Jangan Sentuh Aku

Jangan Sentuh Aku
Mencelakai


__ADS_3

Di sebuah ruangan rawat inap, terlihat Andre berada di samping Ibunya yang masih belum sadarkan diri setelah selesai menjalani operasi. Andre menggenggam tangan Ibunya, sembari mengajaknya berbicara. Karena sudah beberapa jam berlalu, namun belum ada tanda-tanda bahwa Ibunya akan siuman. Mungkin hal itu di karenakan, oleh pengaruh dari obat bius yang masih belum hilang sepenuhnya.


Andre yang merasa ada gerakan pada jari-jemari Ibunya yang Ia genggam, langsung menatap ke wajah wanita yang masih terbaring itu. "Ibu, apa Ibu bisa mendengar ku..? Ayo Ibu, sadarlah.." ucap Andre perlahan, sembari mencium punggung tangan Ibunya.


"Andre.." terdengar suara Ibu yang memanggil namanya dengan lirih.


"Akhirnya, Ibu sadar juga.." sahut Andre dengan tersenyum lega, lalu memeluknya Ibunya.


Setelah berbincang-bincang sebentar, Andre menyuruh Ibunya untuk kembali beristirahat. Karena kondisinya yang masih lemah, dan Andre juga harus menemui dokter untuk mengetahui bagaimana perkembangan kondisi Ibunya saat ini.


"Silahkan duduk, Pak Andre.." ucap dokter pada Andre dengan ramah.


"Bagaimana keadaan Ibu saya sekarang, Dok..?" tanya Andre secara langsung, karena Ia ingin segera mengetahui tentang kondisi Ibunya.


"Seperti yang sebelumnya sudah saya katakan, bahwa operasi pengangkatan ginjal Ibu Rumi telah berhasil. Jadi tidak ada yang perlu di khawatirkan, untuk beberapa waktu Ibu Rumi harus di rawat inap terlebih dulu sampai Ia benar-benar pulih.." jelas dokter sembari menyerahkan data-data hasil pemeriksaan Ibu Rumi pada Andre..


"Kira-kira harus berapa lama yaa, Dok..?" tanya Andre lagi yang mulai merasa bingung, memikirkan biaya perawatan Ibunya di rumah sakit. Karena saat ini uang yang Ia miliki hanya tersisa sedikit, meskipun selama ini Andre sudah berusaha untuk sehemat mungkin. Namun tetap saja tidak cukup, jika harus Ia gunakan untuk membayar tagihan perawatan Ibunya nanti.


"Semua itu tergantung dengan bagaimana perkembangan kondisi fisik Ibu Rumi nantinya.." ujar dokter yang bisa melihat, bahwa Andre memiliki kesulitan untuk masalah itu.


"Jadi begitu yaa, Dok.. Apa tidak bisa rawat jalan, Dok..?"


"Bisa Pak Andre, tapi kita harus menunggu terlebih dulu. Untuk memulihkan kondisi tubuh Ibu Rumi pasca operasi, jadi tidak bisa terburu-buru.." jelas dokter. "Maaf Pak Andre, tapi saya harus permisi dulu. Karena ada pasien yang membutuhkan penanganan dari saya.." ucap dokter pada Andre, lalu berlalu pergi dari ruangan itu.


Sedangkan Andre masih terdiam terpaku, sambil memikirkan bagaimana caranya Ia bisa mendapatkan uang. "Aku harus minta pertolongan siapa, kalau ke Om Rama itu gak mungkin. Dia sudah banyak membantuku.." gumam Andre dalam hati, seraya meninggalkan tempat itu untuk mencari bantuan.


Sebelum kembali menemui Ibunya di rumah sakit, Andre memutuskan untuk mencari teman-temannya yang dulu pernah Ia bantu. Satu persatu Andre mendatangi mereka, baik itu ke tempat mereka bekerja ataupun di rumah tempat mereka tinggal. Ia berharap ada salah satu dari mereka yang bisa membantunya, namun semuanya seolah menolak dengan berbagai macam alasan.

__ADS_1


"Harus kemana lagi aku mencari bantuan untuk bisa mendapatkan uang.." ucap Andre sembari mengacak-acak rambutnya, kini Ia mulai merasa putus asa. Tidak mungkin baginya untuk meminta bantuan dari Rama ataupun Cindy, itu sama saja Ia mempermalukan dirinya sendiri.


Karena merasa lelah, Andre pun memilih untuk kembali ke rumah sakit menemui Ibunya dengan menggunakan sepeda motor yang selama ini menemani kemanapun Ia pergi. Masalah biaya perawatan Ibunya, akan Ia pikirkan lagi nanti. Namun di dalam perjalanan, Ia melihat dua orang yang sangat Ia kenal. Saat itu juga, amarahnya tiba-tiba memuncak dan terlintas sesuatu hal yang buruk di dalam pikirannya.


