Jangan Sentuh Aku

Jangan Sentuh Aku
Menikmati Hidup


__ADS_3

Beberapa bulan telah berlalu, setelah mempelajari semua tentang perusahaan dan bisnis yang di tinggalkan oleh kedua orang tuanya. Risha pun perlahan mulai menguasai semuanya, hal itu terjadi tidak lepas dari bantuan Bayu dan juga Ayu yang juga ikut bersama Risha dalam mengelola perusahaan dan bisnis mereka.


"Ayo Ris, kita pulang. Udah sore nih.." ajak Ayu pada Risha yang masih sibuk di depan laptopnya.


"Kamu duluan aja Yu, aku nanti nyusul.." sahut Risha tanpa mengalihkan pandangannya pada laptop yang ada di depannya.


"Kamu mau lembur lagi..? Perasaan lembur terus sekarang, nanti Mamaa marah lho, Ris.." balas Ayu sembari menarik nafasnya, dan memilih untuk duduk di sofa yang ada di ruangan itu.


"Loh, kok malah duduk sih, katanya mau pulang..?"


"Gak jadi pulang kalau gak sama kamu, soalnya Mamaa nanti pasti tanya dan ngomel-ngomel kenapa gak ngajak kamu pulang bareng.." ujar Ayu dengan raut wajah yang cemberut.


"Mmmm,, yaa udah iyaa aku ikut pulang sama kamu, tapi aku selesaikan ini dulu sebentar.." ucap Risha yang membuat Ayu hanya menghela nafasnya, dan memilih untuk merebahkan tubuhnya yang terasa lelah karena seharian bekerja.


Akhir-akhir ini Risha memang sengaja memilih untuk lembur kerja, karena untuk mengalihkan pikirannya agar tidak terus-menerus memikirkan Cindy. Meski hal itu hanya membuatnya lupa untuk sesaat, namun Ia terus berusaha untuk bisa menerima semua kenyataan yang ada dengan ikhlas. Terlebih kini Cindy dan Andre sudah menjalani kehidupan mereka sebagai pasangan suami istri.


"Ayo Yu, kita pulang..!" seru Risha sembari membangunkan Ayu yang sempat ketiduran karena menunggu Risha selesai mengerjakan pekerjaannya.


"Mmmm,,aku ketiduran yaa Ris, kamu lama banget sih selesainya.." sahut Ayu sembari mengucek matanya.


"Iyaa maaf, tapi kan kamu jadi bisa tidur tadi.." balas Risha sembari berjalan keluar ruangan, meninggalkan Ayu masih duduk di sofa seraya merapikan pakaian dan rambutnya.


"Risha, tunggu..! Dasar tuh anak, di tungguin sampai ketiduran malah sekarang ninggalin.." seru Ayu yang langsung berlari kecil mengejar Risha yang berjalan menuju lift.


"Apa kamu sadar Ris, kalau sikap kamu sekarang jadi aneh.." ucap Ayu saat keduanya telah berada di dalam mobil.


"Aneh gimana maksud kamu, Yu..? Jangan ngomong yang aneh-aneh deh.." sahut Risha yang tidak terima dengan ucapan Ayu tentang dirinya.


"Yaa aneh aja, semakin banyak diam, dingin dan kaku terus jarang senyum apa lagi ketawa. Seperti orang yang lagi sariawan aja.." ujar Ayu yang selama ini bisa melihat perubahan yang terjadi pada diri Risha..


"Mungkin itu cuma perasaan kamu aja Ayu, aku biasa aja kok.." balas Risha sembari tetap fokus menyetir mobilnya.


"Tapi menurut aku, sekarang kamu memang berubah, Ris.. Apa semua itu ada hubungannya dengan Cindy..?" tanya Ayu yang memberanikan diri untuk bertanya, meski dalam hati Ia merasa sedikit takut jikalau Risha merasa marah dengan pertanyaannya.


"Aku gak mau bahas itu, dan tolong kamu juga jangan pernah lagi sebut nama itu lagi, Ayu.." jawab Risha sembari menghela nafasnya dengan dalam.


