
Saat semua orang sedang berbincang-bincang di ruang keluarga, Maya tengah sibuk di dapur menyiapkan makan malam untuk semuanya. Namun tidak lama setelah itu, Risha dan Ayu pun datang untuk membantunya. Di sana terlihat Maya sedang menyiapkan bahan-bahan dan bumbu yang akan Ia masak, hingga tidak menyadari akan kehadiran Risha dan Ayu yang kini telah berada di sampingnya.
"Yang lagi masak buat mertua, semangat banget kayanya yaa,hehee.." ledek Ayu sambil melirik ke arah Risha..
"Ehh,, kalian berdua rupanya, ngapain kalian ke sini..?" tanya Maya sambil tersenyum menatap kedua wanita yang kini telah menjadi bagian dari keluarganya itu.
"Yaa mau bantuin kamu May, memang mau ngapain lagi. Ayo mana yang harus kita kerjain, kamu ngomong aja.." ucap Risha sambil memperhatikan apa yang sedang Maya kerjakan.
"Gak usah, biar aku aja. Lebih baik kalian berdua temenin Mamaa dan Papaa ngobrol.." sahut Maya yang tidak ingin membuat kedua orang tua Bayu merasa curiga, dengan membiarkan Risha dan Ayu ikut membantunya memasak.
"Udah May, kamu tenang aja. Mamaa dan Papaa gak akan curiga kok, dari pada kamu sendirian masak dan jadi lama. Lebih baik kita bantuin aja.." ujar Risha sambil menatap Ayu yang sedang asyik memainkan ponselnya.
"Ayuu..!"
"Ehh,, iyaa iyaa Ris, memang benar.." balas Ayu yang langsung menyimpan ponsel ke dalam saku celananya.
"Iyaa iyaa,, kamu lagi asyik sama siapa sih, Yu..? Pasti lagi chatingan sama Aabid yaa.." tebak Risha yang mengetahui, bahwa Aabid teman kuliah mereka itu memang sudah sejak lama menaruh hati pada Ayu. Namun Ayu selalu menolak untuk di ajak menjalin hubungan, karena Ia ingin fokus dalam mengembangkan usaha butik miliknya.
"Bukan siapa-siapa, cuma teman biasa aja. Yaa udah ayo, mana yang harus di kerjain..?" tanya Ayu pada Maya, dan akhirnya Maya pun hanya bisa membiarkan kedua saudara iparnya itu untuk membantu menyiapkan makan malam meskipun Ia telah melarang.
Sementara itu, di ruangan yang lain Bayu masih asyik berbincang-bincang bersama kedua orang tuanya sambil menunggu makan malam selesai.
"Bay,, kamu harus hati-hati dengan asisten rumah tangga kamu yang baru itu, karena Mamaa perhatikan dia tidak seperti se'orang asisten rumah tangga. Apa lagi di lihat dari penampilannya, awas saja kalau kamu sampai tergoda..!" seru Mamaa memperingatkan Bayu dengan penuh penekanan.
"Iyaa Bay, benar apa yang Mamaa kamu katakan itu. Apa lagi si-si--"
"Namanya Maya, Paa.." ucap Bayu mengingatkan Papaa-nya yang lupa akan nama Maya..
__ADS_1
"Oh iyaa Maya, apa lagi Maya itu masih muda dan terlihat cantik juga. Tapi tetap Risha menantu kesayangan Papaa dan Mamaa yang paling cantik, baik dan pantas buat kamu, Bay.." ujar Papaa yang ikut menimpali ucapan Mamaa, karena keduanya takut jika Bayu sampai tergoda oleh perempuan lain.
"Iyaa Paa, Maa.. Bayu gak akan tergoda sama perempuan lain kok, jadi Mamaa sama Papaa tenang aja yaa dan jangan berpikir yang bukan-bukan.." sahut Bayu sembari tersenyum, meski dalam hati Ia tidak bisa membayangkan bagaimana jika suatu saat nanti kedua orang tuanya tahu tentang hubungannya dengan Maya yang sebenarnya.
"Syukurlah kalau begitu, Mamaa jadi merasa tenang sekarang. Karena Risha sudah seperti anak Mamaa sendiri, Mamaa tidak ingin siapapun sampai menyakitinya termasuk kamu, Bayu.." jelas Mamaa sambil menyeruput secangkir teh hangat yang di buat oleh Maya untuknya..
"Iyaa Maa, Bayu ngerti kok.." balas Bayu sambil menghela nafasnya dengan dalam, untuk membuat dirinya agar sedikit merasa lega.
