Jangan Sentuh Aku

Jangan Sentuh Aku
Antara Kecewa Dan Bahagia


__ADS_3

Risha yang mendapat sebuah pesan singkat dari Ayu, kini terlihat tersenyum setelah membacanya. Ia merasa sangat senang dan bahagia, karena dugaannya tentang Maya yang sedang hamil ternyata benar. Jadi Ia bisa menggunakan kabar baik itu untuk membuat Mamaa dan Papaa merestui pernikahan Bayu dan Maya..


"Semoga ini berhasil, semangat.." gumam Risha dalam hati menyemangati dirinya sendiri.


"Ini Sayang, buah-buahannya sudah Mamaa kupasin. Sekarang kamu makan yaa, makan yang banyak agar kamu bertenaga dan tidak lemas lagi.." ucap Mamaa sembari menyerahkan sebuah piring berisi penuh dengan buah melon dan semangka kesukaan Risha..


"Terimakasih yaa Maa, tapi Mamaa juga makan. Risha gak akan habis makan sebanyak ini.." sahut Risha pada Mamaa yang akhirnya ikut serta memakan buah-buahan itu.


"Mamaa.."


"Iyaa Sayang, ada apa..? Apa kamu mau minum atau mau sesuatu..?" tanya Mamaa saat Risha memanggilnya.


"Gak kok Maa, Risha cuma mau minta sesuatu hal sama Mamaa.." sahut Risha..


"Memang Risha mau minta sesuatu apa..? Coba ngomong sama Mamaa, pasti akan Mamaa penuhi.." ujar Mamaa sambil tersenyum.


"Risha minta, tolong Mamaa restui hubungan Maya dan Bayu yaa, Maa.. Karena mereka berdua saling mencintai, dan saat ini juga Maya sedang mengandung anak Bayu.."


Mendengar itu, Mamaa langsung terdiam dan terlihat jelas perubahan pada raut wajahnya yang tadinya gembira kini menjadi tidak senang. Namun sesaat kemudian, Mamaa kembali tersenyum dan membelai Risha dengan penuh kasih sayang.


"Kamu jangan memikirkan itu yaa, pikirkan kesehatan kamu dan jangan banyak pikiran. Mamaa tau harus melakukan apa.." ucap Mamaa..


"Tapi Risha tetap kepikiran Maa, maafin Risha udah buat Mamaa kecewa. Tapi Risha mohon, tolong Mamaa terima Maya sebagai menantu Mamaa.. Dia sedang mengandung cucu Mamaa, cucu yang selama ini Mamaa sama Papaa inginkan.." ujar Risha yang kini meneteskan air matanya.


"Sayang,, kamu jangan menangis seperti ini, Mamaa jadi sedih.." sahut Mamaa yang langsung menarik Risha ke dalam pelukannya.


"Risha sedih kalau Mamaa gak mau merestui mereka.." balas Risha yang kini menangis dengan tersedu-sedu, Ia merasa sangat sedih saat ini.

__ADS_1


"Iyaa Risha iyaa, Mamaa akan merestui hubungan Bayu dengan Maya.. Tapi sekarang kamu jangan menangis lagi, Mamaa jadi sedih dan tidak tega melihat kamu seperti ini.." ucap Mamaa sembari mengusap air mata di wajah Risha..


"Iyaa Maa, Risha gak nangis lagi kok. Terimakasih yaa, Maa.." sahut Risha sambil tersenyum menatap Mamaa yang akhirnya mau memenuhi permintaannya.


"Sama-sama, Sayang.. Walaupun sekarang kamu sudah bukan menantu Mamaa lagi, tapi kamu tetap anak kesayangan Mama.." balas Mamaa seraya membelai lembut rambut wanita yang sudah Ia anggap sebagai anak kandungnya sendiri.


Ia masih bisa mengingat dengan jelas, bagaimana dulu kedua orang tua Risha menitipkan putri kesayangan mereka padanya. Mereka juga berpesan, untuk selalu menjaga dan membahagiakan Risha seperti anak kandungnya sendiri. Dan itulah yang selama ini di lakukan oleh keluarga besar Aji, namun bukan semata-mata karena pesan dari kedua orang tuanya. Tapi juga karena mengingat semua kebaikan yang telah di lakukan keluarga Risha pada keluarga Aji yang dulu bukan siapa-siapa.


"Sekali lagi terimakasih yaa, Maa.." ucap Risha dengan haru.


"Iyaa Sayang, kamu jangan sedih dan banyak pikiran lagi yaa.. Mamaa dan Papaa tidak mau melihat kamu sampai sakit lagi.." ujar Mamaa..


"Maafin Risha yaa, Maa.. Tapi sekarang Risha udah baik-baik aja kok, jadi sekarang Risha mau pulang aja, Maa.." Risha pun segera bangkit dari tempat tidurnya, lalu membereskan pakaian dan barang-barangnya.


