Jangan Sentuh Aku

Jangan Sentuh Aku
Cibiran Orang-Orang


__ADS_3

Ibu Rumi yang sejak dulu memiliki keahlian dalam membuat bermacam-macam kue, kini kembali melakukan kegiatannya itu setelah Ia merasa bahwa kondisi tubuhnya sudah benar-benar membaik. Hanya saja, sekarang Ia tidak boleh merasa terlalu lelah karena akan berakibat buruk pada kondisi ginjalnya.


"Akhirnya, selesai juga yaa Bu buat semua kuenya,hee.." ucap Cindy sembari menghapus keringat di keningnya, saat pagi sekali Cindy memang sengaja datang ke rumah Ibu Rumi untuk membantu wanita itu.


"Iyaa Cindy, itu karena kamu sudah membantu Ibu. Kalau tidak kamu bantu, mungkin akan selesai lebih lama lagi.." sahut Ibu Rumi sembari tersenyum, lalu meletakkan setiap kue-kue buatannya ke dalam kotak khusus di tempat makanan yang telah Ia siapkan.


"Kalau begitu sekarang kamu istirahat, tiduran saja di kamar Ibu. Ibu juga mau ke kamar mandi dulu.."


"Iyaa, Bu.." balas Cindy yang langsung bangkit dari tempat duduknya, lalu berjalan ke arah kamar Ibu Rumi untuk sekedar merebahkan tubuhnya yang sekarang sangat mudah terasa lelah.


Selesai membereskan semuanya, kini Cindy dan Ibu Rumi pun berangkat ke pasar yang tidak begitu jauh dari tempat Ia tinggal untuk menjajakan kue-kuenya. Namun di sepanjang perjalanan, orang-orang yang melihat Ibu Rumi langsung berbisik membicarakan tentang Andre yang saat ini di penjara karena menabrak se'orang wanita, yaitu Risha..


"Jangan di dengarkan omongan mereka, Bu.." ucap Cindy pada Ibu Rumi yang terlihat sedih mendengar cibiran orang-orang tentang putranya, Ibu Rumi yang mendengar ucapan Cindy hanya tersenyum dan menganggukkan kepala. Keduanya pun mempercepat langkah mereka, untuk bisa sampai di pangkalan ojek. Dan dari sana, mereka akan menuju ke pasar dengan menaiki ojek.


Melihat Cindy yang kelelahan, Ibu Rumi segera mengajak Cindy untuk beristirahat sejenak. "Kita istirahat dulu saja sebentar di sini, sepertinya kamu sudah lelah sekali, Cindy.." ucap Ibu Rumi seraya menyerahkan sebuah botol berisi air minum.


"Kamu minum dulu yaa, Cindy.."


"Iyaa Bu, terimakasih.." sahut Cindy, lalu meneguk beberapa kali air minum yang ada di dalam botol yang Ia pegang.


"Apa selama ini Ibu selalu ke pasar jalan kaki..?" tanya Cindy..

__ADS_1


"Iyaa Cindy, sebenarnya bisa saja naik ojek. Tapi Ibu berpikir, lebih baik uang yang di pakai untuk membayar ojek Ibu simpan saja.."


Ujar Ibu Rumi yang membuat Cindy merasa sangat menyesal, karena selama ini Ia begitu boros dalam hal menggunakan uang. Mungkin karena saat dulu bersama dengan Risha, apapun keinginannya selalu di penuhi. Membuat Cindy kurang bisa menghargai yang namanya uang.


"Tapi sekarang kita akan naik ojek saja, karena Ibu tidak mau kamu sampai kelelahan.." ucap Ibu Rumi..


"Iyaa Bu, ayo sekarang kita pergi ke pasar.." ajak Cindy, dan keduanya kini menghampiri tukang ojek yang terlihat banyak sedang menunggu calon penumpangnya di sana.


"Antar kami berdua ke pasar yaa Pak, tapi pelan-pelan saja bawa motornya karena dia sedang mengandung cucu saya.." ucap Ibu Rumi pada salah se'orang tukang ojek yang akan mengantarkannya ke pasar.


"Siap Bu, tenang saja..!" sahut laki-laki itu sembari tersenyum dan mempersilahkan Cindy untuk segera duduk di belakang.


