
Beberapa minggu setelah bertemu dengan Cindy malam itu, Risha terlihat jadi lebih sering menyendiri dan termenung. Hal inipun di ketahui oleh Ayu, begitu juga dengan kedua orang tuanya yang sempat cemas dan berpikir bahwa Risha sedang ada masalah ataupun sakit.
"Apa kamu baik-baik saja, Risha..? Mamaa perhatikan belakangan ini kamu sering menghabiskan waktu di kamar dan jarang keluar rumah.." tanya Mamaa pada Risha yang baru saja turun dari lantai atas kamarnya.
"Risha baik-baik aja kok Maa, cuma lagi sibuk ngetik di kamar. Mamaa gak usah khawatir atau mikir yang bukan-bukan yaa.." sahut Risha sembari tersenyum dan duduk di samping Mamaa..
"Syukurlah kalau kamu baik-baik saja, Mamaa pikir kamu ada masalah atau sedang sakit. Apa kamu yakin tidak mau pergi berlibur atau jalan-jalan..? Mamaa tidak ingin kamu merasa bosan karena selalu berada di rumah atau di butik Ayu.."
Ujar Mamaa yang merasa sedikit aneh dengan perubahan Risha sekarang ini, karena dulu yang Ia tahu Risha seringkali keluar rumah baik itu karena ada urusan atau hanya sekedar jalan-jalan bersama teman-temannya. Namun kini, terlebih sejak Risha sadar dari komanya Ia menjadi lebih murung dan mengurung diri di kamar.
"Risha belum ada kepikiran untuk jalan-jalan atau pergi liburan Maa, mau fokus menulis dulu aja. Nanti kalau Risha udah pengen liburan, pasti langsung kasi tau Mamaa.." ucap Risha yang tidak ingin orang tua angkatnya itu merasa cemas memikirkan dirinya.
"Baiklah Sayang, kalau begitu Mamaa mau pergi dulu yaa.. Hari ini ada acara arisan di rumah teman Mamaa, kamu baik-baik di rumah.."
Setelah kepergian Mamaa, Risha pun kembali naik ke lantai atas untuk ke kamarnya dan mulai menulis kembali. Namun entah kenapa fokusnya dalam menulis hilang dengan tiba-tiba, pikirannya saat itu teringat pada Cindy..
"Gimana keadaan Cindy sekarang yaa, apa dia baik-baik aja..?" tanya Risha dalam hati, lalu memilih untuk menghentikan kegiatan menulisnya.
🐝
Risha yang sejak tadi memikirkan Cindy sengaja pergi menemui Ayu di butiknya, karena Ia tidak ingin terus mengingat perempuan yang masih ada di dalam hatinya itu.
"Hey, Ris.. Kok gak bilang kalau mau ke sini..? Aku kan bisa nitip makanan.." ucap Ayu saat melihat Risha baru saja masuk ke dalam butiknya.
"Yaa udah tinggal keluar aja, cari makanan yang kamu mau.." sahut Risha yang langsung menjatuhkan tubuhnya di atas sofa.
"Tapi kebetulan banget kamu datang Ris, soalnya aku punya kabar terbaru nih soal mantan kamu,hee.." ujar Ayu sambil tertawa kecil.
__ADS_1
"Siapa mantan aku..?"
"Siapa lagi kalau bukan Cindy, kamu pakai pura-pura gak tau segala,mmmh.." sahut Ayu seraya menghampiri Risha dan ikut duduk di sofa.
"Ohh,, Cindy.. Memang dia kenapa, Ayu..?" tanya Risha menghela nafasnya dengan dalam, padahal Ia sengaja menemui Ayu di butiknya agar tidak terus mengingat Cindy. Tapi yang terjadi, justru Ayu mengajaknya membahas soal Cindy..
"Ciee,, cieee,, yang penasaran,hehee.. Kamu tau gak Ris, Cindy sekarang udah nikah sama Andre loh, yaa walaupun baru nikah siri.." ujar Ayu yang membuat Risha langsung terdiam kelu mendengarnya.
"Ohh,, iyaa aku tau.." sahut Risha..
"Tau darimana..? Kan aku baru ngasih tau kamu.." tanya Ayu yang balik merasa penasaran.
"Tau dari kamu, kan barusan kamu yang bilang,hehehee.." jawab Risha..
