Jangan Sentuh Aku

Jangan Sentuh Aku
Bersikap Aneh


__ADS_3

Setelah berusaha keras untuk bisa mendapatkan pekerjaan, akhirnya Cindy pun di terima di salah satu perusahaan yang letaknya memang cukup jauh dengan kost-an tempat Ia tinggal. Karena itu, Cindy berniat untuk pindah kost-an yang jaraknya tidak jauh dari tempat Ia bekerja nanti.


"Selamat yaa Sayang, akhirnya kamu dapat pekerjaan juga.." ucap Risha sambil memeluk tubuh Cindy, namun dengan cepat Cindy langsung melepaskannya.


"Iyaa Sayang, terimakasih yaa.. Itu semua juga berkat kamu, yang selalu temenin dan nganterin aku buat cari kerjaan.." sahut Cindy yang kini berjalan mendekati lemari pakaiannya.


"Aku mau beresin pakaian dulu yaa, lebih cepat pindah lebih bagus. Jadi besok udah bisa tinggal di kost-an yang baru.." ucap Cindy sambil mengeluarkan semua pakaian yang ada di dalam lemari.


"Kamu istirahat dulu yaa, memang gak capek seharian ini muter-muter cari kost-an..?" tanya Risha seraya memeluk Cindy dari belakang, lalu mencium tengkuk lehernya. Namun Cindy segera melepaskannya, dan berbalik badan lalu menatap Risha dengan raut wajah yang sulit di artikan.


"Aku mau beres-beres dulu, aku gak capek kok. Kamu istirahat aja dulu.." ucap Cindy dengan senyuman yang seolah di paksakan, setelah mendengar itu Risha pun hanya menarik nafas dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Kini ada banyak pertanyaan di dalam hati Risha, melihat sikap Cindy yang tidak biasanya menolak saat Ia peluk atau sentuh. Namun Ia juga tidak ingin larut dalam pikirannya itu, dan memilih untuk membantu Cindy membereskan pakaian dan juga barang-barangnya yang lain.


"Akhirnya selesai juga..!" seru Cindy yang langsung menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur, di ikuti oleh Risha yang turut berbaring di sampingnya.


"Nanti kalau aku udah resmi berpisah sama Bayu, kita tinggal bareng yaa.. Jadi aku bisa antar jemput kamu kerja, aku pengen bisa bahagiain kamu, Cindy.." ucap Risha sambil tersenyum dan membelai wajah Cindy dengan lembut, namun tanpa di sangka Cindy langsung menepisnya.


"Ak-aku mau ke kamar mandi dulu, lain kali aja kita bahas masalah itu.." ucap Cindy sembari meninggalkan Risha yang terlihat kecewa, mendengar apa yang baru saja di katakan oleh Cindy padanya.


"Sebenarnya Cindy kenapa..? Sejak tadi sikapnya beda, gak seperti biasanya.." gumam Risha dalam hati, Ia pun tidak ingin lagi membahas masalah hubungannya dengan Cindy sebelum Ia dan Bayu benar-benar telah berpisah.


Sementara itu, di dalam kamar mandi Cindy tengah berdiri di balik pintu seraya menangis. Ia tidak sengaja bersikap seperti itu pada Risha, namun setiap Risha memeluk dan menyentuhnya membuat Ia langsung teringat pada kejadian di saat berhubungan dengan teman prianya itu.


"Maafin aku, Risha.. Aku terus di hantui oleh apa yang terjadi malam itu.." ucap Cindy dalam hati sembari menutup mulutnya, karena Ia tidak ingin Risha mendengar suara tangisannya.

__ADS_1


Kini Risha dan Cindy pun bergegas pergi menuju ke kost-an baru yang akan menjadi tempat tinggal Cindy, di sepanjang perjalanan keduanya tampak diam tidak bersuara. Meski sesekali Risha menatap ke arah Cindy, dan berharap Cindy mau bercerita tentang apa yang membuat sikapnya jadi berbeda.


"Kamu kenapa..? Apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dari aku..?" tanya Risha..


Degg..


"Gak ada, aku gak kenapa-kenapa kok.." jawab Cindy dengan sedikit gugup.