Sesampainya di pasar, Cindy segera membantu Ibu Rumi untuk membawakan beberapa kotak kue yang masih di pegang oleh Ibu Rumi. "Sini Bu, biar aku bantu.." ucap Cindy..


"Karena kue-kue buatan Ibu ini memang enak, aku juga suka banget, Bu.." sahut Cindy yang hari ini akan menemani Ibu Rumi berjualan kue-kue di pasar.


🐝


Sudah berulangkali Cindy membantu Ibu Rumi membuat kue di rumahnya, dan selama itu juga Cindy tahu bahwa orang-orang di sana masih saja membicarakan tentang Ibu Rumi dan Andre. Hal inipun membuat Cindy akhirnya merasa geram, karena di sebabkan cibiran dan perkataan orang-orang itu membuat Ibu Rumi jadi kepikiran dan jatuh sakit.


"Kita ke dokter yaa Bu, biar sakit Ibu cepat sembuh.." ajak Cindy yang sengaja datang untuk melihat keadaan Ibu Rumi yang dua hari ini sedang tidak enak badan.

__ADS_1


"Tidak usah Cindy, nanti juga sembuh sendiri. Lagi pula cuma demam dan sakit kepala biasa, minum obat warung saja sudah cukup.." sahut Ibu Rumi dengan raut wajah yang terlihat pucat.


"Ibu jadi sakit seperti ini pasti karena omongan orang-orang di sini kan, Bu..? Mereka itu memang tidak punya kerjaan, suka sekali membicarakan tentang masalah kehidupan orang lain.." ujar Cindy sambil berdecak kesal.


"Sebenarnya Ibu tidak ingin peduli dan memikirkannya, hanya saja kadang pikiran dan sedih itu datang dengan sendirinya. Ujung-ujungnya Ibu jadi sakit kepala sendiri.." ucap Ibu Rumi yang masih merasakan sakit pada kepalanya.


"Iyaa Bu, aku bisa mengerti. Bagaimana kalau Ibu pindah saja dari rumah ini, lalu tinggal di tempat yang lain.." ucap Cindy yang tidak ingin Ibu Rumi terus-menerus menjadi bahan pembicaraan orang-orang di sekitar tempat tinggalnya.


"Itu tidak perlu Cindy, Ibu masih bisa bertahan dengan semua omongan dari orang-orang. Lagi pula hanya rumah ini satu-satunya yang Ibu punya.." ujar Ibu Rumi..


Seketika itu suasana pun menjadi hening, keduanya sibuk dengan pikirannya masing-masing. Cindy yang merasa kasihan pada Ibu Rumi tidak tahu harus berbuat apa untuk membantunya, namun di sisi lain Ia juga tidak bisa membiarkan Ibu Rumi dalam keadaan seperti itu terus-menerus.


"Kamu tidak perlu khawatir dan memikirkan Ibu, Ibu akan baik-baik saja, Cindy.." ucap Ibu Rumi yang bisa melihat kecemasan Cindy pada dirinya.


"Iyaa Bu, semua pasti akan baik-baik saja. Sekarang Ibu istirahat yaa dan cepat sembuh, aku mau pamit pulang dulu.."


Cindy segera menyalami tangan Ibu Rumi, lalu bangkit dari tempat duduknya. "Kamu hati-hati di jalan yaa, Cindy.. Jaga diri dan kandungan kamu baik-baik.." ucap Ibu Rumi sembari tersenyum getir.


Ada perasaan sedih yang kini menjalar dalam dirinya, mengingat bagaimana nasibnya kini yang jauh berbeda dengan kehidupannya yang dulu. Terlebih kini Ia harus berjuang keras se'orang diri untuk memenuhi kebutuhannya, tanpa adanya bantuan dari Andre lagi. Beruntung Ia bertemu dan mengenal Cindy, yang selama ini telah begitu banyak membantunya.


"Aku harus tetap kuat, aku pasti bisa melewati ini semua demi cucu ku nanti.." gumam Ibu Rumi di dalam hati sembari mengusap air matanya yang sejak tadi mengalir, lalu tersenyum dengan penuh arti...

__ADS_1


Bersambung..


🙏😊 A59⭐


__ADS_2