"Iyaa Ris, maaf.." sahut Ayu yang langsung merasa bersalah, karena sudah bertanya sesuatu yang membuat suasana hati Risha kini menjadi tidak baik.


Risha sendiri sebenarnya tahu dan menyadari, atas perubahan dari sikapnya itu. Hanya saja, Ia tidak ingin mengakui hal itu di depan Ayu. Ia sedang berusaha keras untuk menjalani dan menikmati kehidupannya dengan lebih tenang, meski di dalam hati Ia merasakan sunyi dan hampa.


🐝


"Syukurlah kalian berdua sudah pulang, Mamaa pikir tadi hanya Ayu sendiri yang pulang.." ucap Mamaa saat melihat kedua putrinya baru memasuki rumah.


"Tadinya Risha mau lembur lagi loh Maa, tapi aku paksa aja biar pulang bareng.." sahut Ayu sambil melirik ke arah Risha yang hanya mengernyitkan keningnya.


"Kamu jangan terlalu keras bekerja Risha, Mamaa tidak mau kamu kelelahan dan jatuh sakit.." ujar Mamaa yang selama ini selalu khawatir dengan kondisi kesehatan Risha..


"Tuh dengerin Ris yang Mamaa omongin, jangan keras kepala terus.." sahut Ayu yang ikut menimpali.


"Iyaa Maa, Risha gak kecapekan kok. Mamaa tenang aja yaa.." ucap Risha sembari tersenyum.


"Yaa sudah kalau begitu, kalian berdua naik ke atas terus mandi.."


Risha dan Ayu pun segera naik ke lantai atas untuk menuju kamar masing-masing. "Ris,, nanti malam temenin aku keluar yaa.." pinta Ayu saat mereka sedang menaiki tangga.


"Memang keluar kemana, Ayu..? Nanti malam aku mau menulis lagi.."


"Itu si Aabid ngajak aku keluar jalan-jalan, makanya kamu harus ikut.." jawab Ayu yang tidak ingin berduaan dengan teman laki-lakinya itu.


"Yaa udah kalian jalan berdua aja, kenapa juga aku harus ikut. Yang ada malah jadi obat nyamuk nanti.." sahut Risha..


"Pokoknya kamu harus ikut, titik gak pakai koma..!" seru Ayu sambil berjalan masuk ke dalam kamarnya, Risha yang mendengar itupun hanya menggelengkan kepalanya.


Saat waktu makan malam telah tiba, semua orang pun terlihat sudah berada di ruang makan. Kini setiap orang menikmati makanannya masing-masing, dengan banyak pilihan makanan yang tersedia.


"Ayo nambah makannya Risha, kamu sekarang terlihat lebih kurus.." ucap Papaa pada Risha yang memang sejak Ia bekerja menjadi lebih kurus dari sebelumnya.

__ADS_1


"Udah cukup kok Paa, kalau nambah nanti malah gak habis makanannya.." sahut Risha sambil tersenyum, Ia sendiri juga tidak tahu kenapa porsi makannya semakin berkurang. Membuat berat badannya pun semakin turun.


"Kamu harus makan yang banyak Risha, jaga kesehatan badan kamu. Jangan sibuk terus dengan pekerjaan.." ucap Mamaa ikut menimpali.


"Iyaa Maa, Risha pasti jaga kok.." balas Risha, dan semua orang pun kini melanjutkan makan malamnya hingga usai.


Tokk,, tokk,, tokkk...


"Ris,, Risha..!" panggil Ayu sembari mengetuk pintu kamar Risha yang perlahan terbuka.


"Ada apa, Ayu..? Aku lagi sibuk ngetik.." tanya Risha yang membuat kegiatan menulisnya jadi terhenti.


"Ayo kita pergi, udah jam berapa ini. Sebentar lagi Aabid jemput. Ayo cepat kamu siap-siap..!" seru Ayu sambil mendorong tubuh Risha mendekat ke lemari pakaian.


"Hadehhh,, nih anak dia yang mau pacaran, aku yang jadi repot sendiri.." gerutu Risha yang kini terpaksa harus bersiap-siap dan mengganti pakaiannya, sedangkan Ayu tengah asyik bermain dengan ponsel sembari menunggu Aabid menghubunginya.