Melihat ucapan dan sikap Risha yang terlihat biasa saja, Ayu pun merasa aneh. Ia lalu memegang kening Risha dan memeriksanya.
"Masa iyaa aku harus terus-terusan sedih dan nangis sih Yu, kan bagus kalau mereka berdua akhirnya nikah. Biar mereka juga tenang tinggal di satu rumah.." ujar Risha sembari tersenyum, meski di dalam hatinya merasa sangat hancur mendengar kabar itu.
"Benar juga sih Ris, syukurlah kalau kamu bisa berpikir seperti itu. Karena tadinya aku sempat ragu mau ngasih tau kamu soal itu, takutnya kamu jadi sedih dan kepikiran lagi.." sahut Ayu yang kini bisa bernafas lega, karena apa yang Ia cemaskan tidak terjadi.
"Ohh iyaa, aku mau keluar beli makanan sama minuman dulu yaa.. Kamu mau nitip apa, Yu..? Biar sekalian aku beliin.." tanya Risha pada Ayu yang langsung terlihat bersemangat mendapat tawaran dari Risha..
"Aku pesan siomay, rujak, es krim sama keripik singkong yaa Ris,hee.." jawab Ayu..
"Banyak banget Yu, sekalian aja kamu jualan,mmmh.." sahut Risha sembari menggelengkan kepalanya.
"Kan tadi kamu sendiri yang nawarin, yaa udah deh kalau gak mau beliin.." balas Ayu yang langsung memasang raut wajah cemberut.
__ADS_1
"Iyaa iyaa, aku beliin semua pesanan kamu tadi. Dari pada nanti kamu ngambek gak jelas.." ucap Risha yang langsung melangkah pergi.
Risha yang kini telah berada di dalam mobil tidak langsung menyalakan mobilnya, Ia justru sedang menangis tersedu-sedu. Karena air mata yang sejak tadi Ia tahan, tidak bisa Ia bendung lebih lama lagi. Tanpa Ia sadari, Ayu tengah memperhatikannya dari balik jendela kaca butiknya.
"Aku tau Ris, kamu sekarang pasti lagi nangis di dalam mobil.." gumam Ayu dalam hati yang dari awal telah tahu, bahwa Risha sengaja berpura-pura bersikap seperti biasa karena tidak ingin menunjukkan perasaan sedihnya.
🐝
🐝
Sebelum kembali ke butik Ayu, Risha sengaja menyempatkan diri untuk datang ke toko milik Cindy yang siang itu terlihat ramai pembeli. Setelah menunggu hampir setengah jam, Risha pun segera keluar dari dalam mobil dan berjalan menghampiri Cindy yang saat itu sedang duduk sambil menggendong putrinya.
"Risha..?!" seru Cindy yang tampak terkejut melihat kedatangannya, lalu langsung berdiri dan menyambutnya.
"Apa aku ganggu waktu kamu..?" tanya Risha..
"Sama sekali gak ganggu Ris, Andre dan Ibu Rumi juga kebetulan sedang pergi belanja bahan-bahan untuk keperluan membuat kue.." jawab Cindy dengan tersenyum sumringah, dalam hati Ia merasa sangat senang melihat kedatangan Risha yang masih mau untuk menemuinya.
"Kita ngobrol di dalam aja yaa Ris, atau apa kamu mau ke tempat yang lain aja biar lebih nyaman ngobrolnya..?" tanya Cindy yang berharap Risha akan mengajaknya pergi ke tempat lain, agar bisa berbicara berdua tanpa ada orang lain.
"Yaa udah kita ngobrol di taman aja.." jawab Risha yang langsung membuat Cindy tersenyum lebar. Ia pun segera bersiap-siap untuk pergi dan menitipkan putrinya pada pengasuh, lalu berpamitan pada pegawai yang Ia percaya untuk menjaga tokonya selama Ia pergi.
Kini Risha dan Cindy telah berada di dalam mobil dan menuju ke taman, keduanya terlihat diam tanpa ada yang bersuara. Sesekali Cindy menatap wajah Risha sambil tersenyum, wajah wanita yang selama ini selalu Ia rindukan kini tengah ada bersamanya...
Bersambung...
🙏😊 A59⭐
__ADS_1