
Seperti yang di minta oleh Risha, Bayu dan Maya kini telah berada di ruangan dimana se'orang wanita yang berprofesi sebagai dokter kandungan tengah memeriksa kondisi Maya. Beberapa saat kemudian, pemeriksaan pun telah selesai. Maya turun dari tempat tidur dengan di bantu oleh Bayu, lalu keduanya duduk bersama sang dokter dengan posisi saling berhadapan.
"Bagaimana hasi pemeriksaannya, Dok..?" tanya Bayu dengan antusias, karena dalam hati kecilnya Ia memang sangat berharap saat ini Maya sedang hamil.
"Hasil pemeriksaan menunjukkan, bahwa Ibu Maya sedang hamil, Pak.. Usia kandungannya sudah masuk minggu ke empat, selamat yaa Pak, Bu..!" seru dokter tersebut sembari mengulurkan tangannya, pada Bayu dan Maya. Namun keduanya terlihat bingung dengan wajah yang tidak percaya, membuat dokter yang melihatnya pun ikut merasa bingung.
"Apa Bapak dan Ibu baik-baik saja..?" tanya dokter memastikan.
"Ohh,, iyaa Dok, kami berdua baik-baik saja. Terimakasih banyak yaa, Dok.." sahut Bayu yang langsung menjabat tangan sang dokter dengan raut wajah bahagianya, di ikuti oleh Maya setelah itu.
Bayu dan Maya pun segera pamit pergi, lalu berjalan keluar rumah sakit tempat Ia melakukan pemeriksaan untuk menuju ke tempat mobilnya terparkir.
"Ternyata kamu beneran hamil, Sayang.. Terimakasih yaa, karena kamu udah menjadikan aku sebagai calon Ayah.." ucap Bayu sambil mengecup kening Maya dengan lembut dan penuh cinta.
"Iyaa Mas, sama-sama. Aku juga gak nyangka, kalau ternyata aku beneran hamil. Aku bahagia banget, Mas.." sahut Maya sembari membalas pelukan Bayu padanya.
"Iyaa Sayang, kita harus memberitahu Ayu soal ini agar dia bisa menyampaikannya pada Risha.." ucap Bayu yang langsung mengambil ponsel di saku celananya, lalu menghubungi Ayu untuk memberitahukan kabar bahagia tentang kehamilan Maya..
"Ayah juga harus tau kabar bahagia ini Mas, ayo kita ke rumah Ayah sekarang. Aku udah gak sabar mau kasi tau Ayah, pasti Ayah seneng banget karena akan menjadi se'orang Kakek.." ujar Maya dengan senyuman yang terukir di bibirnya.
"Iyaa Sayang, sekarang juga kita ke rumah Ayah.." sahut Bayu yang langsung mengemudikan mobilnya menuju ke rumah Rama, Ayah mertuanya.
Di sepanjang perjalanan, keduanya saling berpegangan tangan. Sesekali mereka saling menatap dengan senyuman bahagia, hingga Maya pun meneteskan air mata karena merasa terharu. Sungguh Bayu dan Maya tidak menyangka, bahwa apa yang di katakan oleh Risha tentang Maya yang tengah hamil kini menjadi nyata.
🐝
Rama yang saat itu sedang bersiap-siap untuk pergi ke kebun bunga miliknya, kini menoleh ke arah belakang. Dimana sebuah mobil yang biasa di kendarai oleh Bayu, baru saja terparkir di halaman depan rumahnya. Ia pun segera berjalan untuk menghampiri Maya dan menantunya, yang telah turun dari mobil.
__ADS_1
"Ayah..!" teriak Maya sambil setengah berlari menuju ke arah Rama dan langsung memeluknya.
"Kamu kenapa, Maya..?" tanya Rama yang merasa bingung dengan sikap Maya yang tiba-tiba memeluknya seperti itu.
"Maya kenapa, Bayu..?" tanya Rama pada Bayu, saat tidak ada jawaban dari Maya yang hanya diam sembari tersenyum padanya.
"Nanti juga Ayah akan tau, lebih baik sekarang kita masuk dulu ke dalam biar enak ngobrolnya.." ajak Bayu pada Rama, dan ketiganya kini segera masuk ke dalam rumah.
"Sebenarnya ini ada apa, Maya, Bayu..?" tanya Rama yang mulai merasa penasaran, karena tidak biasanya anak dan menantunya itu datang secara tiba-tiba tanpa memberitahunya terlebih dulu.
"Aku sama Mas Bayu datang ke sini, karena kami punya kabar bahagia buat Ayah.." ucap Maya dengan sumringah.
"Kabar bahagia apa itu, Maya..?"