Tidak lama setelah itu, Risha dan Ayu pun segera berpamitan pada kedua orang tuanya untuk jalan-jalan bersama Aabid. Teman mereka waktu kuliah dulu, yang hingga kini masih berteman baik.


"Jangan pulang terlalu malam yaa, jauhi minuman keras dan juga obat terlarang..!" tegas Mamaa pada anak-anaknya, Papaa yang mendengar itupun langsung tersenyum melihat istrinya yang sangat mengkhawatirkan kedua putrinya itu.


"Mereka itu sudah besar dan dewasa Maa, pasti tau mana hal yang baik dan buruk yang bisa merugikan diri mereka sendiri serta orang lain.." ucap Papaa sembari menonton televisi.


"Mamaa cuma mengingatkan mereka Paa, kita kan tidak pernah tau apa yang bisa terjadi di luar sana. Harusnya Papaa senang dan mendukung tindakan Mamaa, bukannya malah mentertawakan seperti itu.." sahut Mamaa dengan nada kesal.


"Papaa tidak mentertawakan Mamaa kok, jangan marah begitu yaa, Maa.." balas Papaa yang jadi bingung sendiri, padahal niatnya hanya mau berbicara tentang apa yang Ia pikirkan tentang sikap istrinya.


"Yaa sudahlah, Mamaa mau masuk ke dalam kamar dulu.." ucap Mamaa dengan ketus, lalu melangkah pergi meninggalkan Papaa yang hanya bisa menarik nafasnya.


🐝


🐝


"Akhirnya, kita sampai juga.." ucap Aabid saat mobil yang Ia kendarai telah tiba di depan sebuah kafe mewah dengan bertemakan alam.


"Jadi kita ke sini, Bid..? Kirain ke Mall.." sahut Ayu dengan raut wajah yang kini berubah menjadi sedikit kecewa, karena yang Ia pikirkan Aabid akan membawa dirinya dan Risha ke pusat perbelanjaan untuk sekedar belanja atau menonton bioskop. Tapi ternyata justru ke sebuah kafe.


"Ayo kita masuk ke dalam dulu, kalian berdua pasti suka.." ajak Aabid sambil tersenyum, ketiganya pun kini masuk ke dalam kafe dan berjalan menuju ke tempat yang telah di pilih oleh Aabid..


"Wahh,, bagus banget tempatnya, memang ada acara apa ini, Bid..?" tanya Ayu dengan tatapan kagum dan tidak percaya dengan apa yang sedang Ia lihat.


"Ada acara istimewa di sini, makanya tempatnya jadi indah banget dan buat kita betah untuk di sini lama-lama. Apa kamu suka, Ayu..?" tanya Aabid sembari menjelaskan.


"Aku suka banget Bid, kamu memang pintar memilih tempat untuk kita nongkrong dan bersantai.." sahut Ayu seraya melihat ke sekeliling tempat itu, yang di penuh dengan banyak bunga-bunga serta lampu berwarna-warni. Serta di iringi dengan alunan musik yang semakin menambah kesan romantis, menjadikan suasana hangat dan tenang.


"Syukurlah kalau kamu suka, aku juga udah pesan beberapa makanan dan minuman kesukaan kamu, Ayu.." ucap Aabid seraya tersenyum senang.


"Oh yaa, tapi aku tadi udah makan malam di rumah, Bid.." sahut Ayu..


"Gak apa-apa Yu, mana tau nanti kamu tiba-tiba merasa lapar.." balas Aabid..


Melihat Ayu dan Aabid yang sibuk berbincang-bincang berdua dan mengabaikan dirinya, Risha pun beranjak dari tempat duduknya untuk menjauh dari tempat itu. "Risha..! Kamu mau pergi kemana..?" tanya Ayu yang langsung bangkit dan menghampiri Risha..


"Aku mau pulang aja, kalian ngobrol aja di sini berdua.." ucap Risha dengan ketus, karena merasa di abaikan sejak tadi.


"Hee,,iyaa maaf Risha, aku dan Ayu gak sengaja melupakan kamu tadi. Jangan marah yaa.." sahut Aabid sembari menggaruk kepalanya.