"Terus kenapa sikap kamu jadi dingin gitu sama aku..? Apa aku ada salah atau kamu udah gak nyaman sama aku..?" tanya Risha lagi yang merasa belum puas dengan jawaban yang di berikan Cindy..


"Mungkin karena aku kepikiran sama pekerjaan yang baru nanti, kamu jangan mikir yang bukan-bukan.." bohong Cindy yang tidak mungkin mengatakan apa yang sebenarnya Ia rasakan dan pikirkan sejak tadi.


"Wajar aku berpikir yang bukan-bukan, karena gak biasanya sikap kamu seperti itu. Tapi yaa udahlah, aku gak akan maksa kamu untuk cerita dan jujur sama aku.." ucap Risha yang merasa yakin, bahwa ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Cindy darinya.


🐝


"Aku bantuin beresin pakaian kamu dulu yaa, habis itu baru aku pulang.." sahut Risha yang langsung membuka koper yang berukuran tidak begitu besar milik Cindy..


"Gak usah, biar nanti aku aja yang beresin sendiri.." balas Cindy sambil menahan tangan Risha saat ingin membuka kopernya.


"Yaa udah kalau gitu, aku pulang dulu.. Jangan lupa di makan makanan yang tadi kita beli.." ucap Risha sembari menghela nafasnya dengan berat, lalu berlalu pergi meninggalkan Cindy yang masih berdiri di luar pintu menatap kepergian Risha yang kembali Ia buat kecewa dengan sikapnya itu.


Sesampainya di rumah, Risha segera meletakkan kunci mobilnya di atas sebuah gantungan yang memang di khususkan untuk gantungan kunci. Ia pun berjalan menuju ke kamarnya, namun saat ingin membuka pintu kamar terdengar sebuah suara yang memanggil namanya.


"Risha..! Kamu udah pulang..? Dari mana aja..?" tanya Maya yang berjalan menghampiri Risha, di ikuti oleh Bayu di belakangnya.

__ADS_1


"Iyaa Ris, tumben kamu bawa mobil. Biasanya kan gak mau.." ucap Bayu yang ikut menimpali.


"Aku tadi bantuin teman pindahan, kenapa kalian belum tidur..?"


"Teman apa teman,hehee.." ledek Bayu pada Risha yang langsung terlihat cemberut.


"Belum ngantuk Ris, lagi pula baru jam sembilan. Oh iyaa, kamu udah makan belum..? Kalau belum, biar aku panasin lauk sayurnya.."


"Gak usah May, aku udah makan kok tadi di luar. Yaa udah kalau gitu, aku masuk kamar dulu.." sahut Risha..


"Risha kenapa yaa, Mas..? Aku perhatiin tadi wajahnya seperti orang lagi sedih gitu, apa dia ada masalah..?" tanya Maya pada Bayu, kini keduanya sedang duduk di sofa sambil menonton televisi.


"Mungkin lagi patah hati kali yaa,hehee.." jawab Bayu bercanda.


"Aku serius lho, Mas..! Lagi pula patah hati sama siapa coba, Risha kan gak punya pacar.." sahut Maya sambil memikirkan sesuatu.


"Kita kan gak pernah tau Risha dekat dan bergaul sama siapa aja, bisa aja kan dia suka sama sese'orang tapi gak mau ngomong sama kita.." ujar Bayu..


"Iyaa juga sih, Mas.. Tapi kan--"


"Udah yaa Sayang, mendingan sekarang kamu buatin aku kopi terus sekalian sama cemilannya.." ucap Bayu sambil mencubit kedua pipi wanita yang kini telah menjadi istrinya itu.


"Iyaa Mas, kamu tunggu sebentar yaa.." sahut Maya sambil membalas cubitan Bayu padanya, namun bukan di pipi melainkan di hidung Bayu..


"Auww,, sakit Sayang..!" seru Bayu sambil mengusap-usap hidungnya yang di cubit dengan keras oleh Maya, sedangkan Maya hanya tersenyum puas melihat suamiku meringis menahan rasa sakit pada hidungnya...

__ADS_1


Bersambung...


🙏😊 A59⭐


__ADS_2