
Setelah dua hari berusaha mencari informasi terkait tentang wanita yang bernama Maya, dengan di bantu oleh beberapa orang suruhannya. Ayu pun berhasil mendapatkan apa yang Ia mau, dan langsung memberitahukan kabar itu pada Risha. Dan Risha yang merasa sudah tidak sabar ingin mengetahui semua informasi itu, meminta Ayu untuk segera datang ke rumahnya.
"Kebiasaan banget sih kamu, Ris.. Apa-apa maunya cepat, padahal tadi rencananya aku mau ke butik dulu.." seru Ayu padaku dengan raut wajah yang kesal.
"Iyaa iyaa maaf, nanti aku kasih suntikan dana buat butik kamu deh, Yu.. Gimana, mau gak..?!" ucapku pada Ayu yang langsung membuatnya tersenyum lebar mendengar apa yang baru saja aku katakan padanya.
"Kamu serius, Ris..?" tanya Ayu dengan tatapan tidak percaya.
"Gak Yu, aku cuma bercanda,hehee.."
"Mmmh,,terus aja gitu..!" seru Ayu yang kembali merasa kesal setelah tadi Ia begitu sangat bersemangat mendengar ucapanku.
"Yahh,, dia ngambek deh, padahal aku memang serius. Nanti sebelum kamu pulang, aku kasi selembar cek. Udah donk, jangan cemberut gitu.." ucapku yang berusaha untuk meyakinkan Ayu jika apa yang aku katakan itu adalah benar, karena sebagai rasa terimakasih atas bantuan yang telah Ia berikan padaku.
"Beneran Ris..? Kamu gak lagi bercanda kan..?!" tanya Ayu dengan penuh semangat sambil mengguncangkan bahuku.
"Iyaa Yu, aku serius. Sekarang aku mau lihat dulu, apa saja informasi yang udah berhasil kamu dapat.."
Aku mengambil beberapa lembar kertas yang berisikan tentang siapa wanita yang bernama Maya, lalu mulai membacanya satu persatu bersama Ayu yang juga ingin tahu tentang wanita itu.
"Ohh,, jadi dia teman sewaktu Kak Bayu masih kuliah dulu, sepertinya memang mereka udah lama kenal dan menjalin hubungan, Ris.. Tapi kenapa selama ini kita gak tau yaa.." ujar Ayu sambil memikirkan sesuatu yang berkaitan tentang Bayu dan Maya..
"Mungkin karena mereka berdua menjalaninya secara diam-diam, apa lagi perjodohan aku dan Kakak kamu kan udah di atur dari dulu. Pasti Bayu gak mau buat Mamaa dan Papaa kecewa, dan memilih untuk menyembunyikan hubungan mereka.."
"Iyaa Ris, mungkin apa yang kamu omongin itu memang benar. Terus sekarang apa yang mau kamu lakukan setelah tau ini semua..?" tanya Ayu yang merasa penasaran dengan apa rencanaku selanjutnya.
"Aku akan menjadikan hubungan mereka sebagai cara untuk bisa mengakhiri pernikahan aku dan Kakak kamu, Yu.." sahutku seraya menarik nafas panjang.
__ADS_1
"Maksudnya, kamu mau cerita tentang ini semua ke Mamaa dan Papaa..? Wahh Ris,, itu sama aja kamu mau cari masalah, Mamaa dan Papaa pasti akan marah besar sama Kak Bayu.. Lebih baik cari cara lain aja, Ris.." ujar Ayu yang mendadak cemas dengan pemikirannya itu.
"Yaa gak mungkinlah aku ceritain ke Mamaa dan Papaa, kamu ini ada-ada aja, Yu.. Aku gak sejahat itu, sampai harus menghancurkan hubungan mereka untuk mencapai keinginanku.."
"Terus apa donk rencananya..?" tanya Ayu dengan serius seraya menunggu jawaban dariku.
"Sini aku bisikin aja, biar gak ada yang denger.." ucapku sembari mendekat pada telinga Ayu..
"Gimana Yu, bagus gak rencananya..?" tanyaku pada Ayu..
"Memang bagus sih, tapi kalau sampai gagal gimana, Ris..?"
"Aku yakin kalau rencana itu gak akan gagal, karena menurut aku cuma itu satu-satunya cara yang paling ampuh untuk buat pernikahan ini berakhir tanpa harus membuat Mamaa dan Papaa kecewa. Yaa mungkin kecewa sedikit, gak apa-apalah,hehee.."
"Kamu ini Ris, memang gak kasian apa sama Mamaa dan Papaa..? Padahal kamu kan menantu kesayangan mereka.." sahut Ayu sambil menyandarkan tubuhnya pada sofa.