"Iyaa Ris, sekarang kamu duduk lagi yaa,hee.." pinta Ayu sembari menarik perlahan tubuh Risha untuk kembali duduk di kursi bersama mereka.


Dengan rasa kesal karena telah di acuhkan, Risha pun kembali duduk dan mencoba ikut mengobrol bersama Ayu dan Aabid. Meski Ia merasa tidak nyaman, karena harus berada di antara mereka berdua.


"Ayu,, sebenarnya aku ngajak kamu ke tempat ini, karena ada sesuatu yang mau aku omongin sama kamu.." ucap Aabid yang mulai memberanikan diri untuk mengatakan apa alasan sebenarnya Ia ingin bertemu dengan Ayu..


"Iyaa Bid, ngomong aja.." sahut Ayu sembari menikmati minuman yang ada di depannya.


"Sebenarnya,mmmm.. Sebenarnya aku udah lama suka dan jatuh cinta sama kamu, Ayu.. Dan aku mau kamu jadi pacar aku.." ucap Aabid yang merasa sangat gugup setelah mengungkapkan tentang isi hatinya selama ini pada Ayu..


"Hahh..? Terus aku harus jawab apa..?" sahut Ayu yang justru balik bertanya, karena Ia sendiri merasa bingung dengan apa yang di rasakannya saat ini. Ada perasaan bahagia juga terkejut tidak menyangka, bahwa Aabid akan mengungkapkan perasaan padanya.

__ADS_1


"Yaa kamu suka dan cinta gak sama Aabid..? Kalau iyaa, kamu terima cinta Aabid. Tapi kalau memang gak, yaa udah gak apa-apa.." ujar Risha yang merasa tidak sabar dengan jawaban Ayu yang justru membuat bingung dirinya dan Aabid..


"Yaa aku juga suka sih, tapi aku gak mau terikat hubungan.." balas Ayu..


"Maksudnya gimana, Ayu..? Bisa jelasin lebih jelas lagi gak..?" tanya Aabid yang tidak mengerti dengan apa yang di katakan oleh Ayu..


"Gimana yaa jelasinnya, aku juga bingung, Bid.." jawab Ayu sembari tersenyum.


Kini suasana pun seketika menjadi hening, masing-masing sibuk dengan pikirannya. "Yaa udah gini aja, kalian jalani aja dulu gimana nyamannya. Yang penting, kalian berdua kan saling punya perasaan.." ucap Risha tiba-tiba.


"Aku sih setuju-setuju aja, gimana sama kamu, Yu..? Kamu mau kan kita jalani aja hubungan kita apa adanya..?" tanya Aabid pada Ayu..


"Mmm,,iy-iyaa aku mau,hee.." jawab Ayu malu-malu dengan raut wajahnya yang saat itu terlihat memerah.


"Syukurlah kalau gitu, akhirnya aku bisa bersama kamu.." ucap Aabid yang merasa sangat senang, lalu tanpa sadar ingin memeluk Ayu. Namun hal itu langsung di gagalkan oleh Risha yang sigap memukul kepalanya.


Plakk..


"Enak aja kamu, Bid.. Mau main peluk-peluk Ayu..!" seru Risha dengan perasaan kesal.


"Iy-iyaa maaf, kebablasan. Habis aku seneng banget,hee.." sahut Aabid sambil tersenyum lebar, lalu menatap wajah Ayu yang terlihat masih malu-malu.


Suasana pun kini berubah menjadi semakin romantis, saat sebuah lagu cinta terdengar di telinga mereka. Di tambah dengan sebuah buket bunga mawar merah yang telah di siapkan oleh Aabid untuk Ayu, hingga membuat wajah wanita itu tampak semakin senang.


"Wahh,, bagus banget bunganya.." puji Ayu saat menerima buket bunga dari Aabid..


"Syukurlah kalau kamu suka, dan ini ada hadiah kecil buat kamu.." ucap Aabid seraya mengeluarkan sebuah kotak merah yang berisikan kalung emas dengan sebuah liontin permata, membuat setiap mata yang memandangnya akan berdecak kagum karena keindahannya.


