasa takut, katakan saja yang sebenarnya, Nak.. Ibu tidak apa-apa, tidak ada yang perlu kamu sembunyikan.." ujar Ibu Rumi pada Cindy..


Setelah mendengar itu, Cindy pun mulai menceritakan semua yang Ia tahu sama persis dengan apa yang telah di ceritakan oleh Andre padanya. Terlihat jelas perubahan pada raut wajah Ibu Rumi saat mendengar cerita dari Cindy, Ia merasa tidak percaya dengan apa yang sudah putranya lakukan pada orang lain.


"Yaa Tuhan,, apa yang sudah Andre lakukan. Kenapa dia tega melakukan hal yang buruk seperti itu pada orang lain, apa lagi sampai membuat orang lain terluka parah.." ucap Ibu Rumi yang kini sedang menangis memikirkan apa yang sudah putranya itu perbuat.


"Ibu yang sabar yaa, Ibu harus kuat menerima ini semua.." sahut Cindy mencoba menenangkan dan menggenggam tangannya.


"Ibu tidak menyangka Andre bisa melakukan itu semua, Nak Cindy.. Selama ini Andre selalu bersikap dan berperilaku baik, tapi sekarang--" Melihat Ibu Rumi yang menangis sedih, Cindy pun langsung memeluknya.


"Mungkin Andre memang khilaf Bu, dan dia sudah menerima hukumannya. Ibu jangan terlalu memikirkan Andre, yang penting Ibu sekarang banyak istirahat agar bisa cepat sembuh dan bisa menjenguk Andre di penjara.." ujar Cindy sembari tersenyum.


"Iyaa Nak Cindy, terimakasih kamu sudah mau datang ke sini untuk menjenguk dan menghibur Ibu.." sahut Ibu Rumi membalas senyuman Cindy..


"Sekali lagi terimakasih Nak Cindy, kamu wanita yang sangat baik sekali.." balas Ibu Rumi pada Cindy yang sengaja tidak memberitahu, bahwa semua itu Ia lakukan karena atas permintaan dari Andre. Meski begitu, di sisi lain Ia juga merasa senang bisa mengenal Ibu Rumi yang mengingatkannya pada sosok Ibunya yang telah lama tiada.


🐝


Cindy yang tidak ingin berlama-lama menjenguk Ibu Rumi, kini memilih untuk segera pamit agar perempuan itu bisa kembali beristirahat. Dan setelah itu Ia akan pergi ke rumah sakit yang berbeda, untuk menjenguk sese'orang yang menjadi korban atas penabrakan yang di lakukan oleh Andre..


Sesampainya di rumah sakit yang Ia tuju, Cindy segera menaiki lift. Karena dari informasi yang Ia dapatkan dari se'orang suster, mengatakan bahwa pasien yang di cari oleh Cindy berada di lantai atas tepatnya di ruang khusus VVIP. Namun saat baru saja keluar dari lift, tiba-tiba langkah Cindy terhenti tatkala Ia melihat sosok se'orang yang Ia kenal.

__ADS_1


"Ayu..!" panggil Cindy pada wanita yang ada di depannya. "Kamu ngapain ada di sini..? Apa ada keluarga atau saudara yang sakit..?" tanya Cindy yang sudah mengenal Ayu saat dulu Ia menjalin hubungan dengan Risha..


"Iyaa, itu benar. Kamu sendiri, sedang apa di sini..?" ucap Ayu yang balik bertanya, namun firasatnya mengatakan bahwa Cindy ada di sana pasti ada kaitannya dengan Risha..


"Aku ke sini mau jenguk sese'orang yang mengalami kecelakaan, karena di tabrak sama pengendara sepeda motor.." jawab Cindy tanpa menjelaskannya lebih jauh.


"Ohh,, mungkin aku tau siapa orang yang mau kamu temui, sekarang ikut aku.." sahut Ayu pada Cindy yang kini terlihat bingung mendengar perkataan dari Ayu, namun Ia tetap mengikuti Ayu dari belakang.


Kini keduanya pun telah berada di dalam sebuah ruangan yang cukup besar, dengan fasilitas yang lengkap. "Orang yang ingin kamu temui ada di ruangan itu.." ucap Ayu sambil menunjuk ke arah sebuah ruangan lain yang memang di peruntukkan bagi pasien dengan perawatan khusus.


Cindy pun mulai berjalan ke arah ruangan itu, namun tiba-tiba tangannya di tarik oleh Ayu. "Ada apa, Ayu..?" tanya Cindy..


"Biar aku temenin kamu, Cindy.." ucap Ayu yang berjalan bersama Cindy ke dalam ruangan itu. Dan seperti yang telah Ayu perkiraan sebelumnya, bahwa Cindy pasti akan merasa sangat terkejut saat melihat yang terbaring di tempat tidur itu adalah Risha..


"Ini gak mungkin..! Kenapa bisa Risha yang ada di sini, Ayu..?!" tanya Cindy yang langsung hilang keseimbangan, dan hampir saja terjatuh jika Ayu tidak segera memegang tubuhnya.


"Apa yang sebenarnya terjadi, Ayu..?" tanya Cindy yang kini menangis tersedu-sedu, karena Ia sama sekali tidak menyangka bahwa korban kecelakaan yang ingin Ia temui ternyata adalah Risha..


Ayu menghela nafasnya dengan berat, lalu mulai menceritakan tentang kejadian yang menimpa Risha karena ingin menyelamatkan nyawa Maya dan calon bayi yang ada di dalam kandungannya. Cindy yang mendengar itupun semakin menangis menjadi-jadi, saat itu juga rasa benci perlahan mulai muncul di dalam hatinya pada Andre...


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59⭐


__ADS_2