"Iyaa aku tau itu, tapi mau gimana lagi, Yu.. Kamu kan tau sendiri, dari kecil aku paling gak suka di paksa dan memaksa. Karena sesuatu yang di paksakan itu pada akhirnya berujung kurang baik, seperti sekarang ini.."
"Karena aku cuma mau berusaha untuk membuat Bunda bahagia, dengan menuruti keinginan terakhirnya. Tapi ternyata aku gak sanggup Yu, aku bukan jenis orang yang suka untuk berpura-pura atau bersandiwara. Terlebih jika menyangkut masalah hati dan perasaan, aku harap kamu bisa mengerti itu, Yu.."
"Yaa yaa yaa,, aku bisa mengerti Ris, walaupun sebenarnya aku gak mau pernikahan kamu dan Kak Bayu sampai berakhir. Tapi aku juga gak mau, lihat kalian berdua gak bahagia dan harus menjalani pernikahan kalian dengan terpaksa.." ucap Ayu yang selama ini selalu berusaha untuk memahami orang lain, terutama sahabat baiknya Risha yang sekaligus menjadi Kakak iparnya saat ini.
"Terimakasih yaa Ayu, kamu memang sahabat dan saudara perempuan terbaikku.." ucapku yang langsung memeluk erat tubuh Ayu yang sudah ku anggap seperti saudara sendiri.
"Tapi jangan lupa Ris, suntikan dananya,hahaa.." balas Ayu sambil tertawa kecil.
"Nanti yaa, aku cari jarum suntik dulu, Yu.." ucapku yang membuat aku dan Ayu pun kini tertawa bersama.
__ADS_1
🐝
🐝
Malam harinya,,
Ayu yang baru saja tiba di rumah, lalu bergegas ingin masuk ke dalam kamarnya. Namun tiba-tiba langkahnya terhenti, saat mendengar suara sese'orang yang tidak asing memanggil namanya.
"Iyaa Maa, ada apa..?" Ayu berjalan menghampiri Mamaa dan kini duduk di sampingnya.
"Kamu habis dari mana saja, Ayu..? Tumben jam segini kamu baru pulang, apa ada banyak pekerjaan di butik..?" tanya Mamaa yang sudah tahu betul pukul berapa biasanya Ayu pulang dari butik miliknya.
"Aku gak kemana-mana kok Maa, cuma tadi pagi sebelum ke butik aku main dulu ke rumah Risha ehh Kak Risha maksudnya.." jawab Ayu yang merasa kaku saat harus memanggil teman baiknya itu dengan panggilan Kakak.
"Ohh, jadi kamu main ke sana, terus bagaimana kabar Risha..? Apa dia baik-baik saja atau dia merasa kesepian..? Apa Kakak ipar kamu sudah hamil, Yu..?" tanya Mamaa dengan sederet pertanyaan yang membuat Ayu bingung untuk menjawabnya.
"Risha baik-baik aja kok Maa, ehh maksudnya Kak Risha.. Dia dari dulu kan memang suka sama sepi Maa, jadi gak masalah kalau kesepian. Kalau hamil, mungkin belum deh Maa.. Soalnya aku lihat perutnya masih gitu-gitu aja.." ujar Ayu..
"Kalau hamil muda yaa memang belum begitu kelihatan Yu, kamu ini bagaimana sih. Apa Risha tidak ada bilang sesuatu tentang dia sudah hamil atau belum..?" tanya Mamaa lagi.
"Yaa ampun Maa, ngebet banget sih pengen punya cucu.. Pantes aja si Risha pusing kalau ngadepin Mamaa.." gumam Ayu dalam hati.
"Gak ada Maa, Risha gak ada ngomong apa-apa tentang dia hamil atau gak.." sahut Ayu..
"Yaa sudah kalau begitu, mungkin Mamaa harus menyuruh mereka berdua untuk periksa ke dokter. Mamaa juga mau mencari obat herbal dan jamu untuk Risha, agar dia bisa secepatnya hamil. Sekarang kamu cepat masuk kamar, setelah itu bersihkan diri. Mamaa mau hubungi teman Mamaa.." ujar Mamaa yang berlalu pergi meninggalkan Ayu..
"Rasain kamu, Ris.. Bakal di suruh minum obat dan jamu sama Mamaa.." ucap Ayu sambil tersenyum, karena Ia tahu bahwa dari dulu Risha memang tidak bisa minum obat dan jamu...
__ADS_1
Bersambung...
🙏😊 A59⭐