"Sebentar lagi Ayah akan menjadi se'orang Kakek, Ayah akan punya se'orang cucu.." ujar Maya pada Rama yang merasa tidak percaya dengan apa yang baru saja Ia dengar.
"Iyaa Ayah, apa yang di katakan sama Maya itu memang benar. Maya sekarang lagi hamil cucu Ayah.." jawab Bayu sambil tersenyum, dan seketika itu Rama pun langsung memeluk erat tubuh Maya..
"Ayah bahagia sekali mendengarnya.." ucap Rama yang merasa sangat bahagia dan terharu, begitu juga dengan apa yang Bayu dan Maya rasakan saat ini. Ketiganya pun kini mulai berbincang-bincang tentang semua hal terjadi belakangan ini, termasuk tentang Risha yang sempat masuk ke rumah sakit hingga membuat Rama ikut merasa sedih.
"Jadi kalian berdua sama sekali belum menjenguk dan melihat keadaan Risha sekarang seperti apa..?" tanya Rama yang juga merasa bersalah, sama halnya dengan apa yang di rasakan oleh Maya..
"Belum Ayah, aku pengen banget ketemu sama Risha. Tapi Mas Bayu gak ngizinin, karena takut terjadi masalah lagi.." jawab Maya tanpa berniat untuk mengatakan, bagaimana sikap kedua orang tua Bayu terhadapnya.
"Kalau begitu, kita bertiga akan menemui Risha dan kedua orang tua Bayu untuk menyelesaikan semua masalah ini. Ayah tidak ingin masalah ini semakin larut dan berkepanjangan, apapun yang akan terjadi nanti harus kita hadapi dan jangan terus menghindar seperti ini.." ujar Rama yang berharap masalah antara anak dan mertuanya bisa segera di selesaikan secara kekeluargaan.
"Apa itu gak terlalu cepat, Ayah..? Kenapa gak nunggu keadaan benar-benar tenang dulu, baru Ayah ketemu sama orang tuanya Mas Bayu.." ucap Maya yang merasa cemas, jika terjadi masalah baru nantinya.
__ADS_1
"Justru menurut Ayah, sekarang adalah waktu yang tepat untuk bertemu dan menyelesaikan masalah kalian dengan orang tua Bayu.. Tapi sebelum itu, kalian harus memberitahukan Risha terlebih dahulu. Ayah yakin, dengan bantuan Risha masalah ini bisa cepat di tuntaskan.." ucap Rama sembari tersenyum pada Maya yang terlihat cemas, setelah mendengar keinginannya untuk bertemu dengan kedua orang tua Bayu..
"Tapi, Ayah--"
"Benar apa yang di katakan sama Ayah, May.." potong Bayu sambil menggenggam tangan Maya.. "Kamu gak usah cemas yaa, kita pasti bisa menyelesaikan masalah ini dengan baik. Benar kan Ayah..?!" seru Bayu seraya menatap ke arah Rama..
"Iyaa benar Bayu, sekarang tinggal kamu atur kapan waktu yang tepat untuk bertemu dengan kedua orang tua kamu.." sahut Rama..
"Baik Ayah, nanti akan Bayu kabari ke Ayah.." balas Bayu..
"Yaa sudah kalau begitu, Ayah mau pergi ke kebun dulu. Karena ada sese'orang yang harus Ayah temui juga di sana.." ucap Rama sambil bangkit dari tempat duduknya.
"Sese'orang, siapa itu Ayah..?" tanya Maya dengan rasa penasaran.
"Ada anak muda yang waktu itu pernah membantu Ayah, dia juga sudah beberapa kali datang ke kebun untuk sekedar ngobrol atau kadang membantu Ayah di sana. Namanya Andre, dia laki-laki yang baik menurut Ayah karena mau menjaga dan merawat Ibunya yang sedang sakit.." jelas Rama yang membuat Bayu dan Maya saling berpandangan satu sama lain.
"Andre..?!" seru Bayu dan Maya bersamaan.
"Kenapa..? Apa kalian berdua mengenal nama itu..?" tanya Rama..
"Sebentar Ayah, aku mau menunjukkan sesuatu.." sahut Maya yang langsung mengambil ponselnya, lalu memperlihatkan sebuah foto pada Rama..
"Apa ini orang yang Ayah maksud..?" tanya Maya..
"Iyaa benar Maya, ini dia laki-laki yang bernama Andre itu. Tapi bagaimana bisa kamu mengenal dan memiliki fotonya..?" mendapatkan pertanyaan dari Rama tentang Andre, akhirnya Maya dan Bayu pun menceritakan semuanya tanpa ada yang di tutupi...
Bersambung...
__ADS_1
🙏😊 A59⭐