Setelah menunggu cukup lama, beberapa hidangan makan malam pun telah selesai di siapkan di meja makan. Dengan keterampilan yang di turunkan oleh Ayahnya, Maya mampu memasak beberapa olahan masakan yang terlihat enak dan lezat. Hingga membuat selera makan meningkat, bagi siapapun yang melihatnya.
"Wahh,, masakannya banyak sekali dan sepertinya terlihat sangat enak. Apa semua ini kamu yang memasak, Ris..?" tanya Mamaa dengan tersenyum lebar.
"Hahh,, bukan Maa, ini semua masakannya Maya.. Risha dan Ayu cuma bantu-bantu aja tadi,hee.." jawab Risha dengan jujur, karena Ia tidak ingin mendapatkan sebuah pujian dari apa yang bukan Ia lakukan.
"Maya ini memang pintar masak Maa, Paa.. Masakannya juga enak-enak, Mamaa sama Papaa pasti bakal suka dengan masakannya.." puji Bayu dengan semangat, sembari melirik ke arah Maya yang terlihat malu mendengar pujian dari Bayu..
"Iyaa semuanya, silahkan makan dulu. Semoga suka dengan apa yang saya masak, dan sesuai dengan selera Bapak dan Ibu.." ucap Maya sembari tersenyum ramah, lalu Ia pun segera berjalan menuju dapur.
"Kamu mau kemana, May..? Ayo sini duduk, sekalian kamu juga ikut makan bareng kita semua.." ajak Risha yang langsung menarik tangan Maya dan mendudukkannya.
"Gak usah Mbak Risha, saya nanti aja makannya.." sahut Maya yang merasa tidak enak jika harus ikut serta untuk makan bersama, karena tidak ingin membuat kedua orang tua Bayu merasa curiga padanya.
"Tidak apa-apa Maya, kamu ikut makan bersama kita yaa.. Jangan menolak permintaan dari menantu kesayangan saya.." ucap Mamaa dengan penuh penekanan, seolah sengaja untuk memperingatkan Maya akan sesuatu hal.
"Baik, Bu.." balas Maya sambil tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Namun entah kenapa di dalam hati Ia merasakan sakit dan sesak, saat mendengar ucapan dari Ibu mertuanya itu. Tanpa Ia sadari, perubahan pada raut wajahnya itu di perhatikan oleh kedua orang tua Bayu. Mereka menangkap ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Maya, meski belum tahu pasti apa sesuatu itu.
🐝
__ADS_1
"Papaa sama Mamaa pamit pulang dulu yaa, kalian berdua baik-baik di rumah.." ucap Papaa pada Risha dan Bayu..
"Iyaa Bayu, kamu jaga Risha dan perlakukan dia dengan baik. Dan satu lagi, jangan lupa dengan semua pesan Mamaa dan Papaa.." ujar Mamaa sambil memeluk Risha, sedangkan Bayu yang bingung dengan ucapan Mamaa hanya menatap ke arah Papaa..
"Ingat Bay, jangan sampai tergoda. Karena selain cantik, asisten rumah tangga kalian itu juga pintar sekali memasak.." bisik Papaa pada Bayu, yang membuat Risha dan lainnya penasaran dengan apa yang di katakan olehnya.
"Maa,, aku nanti aja yaa pulangnya, aku masih pengen ngobrol sama Risha.. Mamaa sama Papaa pulang duluan aja.." ucap Ayu pada kedua orang tuanya.
"Yaa sudah kalau begitu, Mamaa dan Papaa pulang dulu yaa.."
"Hati-hati di jalan yaa Maa, Paa.." seru Risha sambil melambaikan tangannya, lalu segera masuk ke dalam rumah bersama Ayu yang menggandeng tangannya.
"Bayu..!" teriak Risha yang melihat Bayu berjalan menuju dapur.
"Iyaa Ris, ada apa..?"
"Tadi Papaa bisikin apa sih ke kamu..?" tanya Risha yang merasa penasaran.
"Ohh itu,, Papaa bilang kalau masakan Maya enak banget.." jawab Bayu sambil berlalu pergi.
"Masa sih cuma itu aja, pasti ada yang lain. Bayu..!" teriak Risha yang ingin mengikuti langkah Bayu, namun Ayu segera menarik tangannya.
"Udahlah Ris, jangan ganggu mereka berdua. Mending kita ngobrol aja, aku lihat dari tadi kamu banyak diam. Apa ada masalah lagi sama Cindy..? Ayo kamu cerita sama aku.." tanya Ayu yang selama ini begitu memahami suasana hati Risha hanya dengan melihat raut wajahnya. Sedangkan Risha yang mendengar pertanyaan dari Ayu, hanya diam dan menyandarkan tubuhnya di sofa sembari memejamkan mata...
Bersambung...
🙏😊 A59⭐
__ADS_1