"Tapi dokter bilang, kamu masih harus di rawat, Risha.." sahut Mamaa yang menyuruh Risha untuk kembali berbaring, karena melihat selang infus yang masih terpasang di tangannya.


"Yaa sudah kalau memang kamu tidak mau di rawat lagi, nanti sore kita pulang. Tapi Mamaa mau kamu pulang ke rumah kita, bukan ke rumah Bayu.." sahut Mamaa pada Risha yang langsung mengiyakan, karena Ia juga tidak mungkin lagi untuk tinggal bersama Bayu dan Maya. Mengingat status mereka yang kini sudah resmi bercerai.


🐝


Malam harinya,


Di kediaman keluarga Aji, terlihat Risha, Ayu dan kedua orang tuanya sedang asyik bercengkerama. Untuk sesaat, mereka melupakan kejadian yang sebelumnya terjadi di keluarga mereka. Hal itu terlihat dari canda dan tawa yang tercipta di tengah kebersamaan mereka.


"Oh iyaa, kapan Mamaa sama Papaa mau ngajak Kak Bayu dan Kak Maya ke rumah..?" tanya Ayu tiba-tiba, membuat suasana yang tadinya tenang kini mendadak menjadi tegang.


Untuk sesaat suasana pun menjadi hening, Ayu yang menyadari hal itupun hanya bisa menatap ke arah Risha. Berharap Risha akan membantunya, untuk kembali mencairkan suasana menjadi tenang dan ceria seperti semula.

__ADS_1


"Gimana kalau besok kita undang Bayu dan Maya untuk makan malam bersama, Mamaa sama Papaa gak keberatan kan..?!" tanya Risha sambil tersenyum, namun penuh dengan penekanan. Mendengar pertanyaan dari Risha itupun, membuat Mamaa dan Papaa saling berpandangan.


"Mamaa dan Papaa tidak keberatan, Sayang.." jawab Mamaa sembari menarik nafasnya, Ia tidak mungkin bisa menolak keinginan Risha. Meski Risha bukan anak kandungnya, tapi keinginan Risha menjadi sesuatu yang harus Ia penuhi. Karena kebahagiaan dari putri sahabatnya itu, menjadi hal yang sangat penting baginya.


"Terimakasih yaa, Maa.. Nanti Risha akan kasi tau Bayu.." sahut Risha sembari tersenyum dan menatap Ayu yang kini bisa kembali bernafas lega.


"Yaa sudah kalau begitu, sekarang kalian berdua masuk ke dalam kamar istirahat dan jangan begadang.." ucap Mamaa pada Risha dan Ayu yang langsung menganggukkan kepala, lalu keduanya bergegas masuk ke dalam kamar.


"Apa Mamaa yakin mau mengundang Bayu dan Maya untuk makan malam bersama kita..?" tanya Papaa yang masih merasa cemas, jika istrinya itu akan kembali bersikap kasar pada Maya menantu yang tidak di inginkan.


"Mmmh,, mau bagaimana lagi Paa, Risha yang memintanya. Mamaa tidak mungkin bisa menolak.." jawab Mamaa dengan tidak bersemangat.


"Tapi tidak ada salahnya, kalau kita menerima Maya sebagai menantu kita, Maa.."


"Semua terjadi begitu cepat, Mamaa tidak bisa menerima semua kenyataan itu dengan mudah, Paa.." sahut Mamaa yang merasa serba salah dengan situasi yang terjadi saat ini.


"Iyaa Papaa mengerti, Mamaa pasti kecewa dengan Bayu.. Tapi kita sebagai orang tua juga tidak bisa memaksakan kehendak kita pada mereka, karena mereka sudah dewasa dan punya pilihannya masing-masing.." ujar Papaa yang berusaha untuk menenangkan Mamaa..


"Mamaa masih butuh waktu untuk bisa menerima ini semua, Paa.."


"Setidaknya berikan kesempatan pada Bayu, bahwa wanita yang dia pilih adalah yang terbaik untuknya. Lagi pula saat ini Maya sedang mengandung cucu kita, seharusnya kita bersyukur dan bahagia.." ucap Papaa sambil menghela nafasnya dengan berat.


"Mamaa bingung Paa, di satu sisi Mamaa merasa sangat kecewa. Tapi di sisi lain juga merasa bahagia, karena kita akan memiliki se'orang cucu.." sahut Mamaa yang kini tiba-tiba merasakan sakit pada kepalanya.


Melihat itupun Papaa segera mengajak Mamaa untuk beristirahat di kamar, di sana mereka kembali berbincang-bincang. Membahas masalah yang terjadi di keluarga mereka, sambil berharap semua akan baik-baik saja seperti sediakala...


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59⭐


__ADS_2