"In-ini beneran buat aku, Aabid..?!" tanya Ayu yang merasa tidak percaya dengan apa yang sedang Ia lihat saat ini.


"Ini khusus buat kamu, Ayu.. Sini biar aku pakaikan ke leher kamu, pasti akan membuat kamu semakin cantik.." ucap Aabid yang langsung memasangkan kalung itu pada leher Ayu..


Risha yang melihat adegan bahagia itupun ikut merasa bahagia, karena sebenarnya semua itu juga atas rencana dirinya bersama Aabid. Sekilas Aabid menatap ke arah Risha dan mengedipkan sebelah matanya, melihat hal itu Risha hanya tersenyum dan membalasnya dengan acungan jempol. Sementara itu, Ayu masih asyik memegang dan melihat kalung yang baru saja melingkar di lehernya dengan perasaan bahagia.


⭐


Dua hari kemudian,,


"Ayo Ris, kita berenang..! Jangan bengong aja.." seru Ayu sambil menarik tangan Risha yang sejak tadi hanya duduk di pinggir pantai.


"Kamu aja Yu, aku masih pengen duduk di sini.." sahut Risha..


"Ayolah Ris, kamu juga harus ikut bersenang-senang dan menikmati hidup ini dengan lebih baik. Jangan sedih terus mikirin cinta, apa lagi mikirin wanita,hehehee.." ucap Maya sembari tersenyum penuh arti.


"Hahh..?!" Risha yang mendengar ucapan dari Maya itupun sontak langsung di buat kaget, lalu menatap tajam ke arah Ayu yang hanya tersenyum kecil dan berlari menjauh darinya.


"Awas kamu yaa, Ayu..! Pasti kamu yang cerita kan..?!" Risha pun langsung mengejar Ayu yang lari menuju ke arah semua orang yang sedang menikmati air laut di bibir pantai.


Semua orang kini terlihat bersenang-senang, setelah sekian lama bekerja keras dan sibuk dengan pekerjaannya masing-masing. Akhirnya dua keluarga bisa berkumpul dan menghabiskan waktu bersama. Di tambah lagi dengan adanya Aabid yang ikut serta bersama mereka, menambah suasana menjadi lebih seru lagi.


⭐⭐


Sementara itu di tempat yang lain, terlihat Cindy, Andre dan Ibunya tengah menikmati makan siang bersama. Hari ini mereka memilih untuk tidak membuka toko, karena mereka berencana untuk pergi berlibur sekaligus mengajak Risha kecil ke taman bermain.


"Akhirnya ada kesempatan juga untuk kita pergi berlibur, Ibu merasa senang sekali.." ucap Ibu Rumi seraya tersenyum.


"Iyaa Bu, sesekali Ibu memang harus pergi berlibur. Jangan sibuk dengan membuat kue-kue terus,hehee.." sahut Andre dengan tertawa kecil.


"Iyaa Andre, lalu bagaimana dengan kalian berdua..? Apa tidak ingin pergi liburan berdua untuk bulan madu..?" tanya Ibu Rumi sembari menatap ke arah anak dan menantunya itu.


Cindy dan Andre pun hanya saling berpandangan, lalu melempar senyum masing-masing. "Kalau soal itu mungkin kapan-kapan aja Bu, apa lagi Risha juga masih kecil.." jawab Andre sebisa mungkin untuk tidak membuat Ibunya curiga.


"Mmm,,benar juga apa yang kamu katakan itu Andre, tapi kalian berdua harus tetap mengaturnya. Agar hubungan kalian semakin baik dan mesra.." ujar Ibu Rumi yang tidak pernah tahu bagaimana hubungan antara Cindy dan Andre selama ini.


"Ibu tenang saja yaa, aku dan Andre nanti akan mengaturnya.." balas Cindy sambil tersenyum, lalu menarik nafasnya dengan perlahan.


"Entah sampai kapan, aku harus menjalani hubungan ini. Yang penuh dengan sandiwara dan kepura-puraan. Apa iyaa, aku harus belajar menerima Andre..?" gumam Cindy dalam hati, lalu menatap ke arah Andre yang juga tengah menatap dirinya...

__ADS_1


πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«TAMATπŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«πŸ’«


__ADS_2