🐝


Bayu dan Maya yang baru saja keluar dari sebuah swalayan, kini berjalan ke arah mobil yang terparkir tepat di pinggir jalan. Keduanya yang sedang asyik berbincang, sama sekali tidak menyadari bahwa akan ada bahaya yang datang.


"Gimana Sayang, enak gak es krimnya..?" tanya Bayu seraya merangkul tubuh Maya..


"Iyaa enak Sayang, kapan-kapan kita beli lagi yaa, Mas.." sahut Maya sambil tersenyum menatap Bayu..


"Kamu masuk ke dalam mobil dulu aja yaa Sayang, aku mau ke ATM buat ambil uang.." ucap Bayu sambil berjalan menuju ke tempat dimana ATM berada.


Maya pun menuruti perkataan Bayu, lalu segera berjalan ke arah mobil. Namun saat Ia hampir tiba di mobil, tiba-tiba sebuah pengendara motor dengan kecepatan tinggi melaju ke arahnya.


"Aaakhhh...!!" sebuah teriakan terdengar begitu keras dan jelas, Bayu yang belum sempat masuk ke dalam ATM segera menoleh ke arah suara itu berasal.


"Mayaa...!!" teriak Bayu saat melihat Maya yang sudah terjatuh, Ia pun langsung berlari menghampirinya.


"Kamu gak apa-apa, Sayang..?" tanya Bayu dengan cemas seraya memeriksa bagian tubuh Maya, yang ternyata mengalami luka ringan di beberapa tempat.


"Aku gak apa-apa Mas, cuma lecet aja. Tapi perempuan yang udah menyelamatkan aku, dia terluka parah, Mas.." sahut Maya sembari menunjuk ke arah perempuan yang saat ini sudah ramai di kelilingi oleh orang-orang.


Bayu dan Maya pun segera melihat kondisi perempuan itu, dan alangkah terkejutnya mereka saat melihat bahwa perempuan yang sudah menyelamatkan Maya ternyata adalah Risha..


"Rishaa...!!" teriak Bayu dan Maya bersamaan, Bayu pun segera menghubungi ambulans.

__ADS_1


"Risha sadar, Ris..! Kamu harus bertahan, kamu harus kuat..!" seru Bayu seraya memeluk erat tubuh Risha dan meneteskan air mata, begitu juga dengan Maya yang terlihat begitu cemas dan takut. Saat Ia melihat kondisi Risha yang tidak sadarkan diri dengan luka parah di bagian kepalanya, hingga darah segar terus saja mengalir.


🐝


🐝


Ayu yang baru saja mendapat kabar dari Bayu tentang kecelakaan yang di alami oleh Risha, segera menemui kedua orang tuanya yang saat itu tengah berada di ruang keluarga.


"Ada apa Ayu, kenapa wajah kamu seperti habis melihat hantu..?" tanya Mamaa pada Ayu yang terlihat masih diam mematung.


"Maa, Paa.. Ayu mau bilang, kalau barusan Kak Bayu telepon terus ngabarin kalau Risha mengalami kecelakaan dan sekarang lagi ada di rumah sakit. Keadaan Risha sekarang sedang kritis, Maa, Paa.." ucap Ayu dengan raut wajah yang sangat sedih.


"Apaa..?! Risha kecelakaan..?!" tubuh Mamaa pun seketika itu merasa lemas dan hampir saja pingsan mendengar ucapan Ayu..


"Mamaa gak kenapa-kenapa kan..?" tanya Ayu sembari mencoba menenangkan Ibunya.


"Kamu jaga Mamaa di rumah Ayu, biar Papaa yang ke rumah sakit.."


"Tidak Paa, Mamaa juga mau ke sana melihat Risha.." ucap Mamaa sembari bangkit dari tempat duduknya dengan tubuh yang gontai.


"Tapi keadaan Mamaa sekarang--"


"Mamaa tidak apa-apa Ayu, sekarang juga kita pergi ke rumah sakit.." sahut Mamaa dengan perasaan yang tidak bisa di ungkapkan oleh kata-kata.


Ketiganya pun segera bergegas menuju ke rumah sakit tempat Risha di rawat, di sepanjang perjalanan Mamaa dan Ayu hanya bisa saling memeluk dan menguatkan. Dalam hati mereka sangat berharap, bahwa keadaan Risha akan baik-baik saja...


Bersambung...

__ADS_1


🙏😊 A59⭐


__ADS_2